✅ Selamat Membaca — Artha-News Media Berita Independen & Terpercaya 🔥
⏳ Memuat berita terbaru...

📰 5 BERITA TERBARU

  • ⏳ Memuat...

🔥 5 BERITA POPULER

  • ⏳ Memuat...
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Kepsek SMAN 2 Tasikmalaya: Kami Bahagia & Bangga Atas Prestasi Ganda Tiga Siswa Luar Biasa

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Tiga siswa berprestasi dari kelas XI-B SMAN 2 Tasikmalaya mencatatkan pencapaian luar biasa secara bersamaan di dua ajang bergengsi yang berbeda. Mereka adalah:
 
- Dzaki Ceyda Tsalis H
- Aisya Dewi Humaira
- Bernadette Feodora Brigitta
 
Kepala Sekolah SMAN 2 Tasikmalaya, Reina Susanti, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan rasa bahagia dan bangganya atas prestasi luar biasa dari ketiga siswa tersebut.
 
"Sebagai Kepala Sekolah, saya merasa sangat bahagia dan bangga atas prestasi yang diraih oleh 3 anak yang luar biasa atas nama: Dzaki Ceyda Tsalis H, Aisya Dewi Humaira, dan Bernadette Feodora Brigitta dari kelas XI-B, yaitu dalam waktu yang bersamaan meraih Peringkat 5 Nasional B-Brave BRIN, serta Juara Favorit Poster dan Juara 2 LKTI Kejaksaan se-Kota Tasikmalaya," ujar Ibu Reina Susanti.

 
Peran Guru Pembimbing dan Awal Mula Perjuangan
 
Semua ini berawal dari semangat seorang guru yang aktif membuka kesempatan bagi siswa untuk berkompetisi dan mengembangkan potensinya. Beliau adalah Ibu Fariza Fauzia Purnama, S.Pd., M.Si., guru Kimia sekaligus pembina KIR. Beliau mampu melihat potensi anak-anak dan terus memotivasi mereka untuk berani mencoba berbagai ajang penelitian dan kompetisi.
 
Untuk ajang B-Brave BRIN, Ibu Fariza menemukan informasi lomba yang diselenggarakan oleh Bappenas RI bekerja sama dengan BRIN dan LPDP melalui media sosial, kemudian membagikannya kepada grup KIR. Dengan bimbingan Ibu Fariza, mereka menyusun proposal penelitian dan mengikuti proses seleksi.
 
Dari sekitar 800 tim atau proposal penelitian dari seluruh Indonesia, mereka berhasil masuk 7 besar Cluster Sains dan menjadi perwakilan Jawa Barat. Mereka kemudian mengikuti pembekalan hingga tahap penugasan proyek untuk melaksanakan penelitian.
 
Menghadapi Tantangan di Dua Ajang Sekaligus
 
Di tengah proses tersebut, mereka juga mengambil tantangan untuk mengikuti LKTI Kejaksaan Kota Tasikmalaya, lomba yang direkomendasikan oleh KCD XII. Mereka melakukan penelitian, mengumpulkan data, menyusun karya tulis, dan berhasil masuk 10 besar finalis.
 
Menariknya, jadwal presentasi LKTI bertepatan dengan kegiatan bootcamp B-Brave BRIN. Namun, hal tersebut tidak menjadi hambatan. Ibu Fariza berkoordinasi dengan panitia sehingga anak-anak dapat mempresentasikan karya mereka secara daring di babak Final LKTI Kejaksaan dan Alhamdulillah mereka berhasil meraih Juara 2 LKTI Kejaksaan se-Kota Tasikmalaya.
 
Apresiasi dan Harapan Besar Pihak Sekolah
 
"Bagi kami, prestasi ini bukan sekadar tentang piala atau peringkat. Yang paling membanggakan adalah keberanian anak-anak untuk mengambil tantangan, kemauan untuk belajar, kemampuan bekerja sama, dan kegigihan mereka menyelesaikan proses penelitian," ujar Reina Susanti.
 
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ketiga siswa serta kepada Ibu Fariza Fauzia Purnama sebagai guru pembimbing yang telah mendampingi dan membuka ruang bagi anak-anak untuk berkembang.
 
"Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lainnya. Bahwa kesempatan untuk berprestasi selalu ada ketika kita berani mencoba, mau belajar, dan tidak mudah menyerah. Selamat dan terima kasih. Prestasi ini menjadi kebanggaan seluruh keluarga besar SMAN 2 Tasikmalaya," tutup Kepala Sekolah Reina Susanti.
 
(Red)
 
 

SICC 2026 Bergema di Tepian Danau Toba — Dorong Pariwisata dan UMKM Samosir

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — 25 September 2026 — Samosir International Choir Competition (SICC) 2026 berlangsung semarak pada hari pertama perlombaan di Hotel Marianna Resort Convention and Center, tepian Danau Toba, Kabupaten Samosir, Jumat (25/09/2026).
 
Ragam karakter suara, harmonisasi dan kekompakan peserta membahana di tengah suasana Danau Toba. SICC 2026 merupakan salah satu agenda utama Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026, yang menghadirkan seni dan kreativitas sebagai ruang perjumpaan budaya dari Indonesia dan mancanegara.
 
Hari pertama perlombaan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri dalam lima kategori, yakni Children Solo Vocal sebanyak 34 peserta, Children Choir 6 tim, Teenager Choir 4 tim, Mixed Choir 10 tim, serta Musica Sacra 14 tim.
 
Setiap penampilan dinilai langsung oleh dewan juri nasional dan internasional. Para peserta bersaing dalam babak penyisihan untuk meraih posisi terbaik dan memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara pada Samosir International Choir Competition.
 
Bagi Pemerintah Kabupaten Samosir, penyelenggaraan SICC menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata berbasis event dengan memanfaatkan kekuatan seni dan budaya sebagai daya tarik destinasi. Pemkab Samosir mendukung penyelenggaraan TCCF 2026 dengan menghadirkan Samosir sebagai ruang penyelenggaraan event internasional, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam menyambut kedatangan peserta dan wisatawan.
 
Dukungan tersebut tidak hanya diarahkan pada kelancaran pelaksanaan kompetisi, tetapi juga pada terciptanya ekosistem pariwisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran peserta dan pendukung membuka peluang bagi pelaku UMKM, usaha kuliner, transportasi, akomodasi dan berbagai sektor jasa untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi selama berlangsungnya event.
 
Sejak pagi, Hotel Marianna dipenuhi peserta dan pendukung dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan kapasitas Samosir sebagai tuan rumah yang mampu mempertemukan seni, budaya dan pariwisata dalam sebuah event bertaraf internasional.
 
Melalui TCCF 2026, Pemkab Samosir terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku pariwisata, masyarakat dan berbagai pihak untuk memperkuat daya tarik Danau Toba sebagai destinasi event dan wisata budaya.
 
Kabupaten Samosir sebagai jantung Danau Toba menjadi ruang perjumpaan budaya, musik, pariwisata dan kolaborasi dari kawasan Danau Toba untuk dunia. Kehadiran peserta dari Indonesia dan mancanegara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya, keramahan masyarakat serta keindahan Danau Toba kepada lebih banyak pengunjung.
 
Penyelenggaraan SICC 2026 merupakan ajang kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan Pemerintah Kabupaten Samosir serta menjadi ajang perebutan Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara. Pelaksanaan even berkelas internasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Samosir sebagai salah satu destinasi wisata unggulan bertaraf internasional yang memberikan ruang bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat.
 
Rangkaian kompetisi selanjutnya akan berlanjut hingga penentuan juara Samosir International Choir Competition 2026.
 
(NR. Sitohang)

SMAN 2 Tasikmalaya Ukir Prestasi Ganda di IRI Fair BRIN 2026

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Tiga siswa berprestasi dari SMAN 2 Tasikmalaya sukses menorehkan pencapaian membanggakan di panggung nasional. Mereka berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi Indonesia Research and Innovation Fair (IRI Fair) 2026 yang diselenggarakan langsung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
 
Tim berbakat yang saat ini duduk di Kelas XI B tersebut terdiri dari Dzaki Ceyda Tsalis Hilmiawan, Aisya Dewi Humaira, dan Bernadette Feodora Brigitta Sendjaja.
 
Kategori Penghargaan yang Diraih SMAN 2 Tasikmalaya
 
Kerja keras dan dedikasi ketiga siswa ini membuahkan hasil yang luar biasa dengan menyabet prestasi ganda, yaitu:
 
- Juara 5 Nasional — kategori Poster Favorit pada Bootcamp Research Ability and Visionary Exploration (B-BRAVE)
- Juara Poster Favorit — Klaster Sains IRI Fair BRIN 2026
 
Karya ilmiah yang mereka buat tampil memukau di hadapan dewan juri serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ketiga siswa ini tampil penuh percaya diri saat menerima penghargaan, mendokumentasikan momen bersama finalis lain, serta mempresentasikan hasil riset mereka di ruang pameran utama. Layar presentasi yang menampilkan rincian riset menjadi bukti nyata atas keseriusan dan kedalaman kajian ilmiah yang mereka lakukan.
 

Panggung Riset Pelajar Terbesar di Indonesia
 
Prestasi ganda ini terasa semakin istimewa lantaran IRI Fair merupakan ajang berskala nasional yang mempertemukan pelajar-pelajar paling berbakat se-Indonesia. Dalam kompetisi ini, karya yang dinilai tidak hanya berfokus pada aspek kreativitas visual semata, melainkan juga gagasan orisinal yang memiliki dasar ilmiah kuat serta potensi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
 
Apresiasi setinggi-tingginya langsung datang dari pihak manajemen sekolah serta Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah XII. Keberhasilan gemilang ini diharapkan mampu memantik motivasi dan menginspirasi seluruh warga sekolah beserta pelajar lain di Kota Tasikmalaya untuk terus aktif berkarya, berinovasi, dan berani bersaing di kancah nasional.
 
(Redaksi Artha-News)
 
 
 

Samosir International Choir Competition 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Peserta Padati Danau Toba

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Alunan musik tradisional tagading bergema di Waterfront City Pangururan, menandai dibukanya gelaran bergengsi Toba Caldera Culture Festival 2026 pada Kamis (24/9/2026). Perhelatan budaya akbar ini dirangkai bersamaan dengan ajang paduan suara internasional, Samosir International Choir Competition 2026.
 
Pembukaan festival berlangsung meriah dengan atraksi air menari yang menjadi ikon pariwisata Samosir. Sebagai bentuk penghormatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir, Marudut Tua Sitinjak, bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Dewi Susantri Ujung, menyematkan kain ulos kepada jajaran dewan juri nasional maupun mancanegara.
 
Diikuti Lebih dari 2.000 Peserta Internasional
 
Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, 24–27 September 2026, berpusat di Hotel Marianna, Kabupaten Samosir. Ajang perdana ini diproyeksikan menarik kehadiran lebih dari 2.000 peserta beserta kru resmi dari berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri.
 
Saat membacakan sambutan tertulis Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Sekdakab Marudut Tua Sitinjak menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kepercayaan menjadikan Samosir sebagai tuan rumah.
 
"Kami sangat bangga dipercaya menjadi tuan rumah acara paduan suara internasional ini untuk pertama kalinya. Langkah ini sangat mendukung visi memantapkan kemandirian ekonomi kerakyatan berbasis pariwisata berkelanjutan," ujar Marudut.
 
