👁️ Total Tayangan: 240.624

Terima Hibah Aset Rp22,8 Miliar dari Kementerian PU, Bupati Samosir Perkuat Fondasi Pariwisata dan Lingkungan Berkelanjutan

Table of Contents
Artha-News.com | Samosir, 17 Juni 2026 - Komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir dalam membangun destinasi pariwisata yang berdaya saing sekaligus menjaga kelestarian lingkungan terus diperkuat dan mendapat dukungan nyata dari pemerintah pusat.
 
Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, secara resmi menerima hibah aset senilai lebih dari Rp22,8 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara. Penyerahan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima antara Bupati Samosir dan Kepala BPBPK Sumatera Utara, Yenni Mulyadi. Kegiatan berlangsung di Kantor BPBPK Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja Km 7 Nomor 99, Harjosari II, pada Rabu, 17 Juni 2026.
 
Aset yang diserahterimakan meliputi Penataan Kawasan Sibea-bea Tahap II Tahun Anggaran 2024 dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2023–2024.
 
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bapperida Kabupaten Samosir Rajoki Simarmata, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Rudimanto Limbong, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Golfried Harianja, Kepala Bidang Aset Pangondian Limbong, serta Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Togarma Naibaho.
 
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan bahwa penyerahan aset ini bukan sekadar proses administrasi, melainkan bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan transformasi pembangunan di Samosir. Di bawah kepemimpinannya, daerah ini terus berbenah dengan mengusung konsep pembangunan yang terintegrasi antara sektor pariwisata, infrastruktur, dan pelestarian lingkungan.
 
Kawasan Sibea-bea yang berada di tepian Danau Toba kini berkembang menjadi salah satu ikon pariwisata unggulan Kabupaten Samosir. Penataan tahap kedua yang telah rampung diyakini akan semakin meningkatkan daya tarik kawasan tersebut untuk dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
 
“Penataan Kawasan Sibea-bea tahap kedua ini melengkapi pembangunan yang telah dilakukan sebelumnya. Kami melihat langsung di lapangan bahwa pengerjaannya selesai dengan baik. Kami bersyukur kawasan ini akan semakin indah, lengkap, dan memperkuat posisinya sebagai ikon pariwisata di Samosir,” ujar Vandiko.
 
Ia menambahkan, pembangunan kawasan wisata tidak hanya berfokus pada keindahan fisik semata, tetapi harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, Pemkab Samosir terus mendorong pengembangan destinasi yang mampu membuka peluang usaha, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menggerakkan ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
 
Selain pengembangan pariwisata, Vandiko juga menaruh perhatian besar pada infrastruktur dasar yang mendukung kualitas hidup warga. Kehadiran IPLT menjadi langkah penting dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
 
“Untuk pertama kalinya, Kabupaten Samosir memiliki IPLT. Ke depan, fasilitas ini akan membantu mengelola limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan, sehingga kebersihan dan kelestarian kawasan Danau Toba dapat terus terjaga,” katanya.
 
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pusat, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian PU yang telah merealisasikan usulan pembangunan tersebut.
 
“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut. Pembangunan yang dilakukan saat ini semakin melengkapi kebutuhan daerah dan yang paling penting memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
 
Vandiko juga menegaskan kesiapan Pemkab Samosir untuk segera memenuhi seluruh kewajiban daerah guna mempercepat realisasi program pembangunan berikutnya. Ia juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk menjaga, merawat, dan mengoptimalkan pemanfaatan aset yang telah dihibahkan.
 
“Aset ini harus dijaga dengan baik dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Samosir,” tegasnya.
 
Sementara itu, Kepala BPBPK Sumatera Utara, Yenni Mulyadi, menyatakan bahwa penyerahan hibah ini menandai selesainya rangkaian pembangunan yang dilaksanakan Kementerian PU dan sah menjadi aset milik Pemerintah Kabupaten Samosir.
 
Yenni berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dikelola secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Ia juga mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin selama proses pembangunan berlangsung.
 
“Keberlanjutan manfaat aset ini sangat bergantung pada pengelolaan dan pemeliharaan yang dilakukan pemerintah daerah. Kami berharap aset ini dapat dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.
 
Hibah aset senilai Rp22,8 miliar ini tidak hanya menambah nilai infrastruktur daerah, tetapi juga mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan pemerintah pusat terhadap arah pembangunan yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Samosir.
 
(NR.Sitohang)
👁 Views: 0

Post a Comment

📢 ARTIKEL PILIHAN BERITA TERBARU | ARTHA-NEWS.COM | Sumber Berita Terpercaya -Analisis - Referensi - Tajam - Handal - Akurat -
PENERIMAAN WARTAWAN BARU

📰 DIBUKA KESEMPATAN BERGABUNG 📰

Menjadi Wartawan/Wartawati
ARTHA-NEWS.COM

🇮🇩 WILAYAH: SELURUH KOTA/KABUPATEN SE-INDONESIA 🇮🇩
(Dilindungi UU No.40 Tahun 1999)

📋 Persyaratan Berlaku
📞 HUBUNGI SEGERA:
0812-1310-6490