Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Kamis, Oktober 15, 2026

Pemkab Samosir Perkuat Investasi dan CSR untuk Wisata Berkelanjutan


SAMOSIR, artha-news.com — Pemerintah Kabupaten Samosir terus bergerak maju dalam menata masa depan pariwisatanya. Sektor pariwisata di jantung Toba Caldera UNESCO Global Geopark ini kini diarahkan untuk menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemkab Samosir menggelar Forum Investasi di Hotel Labersa pada Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini mengusung tema penguatan sinergi investasi, Corporate Social Responsibility (CSR), dan ekonomi lokal untuk pariwisata berkelanjutan.

Forum strategis ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk. Acara ini menjadi ruang bertemunya pemerintah daerah, pusat, pengelola kawasan, perbankan, investor, hingga pelaku ekonomi lokal untuk membangun langkah konkret menjadikan Samosir destinasi wisata berkelas internasional.

Menciptakan Iklim Investasi yang Kondusif

Dalam arahannya, Wakil Bupati Ariston mengapresiasi dukungan penuh pemerintah pusat terhadap pembangunan pariwisata Samosir dalam beberapa tahun terakhir. Momentum positif ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi daerah sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif.

"Pertumbuhan ekonomi adalah faktor utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kegiatan penanaman modal harus terus didorong dengan menciptakan iklim yang aman dan nyaman bagi investor," ujar Ariston.

Sebagai bagian dari Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba, kunjungan wisatawan yang terus meningkat membuka peluang investasi yang sangat beragam, mulai dari skala mikro hingga besar.

Ariston menegaskan, kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal Samosir adalah modal besar. Sektor ini harus dikelola secara berkelanjutan agar dampaknya langsung dirasakan oleh peningkatan ekonomi warga.

Insentif Perda Baru dan Kewajiban CSR

Komitmen Pemkab Samosir dalam memberi kepastian hukum bagi dunia usaha dibuktikan dengan penetapan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi.

Hingga tahun 2025, total realisasi investasi di Kabupaten Samosir sendiri telah menembus angka Rp1,771 triliun. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa iklim bisnis di Samosir berkembang ke arah positif.

Berdasarkan Perda baru tersebut, investor bisa mendapatkan insentif berupa:

- Pengurangan, keringanan, atau pembebasan pajak daerah

- Pengurangan atau pembebasan retribusi daerah

- Bantuan modal khusus untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan koperasi

Selain itu, kemudahan investasi diberikan lewat penyediaan data peluang investasi, fasilitasi lahan, hingga percepatan izin melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Namun, kemudahan ini wajib dibarengi dengan tanggung jawab sosial.

“Setiap pelaku usaha berhak mendapat insentif, namun mereka wajib melaksanakan tanggung jawab sosial atau CSR. Ini komitmen moral perusahaan untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi masyarakat,” tegas Ariston.

Masyarakat Lokal Jangan Jadi Penonton

Ariston berharap program CSR perusahaan dapat diselaraskan dengan program prioritas pemerintah daerah agar manfaatnya lebih tepat sasaran. Beliau juga berpesan agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus investasi.

Kehadiran para investor baru di Samosir wajib membuka pintu selebar-lebarnya bagi keterlibatan warga dalam rantai ekonomi pariwisata.

“Investor kami harapkan dapat berkolaborasi erat dengan pelaku UMKM. Dengan begitu, produk masyarakat, baik kerajinan tangan maupun kuliner lokal, dapat terserap dengan baik di pasar pariwisata,” pungkasnya.

Pemkab Samosir sendiri memastikan akan terus memberikan dukungan penuh terhadap penguatan ekonomi lokal melalui pelatihan, sertifikasi, dan fasilitasi kemitraan strategis antara UMKM dan korporasi.

(NR.Sitohang)

  

Minggu, Oktober 11, 2026

Wisata Citumang Pangandaran Bersiap Terapkan Body Gate dan 2 Area Camping Baru

PANGANDARAN — 11 Oktober 2026 — Artha-News.com
 
Destinasi wisata alam populer, Citumang Body Rafting yang terletak di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, terus melakukan inovasi guna mendongkrak kenyamanan sekaligus memikat lebih banyak pencinta alam. Langkah pembenahan ini bertepatan dengan lonjakan kunjungan yang menyentuh 1.201 wisatawan pada Minggu (11/10/2026). Saat ini, pihak pengelola tengah mematangkan instalasi sistem akses otomatis berupa Body Gate serta menyiapkan dua titik camping ground baru untuk memperkaya variasi aktivitas para pelancong.
 
