Kamis, Oktober 29, 2026

PAM JAYA Berlakukan Kebijakan Pemakaian Minimum Air Mulai November 2026

JAKARTA, ARTHA-NEWS.COM — PAM JAYA akan memberlakukan kebijakan pemakaian minimum air sebesar 10 meter kubik (m³) per bulan bagi seluruh pelanggan reguler ukuran meter 0,5 inci, terhitung mulai November 2026. Kebijakan ini resmi diberlakukan untuk mengurangi ketergantungan pada air tanah dan mendorong penggunaan air perpipaan di wilayah DKI Jakarta.
 
Kebijakan ini dipaparkan dalam Focus Group Discussion bertema "Optimalisasi Pemanfaatan Air Minum Perpipaan melalui Kebijakan Minimum Consumption" yang digelar di Cordela Hotel Senen, Jakarta Pusat. FGD menghadirkan Plt. Senior Manager Marketing & Planning Reporting PAM JAYA, Hilman Sandhi Nugraha, sebagai narasumber utama.
 
Bukan Kenaikan Tarif, Melainkan Gerakan Peralihan
 
Hilman menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah kenaikan tarif air. Tarif per meter kubik dan penggolongan kelas pelanggan tetap sama persis. Yang diatur hanyalah batas minimum pemakaian yang ditetapkan sebesar 10 m³ per bulan.
 
"Tarif per meter kubik tetap dan tidak ada yang berubah. Semangat utama dari kebijakan ini adalah untuk mengajak warga Jakarta beralih dari penggunaan air tanah ke air perpipaan demi menjaga kelestarian lingkungan jangka panjang," jelas Hilman.
 
Dasar Hukum & Perhitungan Kebutuhan
 
Angka 10 m³ per bulan ditetapkan berdasarkan:
 
- Permendagri No. 21 Tahun 2020
- Pergub DKI Jakarta No. 37 Tahun 2024 Pasal 23
- Hasil kajian Universitas Indonesia tahun 2026
 
Angka ini setara dengan kebutuhan 60 liter per orang per hari untuk satu keluarga.
 
Siapa yang Terdampak?
 
Dari total 1.193.662 pelanggan reguler PAM JAYA:
 
- Tidak Terdampak (±54%): Pemakaian 10 m³ ke atas — tagihan sesuai pemakaian aktual, biaya abonemen dihapus
- Terdampak Penyesuaian (±46%): Pemakaian di bawah 10 m³ — dihitung berbasis minimum 10 m³
- Pelanggan Zero (±17%): Pemakaian 0 m³ atau tidak aktif
- Pelanggan Minim (±29%): Pemakaian 1–9 m³ — ditagih minimal 10 m³
 
Kabar baik bagi pelanggan yang konsumsi sudah di atas 10 m³: biaya beban tetap bulanan dihapus, sehingga justru lebih hemat.
 
Jaminan Layanan untuk Wilayah Bermasalah
 
Menanggapi kekhawatiran warga di daerah yang sering mengalami gangguan pasokan air, PAM JAYA menegaskan tetap berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dan memberikan perlindungan konsumen bagi kasus-kasus khusus yang dapat diverifikasi di lapangan.
 
Pencatatan pertama kali menggunakan kebijakan baru ini akan terlihat pada tagihan bulan Desember 2026 dengan jatuh tempo pembayaran pada Januari 2027.
 
(Tri)
 
 

Sindikat Pencurian Kerbau di Samosir Digulung, Polisi Amankan Enam Pelaku Lintas Kabupaten

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Komitmen nyata dan konsistensi tinggi dalam menegakkan supremasi hukum di wilayah hukum Kabupaten Samosir kembali dibuktikan oleh jajaran kepolisian setempat. Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Samosir bergerak taktis dan berhasil mengungkap lima dari total delapan laporan polisi terkait maraknya kasus pencurian ternak kerbau yang sempat meresahkan para peternak lokal belakangan ini. Dalam keberhasilan operasi penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan lima orang pria dewasa yang diduga kuat sebagai pelaku utama aksi pencurian, serta satu orang pria yang berperan aktif sebagai penadah barang curian lintas kabupaten.

Keberhasilan penanganan tindak pidana yang menjadi perhatian publik ini dipaparkan secara transparan dalam kegiatan konferensi pers resmi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H. Acara rilis pers tersebut digelar secara terbuka di Markas Komando (Mako) Polres Samosir pada hari Kamis (29/10/2026) mulai pukul 10.30 WIB.

Jalannya konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh Wakapolres Samosir Kompol Manumpak H. Sitorus, S.H., Kasat Reskrim IPTU Antonius Hutahaean, S.H., M.H., Kasi Propam IPDA Suhadyanto, S.H., serta Kanit Pidum IPDA Darmono Samosir, S.H. Selain dihadiri oleh para pejabat utama beserta personel Polres Samosir, kegiatan ini juga disaksikan langsung oleh rekan-rekan insan pers dari berbagai media cetak, media online, jurnalis televisi, serta dihadiri langsung oleh para warga setempat yang menjadi korban dari aksi pencurian ternak tersebut.