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Penjabat Gubernur Sumatera Utara demi kesuksesan acara berskala internasional tersebut.
 
Danau Toba sebagai Pusat Kebudayaan Dunia
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, Dewi Susantri Ujung, menyampaikan festival ini menjadi momentum emas mengenalkan kekayaan adat Batak ke panggung dunia.
 
"Danau Toba bukan hanya menyajikan keindahan alam vulkanik yang megah, melainkan juga menyimpan warisan tradisi hidup yang sarat makna spiritual dan identitas daerah," ujar Dewi.
 
"Lewat sinergi pariwisata dan pelestarian budaya ini, generasi muda diharapkan tumbuh dengan kebanggaan jati diri, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi pelaku usaha lokal di kawasan Danau Toba," tambahnya.
 
Skala Kompetisi SICC 2026
 
Art Director SICC, Ondy Yohan Tambunan, menjelaskan persaingan tahun ini akan berlangsung ketat. Tercatat 33 kelompok peserta siap menyuguhkan 58 sesi penampilan, ditambah 70 peserta kategori vokal solo.
 
Dewan juri internasional: Marcus Lee (Singapura), Jurgis Cabulis (Latvia), Susanna Saw (Malaysia), Prof. Mark Anthony Carpio (Filipina). Juri nasional: Roni Sugiarto, Mangara Simanjuntak, dan penyanyi Maria Calista.
 
Acara pembukaan dihadiri jajaran Forkopimda Samosir, pimpinan OPD, perwakilan DPRD Samosir Renaldi Naibaho, serta Presiden Direktur SICC Rios Sabar Andriano Tampubolon.
 
(Reporter: NR. Sitohang)

IGX 2025 Sukses Spektakuler: Kolaborasi Game dan Warisan Budaya Cetak Sejarah Baru Ekosistem Digital Indonesia

Jakarta, Indonesia Game Experience (IGX) 2025 telah resmi menutup rangkaian acaranya dengan sukses gemilang setelah diselenggarakan pada 20-23 November 2025 di Gajah Mada Plaza, Jakarta. Festival game dan teknologi terbesar di Indonesia ini berhasil menarik lebih dari 15.000 pengunjung, membuktikan kedewasaan ekosistem game Indonesia yang siap bersaing di kancah global sekaligus meneguhkan harmoni antara teknologi digital dan warisan budaya Nusantara.

Kolaborasi Nasional Membangun Masa Depan Digital
Dalam sambutan pembukaannya yang penuh semangat, Ir. Soegiharto Santoso, S.H., yang akrab disapa Hoky, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun masa depan industri digital Indonesia. "Perjalanan kolaborasi nasional tahun 2025 yang dimulai dari Tangerang, menyusuri Surabaya, Semarang, Bandung, dan kini berpuncak di Jakarta membuktikan prinsip yang kita pegang teguh: di era digital, yang unggul adalah yang paling cepat berinovasi dan paling mampu berkolaborasi," ujar Hoky yang menjabat sebagai Ketua Umum APTIKNAS, Ketua Umum APKOMINDO, dan Sekretaris Jenderal PERATIN.

Hoky juga menyoroti pentingnya menyikapi tantangan industri dengan bijak. "Maraknya wacana pembatasan game online pasca-insiden di SMAN 72 Jakarta, menuntut kita untuk menyikapi dengan kepala dingin dan pandangan konstruktif. Menurut studi dari Agate, pasar game Indonesia mencapai 3,37 miliar unduhan pada 2022, dengan nilai pasar domestik sebesar US$2,5 miliar atau setara Rp41,3 triliun. Namun, 99 persen dari pasar ini masih dikuasai game asing. Inilah mengapa kita harus lompat lebih jauh," tegasnya.

Acara ini mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, yang diwakili oleh Andi Syamsu Rijal, S.S., M.Hum., Direktur Pengembangan Budaya Digital. Dalam sambutannya, beliau menyatakan, "Pemerintah mendukung penuh pengembangan industri game Indonesia. Melalui Peraturan Presiden Nomor 19/2024, game ditempatkan sebagai sub-sektor vital dengan target pendanaan US$40 juta per tahun untuk pengembang game lokal."

Dukungan strategis juga datang dari Taiwan Trade Center Jakarta, yang diwakili oleh Manager Kasumi Liao. Dalam sambutannya, beliau menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan industri game Indonesia.

Acara pembukaan IGX 2025 dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci yang turut memberikan sambutan, antara lain: Khairil Irfan (General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel), Fanky Christian (Sekretaris Jenderal APTIKNAS & Kepala Bidang IT & Infrastruktur AGKDI), Andi Mulja Tanudiredja (Direktur Utama PT Masterdata Digital Cyberindo, Partner TAITRA Jakarta, serta Dewan Pengawas AGKDI), Pahala Situmeang (Direktur Mall Gajah Mada Plaza)

Kehadiran para pimpinan organisasi pendukung semakin melengkapi rangkaian acara, termasuk: Puguh Kuswanto (Sekretaris Jenderal APKOMINDO), para pengurus APKOMINDO, APTIKNAS, AGKDI, PERATIN, dan Koperasi APTIKNAS, termasuk Sandy Kusuma, Andri Sugondo, Brian Sokhily Lasse, Ardian Elkana, Totok Sediyantoro, Yuliyanti, Yuliasiane Sulistiyawati, Azka Bazil Danish Rahmat, Andri Nugraha, Tommy Mualim, Syarif S, dan Sofyan.

Turut hadir pula para tokoh dan perwakilan institusi strategis: Angelika Putri (Sekretaris Jenderal APGI), Roosdiono (Vice President Finpay), Andy Febrico Bintoro (Co-Founder & CTO Maxy Academy), Kris Sulisto (Dewan Penasehat AINAKI), Iman Fattah (Dewan Kesenian Jakarta), dan Budi Sulisto (Direksi GRID ev Charger - SPKLU), 

Harmoni Digital dan Budaya: Sinergi Tradisi dan Teknologi
Kolaborasi dengan Ethnic Digital Heritage Festival 2025 melalui Talkshow & Showcase "Keris Kamardikan di Era Digital" berhasil menghadirkan perspektif unik yang memadukan tradisi leluhur dengan kreativitas modern. Di bawah pimpinan KRA. Rivo Cahyono Setyonegoro, acara ini menampilkan karya maestro perkerisan Indonesia, Toni Junus, yang membagikan filosofi mendalam Keris Kamardikan, sebuah konsep yang diproklamasikannya sejak 2008.

"Para empu modern tidak lagi terikat patronase kerajaan. Perajin bebas berkarya mengambil inspirasi dari roh zaman, tanpa kehilangan akar tradisi," jelas Toni Junus. Keris Kamardikan hadir sebagai simbol kebebasan kreatif dan keberlanjutan tradisi dalam konteks Indonesia modern.

Meski teknologi berkembang, Toni Junus menekankan pentingnya menjaga nilai spiritual. "Keris menyimpan afirmasi, niat, dan batin sang empu. Itulah 'ruh' keris yang harus kita jaga," ujarnya. Dalam upaya regenerasi, estetika keris menjadi pintu masuk bagi generasi muda, dengan tetap menekankan pentingnya niat dan penghormatan terhadap tradisi.

IGX 2025 mencatatkan berbagai prestasi yang membanggakan:
• Total 1.500+ gamer berkompetisi dalam turnamen esports
• 20+ brand teknologi ternama memamerkan inovasi terbaru
• 50+ penampilan cosplay dan komunitas kreatif
• Bazaar budaya yang menampilkan produk 100+ UMKM lokal
• Zona VR/AR & Edu-Tech yang mengalami antrean pengunjung

Yang membanggakan, acara ini juga menjadi panggung bagi developer game lokal untuk menunjukkan karya terbaik mereka. Berdasarkan data Primbon Game yang dikutip dalam sambutan, game lokal seperti Coral Island berhasil meraup pendapatan Rp317,30 miliar, disusul Potion Permit dengan Rp68,47 miliar, serta deretan game sukses lainnya.

Forum Strategis Hasilkan Rekomendasi Berharga
Sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem game Indonesia yang berkelanjutan, terselenggara forum diskusi khusus bertajuk "Empowering Indonesia Game Ecosystem: Beyond Entertainment, Game as Innovation, Culture, and Technology". Forum strategis ini berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi berharga melalui pembahasan mendalam berbagai topik kunci.

Adapun para pembicara yang hadir dalam forum tersebut meliputi: Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc (Direktur Fasilitas dan Prasarana Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI), Jhonsen Lim (Head of Game Division MNC Digital), Syarief Syarfuan (CEO Spirit45 Studio), Vincent Suriadinata, SH., MH. (Mustika Raja Law Office), Michael Edward (Country Representative Giga Computing Indonesia), Ridwan Fariz (AMD Technical Marketing Manager), Andika Cahyadi (LCD Monitor Product Specialist Samsung Indonesia) dan Malvino Sukamto (Seagate Product Spesialist).

Para peserta forum secara bulat menyepakati empat rekomendasi strategis:
• Peningkatan literasi digital yang menyeluruh bagi orang tua dan tenaga pendidik
• Optimalisasi sistem rating game yang mengacu pada standar internasional
• Pengembangan game edukatif lokal yang memperkuat karakter bangsa
• Formulasi strategi efektif untuk meningkatkan daya saing game lokal

Dalam rangkaian IGX 2025, diselenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) APKOMINDO 2025 yang menghasilkan komitmen untuk mengaktifkan kembali kegiatan di seluruh DPD. "Ini merupakan langkah strategis yang akan secara signifikan memperkuat posisi dan jangkauan AGKDI di seluruh Indonesia," jelas Hoky.

Hendri Andrigo Sutanto, Ketua Umum AGKDI yang juga menjabat sebagai Ketua DPD APKOMINDO Jakarta dan Ketua DPD APTIKNAS Jakarta, menegaskan komitmen jangka panjang untuk membangun industri game Indonesia. "IGX 2025 Jakarta bukan hanya sebuah festival, namun momentum strategis untuk membangun masa depan industri game dan teknologi informasi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan." tutur Hendri.

Acara penutupan IGX 2025 diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada pemenang berbagai kompetisi dan pertunjukan. Keberhasilan acara ini semakin lengkap dengan kehadiran Stanislaus Susatyo selaku Direktur Sales Telkomsel yang turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya even berskala nasional ini. Kehadiran beliau semakin mengukuhkan komitmen Telkomsel sebagai strategic partner dalam mendukung pengembangan ekosistem digital Indonesia.

Total hadiah senilai Rp50 juta berhasil diraih oleh berbagai tim esports, sementara penghargaan khusus diberikan kepada developer game lokal yang menunjukkan inovasi terbaik. Dukungan nyata dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk korporasi ternama seperti Telkomsel, menjadi bukti nyata bahwa industri game Indonesia telah siap untuk tumbuh lebih besar lagi.

IGX 2025 merupakan kolaborasi strategis yang diselenggarakan oleh Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI) dan didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia,Taiwan Trade Center (TAITRA) Jakarta, APTIKNAS, APKOMINDO, PERATIN, dan APGI, serta berkolaborasi dengan Ethnic Digital Heritage Festival 2025.

Keberhasilan penyelenggaraan IGX 2025 membuktikan bahwa industri game Indonesia tidak hanya siap menghadapi tantangan masa depan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi digital Indonesia yang tetap berpijak pada kekayaan budaya Nusantara.