Proyek pengembangan infrastruktur ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menata kawasan wisata Citumang. Tujuannya agar destinasi ini tidak sekadar dikenal lewat keseruan aktivitas susur sungai (body rafting), melainkan juga unggul dalam hal penyediaan fasilitas penunjang yang modern, aman, dan terorganisasi dengan baik.
 
Otomatisasi Akses Pengunjung Melalui Sistem Body Gate
 
Supervisor Citumang Body Rafting, Edi Riadi, menjelaskan bahwa implementasi teknologi Body Gate ini sengaja dirancang untuk mendeteksi setiap wisatawan yang melintasi pintu masuk area wisata secara otomatis.
 
"Jadi nanti pengunjung itu terdeteksi semua melalui sistem Body Gate," ungkap Edi pada Minggu (11/10/2026).
 
Lebih lanjut, Edi menerangkan bahwa gerbang digital tersebut akan mengadopsi mekanisme buka-tutup otomatis yang sinkron dengan alur keluar-masuknya pelancong. Lewat integrasi teknologi ini, manajemen objek wisata diharapkan bisa melakukan pencatatan data turis secara real-time, lebih rapi, sekaligus memperketat pengawasan keamanan di seluruh area masuk kawasan wisata.
 
Fasilitas Camping Ground Baru dengan Kapasitas Hingga 70 Orang
 
Selain memodernisasi sistem gerbang masuk, pengelola Citumang juga merespons tingginya minat rekreasi luar ruangan dengan mendirikan fasilitas berkemah. Kebijakan ini ditujukan bagi pelancong yang ingin merasakan sensasi menginap dan menyatu dengan keasrian alam Pangandaran dalam durasi yang lebih lama.
 
Pihak pengelola telah memetakan dua lokasi strategis yang diproyeksikan sebagai camping ground:
 
- Lokasi Pertama: Berada di sekitar kawasan Curug Dori. Area ini diestimasi memiliki daya tampung sekitar 20 sampai 30 peserta kemah.
​
- Lokasi Kedua: Terletak di bagian ujung destinasi wisata, berdekatan dengan fasilitas kolam renang. Area ini didesain dengan kapasitas yang lebih luas, yakni sanggup memuat sekitar 40 orang.
 
Apabila kedua zona perkemahan tersebut telah beroperasi penuh, Citumang dipastikan mampu memfasilitasi kegiatan berkemah bersama dengan total kapasitas gabungan mencapai 60 hingga 70 orang.
 
Edi mengonfirmasi bahwa proses pembersihan lahan dan penyiapan medan saat ini sudah mulai berjalan. Kehadiran fasilitas camping ground ini diharapkan dapat menjadi opsi liburan yang menyegarkan. Konsep ini membuat pelancong tidak hanya datang untuk bermain air di sungai, tetapi juga mendapatkan pengalaman baru bermalam di bawah rindangnya pepohonan Citumang.
 
Optimalisasi Fasilitas Ibadah dan Sistem Keselamatan EWS
 
Guna menjamin kenyamanan beribadah dan proteksi maksimal bagi para pelancong, kawasan Citumang Body Rafting kini juga telah dilengkapi dengan fasilitas musala yang memadai serta perangkat Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini.
 
Instalasi EWS memegang peranan krusial sebagai instrumen mitigasi keselamatan satgas wisata. Alat ini berfungsi memantau sekaligus mengantisipasi fluktuasi kondisi alam yang berpotensi memengaruhi keamanan aktivitas di sepanjang aliran sungai. Bagi destinasi wisata berbasis ruang terbuka yang sangat bergantung pada faktor cuaca dan lingkungan, ketersediaan alat pelindung seperti EWS merupakan sebuah standar keamanan yang wajib dipenuhi.
 
Kendati demikian, pengelola menegaskan bahwa proyek pengerjaan Body Gate serta pembukaan dua zona camping ground ini statusnya masih dalam tahap pematangan. Sampai dengan Minggu (11/10/2026), manajemen Citumang belum merilis maklumat resmi mengenai tanggal pasti peluncuran dan pengoperasian kedua fasilitas baru tersebut.
 
Melalui agenda revitalisasi yang komprehensif ini, objek wisata Citumang Body Rafting diproyeksikan menjelma menjadi destinasi pelesiran yang makin variatif — memadukan petualangan air yang menantang adrenalin dengan kenyamanan menginap di alam terbuka — tanpa mengesampingkan aspek keselamatan bagi setiap pengunjung yang datang.
 
