Selasa, November 03, 2026

Bobol Belasan Juta, Kasus Kartu Kredit Tanpa Izin di Tasikmalaya Dijerat Pasal Berlapis

TASIKMALAYA — Artha-News.com | Selasa, 3 November 2026 — Kasus dugaan penerbitan kartu kredit tanpa izin atau tanpa sepengetahuan pemilik data kembali terjadi di Kota Tasikmalaya. Seorang warga Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, berinisial HL, mengalami kerugian materiil sebesar Rp14.391.513 akibat modus penipuan yang memanfaatkan kode OTP. Kuasa hukum korban berencana akan melaporkan peristiwa ini ke Polres Tasikmalaya Kota dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).
 
Kronologi Peristiwa
 
Bermula saat HL berulang kali dihubungi oleh pihak yang mengaku sebagai perwakilan BNI menawarkan kartu kredit yang selalu ditolaknya. Namun kartu tetap dikirimkan ke rumah melalui jasa kurir pada awal Oktober 2026 tanpa pernah diajukan sebelumnya. Ketika korban menyatakan tidak menginginkannya, penelepon meminta kode OTP dengan alasan akan membantu menutup kartu kredit tersebut. Karena percaya dan tidak memahami risiko membagikan kode OTP, HL memberikan kode tersebut. Tak lama kemudian, korban mendapati penarikan dana sebesar Rp14.391.513 dari kartu yang tidak pernah ia ajukan maupun gunakan.
 
Beberapa nomor yang tercatat digunakan oleh penelepon untuk menghubungi korban antara lain nomor Jakarta 021-3021-12046 pada 16 Oktober 2026 pukul 13.42, serta nomor seluler 0823-7389-5004 pada 29 Oktober 2026 pukul 16.15 dengan durasi percakapan sekitar 15 menit 30 detik. Selain itu, korban juga menerima panggilan yang menyamarkan identitas (spoofing) menyerupai nomor layanan resmi di nomor 1500846 pada 29 September 2026.
 
Pada 30 Oktober 2026, korban mendatangi kantor cabang BNI Tasikmalaya di Jalan Siliwangi. Petugas layanan pelanggan membenarkan adanya transaksi pada 29 Oktober 2026, namun menyatakan korban tetap wajib melunasi tagihan tersebut karena transaksi divalidasi menggunakan kode OTP.
 
Pada Senin, 2 November 2026 kemarin, HL bersama kuasa hukumnya telah mendatangi kantor BNI Unit Universitas Siliwangi (Unsil). Pihak BNI menegaskan kartu kredit tersebut adalah produk asli BNI dan meminta HL menyampaikan pengaduan secara tertulis agar dapat ditindaklanjuti lebih lanjut.
 
Pasal Berlapis yang Diterapkan
 
Tim kuasa hukum menegaskan bahwa peristiwa ini mengandung unsur pelanggaran berlapis:
 
- Pasal 65 ayat (1) dan (3) UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi — Melarang setiap orang memperoleh atau menggunakan data pribadi yang bukan miliknya secara melawan hukum. Ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp5 miliar.
- Pasal 32 ayat (1) UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik — Mengubah, merusak, menghapus, atau mentransfer data elektronik milik orang lain tanpa hak. Ancaman pidana penjara hingga 8 tahun.
- Pasal 4 UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen — Menjamin hak konsumen atas keamanan dan ganti rugi atas kerugian yang dialami akibat penggunaan jasa keuangan.
 
Kebocoran Data Nasabah Dipertanyakan
 
Tim kuasa hukum mempertanyakan bagaimana data pribadi HL bisa diketahui dan digunakan tanpa izin, terlebih HL merupakan nasabah aktif yang rutin menabung di BNI. Mekanisme kerja sama dengan pihak ketiga atau pemasaran perlu ditelusuri lebih dalam mengingat data pribadi nasabah seharusnya terlindungi dan tidak boleh disebarkan tanpa persetujuan eksplisit.
 
Tiga Jalur Penyelesaian Sekaligus
 
Menyikapi hal tersebut, kuasa hukum HL menempuh tiga jalur pengaduan secara bersamaan:
 
1. Pengaduan internal ke BNI — menelusuri prosedur penerbitan kartu yang diduga menyimpang dan bagaimana data nasabah dapat diakses pihak ketiga, termasuk dugaan penggunaan teknik penyamaran nomor telepon.
2. Laporan ke Polres Tasikmalaya Kota — penyelidikan dugaan tindak pidana penipuan, penyalahgunaan data pribadi, dan pemalsuan identitas panggilan telepon.
3. Pengaduan ke BPSK Kota Tasikmalaya — penuntutan hak konsumen atas kerugian materiil yang dialami.
 
"Kami tidak akan membiarkan peristiwa ini berlalu begitu saja. Ada kerugian materiil yang nyata dan dugaan pelanggaran serius terkait data pribadi. Kami akan melanjutkan permasalahan ini ke jalur hukum sampai tuntas, agar kebenaran terungkap dan keadilan terpenuhi," tegas perwakilan kuasa hukum HL.
 
Redaksi telah berupaya meminta tanggapan resmi dari pihak BNI Cabang Tasikmalaya maupun instansi terkait. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi tertulis yang diterima. Ruang hak jawab tetap terbuka seluas-luasnya.
 