Wujud Keterbukaan Informasi dan Transparansi Kepolisian

Dalam penjelasannya kepada awak media, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan menegaskan bahwa pelaksanaan konferensi pers ini merupakan bentuk keterbukaan, akuntabilitas, dan transparansi penuh dari institusi Polri kepada publik. Hal ini dinilai sangat penting dilakukan agar masyarakat luas dapat mengetahui secara jelas hasil pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya di bidang penegakan hukum demi menjaga stabilitas keamanan wilayah.

"Press release yang kita laksanakan hari ini merupakan bentuk nyata dari keterbukaan dan transparansi Polri kepada seluruh lapisan masyarakat dalam menyampaikan hasil pelaksanaan tugas, khususnya dalam penegakan hukum di wilayah hukum Polres Samosir," tegas Kapolres di hadapan media.

Menyikapi maraknya aksi kriminalitas yang menyasar hewan ternak milik warga, Kapolres Samosir juga mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Samosir. Warga diminta untuk melipatgandakan kewaspadaan mereka saat menjaga dan memelihara ternak, mengingat sejumlah kasus kehilangan kerbau belakangan ini kerap terjadi di beberapa titik lokasi, terutama pada waktu malam hari hingga menjelang dini hari.

Rincian 5 Laporan Polisi Kasus Pencurian Kerbau yang Terungkap

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Samosir IPTU Antonius Hutahaean menjabarkan secara rinci mengenai aspek teknis pemaparan kasus tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa dari total delapan laporan polisi mengenai kehilangan ternak yang diterbitkan oleh pihak SPKT, lima kasus di antaranya kini telah berhasil diungkap dan diidentifikasi jaringannya oleh tim opsnal Sat Reskrim.


Berikut adalah rincian resmi lima laporan polisi yang berhasil diungkap:

LP/B-318/X/2026/SPKT/Polres Samosir/Polda Sumut, tanggal 10 Oktober 2026 — Pencurian kerbau di Jalan Simpang Tolu, Kecamatan Palipi

LP/B-326/X/2026/SPKT/Polres Samosir/Polda Sumut, tanggal 18 Oktober 2026 — Pencurian kerbau di Jalan Pardugul, Kecamatan Pangururan

LP/B-336/X/2026/SPKT/Polres Samosir/Polda Sumut, tanggal 25 Oktober 2026 — Hilangnya kerbau di Jalan Parbaba Dolok, Kecamatan Pangururan

LP/B-338/X/2026/SPKT/Polres Samosir/Polda Sumut, tanggal 25 Oktober 2026 — Pencurian kerbau di Kawasan Wisata Air Terjun Efrata, Desa Turpuk Sagala, Kecamatan Harian

LP/B-340/X/2026/SPKT/Polres Samosir/Polda Sumut, tanggal 25 Oktober 2026 — Pencurian kerbau di Jalan Sianjur Mula-Mula, Desa Siboro, Kecamatan Sianjur Mula-Mula

9 dari 15 Ekor Kerbau Berhasil Ditemukan

Dari delapan laporan polisi yang mencatat total 15 ekor kerbau hilang, sebanyak sembilan ekor telah berhasil ditemukan dan diamankan kembali oleh tim penyidik. Sebaran penemuan:

- 1 ekor — Kawasan Perbatasan Tele

- 1 ekor — Kecamatan Harian

- 1 ekor — Kecamatan Palipi

- 2 ekor — Kawasan Pardugul

- 2 ekor — Desa Siboro

- 2 ekor — Wilayah Parbaba

Enam Orang Diamankan, Termasuk Penadah Asal Dairi

Berdasarkan keterangan resmi dari Humas Polres Samosir, tim penyidik berhasil mengamankan lima pelaku utama warga asli Samosir: berinisial ITS dan OS (Pangururan), AGS (Palipi), MAB (Pangururan), serta HAL (Sianjur Mula-Mula). Satu orang lagi berinisial AB, warga Kabupaten Dairi, ditangkap karena diduga berperan sebagai penadah barang curian.

Pasal yang Dijerat:

- Pelaku pencurian: Pasal 477 ayat (1) huruf c subsider Pasal 476 juncto Pasal 20 KUHP

- Penadah: Pasal 477 ayat (1) huruf c subsider Pasal 476 juncto Pasal 591 KUHP

Modus operandi terungkap: pelaku memanfaatkan kelengahan warga dan beraksi pada malam hingga dini hari. Penyidikan terus berjalan untuk mendalami keterlibatan pihak lain.

Barang Bukti yang Disita:

- 1 unit mobil Mitsubishi L-300 berwarna hitam

- 2 ekor kerbau betina

- 2 utas tali pengikat kerbau

Polres Samosir: Tetap Waspada dan Laporkan Segera

Polres Samosir mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hingga dini hari. Warga diminta segera melaporkan aktivitas mencurigakan ke kantor polisi terdekat atau menghubungi Bhabinkamtibmas setempat. Partisipasi aktif masyarakat sangat diharapkan dalam menjaga keamanan wilayah.