Indonesia Game Experience (IGX) merupakan festival game dan konten digital terbesar di Indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam membangun ekosistem digital nasional. Awalnya diinisiasi oleh APTIKNAS, perjalanan IGX kini dilanjutkan oleh Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI) sebagai asosiasi yang secara khusus berfokus pada pengembangan industri game di tanah air.

Sebagai wujud komitmen terhadap kemajuan industri game nasional, IGX konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan strategis yang komprehensif, meliputi pameran teknologi, kompetisi esports, konferensi industri, serta berbagai aktivitas kolaboratif lainnya yang dirancang untuk memperkuat seluruh rantai nilai industri game Indonesia.

Keberadaan IGX tidak hanya menjadi ajang showcase, tetapi juga berperan sebagai katalisator dalam menghubungkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari developer, publisher, komunitas, hingga pemerintah dalam satu ekosistem yang sinergis.

(Redaksi Artha-News)
Artha-News: Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

Arsip Berita: IGX 2025 Sukses Spektakuler: Kolaborasi Game dan Warisan Budaya Cetak Sejarah Baru Ekosistem Digital Indonesia | Diterbitkan 27 November 2025 | Lokasi: DKI 
 
Artikel ini diperbaharui dan diperbaiki pada navigasi serta label SEO Google agar dapat ditelusuri dengan mudah demi kenyamanan pembaca.
 




Bahas Swasembada Pangan, Andi Undru Soroti Sengkarut Distribusi Bantuan Petani

JAKARTA, ARTHA-NEWS.COM — Pengalaman panjang mendampingi para petani di berbagai pelosok daerah membuat praktisi pertanian nasional, Andi Undru Mario, memahami betul akar masalah di sektor agraria. Salah satu tantangan terbesar yang terus berulang adalah minimnya akses petani terhadap sarana produksi, khususnya saat musim tanam tiba.
 
Pionir sekaligus Formulator Pupuk Super Tani Indonesia ini membeberkan bahwa dirinya telah rutin membagikan pupuk gratis selama 15 tahun terakhir. Langkah nyata ini dilakukan secara swadaya demi merespons jeritan para petani saat terjadi kelangkaan pupuk di daerah.
 
Berangkat dari realitas empiris di akar rumput tersebut, Andi mendesak adanya reformasi total pada sistem penyaluran stimulus sektor pertanian. Hal ini krusial agar subsidi atau program bantuan dapat langsung menyentuh para petani penggarap yang aktif berproduksi.
 
Evaluasi Program Pertanian di Forum DPP SPRI
 
Pernyataan menohok tersebut dipaparkan Andi saat menghadiri agenda Diskusi Media 2026 yang mengusung tema "Menjaga Ketahanan dan Swasembada Pangan di Tengah Krisis Global". Forum strategis ini diinisiasi oleh DPP Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) di Rarampa Resto & Bar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (20/9/2026).
 
Menurut pandangannya, problem yang dihadapi kaum tani tidak boleh sekadar dipotret dari balik meja atau dokumen kebijakan di atas kertas. Pengawasan ketat pada implementasi kebijakan di lapangan jauh lebih mendesak agar anggaran negara tidak terbuang sia-sia.
 
"Jangan sampai ada petani yang benar-benar menggarap lahan tetapi justru tidak mendapatkan dukungan karena persoalan administrasi atau data," tegas Andi di hadapan puluhan awak media nasional.
 
Menempatkan Petani sebagai Pilar Utama Ketahanan Pangan
 
Lebih lanjut, Andi menegaskan bahwa nasib petani harus menjadi prioritas utama jika negara ingin mewujudkan kedaulatan pangan berkelanjutan. Pemerintah dituntut tidak hanya fokus pada bantuan logistik, tetapi juga wajib membuka keran inovasi teknologi guna mendongkrak produktivitas lahan.
 
Ia meyakini, kesejahteraan petani berdampak langsung pada stabilitas pangan nasional. Jika ekosistem produksi di tingkat bawah terlindungi dengan baik, maka ketahanan pangan Indonesia akan semakin kokoh menghadapi guncangan global.
 
Oleh karena itu, keberpihakan kepada sektor ini harus diwujudkan lewat kepastian keberlanjutan ekosistem usaha tani dari hulu ke hilir. Salah satu langkah awal yang mendesak diselesaikan adalah validitas data penerima manfaat.
 
Dorong Pendataan Berbasis 'By Name, By Address, and By Land'
 
Guna memangkas celah salah sasaran, Andi mengusulkan formulasi pendataan yang jauh lebih akurat dan faktual, yang mencerminkan profil riil petani penggarap sekaligus luas lahan komoditas mereka.
 
"Pendataan harus berbasis by name, by address, and by land. Artinya, harus jelas siapa petaninya, di mana alamatnya, dan berapa luas lahan yang benar-benar digarap," tuturnya.
 
Dirinya menggarisbawahi bahwa evaluasi kritis yang ia suarakan murni merupakan wujud komitmen dan dukungan nyata untuk membantu pemerintah mempercepat target swasembada pangan yang tepat guna.
 
Peran Strategis Pers Nasional sebagai Ruang Solusi Publik
 
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP SPRI, Heintje Mandagi, menekankan pentingnya fungsi media massa dalam mengawal isu-isu hajat hidup orang banyak seperti kedaulatan pangan nasional.
 
"Pers tidak hanya bertugas memberitakan apa yang terjadi, tetapi juga membuka ruang dialog untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat," jelas Heintje.
 
Sebagai catatan, diskusi publik yang digagas oleh wadah jurnalis SPRI ini juga menghadirkan Mantan Irjen Kementerian Pertanian, Jan Samuel Maringka, serta diikuti oleh jurnalis dari berbagai perwakilan media televisi, cetak, dan portal berita online nasional.
 
(Redaksi)
 
 

Nama Wartawati Artha-News Dicatut di Tasikmalaya, Redaksi Beri Klarifikasi

JAWA BARAT, ARTHA-NEWS.COM — Berdasarkan informasi yang dihimpun dari rekan di lapangan, beredar kabar bahwa seorang wartawati Artha-News.com untuk wilayah kerja Kabupaten Tasikmalaya dikabarkan melakukan peliputan di wilayah Kota Tasikmalaya. Wartawati tersebut diisukan mendatangi proyek revitalisasi salah satu sekolah yang berada di daerah Bojong, Kecamatan Cipedes.
 
Merespons informasi tersebut, tim redaksi Artha-News segera melakukan pelacakan internal dan konfirmasi langsung kepada wartawati yang bersangkutan, Ocha.
 
Dalam keterangannya, Ocha secara tegas menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah berkunjung maupun melakukan peliputan ke wilayah Bojong, Kota Tasikmalaya tersebut.
 
Redaksi Lakukan Penelusuran Internal
 
Atas dasar dinamika ini, tim redaksi Artha-News langsung memberikan instruksi kepada Koordinator Wilayah Nasional, staf redaksi, serta Kepala Biro Kabupaten Tasikmalaya. Seluruh jajaran diminta melakukan penelusuran mendalam terkait dugaan adanya pihak tidak bertanggung jawab yang mencatut nama Ocha.
 
Hasil klarifikasi ini juga telah disampaikan langsung oleh Ocha kepada Pemimpin Redaksi Artha-News. Guna memastikan akurasi data, redaksi sempat meminta foto tampak dekat Ocha untuk dikonfirmasikan kepada rekan Artha-News di lapangan.
 
Setelah ditelaah oleh rekan Artha-News di lapangan, orang yang mendatangi proyek sekolah nyatanya bukan Ocha. Rekan Artha-News di lapangan kemudian mengirimkan foto oknum yang diduga mencatut identitas tersebut. Hasil penelitian redaksi memastikan bahwa foto itu sama sekali bukan Ocha — tegasnya, bukan foto wartawati resmi Artha-News.
 
Berdasarkan analisis lanjutan oleh tim redaksi Artha-News, wajah dalam foto oknum tersebut tidak asing dan sepertinya dikenali oleh jajaran redaksi. Sebagai bentuk transparansi, Ocha menyatakan kesiapannya untuk dipertemukan langsung dengan rekan Artha-News di lapangan guna menjernihkan persoalan.
 
Tegakkan Hukum dan Jaga Integritas Media
 
Demi menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, persoalan ini akan terus ditelusuri. Redaksi memastikan akan mengambil langkah hukum yang tegas apabila terbukti ada pihak yang sengaja menyalahgunakan nama wartawati atau institusi Artha-News.
 
Redaksi mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, instansi pemerintah, swasta, maupun aparat penegak hukum, bahwa setiap jurnalis media online Artha-News.com selalu dibekali dengan surat tugas serta Kartu Pers (ID Card) resmi yang sah sesuai dengan wilayah penugasan masing-masing.
 
Oleh karena itu, jika ada oknum yang mengatasnamakan Artha-News.com, masyarakat berhak meminta mereka memperlihatkan ID Card dan surat tugas, atau mengisinya di buku tamu untuk disesuaikan datanya. Profil dan nama seluruh jurnalis resmi kami dapat dicek langsung melalui Susunan Redaksi Artha-News.
 
Koordinator Wilayah Nasional Artha-News, Ary Siloka, menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas media — Analisis Referensi Tajam Handal Akurat.
 
"Jika terbukti ada oknum yang menyalahgunakan nama media online Artha-News, kami tidak akan segan untuk memprosesnya secara hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku di Indonesia," pungkas Ary Siloka.
 
(Redaksi)
 
 

Tangkal Risiko Kekeringan, Pemkab Samosir Kawal Operasi Hujan Buatan di Kawasan Toba

SAMOSIR — Komitmen menjaga stabilitas volume air dan ketahanan ekologis di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba terus diperkuat melalui langkah intervensi teknologi. Pemerintah Kabupaten Samosir menyatakan kesiapan penuh dalam menyukseskan program Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahap II di Wilayah Sungai Toba Asahan demi meredam dampak ancaman kekeringan yang dipicu faktor iklim global.
 
Peluncuran operasi teknologi rekayasa cuaca ini dilaksanakan secara resmi di Terminal II BMKG Silangit pada Senin (21/9/2026). Agenda ini mengintegrasikan kerja sama taktis antara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Perum Jasa Tirta I (PJT I), PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), serta jajaran pemerintah daerah di lingkar Toba. Hadir mewakili Pemkab Samosir, Kepala Pelaksana BPBD Sarimpol Simanihuruk dan Kepala Dinas Kominfo Immanuel TP Sitanggang, bersama dengan jajaran pimpinan BPBD tingkat provinsi serta kabupaten tetangga.
 
Rencana aksi OMC Tahap II ini diproyeksikan berjalan intensif selama 25 hari ke depan, terhitung sejak 21 September hingga 15 Oktober 2026. Fokus penyemaian awan potensial akan dispesifikasikan pada area perairan dan seluruh wilayah tangkapan air Danau Toba guna memicu pertumbuhan curah hujan secara maksimal.
 
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, memaparkan bahwa langkah ini merespons hasil analisis cuaca BMKG terkait adanya pergerakan fenomena El Nino yang cukup kuat sejak awal tahun. Mengingat signifikannya dampak OMC Tahap I pada April lalu dalam menambah pasokan air baku, metode ini kembali dioptimalkan. Budi juga mengimbau jajaran daerah untuk proaktif menyalurkan data area yang mengalami kekeringan kritikal agar penentuan prioritas terbang penyeberangan pesawat penyemai dapat berjalan lebih efektif.
 