Masyarakat dihimbau agar tidak pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun melalui telepon. Perlu diwaspadai, pelaku penipuan dapat memalsukan nomor panggilan agar tampak seperti nomor resmi bank (teknik caller ID spoofing). Jika ragu, tutup telepon dan hubungi sendiri layanan resmi bank melalui nomor yang tertera di situs resmi atau di balik kartu ATM. Laporkan hal serupa ke bank, kepolisian, maupun OJK melalui layanan 157.
 
 
 
Catatan Redaksi: Ulasan di atas merupakan produk jurnalistik berupa laporan peristiwa hukum dan edukasi keamanan finansial berbasis keterangan resmi pihak korban serta kuasa hukum. Redaksi Artha-News menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan membuka ruang konfirmasi maupun Hak Jawab bagi pihak perbankan serta instansi terkait pada pemberitaan selanjutnya. Nomor yang tercantum sebagai penyamaran bukanlah indikasi bahwa lembaga terkait terlibat, melainkan bagian dari modus operandi yang perlu diwaspadai masyarakat.
 
(Tim Redaksi Artha-News)
 
 

Senin, November 02, 2026

Polres Samosir Selidiki Dugaan Judi Tembak Ikan dan Togel di Pangururan dan Palipi

SAMOSIR — Artha-News.com | Kamis, 29 Oktober 2026 — Personel gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Samosir bersama Polsek Palipi bergerak cepat merespons laporan publik. Pihak kepolisian langsung turun ke lapangan guna menyelidiki informasi yang beredar di media online terkait adanya dugaan praktik perjudian jenis toto gelap (togel) serta judi ketangkasan tembak ikan di wilayah hukum mereka pada Kamis, 29 Oktober 2026.
 
Langkah taktis penegakan hukum ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Samosir, IPTU Antonyus Hutahaean, S.H., M.H. Petugas menyisir titik pertama yang disinyalir menjadi tempat beroperasinya aktivitas ilegal tersebut, tepatnya di sebuah warung kelontong di kawasan sekitar Jembatan Tano Ponggol, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.
 
Berdasarkan hasil pemantauan intensif di lokasi pertama, tim operasional lapangan tidak menemukan adanya tanda-tanda maupun aktivitas permainan judi tembak ikan ataupun transaksi togel. Petugas di lapangan hanya menjumpai beberapa warga setempat yang sedang bersantai duduk di dalam warung sembari memesan minuman tradisional tuak kepada pemilik kedai tersebut.
 
Walaupun nihil temuan aktivitas tindak pidana perjudian, IPTU Antonyus Hutahaean tetap mengambil tindakan persuasif. Beliau memberikan edukasi serta imbauan kamtibmas yang tegas kepada pemilik warung dan warga yang hadir agar berkomitmen tidak memfasilitasi atau terlibat dalam segala bentuk perjudian di lokasi tersebut.
 
Di tempat terpisah pada hari yang sama, jajaran Polsek Palipi juga melaksanakan operasi pengecekan serupa di wilayah pedesaan. Penyelidikan ini berlokasi di Desa Sigaol Marbun, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, guna memastikan kebenaran rumor judi ketangkasan dan togel yang meresahkan warga.
 
Dalam pelaksanaannya, PS Kanit Reskrim Polsek Palipi AIPDA M. Syafei didampingi dua personel bintara mendatangi titik yang dilaporkan oleh masyarakat. Sama seperti hasil di Pangururan, proses penggeledahan dan pemantauan di lokasi Desa Sigaol Marbun ini juga tidak menunjukkan adanya bukti otentik praktik perjudian seperti informasi yang beredar sebelumnya.
 
Kasat Reskrim Polres Samosir IPTU Antonyus Hutahaean, S.H., M.H., memberikan keterangan resmi mengenai hasil peninjauan langsung di dua kecamatan strategis tersebut kepada awak media.
 
"Kami telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan mendalam terhadap informasi dua lokasi yang diduga menjadi tempat perjudian, yakni di Kecamatan Pangururan dan Kecamatan Palipi. Namun, dari hasil pengecekan fisik di lapangan, kami tidak menemukan adanya praktik perjudian di kedua lokasi tersebut," jelas Kasat Reskrim secara transparan.
 
Menanggapi isu miring dari pemberitaan media online tertentu yang menarasikan adanya dugaan aliran dana atau upeti dari bandar judi togel dan tembak ikan kepada pimpinan tertinggi kepolisian setempat, Kasat Reskrim dengan tegas membantah rumor tersebut. Pihaknya memastikan kabar keterlibatan Kapolres Samosir itu murni merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks. Polres Samosir tetap memegang teguh integritas serta berkomitmen penuh menjalankan tugas penegakan hukum secara profesional sesuai dengan regulasi perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
 
Ia juga menambahkan bahwa Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan sangat mengapresiasi dan bersikap terbuka terhadap setiap bentuk masukan, kritik membangun, keluhan, serta informasi kamtibmas dari seluruh elemen masyarakat.
 
Demi mewujudkan pelayanan publik yang prima dan interaktif, manajemen Polres Samosir kini memfasilitasi warga dengan menyediakan saluran komunikasi khusus berupa Hotline Kapolres Samosir. Melalui nomor interaktif 089682985259, masyarakat luas dapat melaporkan aduan tindak kriminal, memberikan informasi penting, ataupun menyampaikan saran strategis secara cepat dan langsung kepada Kapolres.
 
Menutup rangkaian kegiatan penertiban tersebut, pihak Polres Samosir kembali mengeluarkan seruan resmi yang mengimbau seluruh lapisan warga Kabupaten Samosir untuk menjauhi segala bentuk aktivitas judi. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi memberikan laporan valid jika mengendus adanya indikasi tindak pidana di lingkungan tempat tinggal masing-masing demi menjaga kondusivitas daerah.
 
