Jumat, Oktober 09, 2026

SIEF 2026: Transformasi Pengelolaan SDM Rumah Sakit — Dari Jumlah Menuju Kinerja Nyata

BEKASI, ARTHA-NEWS.COM — Selasa, 6 Oktober 2026
 
Pengelolaan tenaga kerja di sektor kesehatan kini menghadapi pergeseran paradigma yang mendasar. Kecukupan jumlah karyawan saja tidak lagi menjamin kelancaran operasional rumah sakit. Tantangan masa kini menuntut adanya keselarasan yang kuat antara kompetensi manusia, pemanfaatan teknologi, analisis data, dan standar proses kerja agar berjalan seiring dengan tujuan bisnis dan mutu pelayanan.
 
Rumah sakit beroperasi di bawah tekanan ganda: menjaga standar layanan yang tinggi sekaligus meningkatkan efisiensi dan kepatuhan terhadap regulasi yang terus berkembang. Kondisi ini mengubah cara pandang manajemen — dari sekadar memenuhi kuota jumlah tenaga kerja menuju pendekatan yang dikenal sebagai Result Driven Workforce. Filosofi ini menempatkan hasil dan dampak nyata pada operasional sebagai tolok ukur utama, didukung oleh orang yang tepat, teknologi yang relevan, serta data yang akurat. Prinsip utamanya dirumuskan sebagai: "Bukan Lebih Banyak Orang, Tapi Lebih Banyak Hasil dari Setiap Orang."
 
Gagasan ini menjadi pusat diskusi dalam Staffinc Industry Executive Forum (SIEF) 2026 edisi khusus Rumah Sakit dan Pelayanan Kesehatan. Diselenggarakan di Aston Imperial Bekasi Hotel & Convention Centre pada Selasa, 6 Oktober 2026, forum ini mengangkat tema "Dari Kesiapan Tenaga Kerja Menuju Keberlangsungan Operasional". Kegiatan ini mempertemukan direksi, manajemen SDM, dan pimpinan operasional rumah sakit untuk membahas solusi praktis terkait efisiensi, regulasi, dan transformasi digital di lingkungan fasilitas kesehatan.
 
Mengungkap Sumber Ketidakefisienan di Rumah Sakit
 
Kegiatan sehari-hari di rumah sakit sangat bergantung pada fungsi penunjang yang sering kali tidak terlihat langsung namun krusial — kebersihan lingkungan, keamanan, dan kesiapan fasilitas. Ketiga aspek ini membutuhkan tenaga kerja yang terlatih, standar yang jelas, serta pengawasan yang konsisten. Kekurangan di salah satu area dapat berdampak berantai pada kualitas pelayanan utama.

 
Sesi pertama dibawakan oleh dr. Theryoto, M.Kes., Sp.Ok, MARS, Konsultan Manajemen Layanan Kesehatan dan Anggota Pengurus PERSI, dengan topik yang mengupas area-area tersembunyi yang menjadi sumber pemborosan dan ketidakefisienan dalam operasional rumah sakit. Pemaparan ini membuka wawasan peserta bahwa efisiensi tidak selalu berarti pengurangan tenaga, melainkan penempatan sumber daya pada titik yang tepat.
 
Selanjutnya, dr. Irwan Heryanto, MARS, Wakil Sekretaris Jenderal ARSSI, membahas isu kepatuhan regulasi yang kerap menjadi dilema bagi manajemen. Beliau menekankan bahwa pemenuhan ketentuan hukum tidak boleh terlepas dari kesiapan nyata tenaga kerja di lapangan. Regulasi yang baik adalah yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh sumber daya yang dimiliki.
 
Dari sisi implementasi teknis, Kevin Caesar, Wakil Manajer Umum Staffinc, menjelaskan bagaimana fungsi kebersihan, keamanan, dan pemeliharaan fasilitas menjadi fondasi operasional yang stabil. Standar yang konsisten di ketiga area ini memungkinkan tenaga medis dan pelayanan utama bekerja dengan lebih tenang dan fokus.

 
Data sebagai Dasar Keputusan yang Lebih Akurat
 
Teknologi kini memungkinkan rumah sakit melihat kinerja bukan hanya dari laporan bulanan, tetapi dari data nyata yang tercatat setiap hari. Dalam sesi yang diselenggarakan bersama APTIKNAS, Sandy Kusuma, Praktisi Kecerdasan Buatan dan Pengembangan Talenta Digital, menjelaskan bagaimana pemanfaatan data operasional dapat menjembatani kinerja individu dengan kinerja keseluruhan rumah sakit. Informasi yang terkumpul membantu pimpinan mengenali tren, menentukan prioritas perbaikan, dan mengukur dampak dari setiap keputusan yang diambil.
 