(UG - Artha-News)

Sabtu, September 26, 2026

SICC 2026 Bergema di Tepian Danau Toba — Dorong Pariwisata dan UMKM Samosir

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — 25 September 2026 — Samosir International Choir Competition (SICC) 2026 berlangsung semarak pada hari pertama perlombaan di Hotel Marianna Resort Convention and Center, tepian Danau Toba, Kabupaten Samosir, Jumat (25/09/2026).
 
Ragam karakter suara, harmonisasi dan kekompakan peserta membahana di tengah suasana Danau Toba. SICC 2026 merupakan salah satu agenda utama Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026, yang menghadirkan seni dan kreativitas sebagai ruang perjumpaan budaya dari Indonesia dan mancanegara.
 
Hari pertama perlombaan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri dalam lima kategori, yakni Children Solo Vocal sebanyak 34 peserta, Children Choir 6 tim, Teenager Choir 4 tim, Mixed Choir 10 tim, serta Musica Sacra 14 tim.
 
Setiap penampilan dinilai langsung oleh dewan juri nasional dan internasional. Para peserta bersaing dalam babak penyisihan untuk meraih posisi terbaik dan memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara pada Samosir International Choir Competition.
 
Bagi Pemerintah Kabupaten Samosir, penyelenggaraan SICC menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata berbasis event dengan memanfaatkan kekuatan seni dan budaya sebagai daya tarik destinasi. Pemkab Samosir mendukung penyelenggaraan TCCF 2026 dengan menghadirkan Samosir sebagai ruang penyelenggaraan event internasional, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam menyambut kedatangan peserta dan wisatawan.
 
Dukungan tersebut tidak hanya diarahkan pada kelancaran pelaksanaan kompetisi, tetapi juga pada terciptanya ekosistem pariwisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran peserta dan pendukung membuka peluang bagi pelaku UMKM, usaha kuliner, transportasi, akomodasi dan berbagai sektor jasa untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi selama berlangsungnya event.
 
Sejak pagi, Hotel Marianna dipenuhi peserta dan pendukung dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan kapasitas Samosir sebagai tuan rumah yang mampu mempertemukan seni, budaya dan pariwisata dalam sebuah event bertaraf internasional.
 
Melalui TCCF 2026, Pemkab Samosir terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku pariwisata, masyarakat dan berbagai pihak untuk memperkuat daya tarik Danau Toba sebagai destinasi event dan wisata budaya.
 
Kabupaten Samosir sebagai jantung Danau Toba menjadi ruang perjumpaan budaya, musik, pariwisata dan kolaborasi dari kawasan Danau Toba untuk dunia. Kehadiran peserta dari Indonesia dan mancanegara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya, keramahan masyarakat serta keindahan Danau Toba kepada lebih banyak pengunjung.
 
Penyelenggaraan SICC 2026 merupakan ajang kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan Pemerintah Kabupaten Samosir serta menjadi ajang perebutan Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara. Pelaksanaan even berkelas internasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Samosir sebagai salah satu destinasi wisata unggulan bertaraf internasional yang memberikan ruang bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat.
 
Rangkaian kompetisi selanjutnya akan berlanjut hingga penentuan juara Samosir International Choir Competition 2026.
 
(NR. Sitohang)

Jumat, September 25, 2026

Resmi Dibuka, SATIR / SATRE Coffee Shop Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Kota Banjar

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Dunia usaha kuliner di Kota Banjar kembali bergeliat dengan hadirnya tempat nongkrong baru berkonsep modern. SATIR / SATRE Coffee Shop yang berlokasi di Jalan R. Dewi Sartika, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, resmi dibuka pada Selasa (22/9/2026).
 
Peresmian kafe baru ini ditandai dengan sambutan resmi dari pejabat Pemerintah Kota Banjar yang hadir mengenakan seragam dinas khaki. Acara yang berlangsung khidmat sekaligus santai ini digelar di dalam area kafe dengan latar belakang dinding bata ikonik bertuliskan SATIR / SATRE.
 
Turut hadir Walikota dan Wakil Walikota Banjar, perwakilan Kodim, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta para pelaku usaha setempat.
 
Dukungan Walikota Banjar untuk Ekonomi Kreatif
 
Dalam sambutannya, Walikota Banjar menyampaikan apresiasi tinggi kepada berbagai elemen masyarakat yang terus mendukung pertumbuhan sektor perdagangan dan ekonomi kreatif di Kota Banjar.
 