Keberhasilan pengungkapan lima kasus ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Samosir dalam menjaga keamanan dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

(NR. Sitohang — Artha-News)

  

Dinsos Kota Tasikmalaya Belum Klarifikasi Anggaran Bansos Kesehatan Rp3,42 Miliar

KOTA TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tasikmalaya belum memberikan jawaban resmi terkait konfirmasi anggaran kegiatan Bantuan Sosial Kesehatan Tahun Anggaran 2026. Proyek yang tercatat dalam sistem pengadaan pemerintah INAPROC tersebut memiliki pagu anggaran fantastis senilai Rp3.429.780.760 atau sekitar Rp3,42 miliar.
 
Paket dengan nama "Belanja Jasa Pelaksanaan Transaksi Keuangan" dan uraian pekerjaan "Bantuan Sosial Kesehatan" itu tercatat menggunakan metode Swakelola Tipe I. Dalam sistem tersebut, Dinsos Kota Tasikmalaya bertindak langsung sebagai satuan kerja pelaksana.
 
Besarnya nilai anggaran tersebut mendorong redaksi Artha-News.com melakukan penelusuran lebih lanjut guna memperoleh informasi mengenai peruntukan dana, mekanisme pelaksanaan, penyaluran bantuan, serta pertanggungjawaban kegiatan. Namun, hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinsos belum memberikan respons tertulis.
 
Surat Konfirmasi Resmi Telah Dikirim ke Dinsos
 
Sebagai bagian dari proses verifikasi jurnalistik dan pemenuhan keberimbangan berita, Artha-News.com telah mengirimkan surat permohonan konfirmasi resmi. Surat bernomor 003/Red/Artha-News/Konf/IX/2026 tersebut ditujukan langsung kepada Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya.
 
Surat tersebut memuat sejumlah pertanyaan krusial, di antaranya:
 
- Tujuan penganggaran dan rincian komponen belanja.
- Mekanisme transaksi keuangan dan penetapan penerima manfaat.
- Realisasi anggaran hingga kelengkapan laporan pertanggungjawaban kegiatan.
 
Redaksi juga meminta dokumen pendukung seperti Kerangka Acuan Kerja (KAK), Rencana Anggaran Biaya (RAB), dokumen pelaksanaan swakelola, data penerima bantuan, hingga bukti penyaluran. Upaya ini dilakukan untuk mencocokkan data sistem pengadaan elektronik dengan realisasi di lapangan.
 
Transparansi Pagu Anggaran Rp3,42 Miliar Perlu Diperjelas
 
Redaksi menyoroti keterkaitan antara nama paket "Belanja Jasa Pelaksanaan Transaksi Keuangan" dengan uraian "Bantuan Sosial Kesehatan". Dengan pagu mencapai Rp3,42 miliar, rincian komponen pembentuk anggaran sangat diperlukan agar masyarakat mendapatkan asas keterbukaan informasi.
 
Klarifikasi yang dinanti meliputi besaran dana yang murni dialokasikan untuk bantuan masyarakat, biaya administrasi atau jasa transaksi, serta dasar perhitungan belanja. Informasi mengenai jumlah penerima manfaat dan besaran bantuan per orang juga menjadi poin utama yang dipertanyakan publik.
 
Status Laporan Hasil Pekerjaan Belum Terdeteksi
 
Berdasarkan penelusuran awal pada data elektronik INAPROC, redaksi belum menemukan laporan hasil pekerjaan yang tercantum dalam pencatatan swakelola tersebut.
 
Meski demikian, belum ditemukannya dokumen pada sistem pengadaan elektronik tidak serta-merta menunjukkan adanya penyimpangan atau kegiatan yang mangkrak. Kepastian status proyek ini memerlukan pemeriksaan dokumen internal yang sah dari instansi terkait. Oleh sebab itu, jawaban Dinsos Kota Tasikmalaya menjadi sangat penting sebagai ruang verifikasi data.
 
Surat Didisposisikan ke Sekretaris Dinas, Jawaban Belum Terbit
 
Untuk mempercepat proses konfirmasi, tim redaksi Artha-News.com telah mendatangi kantor Dinas Sosial Kota Tasikmalaya secara langsung pada Senin, 26 Oktober 2026.
 
Dalam kunjungan tersebut, Kasubag Edi memastikan bahwa surat permohonan konfirmasi telah diterima. Surat tersebut juga diklaim telah diproses melalui disposisi kepada Sekretaris Dinas Sosial Kota Tasikmalaya. Namun, hingga tenggat waktu redaksi berakhir, penjelasan substansial belum kunjung diterima.
 
Sesuai dengan amanat UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), transparansi anggaran negara merupakan hak masyarakat. Artha-News.com tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi Dinsos Kota Tasikmalaya untuk memberikan klarifikasi susulan pada pemberitaan berikutnya demi menghadirkan informasi yang akurat dan berimbang.
 