Dengan demikian, teknologi tidak diposisikan sebagai pengganti peran manusia, melainkan sebagai alat pendukung yang membuat setiap keputusan lebih terukur, objektif, dan tepat sasaran.
 
Kesiapan Tenaga Kerja sebagai Investasi Jangka Panjang
 
SIEF 2026 menegaskan bahwa kesiapan tenaga kerja adalah sistem yang terintegrasi — bukan masalah jumlah semata. Ketersediaan orang yang tepat pada posisi yang tepat harus didukung oleh sistem yang handal, proses kerja yang terstandar, serta budaya peningkatan berkelanjutan.
 
Pendekatan Result Driven Workforce Solutions yang ditawarkan menghubungkan lima elemen kunci — manusia, teknologi, data, keahlian, dan proses — sehingga setiap investasi pada pengelolaan SDM dapat dilihat dampaknya secara langsung terhadap mutu layanan, efisiensi biaya, dan keberlangsungan operasional rumah sakit.
 
Transformasi ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak agar rumah sakit dapat tetap melayani masyarakat dengan baik di tengah tuntutan zaman yang terus berkembang.
 
 
((HM)

4 Siswa SMP Negeri 1 Ciawi Sabet Juara 1 FTBI Kabupaten Tasikmalaya, Siap Wakili Tasikmalaya ke Jawa Barat

CIAWI, KABUPATEN TASIKMALAYA — ARTHA-NEWS.COM | Rabu, 8 Oktober 2026
 
Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya. Sebanyak empat siswa dari SMP Negeri 1 Ciawi berhasil meraih prestasi luar biasa dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026. Keempat siswa tersebut masing-masing menyabet Juara 1 di kategori yang diikuti, sehingga berhak mewakili Kabupaten Tasikmalaya pada ajang selanjutnya di tingkat Provinsi Jawa Barat.
 
Kepala Sekolah Sampaikan Kebanggaan
 
Kepala SMP Negeri 1 Ciawi, Dra. Hj. Euis Nurmanah, M.Pd, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian para siswa. Melalui unggahan yang dibagikan pada Rabu malam, beliau menampilkan foto keempat pemenang beserta jajaran guru pembimbing yang berpose bersama di panggung acara sambil memegang piala kemenangan.
 
"Alhamdulillah... lanjut ke provinsi," tulis Dra. Hj. Euis Nurmanah, M.Pd, dengan penuh harap.
 
Beliau menambahkan, keberhasilan ini bukan hanya milik para siswa semata, tetapi juga buah dari kerja keras guru pembimbing serta dukungan penuh dari orang tua siswa.
 
"Alhamdulillah, kami sangat bangga. Empat siswa SMP Negeri 1 Ciawi meraih Juara 1 FTBI tingkat Kabupaten Tasikmalaya dan berhak melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Semoga ke depannya mereka bisa mengharumkan nama baik sekolah, Kecamatan Ciawi, serta Kabupaten Tasikmalaya di kancah provinsi," ujar Dra. Hj. Euis Nurmanah, M.Pd.
 
Daftar Lengkap 4 Siswa Juara 1 FTBI SMPN 1 Ciawi
 
Berikut adalah nama-nama lengkap para pemenang beserta kategori yang dimenangkan:
 
1. Wilman Fauzi Tri Putra — Kelas IX-J
Juara 1 — Lomba Biantara Jajaka
 
2. Badra Widagda Karawalaya — Kelas IX-D
Juara 1 — Lomba Ngarang Carita Pondok Jajaka
 
3. Sopvia Nuraeni — Kelas IX-D
Juara 1 — Lomba Ngadongeng Wanoja
 
4. Lais Sava Arsakha — Kelas VII-H
Juara 1 — Lomba Nulis Jeung Maca Aksara Sunda Jajaka
 
Persiapan Menuju Tingkat Provinsi
 
Keempat siswa ini kini tengah bersiap mewakili Kabupaten Tasikmalaya di ajang Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi Jawa Barat. Semangat dan persiapan matang diharapkan membawa mereka meraih hasil terbaik di tingkat yang lebih tinggi.
 
Selamat dan sukses untuk keempat duta SMP Negeri 1 Ciawi! Semoga membawa pulang kebanggaan bagi Kabupaten Tasikmalaya.