(NR.Sitohang)
 
 

Kepala Puskesmas Ciawi H. Hani Hariri Pimpin Apel Pagi Rutin, Tekankan Kedisiplinan dan Pelayanan Prima

CIAWI, Tasikmalaya — Artha-News.com | Senin, 2 November 2026 — Kepala Puskesmas Ciawi Kabupaten Tasikmalaya, H. Hani Hariri, S.Kep.Ners., M.M, kembali menggelar apel pagi rutin pada Senin, 2 November 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara konsisten setiap awal pekan ini berlangsung tertib dan khidmat di halaman depan kantor Puskesmas Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
 
Apel pagi rutin yang digelar setiap hari Senin ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membina kedisiplinan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menyatukan visi dan misi di lingkungan instansi pelayanan kesehatan tingkat pertama yang paling dekat dengan masyarakat. Apel dipimpin langsung oleh H. Hani Hariri selaku Kepala Puskesmas Ciawi, didampingi oleh para pejabat struktural di lingkungan kerja tersebut.
 
Hadir dalam acara tersebut seluruh jajaran staf Puskesmas Ciawi secara lengkap. Mulai dari dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan, petugas farmasi, tenaga administrasi, hingga seluruh staf pendukung dan karyawan. Kehadiran seluruh unsur pegawai menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga semangat kerja yang tinggi, kedisiplinan, serta rasa kebersamaan sejak hari pertama di awal pekan kerja.
 
Dalam amanatnya di hadapan seluruh peserta apel, H. Hani Hariri menekankan pentingnya kedisiplinan, kekompakan, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kecamatan Ciawi. Ia mengingatkan kembali bahwa setiap pegawai Puskesmas adalah garda terdepan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga yang datang mencari pertolongan dan pelayanan kesehatan, sehingga sikap dan pelayanan yang diberikan sangat berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang dikelola pemerintah ini.
 
"Apel pagi rutin tiap hari Senin di halaman kantor ini sebagai wujud kedisiplinan kita sebagai pelayan masyarakat. Mari kita tingkatkan pelayanan kesehatan yang ramah, cepat, dan prima untuk warga Ciawi," ujar H. Hani Hariri menyampaikan pesannya di hadapan seluruh peserta apel. Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk saling mengingatkan, bekerja sama dengan tulus, dan menjaga nama baik institusi melalui pelayanan yang tulus hati kepada setiap warga yang datang.
 
Kegiatan apel pagi rutin tiap Senin ini juga berfungsi sebagai sarana evaluasi kinerja mingguan, penyampaian informasi penting terkait program kesehatan, serta penyelarasan langkah dan program pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kecamatan Ciawi. Dengan rutinitas yang sederhana namun bermakna ini, diharapkan semangat pengabdian, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat terus terjaga dan meningkat dari waktu ke waktu.
 
 
 
(Yana)

Minggu, November 01, 2026

Anggaran Rp1,58 Miliar, Rehab Puskesmas Ambarita Disorot: Diduga Tanpa APD, Progres Pekerjaan Dipertanyakan

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Pembangunan rehabilitasi dan perawatan Puskesmas Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp1.582.385.730 bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 tersebut diduga mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), setelah sejumlah jurnalis menemukan pekerja di lokasi tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) sebagaimana diatur dalam peraturan keselamatan kerja.
 
Berdasarkan pantauan langsung para jurnalis di lokasi pada Minggu, 1 November 2026, hanya ditemukan enam orang pekerja yang sedang melaksanakan aktivitas pembangunan. Ironisnya, para pekerja tersebut terlihat tidak mengenakan helm, rompi keselamatan, sarung tangan, maupun alas kaki yang layak untuk pekerjaan konstruksi.
 
Saat dikonfirmasi, salah seorang pekerja mengaku bahwa APD yang diberikan kepada mereka hanya berupa sepatu. Namun, sepatu tersebut pun tidak digunakan saat bekerja di lokasi proyek.
 
Situasi ini mengundang keprihatinan mendalam. Boris Situmorang, salah seorang jurnalis yang berada di lokasi, mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab apabila terjadi kecelakaan kerja di tengah proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut.
 
"Kalau para pekerja mengalami kecelakaan saat bekerja, bagaimana tanggung jawabnya?" tanya Boris di lokasi proyek.
 
Keprihatinan semakin mendalam ketika pekerja tersebut menyebutkan bahwa risiko kecelakaan ditanggung sendiri oleh masing-masing pekerja. Jawaban ini memunculkan pertanyaan serius mengenai komitmen pelaksana terhadap regulasi keselamatan kerja yang berlaku di Indonesia.
 
Pelanggaran Aturan K3 dan Perlindungan Tenaga Kerja
 
Abaikan standar keselamatan kerja di lokasi proyek konstruksi pemerintah berpotensi melanggar sejumlah regulasi ketat, di antaranya:
 
- Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Pasal 86 dan 87): Mengatur hak setiap pekerja untuk mendapatkan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja.
​
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja: Mewajibkan pelaksana proyek menyediakan APD secara gratis bagi semua orang yang bekerja di lokasi.
​
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.08/Men/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri: Menegaskan kewajiban perusahaan menyediakan APD sesuai standar bagi pekerja konstruksi.
 
Jika terbukti abai, tindakan ini dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana sesuai ketentuan perundang-undangan.
 
