✅ Selamat Membaca — Artha-News Media Berita Independen & Terpercaya 🔥
⏳ Memuat berita terbaru...

📰 5 BERITA TERBARU

  • ⏳ Memuat...

🔥 5 BERITA POPULER

  • ⏳ Memuat...

Subdenpom III/2-2 Tasikmalaya Kawal Ketat Kunker Menhan RI di Yonif TP 335/Macan Sukapura

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Menjelang kunjungan kerja (Kunker) Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin ke Yonif TP 335/Macan Sukapura yang berkedudukan di Purbaratu, Kota Tasikmalaya, pada Sabtu (26/09/2026), Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) III/2-2 Tasikmalaya melaksanakan apel kesiapan pengamanan dan pengawalan.
 
Apel kesiapan dipimpin langsung oleh Dansubdenpom III/2-2 Tasikmalaya, Kapten CPM Budi Haryanto. Dalam arahannya, Kapten CPM Budi Haryanto menekankan kepada seluruh personel untuk melakukan pemantauan dan pengawalan secara maksimal agar seluruh rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI berjalan lancar, aman, dan tertib.
 
"Personel Subdenpom harus melakukan pemantauan menyeluruh di lapangan. Pengawalan VVIP Menteri Pertahanan RI harus berjalan lancar, mulai dari kedatangan, selama kegiatan pengarahan di Yonif TP 335, hingga saat kepulangan beliau. Jaga sikap, jaga profesionalisme Polisi Militer," tegas Kapten CPM Budi Haryanto di hadapan seluruh anggotanya.
 
Berdasarkan pantauan Artha-News, personel Subdenpom III/2-2 Tasikmalaya yang mengenakan seragam PDL lengkap dengan helm putih Polisi Militer telah disebarkan di beberapa titik strategis, mulai dari jalur masuk Purbaratu, pintu masuk kesatrian Yonif TP 335, hingga di dalam area tenda pengarahan untuk memastikan keamanan kegiatan berjalan sempurna.
 
Subdenpom III/2-2 Tasikmalaya yang berada di bawah naungan Denpom III/2 Garut memiliki tugas pokok meliputi penegakan hukum, penegakan disiplin dan tata tertib militer, serta pelaksanaan pengawalan pejabat VVIP di wilayah Priangan Timur.
 
Berkat pengawalan ketat dari personel Subdenpom III/2-2 Tasikmalaya, rangkaian kegiatan pengarahan Menteri Pertahanan RI kepada ratusan prajurit baret hijau Yonif TP 335/Macan Sukapura berjalan aman, lancar, dan kondusif.
 
Reporter: Jay Kuncir — Staf Redaksi Artha-News

HUT Lalu Lintas ke-71: Polres Banjar Teguhkan Komitmen Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — 26 September 2026 — Memasuki usia ke-71 tahun, jajaran Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Banjar meneguhkan kembali komitmen untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik, aman, dan humanis kepada seluruh masyarakat. Semangat pengabdian tersebut dikukuhkan dalam kegiatan syukuran HUT Lalu Lintas ke-71 Tahun 2026 yang digelar di Aula Setia Polres Banjar, Sabtu (26/9/2026).
 
Mengusung tema "Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri", kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk merefleksikan perjalanan panjang Korps Lalu Lintas sekaligus memperkuat sinergi erat antara kepolisian, Pemerintah Kota Banjar, lembaga terkait, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen pendukung yang telah bersama-sama mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Banjar.
 
Acara berlangsung khidmat sejak pukul 08.30 hingga 11.59 WIB, dihadiri langsung oleh Kapolres Banjar, Ketua DPRD Kota Banjar, Sekretaris Daerah Kota Banjar, jajaran Pimpinan Utama Polres Banjar, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Perhubungan, perwakilan Bappelitbang, perwakilan Desa Raharja, Pokja Media Polres Banjar, serta seluruh personel Sat Lantas Polres Banjar.
 
Dalam momen bersejarah ini, Polres Banjar memberikan penghargaan kepada para mitra yang telah konsisten mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan lalu lintas, yaitu Kang Tanduy, Desa Raharja, dr. Dino, dan Pokja Media Polres Banjar. Selain itu, penghargaan dari Wali Kota Banjar juga diserahkan kepada Sat Lantas Polres Banjar melalui Kasat Lantas, sebagai bentuk apresiasi tulus atas dedikasi luar biasa dalam menjaga ketertiban dan keselamatan di bidang lalu lintas.
 