(Yana)

Pemkot Cimahi Perpanjang Penghapusan Denda Pajak Daerah, Warga Cukup Bayar Pokok Pajak

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Rabu, 8 Oktober 2026
 
Pemerintah Kota Cimahi resmi memperpanjang masa berlaku kebijakan penghapusan sanksi administratif berupa denda untuk seluruh jenis pajak daerah di wilayahnya. Jika sebelumnya program ini direncanakan berakhir pada September 2026, kini masyarakat diberi waktu lebih lama hingga 28 Desember 2026 untuk melunasi kewajiban pajak tanpa dibebani biaya tambahan akibat keterlambatan. Langkah ini membuka peluang luas bagi warga yang masih memiliki tunggakan untuk menyelesaikannya dengan lebih ringan dan terjangkau.
 
Melalui Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda), Pemkot Cimahi secara aktif mengimbau seluruh wajib pajak untuk segera memanfaatkan perpanjangan waktu ini sebelum masa berlakunya habis. Kesempatan ini dinilai sangat berharga karena warga hanya perlu melunasi nilai pokok pajak yang tertunda, tanpa harus membayar denda yang biasanya terus bertambah seiring berjalannya waktu.
 
Sekretaris Bappenda Kota Cimahi, Faisal, menjelaskan bahwa keputusan memperpanjang masa program ini diambil setelah melihat antusiasme dan tingkat kepatuhan masyarakat yang dinilai cukup tinggi selama periode sebelumnya. Pemerintah daerah ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi warga yang belum sempat memanfaatkan kebijakan ini.
 
"Jadi buat warga atau wajib pajak, silakan manfaatkan kesempatan ini karena penghapusan denda ini hanya berlaku sampai 28 Desember 2026. Setelah lewat tanggal tersebut, sanksi administratif akan kembali berlaku sesuai ketentuan yang ada," ujar Faisal saat memberikan keterangan, Rabu (8/10/2026).
 
Berbagai jenis pajak daerah masuk dalam cakupan program ini, antara lain Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Reklame, serta Pajak Air Tanah. Selain itu, kebijakan ini juga mencakup Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang meliputi pajak atas makanan dan minuman, jasa perhotelan, jasa parkir, jasa kesenian dan hiburan, serta pemanfaatan tenaga listrik.
 
Faisal menambahkan, perpanjangan program ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya yang memiliki tunggakan PBB-P2 dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga dapat menyelesaikan kewajibannya tanpa merasa terberatkan oleh besaran denda yang menumpuk. Dengan demikian, kepatuhan warga terhadap pembayaran pajak daerah dapat terus meningkat.
 
Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi strategi pemerintah daerah untuk terus mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). PBB-P2 sendiri merupakan salah satu sumber pendapatan utama yang sangat penting bagi pembangunan dan penyelenggaraan layanan publik di Kota Cimahi. Semakin banyak warga yang melunasi kewajibannya, semakin baik pula kemampuan daerah dalam memberikan pelayanan.
 
"Bappenda masih terus mendorong penyelesaian tunggakan dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak agar penerimaan daerah dapat terus dioptimalkan hingga akhir tahun," tegasnya.
 
Perlu diketahui, kebijakan ini berbeda dengan program insentif diskon PBB-P2 sebesar 5 persen yang telah diberikan sebelumnya pada bulan September 2026 untuk ketetapan pajak tahun berjalan. Jika diskon meringankan nilai pokok yang harus dibayar, maka program penghapusan sanksi administratif ini khusus menghapuskan denda keterlambatan agar warga dapat menyelesaikan tunggakan masa lalu dengan lebih mudah.

(Ari.M)

Akses Roda Empat Dibuka, Jembatan Pemkot Cimahi Kembali Bisa Dilalui

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Kamis, 8 Oktober 2026
 
Arus lalu lintas di kawasan Jalan Raden Demang Hardjakusumah kini mulai berangsur normal. Setelah ditutup selama kurang lebih dua bulan akibat pekerjaan perbaikan yang berlangsung intensif, Jembatan Pemkot Cimahi resmi dibuka kembali untuk dilintasi kendaraan roda empat sejak Kamis (8/10/2026). Langkah ini menjadi angin segar bagi para pengendara karena dinilai mampu mengurai titik kemacetan sekaligus memangkas jarak tempuh yang sebelumnya terbuang akibat rute alternatif yang lebih jauh.
 
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, turun langsung ke lokasi bersama jajaran terkait untuk memantau hari pertama pembukaan jalur tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh oleh tim teknis, struktur jembatan dinyatakan telah memenuhi standar keamanan dan siap dilewati kendaraan roda empat, meskipun beberapa bagian pekerjaan pendukung belum sepenuhnya selesai.
 