"Alhamdulillah, keluarga besar bisa hadir di sini. Kehadiran usaha ini tidak hanya berkaitan dengan kemajuan perdagangan melalui kedai kopi dan sektor lainnya, termasuk dukungan di bidang olahraga," ujar Walikota.
 
Beliau kemudian meresmikan pembukaan tempat usaha tersebut secara simbolis dan berharap kehadiran kafe ini membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi warga sekitar.
 
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, SATIR / SATRE Coffee Shop Kota Banjar ini secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga usaha ini selalu berkembang, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta berkontribusi nyata terhadap perekonomian daerah," lanjutnya disambut tepuk tangan meriah.
 
Wadah Baru bagi UMKM dan Industri Kreatif
 
Suasana peresmian berlangsung hangat. Sejumlah meja ditata rapi dengan hidangan jamuan ringan untuk para tamu undangan.
 
Muhammad Riski Budiman, pemilik SATIR / SATRE Coffee Shop, mengungkapkan kehadiran kafenya di jalur strategis ini tidak hanya sebagai tempat bersantai. Lebih dari itu, kafe ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk menumbuhkan industri kreatif serta memajukan pelaku UMKM di Kota Banjar.
 
(Kabiro Banjar: Rena Yusnita)
 

Rabu, September 16, 2026

Kementerian PU Hibahkan Aset Rp169 Miliar, Pemkab Samosir Resmi Kelola Kawasan WFC dan Tele

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Samosir kini resmi memegang hak pengelolaan penuh atas infrastruktur di Kawasan Water Front City (WFC) Pangururan dan Kawasan Tele. Kepastian ini diperoleh setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyerahkan aset bernilai fantastis, yakni lebih dari Rp169 miliar, kepada pemerintah daerah setempat.
 
Penyerahan Barang Milik Negara (BMN) tersebut disahkan melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hibah oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, bersama Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara Kementerian PU, Yenni Mulyadi. Agenda ini berlangsung di area Food Court WFC Pangururan pada Selasa (15/09/2026).
 
Infrastruktur skala besar yang dialihkan ini mencakup penataan jalan, sistem irigasi, serta jaringan penunjang di kedua kawasan strategis tersebut. Proyek ini awalnya dibangun oleh Kementerian PU sepanjang periode 2021–2022, lalu disempurnakan lewat program optimalisasi kawasan pada tahun 2024.
 
Dalam sambutannya, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengapresiasi kerja keras dan sinergitas yang terbangun antara Pemkab Samosir dengan Balai Penataan Bangunan Sumatera Utara. Ia mengakui perjalanan proyek ini melewati berbagai dinamika, termasuk persoalan pembebasan lahan, yang akhirnya bisa diselesaikan berkat koordinasi yang kuat.
 
"Wajah baru Kawasan WFC dan Tele kini membawa dampak nyata bagi sektor pariwisata sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Kami sadar, tanggung jawab besar kini ada di pundak daerah untuk merawat dan mengembangkannya secara berkelanjutan," ujar Vandiko.
 
Guna memastikan pemeliharaan berjalan maksimal, Vandiko langsung menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera merumuskan skema pengelolaan aset agar dampaknya bisa dirasakan jangka panjang.
 
Di samping itu, Pemkab Samosir juga memanfaatkan momentum ini untuk mengajukan usulan baru terkait penyediaan air baku bagi warga Samosir. Saat ini, dokumen perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) proyek air baku tersebut sedang digodok, dan pemerintah daerah berharap mendapat bimbingan teknis langsung dari Kementerian PU agar sesuai spesifikasi nasional.
 
Gayung bersambut, Kepala Balai Penataan Bangunan Sumatera Utara, Yenni Mulyadi, menyatakan kebanggaannya atas rampungnya seluruh pengerjaan fisik dan penyerahan aset ini. Ia berharap Pemkab Samosir mampu menjaga fasilitas publik ini dari kerusakan agar manfaatnya tetap optimal.
 
Ke depan, Kementerian PU juga memastikan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur di Samosir, termasuk rencana strategis penataan kawasan Tano Ponggol yang menjadi agenda berikutnya.

(NR.Sitohang)
ARTHA-NEWS --Analisis-Referensi-Tajam-Handal-Akurat- 

Rabu, Agustus 26, 2026

Wisata Ampera Park Tasikmalaya Ramai Dikunjungi Saat Masa Liburan



Catatan Redaksi: Artikel ini telah diperbarui agar struktur, navigasi, dan pelacakan mesin pencari semakin optimal serta nyaman bagi pembaca.
 