Selaras dengan hal tersebut, jajaran manajemen PJT I melalui Direktur Operasional Milfan Rantawi dan VP Regional II M. Luckmanul Chakim menguraikan bahwa rekayasa ini ditujukan khusus guna mempertahankan posisi batas aman elevasi Danau Toba di kisaran 902,04 meter. Pemenuhan target volume air tersebut menjadi instrumen krusial dalam menopang ketahanan pangan, pasokan air bersih, sekaligus menyuplai kebutuhan energi bagi kelancaran program hilirisasi industri nasional. Harapan serupa disampaikan perwakilan PT INALUM yang menilai kolaborasi ini vital demi keberlanjutan pasokan energi bersih dan pengairan lahan tani masyarakat.
 
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Samosir Sarimpol Simanihuruk menegaskan bahwa jajarannya berfokus penuh pada penguatan rantai koordinasi serta pelaporan dinamika cuaca lokal secara berkala. Letak geografis Samosir yang berada di pusat danau menjadikan isu ketersediaan air sebagai faktor penentu bagi roda ekonomi warga.
 
"OMC Tahap II ini merupakan ikhtiar bersama yang sangat strategis. BPBD Samosir siap memastikan alur penyampaian informasi dari lapangan bergerak cepat dan terpadu, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan, sehingga mitigasi dampak El Nino ini dapat berjalan responsif," tegas Sarimpol.

(NR.Sitohang)
 
Kontak Media:
Dinas Kominfo Kabupaten Samosir
Email: kominfo@samosirkab.go.id
Website: samosirkab.go.id

Sanksi Pidana LP2B Mandul, DPP SPRI Desak Pembenahan Politisasi Kelompok Tani

JAKARTA, ARTHA-NEWS.COM — Alih fungsi lahan pertanian produktif dan tata kelola distribusi bantuan disinyalir menjadi tantangan besar bagi perwujudan ketahanan pangan nasional. Mandulnya penegakan hukum Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) serta indikasi politisasi kelompok tani dinilai memerlukan pembenahan serius secara struktural.
 
Dua isu krusial tersebut menjadi pokok bahasan dalam Diskusi Media 2026 bertajuk "Menjaga Ketahanan dan Swasembada Pangan di Tengah Krisis Global". Agenda ini diselenggarakan oleh DPP Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) pada Minggu (20/9/2026) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Diskusi tersebut menghadirkan mantan Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian RI (2022–2024), Jan S. Maringka, serta praktisi pertanian nasional, Andi Undru Mario.
 
Alih Fungsi Lahan Pantura Terus Menggerus, Perda LP2B Baru Sepertiga Kabupaten
 
Jan S. Maringka memaparkan data penyusutan lahan sawah produktif di sepanjang jalur Pantura, mulai dari Serang hingga Jawa Timur. Kawasan pertanian kian tergerus ekspansi infrastruktur, kawasan industri, dan pemukiman. Padahal, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang LP2B telah memuat sanksi pidana dan kurungan bagi pelanggar alih fungsi lahan.
 
"Aturan sanksi pidana dan kurungan alih fungsi lahan dinilai belum tereksekusi secara optimal di lapangan. Salah satu kendalanya diduga karena posisi dilematis kepala daerah dalam mengimbangi target investasi wilayah dengan kewajiban mempertahankan lahan pertanian," ujar Jan.
 
Hingga saat ini, baru sepertiga dari sekitar 600 kabupaten/kota di Indonesia yang mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) LP2B. Jan mendorong DPRD dan masyarakat memperkuat pengawasan tata ruang daerah agar sektor agraria tidak dikorbankan. Jika penyusutan lahan terus dibiarkan, swasembada pangan nasional sulit dicapai.
 
Politisasi Kelompok Tani & Subsidi Belum Tepat Sasaran
 
Isu kedua yang mengemuka adalah transparansi distribusi bantuan pertanian. Jan mengkritisi skema penyaluran subsidi yang dinilai belum menyentuh petani penggarap riil di lapisan bawah akibat birokrasi kelompok yang kurang objektif.
 
"Penyaluran subsidi dan bantuan pertanian harus disistematisikan secara digital dan terverifikasi ketat berbasis by name, by address, and by land. Hal ini penting agar penerima bantuan adalah mereka yang benar-benar memiliki atau menggarap lahan pertanian riil," tegas mantan Irjen Kementan tersebut.
 
Senada dengan itu, Formulator Pupuk Super Tani Indonesia, Andi Undru Mario, membenarkan keluhan petani kecil di lapangan. Dominasi kelompok atau asosiasi tani tertentu disinyalir memicu ketidakmerataan distribusi bantuan.
 
"Sistem pendataan dan alur penyaluran bantuan pemerintah perlu dievaluasi total secara transparan. Tujuannya agar program stimulus dari negara bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh petani kecil yang aktif berproduksi," tutur Andi.
 
Rekomendasi SPRI: Sinergi Lintas Lembaga Diperlukan
 
Melalui forum diskusi yang diinisiasi DPP SPRI ini, para narasumber merekomendasikan komitmen bersama antara kementerian terkait, aparat penegak hukum, legislatif, dan pemerintah daerah. Sinergi ini diperlukan untuk memperketat izin tata ruang, menegakkan regulasi penyelamatan lahan, serta membenahi akurasi data penerima bantuan agar tepat sasaran.
 
(Tri/HM)
 
 
 

Aturan Swakelola Sekolah: Karakteristik dan Sanksi Berat jika Dipihakketigakan

JAWA BARAT, ARTHA-NEWS.COM – Banyak proyek revitalisasi sekolah—mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMA—yang seharusnya dijalankan dengan sistem swakelola, namun diduga diserahkan kepada pihak ketiga atau kontraktor. Fenomena ini menjadi perhatian publik sekaligus pengingat bagi seluruh satuan pendidikan untuk mematuhi ketentuan yang berlaku.
 
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah secara berkala membekali pihak sekolah dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) swakelola agar pengelolaan dana bantuan pemerintah berjalan sesuai aturan. Redaksi Artha-News merangkum aturan serta sanksi yang berlaku jika ketentuan tersebut dilanggar.
 
Karakteristik Pengelolaan Dana Swakelola Sekolah
 
Sebelum memahami sanksi pelanggaran, penting mengetahui dasar hukum pengelolaan anggaran yang menjadi materi utama dalam setiap Bimtek akuntabilitas sekolah:
 
Sekolah Swasta: Meskipun dikelola yayasan non-negara, dana bantuan dari pemerintah (APBN/APBD) statusnya tetap merupakan uang publik yang wajib tunduk pada hukum keuangan negara.
 
Sekolah Negeri: Sebagai instansi resmi negara, seluruh aset, anggaran (seperti DAK dan BOS), serta personilnya berada di bawah kendali penuh hukum tata negara.
 
Jika petunjuk teknis (Juknis) kementerian mewajibkan metode Swakelola—artinya dikerjakan secara mandiri dengan melibatkan komite sekolah dan masyarakat—maka menyerahkannya kepada kontraktor atau pihak ketiga merupakan Pelanggaran Berat.
 
Daftar Sanksi Pelanggaran Proyek Swakelola Sekolah
 
Kelalaian atau ketidaktahuan mengabaikan aturan swakelola dapat berujung pada sanksi administratif, perdata, disiplin ASN, hingga sanksi pidana korupsi.
 
1. Sanksi Administratif dari Dinas Pendidikan
 
Pengembalian Dana: Wajib mengembalikan seluruh dana bantuan secara utuh ke kas negara.
 
Blacklist Bantuan: Penghentian sementara atau permanen dari daftar penerima dana alokasi bantuan pusat maupun daerah.
 
Penolakan Proposal: Tidak diizinkan mengajukan proposal bantuan untuk anggaran tahun berikutnya.
 
Bagi Sekolah Swasta: Pengurus yayasan dapat dikenakan sanksi organisatoris sesuai AD/ART yayasan.
 
Bagi Sekolah Negeri: Kepala Sekolah dapat diberhentikan atau dicopot dari jabatan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) atau Kepala Daerah.
 
2. Sanksi Pidana Korupsi (UU Tipikor)
 
Hukum pidana berlaku mutlak bagi sekolah negeri maupun swasta yang terbukti menyimpang dari aturan pengadaan barang/jasa pemerintah:
 
Pasal 2 UU Tipikor: Tindakan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi secara melawan hukum yang merugikan negara. Sanksi: pidana penjara 4–20 tahun dan denda Rp200 juta–Rp1 miliar.
 
Pasal 3 UU Tipikor: Menyalahgunakan kewenangan atau sarana jabatan yang merugikan keuangan negara. Sanksi: pidana penjara 1–20 tahun dan denda Rp50 juta–Rp1 miliar.
 
Pasal 12 huruf i UU Tipikor: PNS yang dengan sengaja turut serta dalam pemborongan atau pengadaan yang diurusnya. Sanksi: pidana penjara 4–20 tahun dan denda Rp200 juta–Rp1 miliar. (Pasal ini menjerat Kepala Sekolah Negeri dan PNS DPK).
 
Pasal 22 UU No. 5/1999 (Anti-Monopoli): Persekongkolan tender yang menyimpang dari aturan. Sanksi: denda minimal Rp1 miliar.
 
Pasal 374 KUHP: Penggelapan dalam jabatan. Sanksi: pidana penjara maksimal 5 tahun.
 
(Catatan Redaksi: UU No. 15 Tahun 2004 mengatur tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara untuk ranah audit BPK, sedangkan sanksi pidana tetap berpedoman pada UU Tipikor)
 
3. Sanksi Perdata dan Sipil
 
Ganti Rugi: Wajib membayar kerugian negara sebesar nilai proyek ditambah denda/bunga kelalaian atas penyimpangan petunjuk teknis.
 
Penyitaan Aset: Harta benda yayasan, sekolah, maupun harta pribadi oknum yang terlibat dapat disita untuk menutupi kerugian negara.
 
Pencabutan Izin & Akreditasi: Pembekuan izin operasional sekolah oleh Dinas Pendidikan serta penurunan atau pencabutan peringkat akreditasi oleh BAN-PDM.
 
4. Sanksi Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN / PNS)
 
Berdasarkan PP No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS:
 
Guru Tetap Yayasan (GTY) Sekolah Swasta: Mengikuti aturan internal yayasan/ketenagakerjaan.
 
Kepala Sekolah & Guru Negeri / PNS DPK: Sanksi berlaku penuh dan melekat secara individu.
 
Bentuk Hukuman: Mulai dari hukuman sedang berupa pemotongan tunjangan kinerja 25% hingga 12 bulan, sampai hukuman berat berupa penurunan jabatan, pemberhentian dari jabatan, hingga pemecatan sebagai PNS.
 
Kesimpulan
 
Pemberian Bimtek swakelola sekolah oleh pemerintah ditujukan agar dana publik dikelola secara transparan dan swadaya. Baik sekolah negeri maupun sekolah swasta yang mengelola anggaran negara tidak memiliki kekebalan hukum terhadap pidana korupsi.
 
Menyerahkan pengerjaan swakelola kepada pihak ketiga diduga merupakan pelanggaran yang berisiko berat. Mari bersama-sama menjaga integritas dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan!
 