Ngatiyana menjelaskan, prioritas utama penyelesaian yang saat ini tengah dikejar adalah pembuatan saluran air atau gorong-gorong di area sekitar jembatan. Langkah ini sangat penting untuk mengantisipasi genangan air dan risiko banjir saat musim hujan tiba.
 
"Pagi ini kita buka secara bertahap namun menyeluruh agar mobilitas masyarakat kembali lancar, meskipun pengerjaan belum seratus persen rampung. Fokus utama yang tersisa adalah penyelesaian saluran pembuangan air sebagai langkah pencegahan banjir di masa mendatang," ujar Ngatiyana saat meninjau lokasi, Kamis (8/10/2026).
 
Ia menambahkan, penyelesaian infrastruktur drainase ini menjadi kunci agar fungsi jembatan dapat beroperasi secara optimal dan tahan lama. Selama masa penutupan lalu lintas, pengendara terpaksa menempuh jalur memutar yang menambah waktu perjalanan secara signifikan.
 
Dibukanya kembali akses jembatan ini disambut antusiasme tinggi oleh masyarakat yang melintas. Erwin, salah seorang pengendara roda empat, mengaku sangat terbantu dengan keputusan ini karena tidak perlu lagi menempuh rute jauh yang membuang waktu.
 
"Sangat lega jembatan ini sudah bisa dilalui lagi. Selama penutupan kita harus memutar cukup jauh dan memakan waktu lebih lama setiap harinya," ujar Erwin dengan senyum lega saat melintasi lokasi.
 
Selain menyelesaikan konstruksi gorong-gorong, Pemerintah Kota Cimahi juga terus melakukan pembersihan sisa material tanah dan puing yang masih berada di sekitar badan jalan. Pemasangan penerangan jalan umum juga direncanakan secara bertahap untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
 
Pemerintah Kota Cimahi menegaskan bahwa sisa pekerjaan yang belum selesai akan segera dituntaskan. Dengan dibukanya kembali akses jembatan bagi kendaraan roda empat, kelancaran arus lalu lintas di sekitar Jalan Raden Demang Hardjakusumah diharapkan terus membaik, sementara penyelesaian pekerjaan pendukung akan dilakukan tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat yang mulai melintas kembali.

(Ari M)

ChiMa Awards 2026: Inovasi Cimahi Siap Bersaing di Panggung Nasional

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Kamis, 8 Oktober 2026
 
Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) sukses menggelar puncak penganugerahan Cimahi Motekar Awards (ChiMa) 2026 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi pada Kamis (8/10/2026). Ajang tahunan yang kini memasuki tahun keenam sejak pertama kali digelar pada 2021 ini bukan sekadar seremoni pemberian piala, melainkan ruang apresiasi sekaligus katalisator lahirnya solusi-solusi cerdas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
 
 
 
Target Masuk 10 Besar Nasional di IGA 2026
 
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan bukanlah sekadar tren sesaat. Inovasi merupakan pilar utama dalam menghadirkan pelayanan yang responsif, transparan, dan efisien bagi seluruh warga Kota Cimahi.
 
Komitmen nyata ini tercermin dari lonjakan capaian yang signifikan pada tahun ini. Sebanyak 305 usulan inovasi berhasil dihimpun — angka yang naik 21 persen dibandingkan tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 207 inovasi dikirimkan untuk mengikuti penilaian bergengsi Innovative Government Awards (IGA) 2026. Tak hanya itu, nilai Indeks Kematangan Inovasi Kota Cimahi juga mencatat peningkatan dari 84,5 menjadi 91,16, atau naik 7,9 persen.
 
"Dengan modal kematangan yang terus tumbuh ini, target Kota Cimahi untuk menembus 10 besar di antara kota-kota se-Indonesia pada IGA 2026 semoga dapat kita wujudkan bersama," ujar Ngatiyana dengan optimis.
 
Meski capaian terus meningkat, Wali Kota mengingatkan bahwa kualitas dan dampak nyata inovasi tetap menjadi prioritas utama, bukan semata-mata mengejar kuantitas jumlah usulan.
 
 
 
Strategi BAPPERIDA Perkuat Daya Saing Daerah
 
ChiMa Awards 2026 hadir dengan penyegaran melalui enam kelompok kompetisi. Untuk pertama kalinya, ajang ini diintegrasikan secara langsung dengan pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID). Langkah strategis ini menjadikan kompetisi tidak hanya sebagai panggung penghargaan, tetapi juga instrumen penguatan daya saing daerah di tingkat nasional.
 