(Mat / Ari S — Artha-News)

Kapolres Banjar Nobar Persib vs Melbourne Victory, Rajut Kebersamaan Bersama Bobotoh di Lapang Trilogi

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Atmosfer antusiasme luar biasa menyelimuti ratusan pencinta sepak bola di Kota Banjar. Guna mendukung perjuangan Maung Bandung sekaligus mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., hadir langsung membaur bersama komunitas Bobotoh dalam acara Nonton Bareng (Nobar) laga Persib Bandung melawan Melbourne Victory pada ajang AFC Champions League Two, Rabu (28/10/2026) malam.
 
Acara yang dipusatkan di Lapang Trilogi, tepat di samping Kantor DPRD Kota Banjar, berjalan meriah dan penuh semangat. Sedikitnya 200 warga memadati lokasi utama untuk memberikan dukungan moral bagi tim kebanggaan Jawa Barat tersebut. Euforia dukungan warga Banjar juga terasa di beberapa titik lain, di antaranya Cafe Papi Mami yang dihadiri sekitar 15 orang serta Warung Barokah Tamkot yang disesaki oleh 75 pengunjung.
 
Kemeriahan Nobar dan Pembagian Doorprize
 
Suasana semakin hangat saat Wakil Wali Kota Banjar bersama Kapolres Banjar naik ke panggung untuk membagikan berbagai doorprize menarik, mulai dari jersey resmi Persib hingga helm keselamatan. Aksi ini disambut sorak sorai antusias oleh para Bobotoh yang hadir, sekaligus menjadi momen keakraban antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
 
Pesan Kapolres Banjar: Sepak Bola Penyatu Kita Semua
 
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menyampaikan pesan penting terkait kebersamaan dan ketertiban umum.
 
"Sepak bola memiliki kekuatan luar biasa untuk menyatukan kita semua. Melalui kegiatan nobar ini, kami ingin membangun ruang komunikasi yang santai sekaligus mempererat tali persaudaraan. Beda pilihan atau dukungan itu hal yang wajar, namun menjaga kondusivitas dan sportivitas adalah hal yang paling utama," ujar AKBP Didi Dewantoro.
 
Beliau juga mengimbau para pendukung agar senantiasa menjaga ketertiban umum, menghormati lingkungan sekitar, serta menyikapi hasil pertandingan dengan kepala dingin dan kedewasaan.
 
Kemenangan 2-0, Kado Manis untuk Bobotoh Banjar
 
Kebahagiaan malam kebersamaan tersebut kian lengkap setelah Persib Bandung sukses membungkam Melbourne Victory dengan skor meyakinkan 2-0. Kemenangan ini bukan hanya kado manis bagi para Bobotoh di Kota Banjar, tetapi juga bukti bahwa dukungan positif terhadap olahraga dapat berjalan selaras dengan terciptanya keamanan dan kedamaian di ruang publik.
 
(Rena Yusnita — Artha-News)

Rabu, Oktober 28, 2026

Hari Sumpah Pemuda 2026, Aap Aprilana, S.H. Soroti Erosi Hukum RI

TASIKMALAYA KOTA, ARTHA-NEWS.COM — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum kontemplasi mendalam bagi berbagai elemen bangsa. Salah satunya disampaikan oleh Aap Aprilana, S.H., pemuda asal Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, yang mengajak bangsa ini tidak sekadar merayakan ikrar persatuan secara seremonial, melainkan menelaah sejauh mana nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda benar-benar diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
 
Semangat 1928 dan Tantangan Zaman Sekarang
 
Sumpah Pemuda tahun 1928 bukan sekadar peristiwa pertemuan para pemuda dari berbagai daerah. Ia adalah ikrar politik yang radikal — sebuah kesadaran kolektif yang berani menembus sekat primordialisme kesukuan dan kedaerahan demi satu identitas bersama: Indonesia. Semangat mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan adalah inti dari ikrar tersebut.
 
Jika dulu musuh utama generasi muda adalah penjajahan fisik dan kolonialisme, maka tantangan generasi masa kini jauh lebih abstrak, kompleks, dan sistemik. Tantangannya bukan lagi melawan kekuatan asing, melainkan bagaimana menjaga agar demokrasi tidak mengalami kemunduran, konstitusi tidak dimanipulasi demi kepentingan kekuasaan sesaat, dan hukum senantiasa berjalan tegak serta berpihak pada keadilan bagi seluruh rakyat.
 
Supremasi Hukum yang Sedang Diuji
 
Indonesia secara tegas dinyatakan sebagai negara hukum berdasarkan Pasal 1 Ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945. Konsekuensinya, setiap tindakan penyelenggara negara, setiap kebijakan publik, dan setiap penggunaan wewenang harus memiliki dasar hukum yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan secara yuridis. Tidak boleh ada satu pun kekuasaan, institusi, maupun individu yang berada di atas hukum.
 
Namun belakangan ini muncul kekhawatiran yang mendalam di tengah masyarakat. Terlihat gejala di mana hukum terasa lentur ketika berhadapan dengan kekuasaan, namun menjadi sangat tajam ketika menyentuh rakyat kecil. Konstitusi berisiko ditafsirkan secara oportunistik untuk melanggengkan kepentingan tertentu. Jika dibiarkan berlarut-larut, hal ini bukan sekadar pelanggaran prosedur, melainkan erosi nyata terhadap fondasi utama negara hukum itu sendiri.
 