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR, menegaskan bahwa angka 71 tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan bukti nyata panjangnya jejak pengabdian Korps Lalu Lintas dalam melindungi, melayani, dan menghadirkan rasa aman bagi setiap warga.
 
"Peringatan HUT Lalu Lintas ini adalah momen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Polantas harus hadir bukan hanya saat terjadi pelanggaran atau kecelakaan, tetapi menjadi bagian dari solusi menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan," ujar Kapolres Banjar.
 
Lebih lanjut ia menyampaikan, tantangan lalu lintas terus berkembang seiring dinamika wilayah, sehingga dibutuhkan pelayanan yang adaptif, modern, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas, media, dan masyarakat luas menjadi fondasi utama membangun budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas yang berkelanjutan.
 
"Semangat Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri harus diwujudkan dalam kerja nyata. Setiap pelayanan yang diberikan harus memberi manfaat dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat," tegasnya.
 
Di usia ke-71 tahun, pengabdian Polantas bukan sekadar mengatur arus kendaraan di jalan raya. Lebih dari itu, Polantas hadir untuk memastikan setiap orang dapat berangkat bekerja, belajar, beraktivitas, dan pulang ke rumah dengan selamat. Di balik setiap kendaraan yang melintas, ada keluarga yang menunggu dan harapan yang harus dijaga. Semangat inilah yang menjadi komitmen teguh Satuan Lalu Lintas Polres Banjar: terus hadir, melayani dengan hati, dan menjadikan keselamatan masyarakat sebagai tujuan utama dalam setiap langkah pengabdian.
 
(Rena Yusnita — Kabiro Banjar / Artha-News)
 
 

SICC 2026 Bergema di Tepian Danau Toba — Dorong Pariwisata dan UMKM Samosir

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — 25 September 2026 — Samosir International Choir Competition (SICC) 2026 berlangsung semarak pada hari pertama perlombaan di Hotel Marianna Resort Convention and Center, tepian Danau Toba, Kabupaten Samosir, Jumat (25/09/2026).
 
Ragam karakter suara, harmonisasi dan kekompakan peserta membahana di tengah suasana Danau Toba. SICC 2026 merupakan salah satu agenda utama Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026, yang menghadirkan seni dan kreativitas sebagai ruang perjumpaan budaya dari Indonesia dan mancanegara.
 
Hari pertama perlombaan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri dalam lima kategori, yakni Children Solo Vocal sebanyak 34 peserta, Children Choir 6 tim, Teenager Choir 4 tim, Mixed Choir 10 tim, serta Musica Sacra 14 tim.
 
Setiap penampilan dinilai langsung oleh dewan juri nasional dan internasional. Para peserta bersaing dalam babak penyisihan untuk meraih posisi terbaik dan memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara pada Samosir International Choir Competition.
 
Bagi Pemerintah Kabupaten Samosir, penyelenggaraan SICC menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata berbasis event dengan memanfaatkan kekuatan seni dan budaya sebagai daya tarik destinasi. Pemkab Samosir mendukung penyelenggaraan TCCF 2026 dengan menghadirkan Samosir sebagai ruang penyelenggaraan event internasional, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam menyambut kedatangan peserta dan wisatawan.
 
Dukungan tersebut tidak hanya diarahkan pada kelancaran pelaksanaan kompetisi, tetapi juga pada terciptanya ekosistem pariwisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran peserta dan pendukung membuka peluang bagi pelaku UMKM, usaha kuliner, transportasi, akomodasi dan berbagai sektor jasa untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi selama berlangsungnya event.
 
Sejak pagi, Hotel Marianna dipenuhi peserta dan pendukung dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan kapasitas Samosir sebagai tuan rumah yang mampu mempertemukan seni, budaya dan pariwisata dalam sebuah event bertaraf internasional.
 
Melalui TCCF 2026, Pemkab Samosir terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku pariwisata, masyarakat dan berbagai pihak untuk memperkuat daya tarik Danau Toba sebagai destinasi event dan wisata budaya.
 