Di tengah tantangan keterbatasan fiskal daerah, Pemkot Cimahi juga memperkuat kolaborasi strategis bersama mitra strategis. Di antaranya adalah Bank BJB Cabang Kota Cimahi dan The Local Enablers (TLE), guna menjaga keberlanjutan ekosistem inovasi agar tetap hidup dan berdampak nyata bagi masyarakat.
 
Ke depan, BAPPERIDA Kota Cimahi telah memetakan langkah berkelanjutan: memperkuat payung hukum regulasi inovasi, mendorong inovasi dari level teknis menuju kebijakan yang berdampak sistemik, serta menyelaraskan pencapaian inovasi dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) pemerintahan.
 
Melalui ChiMa Awards 2026, Pemkot Cimahi menegaskan satu hal: inovasi tidak berhenti di panggung penghargaan, melainkan harus menjadi budaya kerja yang melahirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
 
 
 
DAFTAR LENGKAP PEMENANG CHIMA AWARDS 2026
 
Kelompok Perangkat Daerah
 
Juara I: Dinas Lingkungan Hidup
Juara II: Dinas Pangan dan Pertanian
Juara III: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
 
Kelompok UPTD / BLUD / Puskesmas / Kelurahan
 
Juara I: UPTD Puskesmas Melong Tengah
Juara II: UPTD Puskesmas Cimahi Utara
Juara III: UPTD Cimahi Techno Park
 
Kelompok Guru dan Tenaga Pendidik
 
Juara I: Lucky Taufik Sutrisno, S.Pd., M.Pd. — SDN Baros Mandiri 4
Juara II: Yuni Arisandi Sanmas, S.Pd., Mce. & Tim — SMP Plus Nurul Aulia
Juara III: Sandi Sopandi, S.Pd., M.Pd. — SDN Rancabentang 3
 
Kelompok Janji Politik Terinovatif
 
Juara I: Dinas Lingkungan Hidup
Juara II: Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Juara III: Dinas Pendidikan
 
Kelompok ASN Laki-laki Terinovatif
 
Juara I: drh. Muhammad Faiz Labib
Juara II: drh. Irfan Fazar Ramadhan
Juara III: Riko Aldi, A.Md.Kep.
 
Kelompok ASN Perempuan Terinovatif
 
Juara I: Ratna Manik, S.Keb.
Juara II: dr. Ruth Risnianthy (In Memoriam)
Juara III: Mira Nurmeita Gantini, S.P., M.P.
 
(Ari M — Artha-News, 8 Oktober 2026)

Kamis, Oktober 08, 2026

Kusmawan Resmi Dilantik PAW DPRD Cimahi: Lanjutkan Perjuangan Almarhum Asep Rukmansyah di Dapil II

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Rabu, 7 Oktober 2026
 
Kusmawan, S.E., resmi mengikrarkan sumpah jabatan sebagai anggota DPRD Kota Cimahi melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW) pada Rabu (7/10/2026). Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah yang berlangsung khidmat digelar di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita.
 
Kusmawan secara resmi masuk ke jajaran legislatif untuk menggantikan almarhum H. Asep Rukmansyah. Mendiang merupakan politisi senior dari Fraksi Partai Golkar masa jabatan 2024–2029 yang wafat beberapa waktu lalu. Agenda sakral ini dihadiri langsung oleh pimpinan beserta anggota DPRD Kota Cimahi, unsur Forkopimda, serta perwakilan eksekutif dari Pemerintah Kota Cimahi.
 
Usai pelantikan resmi, Kusmawan tidak lupa memberikan penghormatan mendalam bagi pendahulunya. Ia mengajak seluruh hadirin untuk sejenak mendoakan mendiang almarhum H. Asep Rukmansyah.
 
"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Seluruh amal ibadah serta dedikasi perjuangannya selama mengabdi di lembaga ini dapat menjadi kebaikan yang terus dikenang oleh masyarakat Kota Cimahi," tutur Kusmawan dengan penuh takzim.
 
 
 
Komitmen Mengawal Aspirasi Konstituen Dapil II Kota Cimahi
 
Sebagai kader yang mengemban amanah baru melalui jalur PAW, Kusmawan menegaskan komitmen utamanya di sisa periode ini. Fokus kerja terdekatnya adalah memastikan seluruh program dan aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kota Cimahi tetap berjalan dan terealisasi dengan baik.
 