Demokrasi Membutuhkan Keadilan Substantif
 
Demokrasi tidak boleh direduksi sekadar sebagai pelaksanaan pemilu setiap lima tahun. Demokrasi yang sejati menuntut prasyarat yang jauh lebih luas: transparansi dalam pengambilan keputusan, akuntabilitas publik yang nyata, perlindungan utuh terhadap hak-hak konstitusional warga negara, serta ruang partisipasi publik yang terbuka dan aman bagi siapa saja.
 
Ketika kritik konstruktif mulai dipandang sebagai ancaman, dan perbedaan pandangan politik mudah dicap negatif, maka demokrasi sedang kehilangan roh dan substansinya. Yang tersisa hanyalah bentuk luarnya saja tanpa makna yang sesungguhnya.
 
Pesan untuk Generasi Muda
 
Aap Aprilana mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk tidak menjadi penonton pasif dalam proses berbangsa dan bernegara. Semangat Sumpah Pemuda hari ini berarti terus mengawal persatuan, menjaga kemerdekaan berpikir, dan menuntut agar hukum benar-benar ditegakkan secara adil dan merata tanpa pandang bulu.
 
"Persatuan yang diikrarkan para pendahulu harus diisi dengan keadilan yang nyata bagi seluruh rakyat. Itulah warisan paling berharga yang patut kita jaga dan lanjutkan bersama," tegasnya.
 

(Jay Kuncir Staf Redaksi)

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Ngatiyana Dorong Pemuda Cimahi Jadi Agen Perubahan Nyata

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Semangat membara Kongres Pemuda 1928 kembali digelorakan di Kota Cimahi. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, memimpin langsung upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang berlangsung khidmat di Lapangan Apel Pemerintah Kota Cimahi, pada Rabu (28/10/2026).
 
Dalam momentum bersejarah ini, Ngatiyana menitipkan pesan mendalam agar generasi muda tidak sekadar menjadi penonton pasif, melainkan harus tampil di garda terdepan sebagai pelaku perubahan melalui karya, prestasi, dan inovasi yang nyata bagi masyarakat.
 
Peringatan tahun 2026 ini mengusung tema besar yang sarat makna: “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Menurut Ngatiyana, tema ini adalah sebuah seruan aksi nyata agar nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda diimplementasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi ritual seremonial tahunan yang berakhir saat acara selesai.
 
Meneladani Sejarah, Menjawab Tantangan Zaman
 
Ngatiyana mengingatkan bahwa 98 tahun lalu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berhasil meruntuhkan sekat perbedaan demi satu ikrar persatuan. Warisan mentalitas inilah yang harus diadopsi oleh pemuda Cimahi dalam menghadapi tantangan modernisasi dan disrupsi teknologi yang semakin dinamis.
 
"Pemuda Cimahi harus mampu menjadi pelaku perubahan, bukan sekadar penonton," tegas Ngatiyana di hadapan ratusan peserta upacara.
 
Pesan mendalam dari Wali Kota Cimahi membedah tiga pilar karakter utama yang wajib dimiliki generasi muda saat ini:
 
Patriotisme yang Konkret
 
Patriotisme bukan lagi soal mengangkat senjata, melainkan tercermin dalam kesungguhan menuntut ilmu, kejujuran dalam menjalankan pekerjaan, upaya menjaga persatuan di tengah keberagaman, serta andil nyata dalam menyukseskan pembangunan Kota Cimahi.
 
Kegigihan di Era Global
 
Generasi muda dituntut untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan diri, mengembangkan kreativitas, serta berani menciptakan peluang-peluang baru. Pemanfaatan teknologi, pengembangan ekonomi kreatif, dan kewirausahaan dinilai menjadi jalan penting untuk menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat.
 
Empati dan Kepedulian Sosial
 
Kecerdasan dan kemajuan harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama. Nilai ini dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana seperti membantu masyarakat yang membutuhkan, mencegah perundungan, menghargai perbedaan, menggunakan media sosial secara bijak, serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar.
 
Pemkot Cimahi Buka Ruang Kolaborasi dan Kritik Konstruktif
 
Lebih lanjut, Ngatiyana menekankan bahwa penyelesaian berbagai isu krusial di Kota Cimahi — mulai dari pengelolaan sampah, pengembangan keterampilan dan kesempatan kerja, hingga penguatan kepedulian sosial — sangat membutuhkan keterlibatan aktif serta ide segar dari para pemuda.
 
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya bagi seluruh organisasi kepemudaan, termasuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Karang Taruna, Gerakan Pramuka, organisasi kemahasiswaan, pelajar, hingga komunitas-komunitas pemuda lainnya. Wadah-wadah ini diharapkan menjadi ruang belajar memimpin, membangun kedisiplinan, mengembangkan gagasan, serta berkontribusi menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing.
 