Kabupaten Samosir sebagai jantung Danau Toba menjadi ruang perjumpaan budaya, musik, pariwisata dan kolaborasi dari kawasan Danau Toba untuk dunia. Kehadiran peserta dari Indonesia dan mancanegara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya, keramahan masyarakat serta keindahan Danau Toba kepada lebih banyak pengunjung.
 
Penyelenggaraan SICC 2026 merupakan ajang kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan Pemerintah Kabupaten Samosir serta menjadi ajang perebutan Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara. Pelaksanaan even berkelas internasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Samosir sebagai salah satu destinasi wisata unggulan bertaraf internasional yang memberikan ruang bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat.
 
Rangkaian kompetisi selanjutnya akan berlanjut hingga penentuan juara Samosir International Choir Competition 2026.
 
(NR. Sitohang)

Semangat Api Unggun di Diklatsar Saka Bhayangkara Banjar

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Semangat Bhayangkara menyala di malam hari. Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Saka Bhayangkara Angkatan ke-19 Tingkat Polres Banjar resmi digelar di kawasan Situ Mustika, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat.
 
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (25/9/2026) pukul 20.20 WIB ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Banjar, Iptu Yudi Asmara, S.Sos., CPHR. Rangkaian pembukaan ditandai dengan penyalaan api unggun yang menjadi simbol keberanian, kebersamaan, persaudaraan, dan pantang menyerah bagi anggota Pramuka Satuan Karya (Saka) Bhayangkara.
 
Pantauan Artha-News di lokasi, puluhan peserta tampak berbaris rapi mengelilingi kobaran api unggun. Cahaya api menerangi kawasan Situ Mustika dan menciptakan suasana khidmat selama kegiatan berlangsung.
 
Saka Bhayangkara merupakan Satuan Karya Pramuka binaan Polri yang bertujuan membina generasi muda agar memiliki jiwa kebhayangkaraan, disiplin, cinta tanah air, serta siap menjadi pelopor keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan sekolah dan masyarakat.
 
Dalam sambutannya, Iptu Yudi Asmara, S.Sos., CPHR menyampaikan bahwa Diklatsar ini merupakan wadah pembentukan karakter bagi para pelajar.
 
"Kegiatan ini bukan hanya melatih fisik dan keterampilan, tetapi juga membentuk mental, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Adik-adik Saka Bhayangkara diharapkan menjadi contoh di sekolah dan mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," tegasnya.
 
Data Peserta Diklatsar
 
Dari 27 sekolah yang diundang, sebanyak 20 sekolah mengirimkan perwakilannya. Total 222 siswa-siswi mengikuti pelaksanaan Diklatsar Angkatan ke-19 ini.
 
Daftar Sekolah Peserta Tingkat SMA/SMK:
 
SMAN 1 Banjar
 
SMAN 2 Banjar
 
SMAN 3 Banjar
 
SMA Al Azhar
 
SMKN 1 Banjar
 
SMKN 2 Banjar
 
SMKN 3 Banjar
 
SMKN 4 Banjar
 
SMK 1 Pasundan
 
SMK 2 Pasundan
 
SMK Hikmah
 
SMK Al Azhar
 
SMK Muhammadiyah
 
SMK Teknologi YAF
 
SMK Miftahul Ihsan
 
SMK Al Ma'arif
 
SMK Banjar Mandiri
 
SMK Bhakti Kencana
 
Daftar Sekolah Peserta Tingkat MAN/MA:
 
MAN Banjar
 
MA Darul Huda Putra
 
MA Darul Huda Putri
 
MA Darul Ulum
 
MA Al Azhar
 
MA Al Kautsar
 
MA Yabba PK Al Ma'arif
 
MA Fatur Rahman
 
MA Persis
 
(Catatan: Beberapa Madrasah Aliyah bergabung dalam kontingen sekolah masing-masing).
 
Selama satu hari satu malam, para peserta akan mengikuti berbagai materi penting. Mulai dari wawasan kebangsaan, bela negara, dasar-dasar kebhayangkaraan, peraturan baris berbaris (PBB), hingga praktik lapangan dan keterampilan kepramukaan.
 
Dengan berakhirnya upacara pembukaan dan penyalaan api unggun, diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan semangat, disiplin, serta mengamalkan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.
 