"Sesuai dengan esensi dari Pergantian Antarwaktu, prioritas saya di parlemen sudah sangat jelas. Saya akan melanjutkan seluruh agenda kerja almarhum. Terutama yang berkaitan dengan pokok-pokok pikiran serta aspirasi para konstituen beliau yang saat ini masih dalam proses pengawalan," urai Kusmawan secara gamblang.
 
Memasuki triwulan akhir tahun anggaran 2026, Kusmawan bergerak cepat melakukan pemetaan internal. Ia bertekad menjadi jembatan yang kokoh bagi pemenuhan hak-hak dan kebutuhan warga di tingkat akar rumput, khususnya di wilayah konstituen yang ia wakili. Pintu komunikasi akan senantiasa terbuka lebar bagi setiap masukan dari masyarakat untuk kemudian dirumuskan menjadi usulan program pembangunan pada tahun anggaran berikutnya.
 
 
 
Memperkuat Soliditas Fraksi Golkar dan Sinergi Eksekutif
 
Dengan resminya pelantikan ini, formasi kursi Fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Cimahi kini kembali utuh dengan berkekuatan tujuh orang anggota. Kembalinya kekuatan penuh ini diharapkan mampu mendongkrak performa fraksi dalam mengawal kebijakan publik yang berpihak pada rakyat.
 
Kusmawan optimis soliditas internal Fraksi Golkar akan semakin kuat untuk memberikan kontribusi nyata bagi jalannya roda pembangunan di Kota Cimahi. Ia juga menyoroti pentingnya keharmonisan hubungan kerja antarlembaga demi kesejahteraan masyarakat luas.
 
"Kami bertekad untuk terus mempererat sinergi kerja yang positif antara pihak legislatif dan eksekutif. Hubungan yang harmonis ini sangat krusial agar setiap program pembangunan pemerintah dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan manfaatnya bisa langsung dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat," pungkas Kusmawan.
 
(Ari M - Artha-News)

Hari Jadi Propam ke-24: Polres Banjar Bagikan Bansos & Doa Bersama di Ponpes Daarul Ikhlas

Dekatkan Diri dengan Masyarakat, Korps Penjaga Disiplin Polri Pilih Aksi Sosial
 
BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Kamis, 8 Oktober 2026
 
Peringatan Hari Jadi Propam Polri ke-24 di lingkungan Polres Banjar tidak diisi dengan seremonial biasa. Sebaliknya, jajaran kepolisian memilih turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyalurkan bantuan sosial dan menggelar doa bersama di Pondok Pesantren Daarul Ikhlas, Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Kegiatan berlangsung hangat pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 13.30–14.45 WIB.
 
Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., beserta jajaran pejabat utama hadir langsung. Kunjungan disambut antusias oleh pengurus yayasan dan puluhan santri ponpes.
 
Silaturahmi yang Menyatukan Polri dan Masyarakat
 
Kegiatan ini bukan sekadar penyerahan bantuan. Bagi Polres Banjar, momen ini adalah jembatan untuk mempererat hubungan emosional antara institusi kepolisian dan warga. Di sinilah kepolisian bisa mendengarkan langsung harapan serta kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
 
Ketua Yayasan Ponpes Daarul Ikhlas, Zulfikar Saiful Tarigan, menyampaikan apresiasi yang mendalam.
 
"Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bapak Kapolres dan seluruh jajaran. Saat ini kami sedang melakukan pembangunan fisik di lingkungan pesantren, sehingga perhatian dan doa restu ini sangat berarti bagi kami," ujar beliau.
 
Propam: Garda Terdepan Penjaga Integritas Polri
 
Dalam amanatnya, AKBP Didi Dewantoro menegaskan bahwa peringatan ke-24 ini adalah momen refleksi agar institusi Polri semakin dipercaya dan dicintai rakyat.
 
"Propam adalah garda terdepan penjaga citra Polri sekaligus benteng terakhir bagi pencari keadilan. Semoga di usia ke-24 ini, Propam semakin kuat dan senantiasa hadir bersama masyarakat," tegas Kapolres Banjar.
 
Beliau juga mengajak warga Kota Banjar untuk tidak ragu atau berjarak dengan kepolisian.
 
"Jangan sungkan jika butuh bantuan. Hubungi Kapolsek terdekat, atau sampaikan langsung kepada saya. Polri hadir untuk masyarakat," tambahnya.
 
Acara ditutup dengan penyerahan bansos secara simbolis, penampilan kesenian hadrah dari para santri, serta doa bersama demi keselamatan bangsa dan kondusivitas Kota Banjar.
 