Progres Baru 30 Persen, Waktu Pelaksanaan Semakin Mendesak
 
Persoalan tidak berhenti pada ketidaktersediaan APD. Pantauan di lapangan juga menunjukkan progres fisik pembangunan diperkirakan baru mencapai sekitar 30 persen. Padahal, berdasarkan data pada papan informasi proyek, waktu pelaksanaan hanya menyisakan 59 hari hingga batas penyelesaian pada 30 Desember 2026.
 
Proyek yang dikerjakan oleh CV. Calista Yori Pratama dengan kontrak bernomor 000.3.3/3460/Dinkes/IX/2026 tertanggal 2 September 2026 memiliki waktu pelaksanaan selama 120 hari. Dengan sisa waktu yang semakin sempit, muncul kekhawatiran pekerjaan akan dikebut sehingga mengorbankan kualitas bangunan maupun keselamatan para pekerja.
 
Transparansi Anggaran dan Desakan Pengawasan Pemerintah
 
Tindakan pengawasan ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Masyarakat dan pers memiliki hak penuh untuk mengawasi jalannya pembangunan agar setiap rupiah uang rakyat digunakan secara akuntabel.
 
Para jurnalis dan masyarakat berharap Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selaku instansi penanggung jawab proyek segera melakukan pemeriksaan dan pengawasan secara menyeluruh ke lokasi. Pengawasan perlu mencakup:
 
- Penerapan standar K3 dan ketersediaan APD yang layak
​
- Kesesuaian progres fisik dengan jadwal rencana kerja
​
- Jumlah tenaga kerja yang ditempatkan di lokasi
​
- Kualitas material yang digunakan
​
- Kesesuaian pelaksanaan dengan spesifikasi teknis dan dokumen kontrak
 
Pasalnya, proyek ini bersumber dari APBD — uang rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan secara transparan. Publik berhak mengetahui apakah pembangunan berjalan sesuai perencanaan, apakah keselamatan pekerja benar-benar menjadi prioritas, dan apakah anggaran sebesar Rp1,58 miliar dikelola secara jujur dan profesional.
 
Jangan sampai proyek yang seharusnya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan warga Desa Ambarita justru menyisakan persoalan serius terkait keselamatan pekerja, ketidakpastian penyelesaian, serta kualitas bangunan yang dipertanyakan.
 
Kini, perhatian publik tertuju kepada pihak pelaksana CV. Calista Yori Pratama, konsultan pengawas, serta Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Transparansi dan pengawasan bukan sekadar formalitas — uang negara harus dikelola secara akuntabel, dan nyawa pekerja tidak boleh menjadi taruhan.
 
Catatan Redaksi: Berita ini disampaikan sebagai bagian dari hak masyarakat atas informasi publik sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pihak terkait dipersilakan memberikan penjelasan dan tanggapan melalui surat elektronik redaksi. Tanggapan akan dimuat sebagaimana mestinya.
 
(NR. Sitohang — Liputan Khusus Samosir)

“Kapolres Banjar Hadiri Minggu Kasih di GPdI Zaitun”

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, S.Ik., S.H., M.AP., CPHR, memimpin langsung kegiatan Minggu Kasih yang berlangsung di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Zaitun, Kota Banjar, pada Minggu, 1 November 2026. Kegiatan berjalan khidmat dan penuh keakraban sejak pukul 09.30 hingga 10.15 WIB, dihadiri oleh kurang lebih 100 jemaat.


Mengangkat tema besar "Mempersiapkan Umat yang Layak bagi Tuhan", kegiatan ini menjadi momentum pertemuan spiritual sekaligus jembatan kedekatan antara jajaran kepolisian dan masyarakat Kota Banjar. Tema yang diusung merujuk pada pesan Alkitabiah dari Lukas 1:17, yakni mempersiapkan suatu umat yang siap sedia untuk Tuhan melalui pertobatan sejati, penyucian diri, dan hidup dalam kesetiaan kepada firman-Nya.


Pesan Alkitabiah dan Implementasi Rohani Jemaat

Dalam khotbah dan renungan yang disampaikan, ditegaskan bahwa menjadi umat yang layak bukan berarti manusia sempurna dengan kekuatan sendiri, melainkan sebuah perjalanan hidup yang dimulai dari pertobatan, hidup dalam kekudusan, dan berbuah nyata dalam kasih serta pelayanan.

Landasan Alkitabiah yang menjadi rujukan mencakup Lukas 1:17 tentang mempersiapkan umat bagi Tuhan, Maleakhi 3:1–4 mengenai pemurnian hati dan ibadah yang benar, serta Yohanes 15:5 tentang tinggal di dalam Kristus agar berbuah banyak.

Penerapan pesan tersebut dijabarkan dalam tiga langkah nyata:

- Membangun kedisiplinan rohani melalui doa dan pembacaan firman secara konsisten.

- Melakukan pertobatan kolektif dengan memperbaiki hubungan antar sesama dan meninggalkan pola hidup yang tidak berkenan kepada Tuhan.

- Menjadikan setiap jemaat sebagai murid Kristus yang aktif memberitakan kebaikan Tuhan di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Wujud Program "Polisi Bersama Masyarakat" di Kota Banjar

Kegiatan Minggu Kasih ini merupakan wujud nyata pelaksanaan program KAPOLRI "Polisi Bersama Masyarakat" serta Program KAPOLDA Jawa Barat "Jawa Barat Aman".