(Redaksi Artha-News)

Sidak Blok Hunian, Lapas Perempuan Jakarta Pastikan Bebas Ponsel dan Narkoba

JAKARTA — ARTHA-NEWS.COM — Aparat penegak hukum gabungan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di blok hunian warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta pada Senin (16/9/2026). Langkah preventif ini dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini untuk memperketat keamanan sekaligus memutus rantai peredaran barang terlarang di dalam lembaga pemasyarakatan.
 
Operasi pembersihan ini diperkuat oleh puluhan personel dari berbagai instansi lintas sektoral. Di antaranya melibatkan enam petugas BNNK Jakarta Timur, satu personel Polsek Duren Sawit, dua anggota Koramil 08 Duren Sawit, delapan perwakilan Kanwil Ditjenpas DKI Jakarta, serta didukung penuh oleh 32 pegawai internal Lapas Perempuan Jakarta.
 
Instruksi Kakanwil Ditjenpas DKI Jakarta
 
Sebelum menyisir kamar-kamar hunian, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas DKI Jakarta, Wachid Wibowo.
 
Dalam arahannya, Wachid menekankan agar seluruh petugas bergerak secara padu dan terukur. Ia meminta pemeriksaan dijalankan dengan profesionalitas tinggi demi menjaga stabilitas keamanan, namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis terhadap warga binaan.
 
Target utama dari operasi gabungan ini adalah menyapu bersih keberadaan benda-benda penyelundupan yang dilarang keras masuk ke dalam sel. Mulai dari alat komunikasi gawai (ponsel), narkotika, obat-obatan tanpa izin, hingga senjata tajam yang dapat memicu konflik. Petugas menyisir setiap sudut ruangan dan titik-titik yang dicurigai sebagai tempat persembunyian barang.
 
Steril dari Komoditas Terlarang
 
Dari hasil penggeledahan yang dilakukan secara menyeluruh, tim gabungan memastikan bahwa area blok hunian steril dari peredaran narkoba maupun telepon genggam. Petugas hanya menyita beberapa jenis barang non-medis terlarang lainnya untuk kemudian didata dan segera dimusnahkan.
 
Apresiasi terhadap jalannya operasi ini turut disampaikan oleh pihak TNI yang ikut mengawal sterilisasi tersebut. Situasi di dalam lingkungan lapas dinilai sangat kondusif selama proses pemeriksaan berlangsung.
 
"Berdasarkan hasil penyisiran bersama, kami memastikan tidak ada barang krusial seperti handphone ataupun narkotika di dalam sel hunian. Hal ini membuktikan sistem pengawasan internal di Lapas Perempuan Jakarta berjalan optimal. Tentu saja, agenda sidak berkala seperti ini perlu terus dipertahankan sebagai langkah antisipasi," ujar salah satu perwakilan Koramil 08 Duren Sawit yang bertugas di lokasi.
 
Sinergi kuat antara Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta dengan jajaran aparat penegak hukum (APH) ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mewujudkan program Lapas Bersinar (Bersih Narkoba). Penguatan koordinasi antarlembaga akan terus ditingkatkan secara konsisten untuk memastikan stabilitas lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.
 
ARTHA-NEWS.COM
 
 

Dukung Ekosistem TIK, APTIKNAS Puji Pameran Bisnis Global Sources Indonesia 2026

JAKARTA — Langkah nyata dalam memperkuat ekosistem industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di tanah air mendapat dukungan penuh. Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) secara resmi menyatakan apresiasinya terhadap pergelaran Global Sources Indonesia 2026.
 
Pameran dagang berskala internasional tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 17 hingga 19 September 2026, bertempat di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
 
Melalui pameran B2B (business-to-business) ini, para pelaku usaha dalam negeri mendapatkan akses langsung untuk bertemu dengan berbagai penyuplai (supplier) serta produsen dari pasar global. Sinergi ini membuka peluang emas bagi importir, distributor, pemilik merek (brand owner), penjual daring, hingga pengecer untuk memperluas jaringan bisnis dan menjajaki kemitraan baru.
 
Membawa Ratusan Pemasok Global dan Target Puluhan Ribu Pengunjung
 
Pada edisi tahun ini, pameran dagang Global Sources Indonesia menyediakan sekitar 800 stan pameran. Pihak panitia menargetkan setidaknya 22.000 pengunjung bisnis akan memadati area JICC Senayan selama acara berlangsung.
 
Adapun komoditas dan kategori produk utama yang dipamerkan meliputi:
 
- Perangkat elektronik konsumen mutakhir
- Peralatan rumah tangga serta sistem pencahayaan (lighting)
- Produk suvenir, hadiah, dan kebutuhan rumah tangga (gifts & home)
- Alat-alat olahraga serta penunjang kebugaran
 
Di samping produk internasional, ajang ini turut menghadirkan area khusus bertajuk LOCAL ICONS. Mengusung slogan “Where Local Becomes Iconic”, paviliun ini menampilkan lebih dari 60 merek lokal Indonesia. Fasilitas ini sengaja disediakan guna meningkatkan visibilitas produk lokal di mata pengecer, mitra ritel, dan konsumen luas.
 
Peran Strategis Rantai Pasok Global Bagi Industri Digital
 
Ketua Umum APTIKNAS sekaligus Ketua Umum APKOMINDO dan Sekretaris Jenderal PERATIN, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), menjelaskan bahwa forum ini memegang peran yang sangat krusial karena berhasil mengintegrasikan seluruh lini dalam rantai pasok industri TIK.
 
“APTIKNAS mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin bersama Adhouse melalui penyelenggaraan Global Sources Indonesia sejak tahun 2024. Kami melihat ajang ini sebagai platform yang strategis dalam mempertemukan pelaku industri TIK, distributor, pemasok, dan dunia usaha,” ungkap Hoky.
 
Ia menambahkan, tren dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa dinamika dunia usaha saat ini tidak lagi hanya berfokus pada transaksi jual-beli konvensional. Pebisnis modern membutuhkan penetrasi jaringan yang lebih luas, alih teknologi terbaru, serta informasi pasar yang akurat.
 
Sebagai catatan, tren positif pameran ini sudah terlihat sejak awal kemitraannya dengan APTIKNAS pada 2024 yang sukses menjaring 16.000 pengunjung. Tren tersebut berlanjut pada tahun 2025 dengan pencapaian lebih dari 1.000 sesi temu bisnis (business matching).
 
Hoky menegaskan bahwa APTIKNAS berkomitmen penuh untuk mendorong seluruh anggotanya agar adaptif terhadap inovasi digital. Sinergi berkelanjutan bersama PT Adhouse Clarion Events diharapkan mampu memicu dampak ekonomi yang riil dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

(HM)

Target Porprov XV: DPRD Cimahi Optimis Tembus 10 Besar Jabar

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 sekaligus pelepasan kontingen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cimahi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk membangun optimisme. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, dalam kegiatan pelepasan di Lapangan Upacara Pemerintah Kota Cimahi, Rabu (9/9/2026).
 
Siasati Efisiensi Anggaran Pembinaan Olahraga
 
Wahyu menyadari bahwa kebijakan efisiensi anggaran berimbas signifikan pada dunia olahraga di berbagai daerah di Jawa Barat. Meski menghadapi keterbatasan, ia menegaskan bahwa prestasi tetap menjadi tuntutan dan harapan masyarakat yang tidak boleh dikorbankan.
 
"Haornas menjadi momentum bersama. Efisiensi pasti berdampak langsung pada pembinaan olahraga, bukan hanya KONI Cimahi. Daerah lain pun pasti mengalami hal yang sama. Akan tetapi, prestasi itu tetap tuntutan dan harapan masyarakat Kota Cimahi," ujar Wahyu.
 
Masyarakat, lanjut Wahyu, berhak bangga atas capaian putra-putri terbaiknya terlepas dari segala keterbatasan dana yang sedang melanda berbagai sektor pembangunan saat ini.
 
Strategi KONI Cimahi Hadapi Porprov XV
 
Melihat kesiapan matang dan persiapan panjang yang telah dilakukan KONI Kota Cimahi selama berbulan-bulan, Wahyu optimis kontingen Cimahi mampu memberikan hasil terbaik. Jika pada ajang Porprov sebelumnya Kota Cimahi menempati peringkat ke-15, kali ini ia menargetkan posisi jajaran 10 besar.
 
"Minimal sekarang naik lagi. Syukur bisa bersaing di 10 besar. Itu target yang realistis dan bisa dicapai jika semua bergerak bersama," harapnya di hadapan ratusan atlet dan pelatih.
 
Wahyu meyakini bahwa dengan strategi yang tepat — terutama melalui pemetaan cabang olahraga (cabor) prioritas peraih medali emas serta penguatan pembinaan di cabang unggulan — kontingen Cimahi tetap bisa bersaing secara optimal tanpa harus bergantung pada anggaran besar.
 
"Pemetaan cabor peraih medali emas bisa saja diutamakan, meski bukan berarti mengesampingkan cabor lain. Fokus pada kekuatan adalah kunci di tengah keterbatasan," tegasnya.
 
Melalui semangat Haornas ke-43, seluruh pihak mulai dari atlet, pelatih, official, hingga pemangku kepentingan diharapkan dapat bersinergi maksimal agar keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang meraih prestasi di Porprov XV Jawa Barat 2026.
 
 
(Ari.M)
Artha-news-Analisis-Referensi-Tajam-Handal-Akurat-

Koperasi FANANTARA Dukung Agrinas Tata Ulang Lahan Sawit Negara

JAKARTA, ARTHA-NEWS.COM — Langkah berani PT Agrinas Palma Nusantara menyetop pola Kerja Sama Operasional (KSO) lama memicu respons positif. Kebijakan mengalihkan pengelolaan lahan kebun sawit sitaan negara lewat kemitraan koperasi dipandang sebagai babak baru tata kelola aset yang lebih bersih.
 
Apresiasi tersebut datang langsung dari Ketua Umum Koperasi FANANTARA, H.M. Hasy’ari Nasution. Melalui pesan tertulis kepada kontributor Artha-News pada Sabtu (12/9/2026), ia menegaskan bahwa langkah korporasi ini krusial demi menjaga kekayaan negara dari penguasaan oknum tidak bertanggung jawab.
 
"Prioritas utama saat ini adalah memastikan aset negara tetap produktif, terjaga, serta mampu mengalirkan manfaat ekonomi riil untuk masyarakat luas," terang Hasy’ari.
 
Urgensi Akuntabilitas dan Target Produksi
 
Evaluasi KSO oleh Direktur Operasional PT Agrinas Palma Nusantara, Tuhu Bangun, dinilai sudah tepat. Pemutusan kontrak kemitraan lama dilakukan lantaran kerja sama sebelumnya dinilai mandek tanpa target produksi yang jelas.
 
Bagi FANANTARA, pemanfaatan lahan milik negara wajib dibarengi komitmen tinggi. Kewajiban merawat tanaman, mengamankan area perkebunan, hingga transparansi laporan periodik merupakan poin mutlak yang harus dipenuhi mitra.
 
Hasy’ari menyayangkan jika ada aset negara yang hanya menguntungkan kelompok tertentu sementara kondisi fisik perkebunan justru telantar. Oleh sebab itu, penerapan indikator kinerja berbasis target dinilai efektif mendongkrak akuntabilitas operasional di lapangan.
 