Reporter: Rena Yusnita (Kabiro Banjar)

Sertijab Polres Banjar 2026: Kompol Saeful Bahri Resmi Jabat Wakapolres Baru

Tiga Posisi Strategis Berubah, Komitmen Pelayanan Tetap Dijaga
 
BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Kamis, 8 Oktober 2026
 
Rotasi kepemimpinan kembali berlangsung di lingkungan Kepolisian Resor (Polres) Banjar. Tiga posisi penting di jajaran pimpinan kini diisi oleh wajah-wajah baru. Prosesi serah terima jabatan berlangsung khidmat di Lapangan Apel Mapolres Banjar pada Kamis pagi, 8 Oktober 2026, dipimpin langsung oleh Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR.
 
Upacara ini dihadiri oleh para Pejabat Utama, Kapolsek, perwira, personel, Aparatur Sipil Negara, serta jajaran Ketua Bhayangkari Cabang Banjar.
 
Daftar Mutasi Pejabat Baru Polres Banjar — Oktober 2026
 
Berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Jawa Barat, berikut rincian pergeseran tugas:
 
Wakapolres Banjar:
Dijabat oleh Kompol Saeful Bahri, S.Pd.I. Beliau menggantikan Kompol Djoko Susilo, S.T., yang kini mendapat amanah baru sebagai Kasatbinmas Polrestabes Bandung.
 
Kasat Reserse Narkoba Polres Banjar:
Diemban oleh AKP Agung Rahmatulloh, S.H., CPHR. Menggantikan AKP Asep Musa Dinata, S.I.P., M.M., CPHR., yang kini bertugas di Polres Garut sebagai Kasat Reserse Narkoba.
 
Kapolsek Langensari:
Dipercayakan kepada Iptu Agus Supriyatman (sebelumnya menjabat Kasattahti Polres Banjar). Beliau menggantikan Kompol Yosua Sori Hamonangan, S.I.P., yang telah memasuki masa purnabakti.
 
Prosesi sakral ditandai dengan penanggalan tanda jabatan lama, penyematan tanda pangkat dan jabatan baru, pengucapan sumpah jabatan, serta penandatanganan pakta integritas.
 
Pesan Kapolres Banjar: Segera Beradaptasi dan Jaga Sinergi
 
Dalam amanatnya, AKBP Didi Dewantoro menegaskan bahwa perubahan organisasi adalah bagian dari penyegaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
 
"Jabatan bukan sekadar gelar di atas kertas, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Saya minta pejabat baru segera memahami kondisi wilayah, beradaptasi dengan cepat, dan menjaga program kerja yang sudah berjalan baik," ujar AKBP Didi Dewantoro.
 
Lebih lanjut, beliau mengingatkan seluruh jajaran untuk memperkuat kebersamaan internal, membangun komunikasi yang erat dengan masyarakat, serta senantiasa mengutamakan integritas dalam setiap pengabdian.
 
Dengan estafet kepemimpinan ini, diharapkan kinerja Polres Banjar semakin responsif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta semakin dekat dengan warga Kota Banjar.

(Rena Yusnita - Kabiro Banjar)

AJGT & Artha News Ucapkan Selamat HUT kepada Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro

Sinergitas Insan Pers dan Polres Banjar demi Kondusivitas Kamtibmas
 
BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Rabu, 8 Oktober 2026
 
Keluarga Besar Aliansi Jurnalis Galunggung Tasikmalaya (AJGT) bersama jajaran redaksi media Artha-News menyampaikan ucapan hangat selamat ulang tahun kepada Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR. Momentum penuh berkah ini diperingati hari ini, Rabu, 8 Oktober 2026.
 
Sebagai mitra strategis kepolisian di wilayah Priangan Timur, segenap pengurus, anggota AJGT, dan seluruh kru media Artha-News turut memanjatkan doa terbaik bagi pimpinan utama di Kepolisian Resor Kota Banjar tersebut.
 
"Dalam momentum pertambahan usia ini, kami segenap keluarga besar AJGT dan Artha-News mendoakan semoga Bapak Kapolres Banjar senantiasa diberikan kesehatan yang prima, perlindungan, keberkahan, serta kebijaksanaan dari Tuhan Yang Maha Esa," ungkap perwakilan jurnalis AJGT dari DPP Tasikmalaya.
 
Doa tersebut dipanjatkan agar AKBP Didi Dewantoro selalu dilimpahi kelancaran dalam mengemban amanah besar sebagai pemimpin, pengayom, sekaligus pelayan masyarakat di wilayah hukum Polres Banjar.
 