Hadir dalam kegiatan ini Wakapolres Banjar, Kabag Ren, Kasat Narkoba, Kasat Reskrim, Kasat Binmas, Kasat Lantas, Kasat Intelkam, Kapolsek Banjar Kota beserta jajaran, Kanit Paminal, dan Kasie Humas Polres Banjar. Dari pihak gereja, turut hadir Pendeta Moses Yudawijaya beserta keluarga dan seluruh sidang jemaat GPdI Zaitun Kota Banjar yang menyambut hangat kehadiran jajaran kepolisian.

Program Minggu Kasih digerakkan langsung oleh KAPOLRI Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yang mengajak seluruh jajaran kepolisian dari tingkat Mabes, Polda, hingga Polres dan Polsek untuk hadir di tengah masyarakat pada hari Minggu.

Tujuan utama program ini antara lain mendekatkan kehadiran polisi di tengah kehidupan warga, menyerap aspirasi, serta mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini melalui kolaborasi lintas sektoral.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Banjar juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas yang mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kerukunan antarwarga, meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, senantiasa waspada terhadap berbagai modus kejahatan, bijak dalam bermedia sosial, serta memanfaatkan layanan darurat Call Center 110.

Diharapkan, kehadiran Kapolres Banjar dan jajaran dalam kegiatan Minggu Kasih ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri melalui pendekatan yang humanis, tulus, dan penuh kebersamaan lintas iman. Kehadiran kepolisian di rumah ibadah menjadi bukti bahwa keamanan, kerukunan, dan kedamaian masyarakat adalah tanggung jawab bersama.

(Rena Yusnita Kabiro Banjar)

(Redaksi Artha-News | Liputan Khusus Kegiatan Kemitraan Polri-Masyarakat)

Rehabilitasi Ruang Kelas SDN Ciawi Tasikmalaya, Anggaran Rp141 Juta Resmi Dialokasikan

CIAWI, TASIKMALAYA — ARTHA-NEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) secara resmi merealisasikan proyek rehabilitasi bangunan sekolah di SDN Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Langkah ini diambil pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan serta memberikan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa.
 
Sebagai wujud transparansi anggaran publik, papan informasi proyek telah terpasang resmi di lokasi kegiatan. Berdasarkan data yang tercantum di papan tersebut, rincian proyek adalah sebagai berikut:
 
- Kegiatan: Rehabilitasi Bangunan Sekolah
- Pekerjaan: Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah SDN Ciawi
- Lokasi: Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
- Nomor SPK: 0003/14749/SPK/SD/2026
- Nilai Anggaran: Rp141.279.208,82
- Sumber Dana: APBD Kabupaten Tasikmalaya Tahun Anggaran 2026
- Pelaksana: CV. Bintang Priangan
- Waktu Pelaksanaan: 70 Hari Kalender
 
Kepala Sekolah SDN Ciawi, Hj. Yanti M, Ag, menyambut baik dimulainya pekerjaan tersebut.
 
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Tasikmalaya atas alokasi dana rehab ruang kelas di SDN Ciawi ini. Harapan kami tentu sangat besar agar pihak pelaksana bisa mengerjakan proyek ini dengan sebaik-baiknya, mengutamakan kualitas bangunan yang terbaik dan tahan lama," ujar Hj. Yanti M, Ag.
 
Pemasangan papan informasi proyek juga menjadi bukti transparansi penggunaan keuangan negara, sehingga masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya pekerjaan. Diharapkan, dalam waktu 70 hari kalender, rehabilitasi ini selesai tepat waktu dan menghasilkan ruang kelas yang kokoh, aman, serta nyaman untuk menunjang proses belajar mengajar siswa SDN Ciawi.
 
(Yana)
 
 

Modus Loker Fiktif di Bekasi, Wanita Ini Tertipu Rp1 Juta dan Gagal Berangkat Kerja

BEKASI, ARTHA-NEWS.COM — Jumat, 30 Oktober 2026 — Seorang wanita asal Bekasi, Jawa Barat berinisial SNP, diduga menjadi korban penipuan bermodus lowongan kerja fiktif. Korban mengalami kerugian materi sebesar Rp1 juta setelah dijanjikan akan diberangkatkan ke salah satu perusahaan besi di Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis, 29 Oktober 2026 lalu.
 
Kasus dugaan penipuan ini menyeret seorang terduga pelaku yang dikenal korban berinisial ALS.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika ALS menghubungi SNP pada awal bulan Oktober 2026. Mendengar korban sedang tidak bekerja, ALS mengklaim memiliki akses langsung ke sebuah perusahaan besi di Semarang dan mengaku mengenal dekat salah satu pejabat di divisi Sumber Daya Manusia perusahaan tersebut.
 
Tergiur tawaran tersebut, SNP segera mengirimkan seluruh berkas lamaran yang diminta.
 
"Saya ditanya sama ALS, sudah kerja belum? Saya jawab belum. Dengan rasa senang saya kirim berkasnya langsung," ujar SNP.
 
Namun setelah berkas dikirimkan, ALS mulai meminta sejumlah uang kepada korban sebagai biaya administrasi sebesar Rp1 juta dengan janji akan menjemput korban di kediamannya pada tanggal 29 Oktober 2026 untuk diberangkatkan ke Semarang.
 
Korban sempat meminta agar biaya tersebut dipotong dari gaji pertamanya, namun ditolak. Karena terdesak kebutuhan, SNP akhirnya meminjam uang dari kerabatnya.
 