Tak hanya itu, Pemkot Cimahi juga menyatakan kesiapannya untuk menerima kritik, masukan, dan aspirasi dari generasi muda. Namun, Ngatiyana menggarisbawahi agar setiap aspirasi disampaikan secara bertanggung jawab serta disertai dengan gagasan dan solusi yang konkret guna mendukung kemajuan daerah bersama-sama.
 
Menutup arahannya, Ngatiyana mengajak seluruh pemuda untuk memperkuat komitmen mencintai tanah air, gigih menghadapi tantangan, dan berempati terhadap sesama.
 
“Jangan hanya menuntut perubahan, tetapi jadilah bagian dari perubahan itu sendiri,” pesannya.
 
Beliau mengaku optimis bahwa generasi muda yang memiliki karakter kuat, kompetensi yang mumpuni, serta kepedulian sosial yang tinggi akan menjadi kekuatan pendorong utama yang membawa Kota Cimahi dan Indonesia melompat lebih maju di masa depan.
 
(Ari.M)

Kapolsek Ciawi Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98 di SMPN 2 Ciawi, Ini Pesannya

CIAWI, ARTHA-NEWS.COM — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 berlangsung meriah, khidmat, dan penuh makna di halaman SMP Negeri 2 Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya.
 
Bertindak selaku Inspektur Upacara dalam kegiatan kebangsaan tersebut adalah Kapolsek Ciawi dari Polres Tasikmalaya Kota, AKP Endang Wijaya, S.Sos.
 
Upacara berjalan dengan lancar dan tertib, serta dihadiri secara lengkap oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) beserta berbagai elemen masyarakat di wilayah Kecamatan Ciawi.
 
Sinergitas Lintas Sektor di Hari Sumpah Pemuda Ciawi
 
Dalam kegiatan rutin tahunan ini, tampak hadir Camat Ciawi, jajaran Kepala Sekolah se-Kecamatan Ciawi, serta para Kepala Desa.
 
Selain itu, turut hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan Ciawi, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ciawi, perwakilan organisasi kemasyarakatan, serta para tamu undangan lainnya yang telah hadir sejak awal acara berlangsung.
 
Kehadiran yang utuh dari seluruh pemangku kepentingan di Kecamatan Ciawi ini menjadi bukti nyata terjalinnya sinergitas yang erat, harmonis, serta kokohnya semangat persatuan di momen bersejarah tersebut.
 
Dalam amanatnya di hadapan ratusan peserta upacara, AKP Endang Wijaya menyampaikan pesan penting mengenai makna kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa.
 
"Momentum Sumpah Pemuda ke-98 ini harus kita jadikan semangat untuk bersatu. Hari ini di halaman SMPN 2 Ciawi, kita buktikan bahwa seluruh elemen masyarakat dapat hadir bersama-sama. Inilah wujud Sumpah Pemuda yang sesungguhnya," tegas AKP Endang Wijaya.
 
Pesan Kapolsek Ciawi: Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial
 
Selain menekankan pentingnya persatuan warga, Kapolsek Ciawi juga memberikan pesan khusus dan imbauan penting yang ditujukan kepada para pelajar SMPN 2 Ciawi.
 
Beliau mengimbau generasi muda untuk senantiasa menjauhi peredaran narkoba serta menghindari berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan.
 
Lebih lanjut, AKP Endang Wijaya mengingatkan para siswa agar lebih bijak, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial di era digital saat ini. Langkah ini dinilai penting demi menjaga ruang digital yang sehat dan produktif bagi pelajar.
 
Secara keseluruhan, jalannya upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di lingkungan SMP Negeri 2 Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, terpantau berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif hingga seluruh rangkaian acara selesai.
 
(Yana / Artha-News)

Sumpah Pemuda ke-98, SMPN 2 Pagerageung Gelar Bakti Sosial

PAGERAGEUNG, ARTHA-NEWS.COM — Rabu, 28 Oktober 2026. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, SMP Negeri 2 Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar kegiatan bakti sosial berupa gotong royong membersihkan lapangan dan jalan di lingkungan sekolah, Selasa (28/10/2026).
 
Tampak hadir memimpin kegiatan, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pagerageung, Agun Hidayat, S.Pd., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Iis Siti Aisah, S.Pd., serta Pembina Kesiswaan, Aos Badrunizam, S.Pd. Turut berpartisipasi aktif seluruh jajaran dewan guru dan ratusan siswa-siswi.
 
Kegiatan diawali dengan upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-98 yang berjalan khidmat di lapangan sekolah. Usai upacara, seluruh peserta langsung bergerak melakukan aksi gotong royong membersihkan area lapangan upacara serta jalan di sekitar lingkungan sekolah. Semangat kebersamaan terlihat jelas saat para siswa bekerja sama menyapu, membersihkan rumput liar, dan merapikan fasilitas sekolah.
 
Menanamkan Semangat Nasionalisme Melalui Aksi Nyata
 
Kepala Sekolah Agun Hidayat, S.Pd., melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Iis Siti Aisah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan menanamkan semangat nasionalisme sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian siswa terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan tempat mereka belajar.
 