Ringkasan Informasi Kegiatan:
 
Nama Kegiatan: Pendidikan dan Latihan Dasar Saka Bhayangkara Angkatan ke-19 Tingkat Polres Banjar
 
Pimpinan Kegiatan: Iptu Yudi Asmara, S.Sos., CPHR (Kasat Binmas Polres Banjar)
 
Tempat Pelaksanaan: Wanawisata Situ Mustika, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat
 
Waktu Pembukaan: Jumat, 25 September 2026, Pukul 20.20 WIB
 
Jumlah Peserta: 222 siswa-siswi dari 20 sekolah undangan
 
(Rena Yusnita — Kabiro Banjar / Artha-News)
 
 

Ruang Riung Kamtibmas di Purwaharja, Warga Diajak Aktif Jaga Lingkungan dan Manfaatkan Layanan 110

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Pos Satkamling tidak hanya menjadi tempat menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga menjadi ruang bertemu dan bertukar informasi antara masyarakat dengan jajaran Polres Banjar. Suasana tersebut terlihat saat kegiatan Ruang Riung Kamtibmas digelar di Satkamling Lingkungan Haurmukti, Perum GBR RT 41/RW 02, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, pada Kamis (24/9/2026) malam.
 
Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00 hingga 21.50 WIB itu dihadiri sekitar 45 orang, terdiri dari unsur Polres Banjar, Polsek Purwaharja, pemerintah kelurahan, Disdukcapil Kota Banjar, Linmas, perangkat lingkungan, mahasiswa KKL Universitas Siliwangi Tasikmalaya, serta warga setempat.
 
Mewakili Kapolres Banjar, Kabag SDM Polres Banjar AKP Hadi Winarso, S.Sos., M.H., selaku Pamatwil Satkamling menyampaikan bahwa Ruang Riung Kamtibmas merupakan bagian dari program "Sapa Warga" untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara personel Polri dengan masyarakat.
 
Menurutnya, komunikasi secara langsung menjadi ruang penting bagi warga untuk menyampaikan informasi, persoalan, maupun potensi gangguan keamanan yang ditemukan di lingkungan masing-masing. Dari komunikasi tersebut, diharapkan terbangun hubungan yang baik sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.
 
Dalam kesempatan tersebut, perhatian juga diberikan terhadap penggunaan telepon seluler oleh anak. Orang tua diingatkan agar tidak hanya memperhatikan aktivitas anak di dunia nyata, tetapi juga memahami dengan siapa anak berkomunikasi dan konten apa yang diakses melalui perangkat digital.
 
"Orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan handphone oleh anak. Jangan sampai interaksi dengan orang yang baru dikenal melalui permainan atau media digital justru membawa anak ke situasi yang membahayakan," ujar AKP Hadi Winarso.
 
Warga kemudian diajak memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 untuk menyampaikan laporan, informasi, maupun ketika membutuhkan bantuan kepolisian. Dalam sesi diskusi, warga dan mahasiswa KKL Universitas Siliwangi turut menggali lebih jauh mengenai mekanisme layanan tersebut, mulai dari cakupan layanan hingga waktu respons petugas.
 
Dijelaskan bahwa 110 merupakan layanan kepolisian yang berlaku secara nasional. Untuk wilayah Kota Banjar, petugas diupayakan memberikan respons dan tiba di lokasi tidak lebih dari 30 menit dengan tetap menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan.
 
Layanan tersebut juga tidak terbatas pada laporan tindak kriminal. Masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan yang masih dapat ditangani kepolisian sehingga petugas dapat melihat langsung kondisi di lapangan dan memberikan bantuan sesuai kewenangannya.
 
Selain persoalan keamanan, dialog turut membahas administrasi kependudukan. Sekretaris Dinas Disdukcapil Kota Banjar mengimbau masyarakat melakukan pemutakhiran data Kartu Keluarga serta berhati-hati dalam memberikan NIK kepada pihak lain. Warga juga diminta melakukan pelayanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital secara langsung melalui petugas resmi.
 
Sementara itu, Kapolsek Purwaharja IPTU Maman Ruswandi yang baru menjabat memperkenalkan diri sekaligus meminta dukungan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.
 
"Saya mohon dukungan dan kerja sama seluruh warga serta unsur terkait. Dengan komunikasi dan sinergi yang baik, kita bersama-sama dapat menjaga wilayah Purwaharja tetap aman, nyaman, dan kondusif," ujarnya.
 