Pada 5 Oktober 2026, SNP mentransfer Rp1 juta melalui aplikasi DANA ke nomor yang diberikan ALS. Hingga tanggal penjemputan tiba, pelaku tidak datang dan diketahui telah memblokir nomor WhatsApp korban.
 
"Ternyata dia menipu saya. Pekerjaan itu tidak ada. Dijanjikan tanggal 29 Oktober dijemput, ternyata tidak datang," ungkap SNP.
 
SNP berencana segera melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian setempat dengan melampirkan bukti transfer dan riwayat percakapan sebagai barang bukti.
 
Tinjauan Hukum Acara Pidana Terkait Saksi Korban
 
Dalam proses penegakan hukum perkara ini, terdapat beberapa poin krusial berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP Baru) yang perlu dipahami oleh masyarakat:
 
Kedudukan Saksi Korban: Keterangan saksi korban yang didukung bukti petunjuk elektronik merupakan modal awal yang sah bagi penyidik kepolisian untuk melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut terhadap pihak terlapor.
 
Biaya Saksi Ahli untuk Penyidikan: Jika ke depan penyidik menilai perlu menghadirkan saksi ahli, maka regulasi KUHAP Baru menegaskan biayanya ditanggung penuh oleh negara lewat anggaran kepolisian. Korban atau pelapor tidak boleh dipungut biaya apa pun.
 
Hak Perlindungan Saksi: Sebagai warga negara yang melaporkan dugaan tindak pidana, saksi korban berhak mendapatkan jaminan keamanan dan profesionalisme dari aparat penegak hukum selama proses penyelidikan berjalan.
 
Waspada Modus Penipuan Lowongan Kerja
 
Masyarakat diimbau mengenali ciri-ciri penipuan lowongan kerja:
 
- Meminta uang muka — perusahaan resmi tidak pernah memungut biaya administrasi atau akomodasi
​
- Proses terlalu cepat — langsung diterima tanpa tes atau wawancara resmi
​
- Hanya menggunakan kontak pribadi — komunikasi resmi perusahaan menggunakan email atau nomor telepon kantor
​
- Selalu verifikasi — cek alamat kantor dan nomor telepon perusahaan sebelum mempercayainya
 
Ruang Konfirmasi dan Hak Jawab
 
Redaksi telah berupaya menghubungi pihak berinisial ALS melalui telepon dan pesan WhatsApp, namun hingga saat ini belum ada respons. Ruang konfirmasi dan hak jawab tetap terbuka seluas-luasnya bagi pihak terkait.
 
(Staf Redaksi Artha-News: Jay Kuncir)

Sabtu, Oktober 31, 2026

PT Mandiri Tunas Finance Tasikmalaya Diduga Tolak Penawaran Pelunasan Khusus Konsumen


TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Jumat, 30 Oktober 2026 — Praktik industri pembiayaan atau leasing kembali menjadi sorotan di Kota Tasikmalaya. PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Cabang Tasikmalaya diduga menolak menerima surat penawaran pelunasan khusus (Pelsus) serta pendampingan hukum dari kuasa konsumen yang diberi mandat oleh Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Jurnalis Galunggung Tasikmalaya (AJGT DPP) Tasikmalaya.

Penolakan tersebut dinilai sepihak oleh pihak pendamping konsumen karena dilakukan tanpa adanya proses pengajuan maupun koordinasi terlebih dahulu ke kantor pusat PT Mandiri Tunas Finance. Padahal, program pelunasan khusus yang ditawarkan merupakan bagian dari mekanisme penyelesaian yang lazimnya dikoordinasikan dengan kantor pusat perusahaan pembiayaan.

Wakil Ketua DPC AJGT Kota Tasikmalaya, Windiana, bersama Humas DPC AJGT Kota Tasikmalaya, Hendar, yang menerima kuasa pendampingan dari konsumen, menegaskan bahwa tindakan ini diduga mengabaikan iktikad baik dari debitur.

"Konsumen kami sudah beriktikad baik mengajukan penawaran pelunasan pada tanggal 30 Oktober 2026, namun ditolak di cabang Tasikmalaya tanpa ada pengajuan ke pusat. Kami menduga ini merupakan keputusan sepihak di tingkat cabang yang mengabaikan hak-hak konsumen," ujar Windiana kepada Artha-News, Jumat (30/10/2026).

Rincian Objek dan Nilai Penawaran Pelunasan

Objek jaminan fidusia yang dipermasalahkan dalam perkara ini adalah satu unit kendaraan bermotor Honda Brio tahun 2023 dengan jangka waktu kontrak pembiayaan selama lima tahun.

Realisasi pembayaran angsuran dilaporkan telah berjalan lancar selama dua tahun dengan kewajiban angsuran sebesar Rp3.707.000 per bulan, sehingga tersisa kewajiban pembayaran selama tiga tahun ke depan.

Melalui AJGT DPP Tasikmalaya sebagai pihak yang diberi kuasa resmi, konsumen mengajukan penawaran pelunasan sebesar Rp70 juta sebagai bentuk penyelesaian atas sisa pokok utang yang masih berjalan. Namun, pengajuan tersebut langsung dimentahkan di meja administrasi cabang.