Kejelasan Teknis Lewat Skema Vendorisasi
 
Selain penataan internal, FANANTARA mendukung penuh penerapan sistem vendorisasi untuk menangani pos pekerjaan teknis perkebunan. Ruang lingkup kerja ini mencakup perawatan kelapa sawit, pemanenan, pembersihan area, hingga proses mobilisasi Tandan Buah Segar (TBS).
 
Menurut Hasy’ari, pemisahan tugas berbasis vendor profesional membuat beban kerja menjadi lebih terukur. Evaluasi performa mitra kerja pun bisa berjalan objektif sesuai standar operasi yang dipatok oleh pihak Agrinas.
 
Dorong Kemitraan Strategis Koperasi Unit Desa
 
Di sisi lain, Hasy’ari menggarisbawahi bahwa poin paling fundamental dari transformasi kebijakan ini adalah karpet merah bagi koperasi masyarakat lokal dan kelompok tani. Ia menyerukan kepada para petani daerah agar menangkap peluang kemitraan langsung yang disediakan oleh Agrinas.
 
Masyarakat diimbau tidak lagi bergantung pada korporasi swasta yang memiliki catatan buruk atau rekam jejak bermasalah hukum dalam mengelola lahan sitaan. Keterlibatan aktif koperasi lokal diproyeksikan mampu menghidupkan roda ekonomi daerah secara mandiri.
 
"Petani lokal tidak boleh sekadar jadi penonton. Kelompok tani wajib diberi porsi besar untuk ikut menggerakkan ekonomi perkebunan nasional," tambahnya.
 
Amankan Aset Negara Lewat Pengelolaan Sementara
 
Selama masa transisi dan penataan berjalan, pemanfaatan skema pengelolaan lahan sementara dinilai menjadi solusi taktis yang jitu. Langkah ini penting agar area perkebunan sawit tidak telantar atau memicu aksi penjarahan TBS oleh pihak luar.
 
Menutup keterangannya, Hasy’ari menyatakan komitmen penuh FANANTARA dengan jargon SAVE PETANI, KELOMPOK TANI, KOPERASI & PENGUSAHA MANDIRI INDONESIA. Sinergi kolektif antara Agrinas dan elemen ekonomi kerakyatan diharapkan mampu memperkokoh kedaulatan pangan dan ketahanan ekonomi nasional.
 

(HM)
Artha-news
--Analisis-Referensi-Tajam-Handal-Akurat-
 

APTIKNAS dan SPRI Dukung Program Forum Bela Negara RI




Catatan Redaksi: Artikel ini telah diperbarui guna menyempurnakan struktur, navigasi pembacaan, dan standar mesin pencari (SEO Google), demi kenyamanan, kejelasan, dan kemudahan akses terbaik bagi pembaca setia.

Pasca dilantiknya Pengurus Pusat Forum Bela Negara (FBN) Republik Indonesia periode 2024 – 2029 dan Pengurus FBN Wilayah Provinsi Daerah Khusus Jakarta Periode 2025 - 2030, organisasi yang berada dalam naungan Direktur Bela Negara di bawah Dirjen Pothan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mulai mempersiapkan agenda penting yakni pembentukan Pengurus Wilayah di seluruh Provinsi se-Indonesia. 

Hal itu disampaikan Ketua Umum FBN RI,Prof.Dr.Ir.Zainal Abidin Sahabuddin, M.M pada saat pelantikan di Graha Zeni,Jakarta (1/7/2025). Selain itu, Guru Besar Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia ini menargetkan pembentukan organisasi FBN di seluruh Indonesia termasuk Pengurus Daerah di Kabupaten dan Kota akan rampung pada tahun ini. 

“Saat ini sudah ada 15 Pengurus Wilayah Provinsi yang sudah selesai musyawarah.Kami juga akan focus pada program prioritas lainnya yang sedang dijalankan FBN yakni berkontribusi aktif mendirikan dapur Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah. 

Dan masih banyak lagi program kolaborasi kerjasama dengan pihak perusahaan swasta dalam menggerakan roda organisasi tanpa membebankan kepada masyarakat,” terang Zainal Abidin, Ketua Umum hasil Musyawarah Nasional FBN di Bali pada tahun 2024. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus Wilayah FBN Provinsi Daerah Khusus Jakarta Herri Gunawan Sattar yang akrab disapa Yusran menuturkan,jajarannya sudah mempersiapkan program unggulan untuk mendukung program utama Ketahanan Pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. 

“Kami sudah membangun perusahaan di industri pertanian yakni penyediaan pupuk organik dengan kualitas terbaik.Pupuk ini sudah diproduksi dan nantinya siap dibagikan secara gratis ke petani melalui pendanaan subsidi dari upaya FBN Perwakilan Jakarta untuk membantu petani di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Yusran. 

Selain penyediaan pupuk,Yusran menambahkan,pihaknya bekerjasama dengan petani lokal untuk memproduksi beras premium dengan harga sangat terjangkau masyarakat. Beras premium sudah diproduksi dengan kemasan yang berkualitas dan siap dipasarkan. 

“Produksi beras premium ini untuk mendukung program ketahanan pangan.Selain itu kami juga memproduksi gula aren dan beberapa komoditi pertanian lainnya. Ini untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membiayai roda organisasi secara professional.

Bahkan petani tembakau sekalipun kami bantu fasilitasi dan muaranya yakni produksi rokok.Semuanya itu sudah ada stok dan telah diproduksi, atau tidak hanya sebatas omongan,” papar pengusaha kuliner sukses yang memiliki puluhan gerai restoran dan sejumlah usaha bisnis di Jakarta. 

Sementara itu,dukungan dari berbagai pihak terus mengalir atas program kerja dan pencapaian organisasi FBN di Indonesia.Kali ini dukungan datang dari Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional Ir.Soegiharto Santoso,SH dan Ketua Umum Serikat Pers Republik Indonesia Hence Mandagi. Dimana kedua pimpinan organisasi ini turut dilantik menjadi pengurus FBN. 

“Ada sejumlah program yang dilaksanakan FBN sejalan dengan program prioritas APTIKNAS di bidang pengembangan, pemanfaatan,dan pengendalian teknologi. Kami APTIKNAS sangat siap menjadi mitra strategis FBN dalam rangka ikut berpartisipasi dalam menjaga ketahanan negara di sektor teknologi, informasi dan komunikasi,” ujar Ketum APTIKNAS Soegiharto Santoso di Jakarta (2/7/2025). 

Soegiharto juga mengatakan, pihaknya juga telah melibatkan beberapa pengurus APTIKNAS untuk bergabung dan dilantik menjadi pengurus FBN diantaranya Ketua Komtap Animasi Multimedia Ardian Elkana,Ketua Komtap Sertifikasi Profesi Totok Sedyantoro, Ketua Komtap Cyber Security Solusi Yuliasiane Sulistiyawati, dan Wakil Ketua Komtap Kerjasama Luar Negeri Hartanto Sutardja. 

Ia menambahkan,selama ini APTIKNAS sudah menjalin kemitraan strategis dengan Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN di bidang Cybers Security."Pengembangan dan pengelolaan bidang Cybers Security bersama BSSN ini menjadi bagian dari kontribusi kami untuk ketahanan negara di bidang teknologi,khususnya mengantisipasi serangan siber di objek-objek vital di pemerintahan dan swasta,” kata Hoky sapaan akrabnya yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), Penasihat Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS),Wakil Ketua Umum Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI), serta Pendiri dan Ketua Dewan Pengarah LSP Pers Indonesia.

Sementara,Ketum SPRI Hence Mandagi mengaku bangga bisa menjadi bagian dalam organisasi yang berkontribusi aktif di bidang pertahanan negara.“Setiap upaya pertahanan negara dan pergerakan bela negara tentu membutuhkan publikasi narasi yang positif untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa bela negara merupakan tanggungjawab bersama seluruh anak bangsa,”ungkap Mandagi usai dilantik menjadi pengurus FBN di Jakarta (1/7/2025). 

Menurut Mandagi, peran masyarakat pers dalam upaya bela negara cukup strategis,mengingat pemberitaan di berbagai media sangat kuat mempengaruhi opini publik baik hal positif maupun negatif. 

“Saya akan mendorong pengurus dan anggota SPRI menjadi bagian dalam pergerakan bela negara melalui FBN. Karena organisasi FBN tidak memandang latar belakang kepentingan,termasuk latar jabatan dan profesi seseorang,” ungkap Mandagi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) Bidang Hukum dan Media, Wakil Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Bidang Pemberdayaan Pers dan Media, Wakil Sekjen ASPEPARINDO, serta Pendiri dan Ketua LSP Pers Indonesia.

Mandagi menambahkan,SPRI siap mendukung program FBN membangun narasi positif tentang semangat bela negara di seluruh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara."Pemberitaan mengenai prestasi, pencapaian, hasil pembangunan, penemuan,dan keberhasilan di berbagai bidang yang diraih oleh pemerintah, swasta, dan persorangan perlu dinarasikan dan dipublikasikan ke masyarakat luas. Agar seluruh kehidupan sosial di negara ini dipenuhi informasi positif dan semangat kompetisi membangun negeri,” pungkasnya.

Kedua pimpinan organisasi ini, Mandagi dan Hoky juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sekretaris DPW FBN Provinsi DK Jakarta Agus Paranrengi yang sudah mengajak keduanya bergabung dengan Forum Bela Negara. 

(Hend)

Presiden Prabowo Hibahkan 200 Becak Listrik untuk Lansia di Kota Banjar

Banjar – Kabar gembira datang bagi para pelaku jasa transportasi tradisional di Kota Banjar. Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan segera mendarat dan dibagikan kepada para pengayuh becak lanjut usia (lansia) di wilayah ini. Program ini merupakan bagian dari komitmen nyata pemerintah pusat dalam memperkuat pilar ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong transisi menuju transportasi massal yang ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
 
Penyaluran bantuan ini diinisiasi melalui kerja sama erat dengan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sebuah lembaga yang memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung program‑program kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Target utama penerima manfaat dari program ini diprioritaskan bagi para penarik becak yang telah berusia di atas 60 tahun. Di usia senja tersebut, kekuatan fisik mereka tentu sudah jauh menurun dibandingkan masa‑masa sebelumnya, sehingga modernisasi armada dari becak kayuh manual yang berat menjadi becak bertenaga listrik diharapkan dapat meringankan beban kerja sehari‑hari secara signifikan.
 
Becak listrik yang akan dibagikan ini merupakan produk dalam negeri kebanggaan nasional hasil besutan PT Pindad yang teruji kualitasnya. Setiap unit kendaraan roda tiga modern ini dirancang khusus dengan fitur keselamatan yang tinggi, sangat ramah pengguna, serta dilengkapi saklar otomatis dan indikator digital penunjuk daya baterai yang mudah dibaca. Dengan adanya sistem motor listrik yang andal, para lansia kini tidak perlu lagi menguras tenaga fisik berlebihan untuk mengayuh beban penumpang di jalanan Kota Banjar yang sebagian besar memiliki kontur berbukit dan menanjak. Mereka cukup menarik tuas gas dengan nyaman layaknya mengendarai sepeda motor otomatis yang praktis.
 