Berbagai pertanyaan yang disampaikan warga menunjukkan bahwa Satkamling dapat menjadi ruang komunikasi yang terbuka, bukan hanya untuk membahas keamanan lingkungan, tetapi juga persoalan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
 
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah. Ruang Riung Kamtibmas menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antara masyarakat dan aparat, sehingga informasi dari lingkungan dapat tersampaikan lebih cepat dan persoalan dapat ditangani sejak dini.
 
(Rena Yusnita — Kabiro Banjar / Artha-News)
 
 
 

Polantas Karib Sambangi SMKN 4 Banjar, Pelajar Diajak Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Edukasi keselamatan berlalu lintas terus menyasar kalangan pelajar. Unit Lalu Lintas Polsek Pataruman bersama jajaran Satlantas Polres Banjar menggelar kegiatan Dikmas Lantas dan Polantas Karib melalui program Police Goes to School di SMKN 4 Banjar, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Kamis (24/9/2026) pagi.
 
Kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah sejak pukul 07.30 WIB tersebut menjadi ruang dialog bagi polisi dan para pelajar untuk membahas berbagai persoalan yang kerap ditemui di jalan raya. Edukasi tidak hanya menekankan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.
 
Edukasi Bahaya Knalpot Bising dan Aksi Balap Liar
 
Sejumlah materi disampaikan, mulai dari penggunaan helm yang benar, larangan menggunakan telepon seluler saat berkendara, hingga pentingnya menggunakan kendaraan sesuai spesifikasi. Para pelajar juga diingatkan mengenai risiko penggunaan knalpot dengan suara berlebihan yang dapat mengganggu pengguna jalan lain dan mendorong perilaku berkendara yang tidak aman.
 
Polisi turut mengingatkan para siswa untuk mematuhi rambu dan marka jalan, termasuk tidak menjadikan hitungan angka pada traffic light sebagai aba-aba untuk melakukan aksi balap liar. Perilaku tersebut tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.
 
Selain aturan dasar berlalu lintas, para pelajar mendapatkan pemahaman mengenai etika berkendara, sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), serta fungsi sarana dan prasarana lalu lintas. Penjelasan mengenai Automatic Traffic Control System (ATCS) yang beroperasi di Kota Banjar juga diberikan agar siswa memahami bahwa aktivitas lalu lintas saat ini turut didukung teknologi.
 
Membangun Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
 
Kapolsek Pataruman IPTU Hermawan, S.Pd.I. mengatakan, edukasi kepada pelajar menjadi bagian penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.
 
"Pelajar merupakan bagian dari pengguna jalan sekaligus generasi yang akan menentukan budaya berlalu lintas ke depan. Karena itu, kami ingin membangun kesadaran bahwa tertib berlalu lintas bukan semata-mata karena takut ditilang, tetapi karena memahami pentingnya menjaga keselamatan diri dan orang lain," ujarnya.
 
Menurutnya, pendekatan edukatif di lingkungan sekolah diharapkan mampu mendorong para siswa menjadi contoh positif, baik bagi teman sebaya maupun lingkungan keluarga.
 
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana interaktif dan mendapat respons dari para pelajar. Melalui kegiatan Polantas Karib, Polres Banjar terus mendorong terbentuknya budaya keselamatan berlalu lintas yang dimulai dari lingkungan sekolah dan kemudian tumbuh menjadi kebiasaan di tengah masyarakat.
 
Dengan pemahaman yang diberikan sejak bangku sekolah, diharapkan para pelajar tidak hanya menjadi pengguna jalan yang tertib, tetapi juga ikut mengingatkan lingkungan sekitarnya untuk mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.
 
(Rena Yusnita — Kabiro Banjar / Artha-News)

Kapolres Banjar Buka Diklatsar Saka Bhayangkara Angkatan XIX

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Sebanyak kurang lebih 150 peserta mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Saka Bhayangkara Angkatan XIX Tahun 2026 tingkat Polres Banjar. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., pada Jumat (25/9/2026) di Lapangan Apel Polres Banjar.
 
Pembukaan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 09.00 WIB dihadiri jajaran pejabat utama Polres Banjar, Pamong Saka Bhayangkara, instruktur, panitia, serta para peserta Diklatsar.
 