"Hari ini, 28 Oktober 2026, kami memperingati Sumpah Pemuda ke-98 dengan aksi nyata. Kami bersama Pembina Kesiswaan Bapak Aos Badrunizam, S.Pd., mengajak siswa untuk melaksanakan bakti sosial membersihkan lapangan dan jalan. Ini adalah wujud implementasi nilai Sumpah Pemuda, yaitu semangat gotong royong dan persatuan," ujar Iis Siti Aisah, S.Pd., menyampaikan pesan Kepala Sekolah.
 
Antusiasme Siswa Sangat Tinggi
 
Sementara itu, Pembina Kesiswaan Aos Badrunizam, S.Pd., menambahkan bahwa antusiasme yang ditunjukkan oleh seluruh siswa-siswi dalam kegiatan kali ini terbilang sangat tinggi dan patut diapresiasi.
 
"Alhamdulillah, siswa-siswi SMP Negeri 2 Pagerageung tampak sangat bersemangat. Semoga semangat Sumpah Pemuda ini dapat terus tertanam kuat di dalam jiwa setiap generasi muda kita," tambahnya.
 
Melalui kegiatan bakti sosial ini, lingkungan SMP Negeri 2 Pagerageung kini terlihat jauh lebih bersih, tertata rapi, serta menciptakan suasana yang nyaman dan sehat untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar yang lebih baik ke depannya.
 
(Yana)
 

Aliansi BEM se-Tasikmalaya Serukan 10 Tuntutan Rakyat dan Evaluasi Persoalan Nasional

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Tasikmalaya (BEMSETAS) secara resmi mengeluarkan naskah kajian akademik serta rumusan tuntutan strategis guna mengawal amanat reformasi. Gerakan ini dibentuk untuk mengevaluasi berbagai persoalan kebijakan publik yang dinilai mendesak, baik di tingkat nasional maupun daerah.
 
Aksi dan kajian yang diusung oleh para mahasiswa ini mencakup 13 isu krusial yang memerlukan pengawasan serta perbaikan berkelanjutan dari pemerintah. Berdasarkan naskah akademik yang disusun, BEMSETAS menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang kemudian dirangkum ke dalam lima kluster tuntutan utama.
 
5 Kluster Tuntutan Utama BEM se-Tasikmalaya
 
Evaluasi Program Pemerintah & Hak Dasar
 
Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa. Mahasiswa menuntut peningkatan standar sanitasi pangan, perbaikan pelayanan kesehatan, transparansi klaim BPJS, hingga pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar bantuan sosial tepat sasaran.
 
Reforma Agraria & Keadilan Ekonomi
 
Menuntut percepatan reforma agraria, penyelesaian konflik pertanahan, serta pemberantasan mafia tanah. Selain itu, aliansi juga mendesak transparansi realisasi penyerapan tenaga kerja serta perlindungan hak-hak buruh.
 
Lingkungan Hidup & Penanganan Bencana
 
Menyoroti pentingnya penguatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), mitigasi bencana yang cepat dan transparan di berbagai wilayah, serta pengendalian harga kebutuhan pokok dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berkeadilan bagi masyarakat.
 
Demokrasi, Hukum, & Hak Digital
 
Mendesak penghentian tindakan represif serta penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat dalam mengamankan aksi. Mahasiswa menolak militerisasi ruang sipil yang tidak sesuai hukum, serta memperkuat perlindungan hak digital dan kebebasan berekspresi.
 
Transparansi Anggaran & Agenda Reformasi
 
Menuntut keterbukaan informasi alokasi dan realisasi anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), penguatan pemberantasan korupsi, serta percepatan agenda reformasi secara menyeluruh dan akuntabel.
 
Kritik Tajam untuk "Trisula" Pemangku Kebijakan Tasikmalaya
 
Dalam orasinya di tengah aksi, perwakilan Dema INU, Salman Faisal, dengan tegas menyampaikan kritik tajam terhadap lambannya respons birokrasi dan unsur pimpinan di daerah.
 
Ia menggunakan perumpamaan keras dalam menyuarakan kondisi kepemimpinan lokal saat ini.
 
"Ikan busuk dimulai dari kepalanya," ujar Salman Faisal, menggambarkan bagaimana "trisula" pemangku kebijakan di Kota Tasikmalaya — yang terdiri dari DPRD, Walikota, dan Polres — dinilai sangat lamban serta abai terhadap berbagai kepentingan rakyat.
 
Tanggapan Moral dan Intelektual Mahasiswa
 
Melalui penyusunan naskah akademis dan aksi nyata ini, BEMSETAS bersama seluruh elemen yang tergabung menegaskan bahwa kritik yang dilayangkan bukanlah sekadar penolakan tanpa dasar. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual mahasiswa agar kebijakan publik senantiasa berpihak pada kesejahteraan rakyat.
 
Mahasiswa Tasikmalaya menegaskan agar pemerintah tidak hanya memberikan jawaban normatif. Mereka menuntut dibukanya ruang dialog, transparansi terhadap data, serta tindakan nyata untuk menindaklanjuti setiap persoalan secara konkret.
 