Program modernisasi transportasi tradisional ini tidak hanya berfokus pada penyerahan unit armada semata sebagai simbolis. Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional bersama pihak produsen juga memberikan garansi resmi selama satu tahun penuh serta menyediakan pelatihan teknis mendalam dan gratis bagi mekanik lokal yang tersebar di daerah. Hal tersebut dilakukan secara sistematis guna menjamin ketersediaan suku cadang serta kemudahan perawatan teknis jangka panjang jika sewaktu‑waktu terjadi kendala operasional di lapangan.
 
Sebagai langkah pendukung kelancaran program ini secara terpadu, Pemerintah Kota Banjar juga diharapkan dapat segera mempersiapkan dan menyediakan titik‑titik fasilitas pengisian daya listrik gratis di beberapa area publik yang strategis dan mudah dijangkau. Beberapa lokasi potensial antara lain kawasan sekitar alun‑alun kota, pusat pasar tradisional yang ramai, hingga area pangkalan transportasi umum utama. Langkah integrasi ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas kerja para pengemudi becak lansia, menaikkan taraf pendapatan harian mereka secara wajar, sekaligus turut berperan aktif mengikis angka kemiskinan ekstrem di sektor pekerja informal.
 
(Rena Yusnita — Kepala Biro Artha‑News Kota Banjar)
 
Artha‑News — Analisis, Referensi, Tajam, Handal, Akurat

Usai Viral,Pegawai KKP Diduga Rusak Rumah Warga dan Aniaya Hewan Akan Diperiksa Besok

JAKARTA - Seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bernama Agus Perri Inkiriwang bakal menjalani pemeriksaan internal atas dugaan pelanggaran disiplin. Ia diduga melakukan pengrusakan rumah warga dan penganiayaan hewan,.sebuah tindakan yang rekamannya viral di media sosial dan menuai kecaman keras dari publik, termasuk para aktivis pencinta hewan.

Kasus ini mencuat setelah beredarnya video yang menampilkan aksi Agus Perri Inkiriwang. Aksi tersebut tidak hanya merugikan korban secara material,tetapi juga merusak citra KKP sebagai lembaga pemerintah.

Pelanggaran ini merujuk pada:
• Pasal 3 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang mewajibkan setiap PNS untuk "menjaga kehormatan dan martabat PNS,Pemerintah, dan negara."

• Pasal 5 huruf a PP Nomor 94 Tahun 2021, di mana pelanggaran ini dapat diklasifikasikan sebagai "pelanggaran terhadap larangan yang berkaitan dengan hal-hal yang dapat merugikan nama baik PNS, Pemerintah, dan/atau negara."
• Pasal 4 ayat (1) huruf a Peraturan Menteri KKP Nomor 14 Tahun 2021 tentang Kode Etik dan Perilaku Pegawai, yang mewajibkan pegawai KKP untuk "menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia."

• Pasal 4 ayat (1) huruf d Peraturan Menteri KKP Nomor 14 Tahun 2021, yang melarang pegawai KKP "melakukan perbuatan yang tercela, termasuk penganiayaan atau pengrusakan."

Proses Penanganan dan Tanggapan KKP-Staf Pelayanan Informasi Publik KKP yang namanya tidak bisa dipublish,membenarkan bahwa laporan pengaduan terkait dugaan pelanggaran oleh Perri Inkiriwang sudah diterima."Sudah pernah ada laporan pengaduan terkait dugaan pelanggaran oknum pegawai KKP bernama Agus Perri Inkiriwang. Pegawai KKP di Direktorat Pengelolaan Kelautan," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa video terkait perbuatan Perri Inkiriwang juga telah beredar di internal kantor KKP.Saat ini,aduan tersebut sedang ditangani oleh Bidang Kedisiplinan di Biro Sumber Daya Manusia Aparatur dan Organisasi Kementerian KKP.

Himawan Danang, pejabat di Bidang Kedisiplinan yang menangani kasus ini,memastikan bahwa pihaknya akan segera memanggil Perri Inkiriwang untuk diperiksa. "Setelah menonton video yang viral tersebut, kami berkesimpulan kasus ini akan diproses karena sebagai PNS, seharusnya hal ini tidak dilakukan," tegas Himawan saat dikonfirmasi di kantor KKP, Senin (11/8/2025).

Sebagai tindak lanjut,tim Bidang Kedisiplinan juga akan turun langsung ke lokasi kejadian. Langkah ini diambil untuk mengumpulkan informasi secara tepat."Kami akan turun langsung ke lokasi untuk memeriksa persoalan ini dari dua sisi. Apakah hal ini terkait dengan sengketa ahli waris atau ada persoalan lain,kami harus cek langsung di lokasi," pungkasnya.

Mencermati persoalan ini, pemerhati masalah hukum Dany Paulus mengatakan,kasus dugaan pengrusakan dan penganiayaan hewan yang melibatkan pegawai KKP ini menunjukkan adanya urgensi bagi pemerintah untuk menegakkan disiplin dan kode etik secara serius di lingkungan birokrasi. 

“Perbuatan yang dilakukan oknum pegawai,seperti yang terekam dalam video viral,tidak hanya melanggar norma sosial dan hukum pidana, tetapi juga merusak citra lembaga dan martabat PNS secara keseluruhan," ujar Dany Paulus dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (11/8/2025).

Menurutnya,PNS seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat,bukan sebaliknya.Perilaku tercela ini bisa mengikis kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah. “Apalagi, kasus ini viral dan mendapat sorotan tajam dari Masyarakat dan aktifis pencinta hewan, sehingga respons dari KKP harus mencerminkan komitmen mereka untuk menjaga integritas dan profesionalisme,” tutupnya.


Catatan Redaksi: Artikel ini telah diperbarui agar struktur, navigasi, dan pelacakan mesin pencari semakin optimal serta nyaman bagi pembaca.

Samosir Siap Sukseskan Event Internasional “Trail Of The Kings” UTMB 17–19 Oktober 2025


SAMOSIR, ARTHA‑NEWS — Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, meminta seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu dan siap bekerja sama menyukseskan pelaksanaan ajang lari lintas alam bertaraf internasional Trail Of The Kings by Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB). Acara ini diagendakan berlangsung pada 17 hingga 19 Oktober 2025 di wilayah Kabupaten Samosir. Seruan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi persiapan yang digelar di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Samosir, Jumat (19/09).
 
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Pabung Samosir G. Sebayang; Kabag Ops Polres Samosir, Kompol Eduar; Asisten III Arnod Sitorus; Staf Ahli Bupati Samosir, Rudi Siahaan; Danramil 03/Pangururan, Kapten Kav Edianto Simangunsong; Kepala Dinas Pariwisata, Tetti Naibaho; perwakilan EO Creation UTMB, Febi Pebriana; serta Ketua Alti Sumut, Hendry Wahyudi.


Wakil Bupati menegaskan bahwa keberhasilan terselenggaranya kegiatan ini berkat sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Rute utama perlombaan akan melintasi wilayah Pangururan, Sianjur Mulamula, Simanindo, hingga Ronggurnihuta.
 
“Kepada para Camat, berikan dukungan optimal melalui sosialisasi kepada kepala desa dan masyarakat agar rute dibersihkan. Jangan sampai terjadi kebakaran hutan atau lahan, serta mari kita jaga keberadaan satwa liar selama kegiatan berlangsung,” tegas Ariston.
 
Lebih lanjut, ia meminta agar area sepanjang Jalan Putri Lopian dikosongkan dari kendaraan pada rentang tanggal pelaksanaan. “Kita harus menunjukkan kepada dunia kesiapan Kabupaten Samosir dalam menyelenggarakan acara besar,” ujarnya, seraya menambahkan dukungan Gubernur Sumatera Utara berperan penting berkat hubungan kerja sama yang baik.
 
Sementara itu, dari pihak pelaksana, Febi Pebriana menjelaskan bahwa perlombaan ini menyajikan berbagai kategori: Kids Run, 5K, 18K, 28K, 60K, hingga 100K, dengan titik start utama di Gereja Katolik Pangururan.
 
Hingga saat ini, tercatat 713 peserta telah mendaftar, yang berasal dari 25 negara serta 20 provinsi di Indonesia—termasuk Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, Irlandia, Ceko, Thailand, Australia, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Khusus kategori 100 km, start akan dilaksanakan di Kelurahan Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, melintasi jalur Garoga, Siallagan, Ambarita, Parmonangan, Salaon Dolok, Sijambur, Ronggurnihuta, Sabungan Nihuta, Huta Tinggi, Pardomuan I, Tanjung Bunga, Siogung‑ogung, Sarimarrihit, Sikkam, Ginolat, Pusuk Buhit, hingga Desa Sianjur dan Desa Siboro.
 
Tak hanya perlombaan utama, Pemkab Samosir juga menyiapkan rangkaian pendukung: bincang santai, bazar UMKM, penampilan seni, lomba busana tradisional tingkat sekolah, serta partisipasi 15 peserta Festival Solu Bolon dari se‑kawasan Danau Toba untuk memeriahkan suasana.
 
Catatan Redaksi: Artikel ini telah diperbarui agar struktur, navigasi, dan pelacakan mesin pencari semakin optimal serta nyaman bagi pembaca.
 
Pelapor: NR. Sitohang
Artha‑News – Analisis, Referensi, Tajam, Handal, Akurat


Pers Harus Jalankan Fungsi Kontrol Sosial, Jangan Jadi Panggung Propaganda dan Provokasi

Jakarta — Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) menyampaikan seruan terbuka kepada seluruh wartawan dan pengelola media massa nasional untuk bersikap kritis, objektif, dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsi kontrol sosial sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers di tengah maraknya narasi provokatif yang berpotensi memecah belah bangsa.
 
Seruan tersebut disampaikan menyikapi dinamika politik dan sosial yang berkembang saat ini, termasuk munculnya berbagai narasi negatif dan kebencian yang diarahkan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
 
Ketua Umum SPRI, Heintje Grontson Mandagi, menegaskan bahwa insan pers tidak boleh membiarkan ruang publik didominasi oleh kelompok oposisi ekstrem dan oligarki hitam yang sengaja membangun narasi kebencian terhadap pemerintah yang sah dengan mengatasnamakan kepentingan rakyat.
 
Menurutnya saat ini terdapat gerakan dari kelompok oposisi kritis dan kelompok yang disebut sebagai oligarki hitam yang semakin gencar membangun narasi negatif terhadap pemerintah. Gerakan tersebut, menurutnya, ditandai antara lain dengan munculnya narasi mengenai pembentukan “pemerintahan bayangan”, keributan di sejumlah daerah, hingga persoalan kesengajaan pembakaran hutan dan lahan.
 
“Sejauh pengamatan saya, gerakan ini bukan lagi semata-mata bentuk penyampaian pendapat dalam koridor demokrasi, tetapi sudah mengarah pada upaya pengerahan massa untuk menciptakan kerusuhan melalui narasi yang membangun kebencian masyarakat terhadap pemerintah dengan mengatasnamakan kepentingan rakyat,” ujar Ketua Umum SPRI Heintje Grontson Mandagie dalam keterangan tertulis Rabu (26/8/2026) di Jakarta.
 
Ia menilai, skenario tersebut terlihat dari berbagai rangkaian peristiwa, mulai dari pengemasan konten demonstrasi pada Agustus tahun lalu dengan narasi seolah-olah tidak diberitakan media, penggerakan massa dari daerah ke Jakarta, hingga pengerahan mahasiswa dalam aksi yang membawa tuntutan penurunan harga BBM nonsubsidi Pertamax, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, bahkan tuntutan untuk menurunkan Presiden Prabowo.
 