Langkah Hukum dan Perlindungan Konsumen

Pihak AJGT DPP Tasikmalaya menilai, penolakan sepihak ini berpotensi melanggar ketentuan yang mengatur perlindungan konsumen dan pembiayaan, di antaranya:

- Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, yang mengatur mekanisme eksekusi dan perlindungan hak-hak debitur;

- Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan;

- Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, terkait hak penyelesaian sengketa melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

"Jika perusahaan pembiayaan menolak iktikad baik penyelesaian dari konsumen tanpa alasan yang jelas dan sesuai prosedur regulasi, kami akan membawa masalah ini ke otoritas pengawas. Kami berencana melaporkan hal ini resmi ke OJK dengan tembusan ke BPSK serta Kantor Pusat MTF di Jakarta agar dilakukan audit internal," tambah Windiana.

Ruang Konfirmasi dan Hak Jawab Terbuka

Sesuai dengan amanat Pasal 1 dan Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik mengenai keberimbangan berita dan asas praduga tak bersalah, redaksi Artha-News telah berupaya mendatangi Kantor PT Mandiri Tunas Finance Cabang Tasikmalaya untuk meminta klarifikasi resmi.

Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen cabang belum bersedia memberikan keterangan resmi maupun tanggapan tertulis terkait alasan penolakan berkas penawaran pelunasan tersebut. Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi PT Mandiri Tunas Finance, baik tingkat cabang maupun pusat, untuk memberikan hak jawab dan penjelasan resmi pada pemberitaan selanjutnya.

(Arya Siloka-Korwilnas)
  

Cek Proyek Rumdis Bupati Samosir, Wartawan Diminta Izin Kabag Umum

Artha-News.com, Samosir (31/10/2026) — Upaya sejumlah jurnalis untuk melakukan konfirmasi terkait proyek rehabilitasi Rumah Dinas Bupati Samosir di Kelurahan Pasar Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, justru mendapat hambatan dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga di pintu gerbang rumah dinas tersebut, Sabtu (31/10/2026).
 
Kedatangan para jurnalis bertujuan memperoleh informasi dan klarifikasi mengenai pekerjaan rehabilitasi rumah dinas kepala daerah, khususnya terkait pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran negara.
 
Namun, niat untuk menjalankan tugas jurnalistik tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Petugas Satpol PP yang berjaga di pintu gerbang menyampaikan bahwa para wartawan tidak diperbolehkan masuk meskipun telah menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) pers.
 
"Anda tidak bisa masuk. Harus izin terlebih dahulu dari Kabag Umum di Kantor Bupati. Itu perintah pimpinan," ujar petugas Satpol PP dengan nada tegas.
 
Situasi tersebut tentu menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, hari Sabtu merupakan hari libur kerja bagi sebagian besar pegawai pemerintahan. Para jurnalis pun mempertanyakan bagaimana mereka dapat melakukan konfirmasi apabila akses untuk memperoleh informasi justru harus melalui pejabat yang sedang tidak berada di tempat tugasnya.
 
Salah seorang jurnalis Artha-News.com, NR. Sitohang, menilai bahwa mekanisme pembatasan tersebut patut dipertanyakan. Terlebih lagi, informasi yang hendak dikonfirmasi menyangkut proyek pemerintah yang dibiayai menggunakan uang rakyat.
 
"Ini yang menjadi pertanyaan kami, mengapa untuk sekadar melakukan konfirmasi mengenai proyek pemerintah harus terlebih dahulu mendapatkan izin Kabag Umum? Apakah rumah dinas kepala daerah merupakan kawasan yang sama sekali tidak boleh diakses untuk kepentingan konfirmasi jurnalistik?" ujarnya mempertanyakan kebijakan tersebut.
 
Menurut NR. Sitohang, wartawan datang bukan untuk mengganggu aktivitas maupun memasuki ruang pribadi siapa pun, melainkan murni untuk menjalankan fungsi jurnalistik dengan meminta penjelasan terkait pekerjaan yang dibiayai dari anggaran negara.
  
Tupoksi Jurnalistik dan Peran Pers Sebagai Pengawas Anggaran Negara
 
Tindakan pengadangan di lapangan ini menunjukkan masih minimnya pemahaman mengenai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) jurnalistik di lingkungan instansi pemerintahan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tupoksi utama jurnalis atau wartawan bukan sekadar mencari berita biasa, melainkan menjalankan fungsi pers yang meliputi:
 
- Fungsi Informasi: Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui kebenaran informasi publik.
- Fungsi Edukasi: Memberikan pendidikan politik dan transparansi tata kelola anggaran kepada publik.
- Fungsi Kontrol Sosial: Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum, termasuk pengawasan anggaran negara.
 
Dalam tupoksi jurnalistik, proses konfirmasi, verifikasi, dan investigasi ke lapangan merupakan kewajiban mutlak demi menghasilkan karya jurnalistik yang konkret, berimbang, dan menjunjung asas praduga tak bersalah. Menghalangi wartawan yang sedang menjalankan tupoksinya untuk mengonfirmasi penggunaan uang rakyat di proyek pemerintah berpotensi mencederai kemerdekaan pers yang dilindungi hukum.
 
Proyek yang Menggunakan Uang Negara Jangan Sampai Terkesan Tertutup dari Pengawasan Publik
 
Peristiwa pengadangan ini kembali memunculkan pertanyaan mendalam mengenai komitmen keterbukaan informasi publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir. Masyarakat tentu memiliki hak penuh untuk mengetahui proyek rehabilitasi rumah dinas Bupati, mulai dari sumber anggaran, jumlah pagu dana, pihak pelaksana, nilai kontrak, hingga spesifikasi dan volume pekerjaan.
 