Apresiasi Dedikasi dan Sinergitas yang Terjalin
 
Selain memberikan ucapan selamat, jajaran AJGT dan Artha-News juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, serta sinergitas yang selama ini telah terjalin erat antara Polres Banjar dengan insan pers maupun masyarakat luas.
 
Di bawah kepemimpinan AKBP Didi Dewantoro, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Banjar dinilai terus terjaga dengan aman, damai, dan kondusif. Kehadiran jajaran kepolisian di tengah masyarakat benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga Kota Banjar.
 
"Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan kesehatan, perlindungan, dan kebahagiaan. Kiranya Bapak Kapolres selalu diberi kekuatan serta kebijaksanaan dalam menjalankan tugas mulia — melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat," tambah pihak redaksi.
 
Selamat bertambah usia, AKBP Didi Dewantoro. Semoga sukses selalu dan terus memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa, negara, dan masyarakat Kota Banjar.
 
Hormat Kami,
 
Keluarga Besar Media Artha-News
Aliansi Jurnalis Galunggung Tasikmalaya (AJGT) — DPP Tasikmalaya

(Rena Yusnita - Kabiro Banjar)

Rabu, Oktober 07, 2026

Proyek Revitalisasi SMKN SPP Tasikmalaya Senilai Rp1 Miliar Menjadi Sorotan Publik

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Rabu, 7 Oktober 2026
 
Program revitalisasi satuan pendidikan di SMKN SPP Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Proyek dengan nilai anggaran Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah) bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dinilai minim transparansi dan mengabaikan keselamatan kerja.
 
Berdasarkan papan informasi di lokasi, anggaran dialokasikan untuk tiga paket pekerjaan:
 
1. Pembangunan bangunan baru Laboratorium Komputer
2. Rehabilitasi berat Perpustakaan dan Ruang OSIS
3. Pengecatan gedung
 
Proyek swakelola dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMKN SPP Tasikmalaya, jangka waktu 112 hari kalender — 1 Agustus s.d. 21 November 2026. Namun, hasil peninjauan lapangan Tim AJGT & Artha-News menemukan sejumlah kejanggalan serius:
 
1. Papan Informasi Minim Rincian & Tidak Transparan
 
Papan proyek hanya mencantumkan nama kegiatan secara umum. Tidak tercantum rincian volume bangunan, Rencana Anggaran Biaya (RAB) per item, spesifikasi bahan, nama konsultan perencana maupun konsultan pengawas. Hal ini diduga menyalahi Juknis Revitalisasi Kemendikdasmen serta UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
 
2. Pembagian Anggaran Rp 1 Miliar Dipertanyakan
 
Dengan satu miliar dibagi untuk tiga pekerjaan, kelayakan RAB dipertanyakan. Secara perhitungan teknis, pembangunan laboratorium komputer saja idealnya membutuhkan Rp 600–700 juta. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran adanya pengurangan volume dan penurunan kualitas material bangunan.
 
3. Mutu Pekerjaan Fisik Diduga Asal Jadi
 
Pengerjaan terkesan dipaksakan cepat. Hasil pengecatan, pemasangan bata, hingga penyelesaian akhir diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Dikelola secara swakelola oleh internal sekolah tanpa pengawas independen, padahal dananya berasal dari uang negara (APBN), bukan dana komite.
 
4. Aturan Keselamatan Kerja Diabaikan
 
Para pekerja ditemukan bekerja tanpa Alat Pelindung Diri (helm, rompi, sepatu pelindung). Mengoperasikan mesin molen dan bekerja di perancah bambu hanya dengan topi biasa dan sandal. Kondisi ini melanggar Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 tentang Pedoman SMKK, padahal anggaran K3 seharusnya sudah masuk dalam RAB.
  
Masyarakat Desak Audit Fisik & Anggaran
 
Warga dan wali murid mendesak Inspektorat Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta BBPMP Jawa Barat segera turun melakukan audit menyeluruh.
 
"Pembangunan harus berkualitas, jangan asal jadi. Ini fasilitas untuk anak-anak dan uangnya satu miliar rupiah," ujar warga sekitar.
 
Hingga berita diturunkan, Kepala SMKN SPP Tasikmalaya selaku penanggung jawab P2SP belum dapat ditemui maupun dikonfirmasi. Artha-News akan terus mengupayakan klarifikasi pihak terkait.
 
Reporter: Korwilnas Ari Arya Siloka
Staf Redaksi: Jay Kuncir Panjaitan