“Yang paling buruk adalah jika seluruh rangkaian itu memang sengaja diarahkan untuk menciptakan kekacauan agar pemerintahan jatuh. Kalau benar demikian, ini bukan lagi persoalan kritik terhadap kebijakan pemerintah, tetapi sudah menyangkut kepentingan stabilitas dan masa depan bangsa,” katanya.
 
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pers tetap harus bekerja berdasarkan fakta dan tidak boleh menjadi alat propaganda pemerintah maupun kelompok oposisi. “Pers tidak boleh netral terhadap kebohongan. Pers tidak boleh netral terhadap korupsi. Pers tidak boleh netral terhadap penyalahgunaan kekuasaan. Pers juga tidak boleh netral ketika kepentingan rakyat dikorbankan oleh kepentingan kelompok tertentu,” ujarnya.
 
Pers Jangan Hanya Memberitakan Kemarahan
 
Ketua Umum SPRI mengingatkan bahwa di tengah pertarungan berbagai narasi politik, pers harus melihat fakta lain yang sedang berlangsung, yakni berbagai program pemerintah yang secara langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
 
Pers nasional diminta untuk tidak mengambil posisi "netral yang pasif" saat hak-hak ratusan juta rakyat terancam oleh kelompok kecil perusak kedamaian. Media diimbau untuk berani menyajikan secara seimbang berita-berita edukatif dan berimbang mengenai fakta pencapaian pembangunan di seluruh daerah.
 
Menurutnya, pemerintah saat ini sedang berupaya menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang selama puluhan tahun dihadapi masyarakat.
 
Jutaan petani selama ini menghadapi persoalan harga gabah, kesulitan pupuk, ketergantungan kepada tengkulak, keterbatasan akses pasar, hingga praktik rentenir. Melalui Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah berupaya membangun rantai pasok yang lebih kuat, memperluas akses terhadap kebutuhan produksi, memudahkan pemasaran hasil pertanian, serta mendorong kemandirian ekonomi desa.
 
Dalam konteks tersebut, ia menyoroti klaim bahwa sekitar 14 juta petani akan memperoleh manfaat dari ekosistem koperasi tersebut. “Kita harus melihat kebijakan ini secara objektif. Kalau ada kekurangan, pers harus mengkritiknya. Kalau ada penyimpangan, pers harus membongkarnya. Tetapi kalau ada manfaat yang benar-benar dirasakan petani, pers juga harus berani memberitakannya,” tegasnya.
 
Selain sektor pertanian, pemerintah juga menjalankan berbagai program strategis yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat penerima manfaat, termasuk peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok masyarakat miskin lainnya.
 
“Bagaimana nasib anak-anak dari keluarga miskin dan ibu hamil jika program yang memberikan manfaat kepada mereka dihentikan? Tuntutan untuk menghentikan sebuah program pemerintah tentu boleh diberitakan, tetapi pers juga harus memberitakan dampaknya kepada masyarakat,” ujarnya.
 
Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan Harus Diberitakan
 
Ia juga meminta media massa memberikan perhatian terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan. Di tengah tekanan ekonomi dan krisis energi maupun pangan global, pemerintah berupaya menjaga agar harga BBM dan listrik tidak membebani masyarakat.
 
Indonesia juga terus memperkuat ketahanan pangan dan produksi komoditas strategis. “Kalau harga BBM tidak naik, beritakan. Kalau tarif listrik tetap terjaga, beritakan. Kalau petani mendapatkan pupuk, beritakan. Kalau produksi pangan meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat, beritakan,” katanya.
 
Menurutnya, pemberitaan positif bukan berarti media menjadi pendukung pemerintah. “Memberitakan keberhasilan pemerintah bukan berarti menjadi corong pemerintah. Sebaliknya, mengkritik pemerintah juga bukan berarti menjadi corong oposisi. Pers harus memberitakan fakta secara utuh,” tegasnya.
 
Pendidikan dan Akses bagi Masyarakat Kurang Mampu
 
Di bidang pendidikan, pemerintah juga menjalankan program Sekolah Rakyat dan KIP Kuliah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Ketua Umum SPRI menilai program tersebut juga harus mendapat ruang pemberitaan yang proporsional. “Ketika ada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang mendapatkan kesempatan bersekolah dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu mendapatkan beasiswa, itu adalah fakta yang harus diketahui masyarakat,” katanya.
 
Ia meminta seluruh wartawan tidak hanya mengejar pemberitaan yang memicu kemarahan, tetapi juga mengangkat dampak nyata pembangunan yang dirasakan masyarakat di berbagai daerah.
 
Penyelamatan Kekayaan Negara Harus Diawasi Pers
 
Hal lain yang menjadi perhatian adalah langkah pemerintah dalam menertibkan penguasaan sumber daya alam secara ilegal. Penyitaan atau pengambilalihan lahan sawit ilegal serta penertiban tambang ilegal, menurutnya, harus dikawal pers secara serius.
 
“Kalau ada kekayaan negara yang selama bertahun-tahun dikuasai secara ilegal, pers harus mengawasinya. Berapa kerugian negara? Siapa yang menikmati? Siapa yang bertanggung jawab? Ke mana aliran uangnya? Semua itu harus dibongkar,” ujarnya.
 
Ia menegaskan, pers tidak boleh hanya memberitakan penindakan pemerintah, tetapi juga harus mengawal agar aset yang berhasil diselamatkan benar-benar kembali memberikan manfaat bagi rakyat.
 
Reformasi Total BUMN
 
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, langkah berani diambil untuk menertibkan tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini dinilai tidak efisien dan rentan menjadi beban anggaran negara. Melalui evaluasi menyeluruh, pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap lebih dari 1000 anak dan cucu perusahaan BUMN yang tidak produktif dan beroperasi tanpa pertanggungjawaban yang jelas bagi kepentingan rakyat.
 
Langkah pemangkasan dan perampingan struktur korporasi plat merah ini berhasil menyelamatkan anggaran negara hingga Rp50 triliun lebih, dan ditargetkan menembus penghematan Rp70 triliun pada akhir tahun 2026.
 
Anggaran jumbo yang selama ini habis untuk biaya operasional seperti fasilitas dan gaji direksi/komisaris, sewa gedung, armada mobil dinas, hingga perjalanan luar daerah, kini dipotong dan dikembalikan fungsinya untuk mendanai kebutuhan mendasar rakyat, mulai dari renovasi ribuan sekolah rusak, perbaikan fasilitas puskesmas daerah, hingga pemberian subsidi pupuk dan pangan bagi masyarakat kecil.
 
Kebijakan Ekspor Satu Pintu BUMN
 
Penerapan kebijakan ekspor satu pintu melalui BUMN menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperketat pengawasan ekspor komoditas strategis seperti batu bara, CPO, dan ferro alloy.
 
Sistem ini ditujukan untuk menutup celah penyelundupan, manipulasi kuantitas dan harga (under-invoicing), serta memastikan seluruh komoditas yang keluar dari Indonesia tercatat secara transparan. Dalam sekitar satu bulan, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dilaporkan telah mengelola devisa sekitar US$12 miliar atau setara Rp216 triliun, menunjukkan mulai berjalannya mekanisme pengelolaan ekspor melalui satu pintu.
 
Pers Tidak Boleh Menjadi Pemicu Kerusuhan
 
Ketua Umum SPRI juga mengingatkan media massa agar belajar dari pengalaman aksi demonstrasi besar pada Agustus tahun lalu. Ia menyoroti pemberitaan mengenai anggota DPR yang berjoget mengikuti musik yang dimainkan mahasiswa Unhan setelah rapat. Menurutnya, peristiwa tersebut dieksploitasi dan diberitakan selama berminggu-minggu, lalu disandingkan dengan aksi demonstrasi di luar Gedung DPR.
 
“Pemberitaan tersebut kemudian membentuk persepsi seolah-olah anggota DPR sedang bersuka ria sementara rakyat sedang menderita dan berdemo di luar gedung DPR. Narasi seperti ini harus menjadi pelajaran bagi pers agar tidak menghilangkan konteks sebuah peristiwa,” katanya.
 
Ia mengingatkan bahwa pemberitaan yang tidak utuh berpotensi memperbesar kemarahan publik. “Jangan sampai peristiwa seperti itu terulang kembali. Pers harus menjadi penjernih suasana, bukan menjadi bahan bakar konflik,” tegasnya.
 
Pers Tidak Boleh Netral terhadap Kebohongan
 
Ketua Umum SPRI juga menegaskan bahwa kebebasan pers dan kebebasan berpendapat merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab. “Pers tidak boleh menjadi alat pemerintah. Tetapi pers juga tidak boleh menjadi alat oposisi. Pers harus berdiri di atas fakta dan kepentingan publik,” katanya.
 
Menurutnya, pers tidak harus bersikap “netral” terhadap informasi yang terbukti bohong, manipulatif, provokatif, atau mengandung ujaran kebencian. “Pers tidak boleh netral terhadap kebohongan. Pers tidak boleh netral terhadap korupsi. Pers tidak boleh netral terhadap penyalahgunaan kekuasaan. Pers juga tidak boleh netral ketika kepentingan rakyat dikorbankan oleh kepentingan kelompok tertentu,” ujarnya.
 
Namun ia kembali menegaskan bahwa setiap tuduhan terhadap kelompok politik, mahasiswa, LSM, influencer maupun pihak lainnya harus dibuktikan secara jurnalistik.
 
Seruan kepada Seluruh Wartawan Indonesia
 
Menutup seruannya, Ketua Umum SPRI meminta seluruh wartawan Indonesia memperkuat fungsi kontrol sosial dengan tetap menjunjung tinggi independensi dan profesionalisme jurnalistik. “Jangan menjadi alat kekuasaan. Jangan menjadi alat oposisi. Jangan menjadi alat oligarki. Jangan menjadi alat kelompok kepentingan mana pun,” tegasnya.
 
Menurutnya, pers harus berpihak kepada kebenaran dan kepentingan publik. “Jika pemerintah salah, kritik. Jika ada korupsi, bongkar. Jika ada penyimpangan, ungkap. Tetapi jika pemerintah berhasil menjalankan program yang memberikan manfaat kepada rakyat, jangan takut memberitakannya,” katanya.
 
Ia juga mengajak media massa untuk lebih banyak mengangkat berbagai perkembangan pembangunan di daerah, mulai dari stabilitas harga BBM dan listrik, ketersediaan pupuk bagi petani, ketahanan pangan, akses pendidikan, program MBG, pembangunan koperasi, hingga pembangunan kampung nelayan.
 
“Rakyat berhak mengetahui bukan hanya apa yang salah dari pemerintah, tetapi juga apa yang benar dan apa yang berhasil dilakukan pemerintah,” ujarnya. Karena itu, SPRI menyerukan agar pers Indonesia menjadi kekuatan yang menjaga demokrasi sekaligus menjaga ketenangan masyarakat.
 
“Mari jadikan pers sebagai alat kontrol sosial yang berpihak pada kebenaran objektif dan kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia. Pers harus menjadi pengawas kekuasaan, bukan alat perebutan kekuasaan; menjadi penjernih suasana, bukan penyulut kerusuhan.”
 
Ketua Umum
Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI)
Heintje Grontson Mandagi