Kegiatan ini menjadi awal rangkaian pembinaan selama dua hari, yaitu 25–26 September 2026, yang selanjutnya dipusatkan di Wanawisata Situ Mustika. Para peserta akan mendapatkan berbagai materi dan pengalaman lapangan yang berkaitan dengan keterampilan kebhayangkaraan.
 
Tujuan Diklatsar Saka Bhayangkara Polres Banjar
 
Melalui Kasat Binmas Polres Banjar IPTU Yudi Asmara, S.Sos., CPHR., Kapolres menyampaikan bahwa Saka Bhayangkara menjadi salah satu wadah pembinaan generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
 

"Melalui Saka Bhayangkara, adik-adik mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kebhayangkaraan. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda agar memiliki karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta mampu berperan positif di tengah masyarakat," ujar IPTU Yudi Asmara.
 
Pembekalan Empat Krida Kebhayangkaraan
 
Dalam Diklatsar tersebut, peserta akan mendapatkan pembekalan empat krida Saka Bhayangkara, yakni Krida Ketertiban Masyarakat (Tibmas), Krida Lalu Lintas, Krida Pengetahuan Tempat Kejadian Perkara (PTKP), serta Krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana.
 
Selain materi utama, rangkaian kegiatan juga dirancang untuk membangun kemandirian, kekompakan, dan keberanian peserta melalui sejumlah aktivitas, di antaranya long march, pendirian tenda, ice breaking, pentas seni, lingkaran Saka Bhayangkara, sesi tanya jawab, pengembaraan, dan pelatihan.
 
Para peserta juga akan mendapatkan pembekalan mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba serta pengenalan deteksi dini sebagai bagian dari upaya memperkuat pengetahuan dan kewaspadaan generasi muda terhadap berbagai potensi gangguan di lingkungan sekitar.
 
"Setiap materi yang diberikan diharapkan tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi menjadi pengalaman yang membentuk sikap disiplin, mandiri, mampu bekerja sama, dan peduli terhadap sesama. Jadikan kegiatan ini sebagai bekal untuk kehidupan sehari-hari," katanya.
 
Penekanan Aspek Keselamatan Peserta
 
Kepada seluruh panitia, Pamong Saka, dan instruktur, Kapolres juga berpesan agar seluruh rangkaian kegiatan tetap memperhatikan keamanan, keselamatan, dan kesehatan peserta.
 
"Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Bangun kebersamaan, jaga kedisiplinan, dan manfaatkan setiap materi yang diberikan. Semoga kegiatan ini berjalan lancar serta memberikan pengalaman positif bagi adik-adik Saka Bhayangkara," pungkasnya.
 
Rangkaian Diklatsar Saka Bhayangkara Angkatan XIX Tahun 2026 tingkat Polres Banjar dijadwalkan ditutup pada Sabtu (26/9/2026) melalui upacara penutupan setelah seluruh materi dan kegiatan pelatihan selesai dilaksanakan.
 
(Rena Yusnita — Kabiro Banjar / Artha-News)
 
 
 

Pematokan Pondasi Monumen Toga Gultom Dimulai, Bupati Samosir: Siap Dukung Penataan Kawasan

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Harapan besar seluruh keturunan (pomparan) Toga Gultom untuk memiliki sebuah simbol sejarah yang representatif akhirnya mulai direalisasikan. Langkah awal ini ditandai dengan pematokan pondasi pertama pembangunan Monumen Toga Gultom di Desa Huta Hotang, Kecamatan Onan Runggu, yang dihadiri langsung oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Ketua Parsadaan Toga Gultom Samosir (PTGS) Padot M. Gultom, Jumat (25/9/2026).
 
Pematokan struktur pondasi tersebut menjadi tonggak sejarah dimulainya proyek kebudayaan ini. Keberadaan tugu ini didesain bukan sekadar sebagai bangunan fisik belahan batu semata, melainkan dirancang menjadi ikon persatuan, identitas, dan perekat ikatan emosional seluruh pomparan Toga Gultom yang kini tersebar di berbagai wilayah Nusantara hingga belahan dunia.
 