Transparansi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk pertanggungjawaban nyata pemerintah kepada masyarakat sebagai pihak yang turut membiayai pembangunan melalui uang negara. Perlu dipahami bersama bahwa jurnalis merupakan bagian dari kontrol sosial sebagaimana fungsi pers dalam mengawasi jalannya roda pemerintahan. Kehadiran wartawan untuk meminta konfirmasi seharusnya dipandang sebagai bagian dari upaya membangun transparansi, bukan justru dianggap sebagai gangguan terhadap birokrasi pemerintah.
 
Hal ini juga menjadi pengingat keras bahwa keterbukaan informasi publik telah dijamin secara konstitusional melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selain itu, kemerdekaan dan kebebasan pers dalam mencari informasi juga dilindungi secara hukum oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
 
Publik Menunggu Penjelasan Resmi dari Pemkab Samosir terkait Akses Informasi Jurnalis
 
Masyarakat luas kini berharap Pemerintah Kabupaten Samosir tidak membangun kesan tertutup terhadap kegiatan jurnalistik, terutama yang menyangkut proyek-proyek yang menggunakan anggaran negara. Jika pekerjaan rehabilitasi tersebut dilaksanakan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku, mengapa informasi mengenai proyek rumah dinas Bupati Samosir harus dipersulit dan terkesan ditutupi?
 
Kabag Umum Pemkab Samosir diharapkan segera memberikan penjelasan mengenai mekanisme konfirmasi yang diterapkan di rumah dinas tersebut. Demikian pula dengan pimpinan Satpol PP Samosir, perlu memberikan klarifikasi apakah larangan masuk terhadap jurnalis tersebut memang merupakan kebijakan resmi instansi atau sebatas instruksi sepihak dari petugas yang berjaga di lapangan.
 
Ingat, uang yang digunakan untuk membiayai proyek pemerintah bukan uang pribadi pejabat. Itu adalah uang negara yang penggunaannya wajib dipertanggungjawabkan kepada publik secara transparan. Pers dan pemerintah seharusnya menjadi mitra strategis dalam membangun daerah, bukan saling memandang sebagai musuh. Sebab, ketika transparansi dipersempit, ruang bagi masyarakat untuk mengawasi penggunaan uang rakyat pun ikut terancam.
 
Catatan Redaksi: Berita ini merupakan bentuk kontrol sosial demi kemaslahatan publik. Ruang konfirmasi dan hak jawab tetap terbuka lebar bagi Kabag Umum, Kasat Pol PP, maupun pihak Pemerintah Kabupaten Samosir untuk memberikan penjelasan lebih lanjut sesuai amanat Undang-Undang Pers.
 
(NR. Sitohang)
 
 

Jalan Santai & Santunan Yatim Piatu, IKA SMPN 1 Ciawi Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98

CIAWI, TASIKMALAYA — ARTHA-NEWS.COM — Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMP Negeri 1 Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar rangkaian kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Berlokasi di Pendopo Kecamatan Ciawi, kegiatan ini berlangsung meriah dengan mengangkat dua agenda utama, yakni jalan santai dan penyerahan santunan bagi anak-anak yatim piatu di lingkungan sekitar.
 
Mengusung tema besar "Pemuda Bersatu, Indonesia Maju", kegiatan ini juga membawa semangat kebersamaan melalui slogan "Sehat Bersama, Jalin Silaturahmi, Raih Semangat Kebersamaan". Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua IKA SMPN 1 Ciawi, Ir. H. Yuyun Setiawan, dengan Dedi Suryadi bertindak sebagai pelaksana kegiatan.
 
Rangkaian dimulai sejak pagi hari dengan kegiatan jalan santai yang diikuti antusias oleh para alumni dari berbagai angkatan. Terlihat wajah-wajah penuh semangat berbaur satu sama lain, berjalan bersama menyusuri rute yang telah ditetapkan. Suasana kebersamaan terasa begitu kental, membuktikan bahwa ikatan persaudaraan yang terjalin semasa bersekolah tetap terjaga dengan baik hingga saat ini.
 
Dalam sambutannya, Ir. H. Yuyun Setiawan menegaskan bahwa inti dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama alumni.
 
"Acara ini tiada lain tujuannya untuk menjalin silaturahim antar alumni SMPN 1 Ciawi, agar kebersamaan yang sudah terbangun tidak terputus oleh jarak dan waktu," ujar Yuyun di hadapan para peserta.
 
Kegiatan jalan santai juga dimeriahkan dengan pembagian hadiah undian yang telah disiapkan oleh panitia. Berbagai hadiah menarik disiapkan untuk peserta yang beruntung, menambah kegembiraan sepanjang pelaksanaan acara.
 
Setelah rangkaian jalan santai selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan momen yang tak kalah berarti, yaitu penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu. Langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan empati yang ingin ditumbuhkembangkan oleh IKA SMPN 1 Ciawi terhadap lingkungan masyarakat di sekitar sekolah dan tempat tinggal mereka.
 
Di akhir kegiatan, perwakilan panitia menyampaikan harapannya agar tradisi positif ini dapat terus dijaga dan dilestarikan di tahun-tahun mendatang.
 
"Semoga dengan diadakannya acara ini, silaturahmi antar alumni semakin erat dan kegiatan bermanfaat seperti ini dapat terlaksana setahun sekali secara berkelanjutan," ucap perwakilan panitia.
 
Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, aman, dan penuh suasana kekeluargaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak hanya diisi dengan upacara seremonial semata, tetapi juga melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
 
(Yana - Artha-News | Tasikmalaya)