(Arya Siloka)
 

Sinergi Nyata! Polres Banjar Bersama Jabar Bergerak dan BAZNAS Bedah Rutilahu Warga Pataruman

BANJAR, ARTHA-NEWS — Sebuah aksi kepedulian sosial yang nyata kembali ditunjukkan di wilayah hukum Kota Banjar. Guna membantu sesama yang sedang membutuhkan, program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) resmi digulirkan. Kali ini, bantuan diarahkan untuk membedah rumah milik Bapak Unus, seorang warga yang tinggal di Lingkungan Sukamanah, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Langkah mulia ini berhasil terlaksana berkat kolaborasi solid antara Polres Banjar, organisasi Jabar Bergerak, BAZNAS Kota Banjar, serta didukung penuh oleh swadaya masyarakat setempat yang saling bahu-membahu.
 
Kapolres Banjar Tinjau Langsung Progres Pembangunan Rutilahu
 
Untuk memastikan proses pengerjaan berjalan dengan lancar dan sesuai rencana, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., turun langsung ke lapangan. Beliau melakukan pengecekan dan peninjauan progres pembangunan Rutilahu tersebut pada Rabu (28/10/2026) tepat pukul 13.30 WIB.
 
Dalam agenda kunjungan kerja tersebut, Kapolres Banjar tidak sendirian. Beliau didampingi oleh jajaran pejabat utama Polres Banjar, di antaranya Waka Polres Banjar Kompol Saepul Bahri, S.Pd.I., Kasat Binmas Polres Banjar, Kasat Narkoba Polres Banjar, serta Kasi Propam Polres Banjar.
 
Selain dari internal kepolisian, hadir pula di lokasi perwakilan dari Lapas Kelas IIB Banjar, Lurah Pataruman, Bhabinkamtibmas, perwakilan pengurus Jabar Bergerak, unsur pengurus lingkungan, serta warga sekitar yang ikut menyaksikan jalannya peninjauan.
 
Gotong Royong Lintas Sektor Demi Hunian Sehat dan Aman
 
Sebagai informasi, proyek perbaikan rumah Bapak Unus ini sudah mulai digerakkan sejak tanggal 14 Oktober 2026 lalu dan hingga saat ini proses pembangunannya masih terus dikebut. Sebelum menyentuh tahap renovasi, kondisi bangunan rumah tersebut memang dinilai sangat kurang layak untuk dijadikan tempat tinggal. Melalui program akselerasi Rutilahu ini, seluruh struktur bangunan diperbaiki secara menyeluruh agar ke depannya bisa berubah menjadi hunian yang jauh lebih aman, sehat, serta nyaman untuk ditempati oleh sang pemilik.
 
Kelancaran proyek sosial ini tentu tidak lepas dari adanya sokongan dana dan materi yang datang dari berbagai pihak. Secara rinci, sumber dukungan pembangunan tersebut berasal dari:
 
- Bantuan dana pribadi dari Kapolres Banjar sebesar Rp5 juta
- Penyaluran dana stimulan dari BAZNAS Kota Banjar sebesar Rp8 juta
- Suntikan bantuan dari organisasi Jabar Bergerak
- Kontribusi dari mitra rekanan
- Donasi swadaya yang dihimpun oleh pengurus lingkungan beserta masyarakat sekitar
 
Semangat Polisi Bersama Masyarakat Memberikan Harapan Baru
 
Di sela-sela peninjauannya, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menegaskan bahwa program pembangunan Rutilahu ini merupakan implementasi nyata dari rasa kemanusiaan dan kepedulian bersama. Tujuannya tidak lain adalah untuk menolong warga prasejahtera agar bisa memiliki tempat bernaung yang lebih manusiawi.
 
"Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami ingin memastikan bahwa kepedulian tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Kami berharap pembangunan rumah ini dapat memberikan kenyamanan dan harapan baru bagi penerima manfaat. Kolaborasi dan gotong royong seperti ini perlu terus dipelihara agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya," tutur AKBP Didi Dewantoro dengan penuh optimisme.
 
Esensi dari jargon Polisi Bersama Masyarakat benar-benar terpancar jelas di lokasi pembangunan. Berbagai elemen masyarakat terpantau melebur menjadi satu, saling bergotong royong menyumbangkan tenaga dan keahlian mereka sesuai porsi kemampuan masing-masing. Tekad kebersamaan inilah yang menjadi motor penggerak utama dalam mempercepat proses perbaikan fisik rumah tersebut.
 
Kini, dengan adanya dukungan penuh dari Polres Banjar, Jabar Bergerak, BAZNAS Kota Banjar, beserta seluruh warga, target penyelesaian Rutilahu milik Bapak Unus diharapkan bisa rampung dalam waktu dekat. Gerakan ini membuktikan bahwa lebih dari sekadar memperbaiki dinding dan atap yang rusak, aksi sosial ini adalah simbol kuatnya kepedulian sosial di Kota Banjar demi mewujudkan lingkungan hidup yang lebih aman, bersih, dan layak bagi seluruh lapisan masyarakat.
 
(Rena Yusnita — Kabiro Artha-News)