Prosesi budaya dan peletakan batu ini berlangsung penuh dengan nuansa kekeluargaan. Tampak hadir menyaksikan momen bersejarah ini di antaranya para pemuka agama, panitia pelaksana, penasihat, serta jajaran fungsionaris DPP PTGS bersama masyarakat setempat. Di pihak eksekutif, tampak mendampingi Bupati antara lain Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Sekretaris Dinas Kominfo Agustianto Sitinjak, serta unsur pimpinan OPD dan Camat Onan Runggu.
 
Pemkab Samosir Beri Lampu Hijau untuk Penataan Infrastruktur Kawasan
 
Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, dalam sambutannya menyatakan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya gerakan kebudayaan ini. Ia menilai, berdirinya monumen ini merupakan wujud dari buah penantian panjang yang kini dapat diwujudkan lewat semangat kebersamaan.
 
"Atas nama jajaran pemerintah daerah dan pribadi, saya sangat mengapresiasi atas dimulainya kembali pembangunan fisik Monumen Toga Gultom. Melalui doa bersama hari ini, kita semua berharap tugu yang didambakan ini bisa segera berdiri kokoh tanpa hambatan," tutur Vandiko.
 
Sebagai bentuk komitmen, orang nomor satu di Samosir ini menegaskan bahwa Pemkab Samosir siap pasang badan untuk memfasilitasi penataan kawasan di sekitar tugu. Intervensi yang disiapkan meliputi bantuan pematangan kontur lahan hingga pembukaan akses jalan raya utama menuju lokasi. Kendati demikian, aspek administratif tetap menjadi catatan penting.
 
"Kami siap memberikan dukungan penuh, baik untuk akses jalan maupun pematangan lahan di sekitar objek. Namun, satu hal yang krusial adalah kejelasan status hukum dalam proses serah terima asetnya kepada daerah," tegas Vandiko mengingatkan.
 
Ia menambahkan, tertib administrasi sangat dibutuhkan agar pemanfaatan fasilitas publik ini nantinya berjalan sesuai koridor hukum, rapi, serta mampu membawa dampak positif yang luas bagi warga sekitar maupun para wisatawan dan peziarah yang datang.
 
Target Peresmian April 2027: Seruan Gotong Royong bagi Seluruh Keturunan
 
Di tempat yang sama, Ketua PTGS Padot M. Gultom menerangkan bahwa monumen ini mengemban makna filosofis yang sangat mendalam bagi silsilah marga. Tugu ini akan menjadi jejak sejarah visual bagi generasi muda agar tidak kehilangan akar budaya mereka.
 
"Ini adalah penanda peradaban bagi anak cucu kita agar selalu mengingat asal-usul dan leluhurnya. Semoga tugu ini memperkokoh tali persaudaraan kita semua," sebut Padot.
 
Manajemen kepanitiaan memasang target tinggi agar pengerjaan struktur utama tugu dapat rampung total pada Maret 2027, disusul dengan perhelatan peresmian akbar yang dijadwalkan pada April 2027. Untuk menggapai target waktu tersebut, Padot mengetuk hati seluruh pomparan Toga Gultom di mana pun berada untuk saling bahu-membahu.
 
"Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh pomparan untuk ikut ambil bagian memberikan kontribusi terbaiknya melalui sistem donasi sukarela. Apa yang kita tanamkan hari ini merupakan wujud cinta kasih kepada leluhur sekaligus warisan abadi yang akan terus dikenang oleh anak cucu kita kelak," tutup Padot.
 
(NR.Sitohang Artha-News)
-Analisis-Referensi-Tajam-Handal-akurat-

SMAN 2 Tasikmalaya Ukir Prestasi Ganda di IRI Fair BRIN 2026

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Tiga siswa berprestasi dari SMAN 2 Tasikmalaya sukses menorehkan pencapaian membanggakan di panggung nasional. Mereka berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi Indonesia Research and Innovation Fair (IRI Fair) 2026 yang diselenggarakan langsung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
 
Tim berbakat yang saat ini duduk di Kelas XI B tersebut terdiri dari Dzaki Ceyda Tsalis Hilmiawan, Aisya Dewi Humaira, dan Bernadette Feodora Brigitta Sendjaja.
 
Kategori Penghargaan yang Diraih SMAN 2 Tasikmalaya
 
Kerja keras dan dedikasi ketiga siswa ini membuahkan hasil yang luar biasa dengan menyabet prestasi ganda, yaitu:
 
- Juara 5 Nasional — kategori Poster Favorit pada Bootcamp Research Ability and Visionary Exploration (B-BRAVE)
- Juara Poster Favorit — Klaster Sains IRI Fair BRIN 2026
 
Karya ilmiah yang mereka buat tampil memukau di hadapan dewan juri serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ketiga siswa ini tampil penuh percaya diri saat menerima penghargaan, mendokumentasikan momen bersama finalis lain, serta mempresentasikan hasil riset mereka di ruang pameran utama. Layar presentasi yang menampilkan rincian riset menjadi bukti nyata atas keseriusan dan kedalaman kajian ilmiah yang mereka lakukan.
 

Panggung Riset Pelajar Terbesar di Indonesia
 
Prestasi ganda ini terasa semakin istimewa lantaran IRI Fair merupakan ajang berskala nasional yang mempertemukan pelajar-pelajar paling berbakat se-Indonesia. Dalam kompetisi ini, karya yang dinilai tidak hanya berfokus pada aspek kreativitas visual semata, melainkan juga gagasan orisinal yang memiliki dasar ilmiah kuat serta potensi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
 
Apresiasi setinggi-tingginya langsung datang dari pihak manajemen sekolah serta Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah XII. Keberhasilan gemilang ini diharapkan mampu memantik motivasi dan menginspirasi seluruh warga sekolah beserta pelajar lain di Kota Tasikmalaya untuk terus aktif berkarya, berinovasi, dan berani bersaing di kancah nasional.
 
(Redaksi Artha-News)
 
 
 

Jurnalis Soroti Kasus Simanindo: Pemerasan atau Suap?

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Kasus diamankannya empat orang asal Kabupaten Simalungun terkait dugaan pemerasan di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, terus menuai sorotan dari sejumlah jurnalis.
 
Perdebatan kini melebar bukan hanya soal pihak yang diamankan, melainkan pada konstruksi perkara. Sejumlah jurnalis mempertanyakan apakah peristiwa tersebut murni dugaan pemerasan, atau justru masuk ke ranah tindak pidana suap akibat adanya aliran dana dari pihak pemberi.
 
Beda Pemerasan dan Suap dalam Kasus Simanindo
 
Jurnalis senior Parlindungan Tinambunan menjelaskan, secara umum pemerasan identik dengan tindakan yang memaksa seseorang menyerahkan uang di bawah ancaman atau tekanan. Namun kasus di Simanindo dinilai memiliki konteks berbeda.
 
"Kalau dalam kasus Simanindo mereka mempertanyakan pekerjaan yang menggunakan uang negara, kemudian terjadi pemberian uang, harus dilihat secara utuh. Jangan hanya pihak yang menerima yang diproses, sementara pihak yang memberikan uang tidak diperiksa," ujar Parlindungan pada Jumat (25/9/2026).
 
Menurutnya, jika transaksi tersebut memenuhi unsur suap, aparat penegak hukum wajib memeriksa pemberi maupun penerima berdasarkan peran dan alat bukti masing-masing.
 
Hal senada disampaikan Juan Simarmata. Ia mempertanyakan dasar penyebutan perkara ini sebagai pemerasan jika dalam prosesnya terdapat kesepakatan pemberian uang secara sadar.
 
"Kalau disebut suap, tentu harus dilihat siapa yang memberi dan siapa yang menerima. Jangan sampai konstruksi perkaranya hanya berhenti pada orang yang diduga menerima uang," kata Juan.
 
Desak Polres Samosir Buka Transparansi Kasus
 
Para jurnalis menilai aparat penegak hukum perlu berhati-hati dalam menentukan pasal pidana. Sebab, pemerasan dan suap merupakan dua hal yang bertolak belakang, baik dari sisi perbuatan maupun unsur pembuktiannya.
 
Sorotan ini semakin mengemuka karena perkara berkaitan dengan pengawasan proyek yang menggunakan uang negara. Jika terdapat dugaan penyimpangan, persoalan itu semestinya dibuka secara terang kepada publik.
 
Masyarakat mendesak Polres Samosir memberikan kejelasan mengenai kronologi perkara, peran masing-masing pihak, serta dasar hukum utama yang digunakan.
 
Hingga berita ini dimuat, media masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Polres Samosir terkait perkembangan perkara. Semua pihak yang terlibat tetap berhak atas asas praduga tak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
 
(NR. Sitohang)