ARTHA‑NEWS | KABUPATEN TASIKMALAYA — Masa libur lebaran adalah momen yang paling dinantikan, baik oleh pengunjung yang ingin beristirahat, maupun pengelola tempat wisata yang menyambut kedatangan tamu. Salah satu destinasi yang terlihat sangat hidup adalah Wisata Ampera Park, yang beralamat strategis di Jalan Raya Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, dan terpantau padat dikunjungi wisatawan yang datang bersama keluarga tercinta.
 
Saat berbicara dengan awak media, pihak karyawan tempat wisata menjelaskan bahwa fasilitas yang disediakan sangat beragam dan tertata rapi: tersedia kolam renang khusus anak‑anak yang dilengkapi perlindungan keamanan, serta kolam renang yang lebih luas dan dalam bagi pengunjung usia dewasa, sehingga kenyamanan setiap kalangan benar‑benar diperhatikan.



Mengenai ketentuan biaya masuk, ditetapkan penyesuaian harga yang berlaku khusus selama rangkaian liburan, yaitu mulai tanggal 13 hingga 21 April 2024 dengan tarif Rp 50.000 per orang. Setelah rentang waktu tersebut berakhir, harga tiket akan kembali menyesuaikan dengan ketentuan normal yang berlaku.
 
Salah satu keunggulan terbesar lokasi ini adalah aksesibilitas yang sangat baik: tempat ini berada tepat di jalur jalan raya provinsi dan tetap dilewati oleh rute angkutan umum, sehingga siapa pun dapat mencapainya dengan mudah tanpa kendala perjalanan yang berarti.
 
Pantauan langsung di lapangan memperlihatkan suasana yang hangat dan penuh kegembiraan; para pengunjung tampak menikmati aktivitas bermain air dan bercengkerama dengan rombongannya dalam suasana yang tetap terjaga ketertibannya. Diharapkan fasilitas yang aman dan bersih ini mampu memberikan manfaat serta kenangan liburan yang berharga bagi semua pihak yang datang.
 
Penulis: Deni Rodiansyah
Artha‑News – Analisis, Referensi, Tajam, Handal, Akurat

Minggu, Agustus 09, 2026

Festival Tao Toba Joujou 2026 Sukses, Transaksi Digital Tembus Rp6 Miliar Lebih

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Penyelenggaraan Festival Tao Toba Joujou 2026 di Kabupaten Samosir berjalan sukses. Tidak hanya menghadirkan kemeriahan seni dan budaya, festival yang digagas oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga ini juga mencatat capaian signifikan dalam penguatan ekonomi masyarakat. Selama pelaksanaan, nilai transaksi digital tercatat menembus lebih dari Rp6 miliar, atau meningkat sekitar tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, dalam upacara penutupan Festival Tao Toba Joujou 2026 di Segmen V Waterfront City Pangururan, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
 
"Terkini, total transaksi mencapai lebih dari Rp6 miliar. Angka ini hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Terima kasih kepada seluruh pengunjung yang telah bertransaksi. Sesuai tujuan pokok, kami ingin mendorong pelaku UMKM di wilayah kerja, khususnya Samosir, untuk terus maju," ujar Riza Putera.
 
Sebanyak 85 pelaku UMKM turut dilibatkan dalam festival ini. Lonjakan transaksi menunjukkan bahwa festival tidak sekadar menjadi panggung hiburan dan pelestarian budaya, melainkan telah berkembang menjadi ruang temu antara pelaku usaha dan pasar, sekaligus mendorong masyarakat untuk beralih ke transaksi digital.
 
Riza juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Samosir dan seluruh masyarakat atas dukungan yang diberikan. Apresiasi turut disampaikan kepada dunia perbankan yang berperan memfasilitasi kerja sama bisnis serta pembentukan Tim Percepatan Ekspor Kabupaten Samosir.
 
"Kami menilai acara ini terselenggara dengan sangat baik. Rangkaian kegiatan akan ditutup besok dengan kegiatan Samosir Run," tambahnya.
 
Penutupan festival ditandai dengan prosesi pemotongan benang terakhir pada tenunan ulos. Simbolisme ini bermakna bahwa ulos tidak sekadar warisan masa lalu, melainkan harus terus hidup, dijaga, dan dikembangkan sebagai identitas masyarakat sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi para perajinnya. Semangat ini sejalan dengan tujuan festival sejak pertama kali digelar pada tahun 2021 — memperkuat UMKM, mendorong digitalisasi transaksi, serta mendukung akselerasi Danau Toba sebagai kawasan pariwisata super prioritas.
 
Dalam empat kali penyelenggaraannya, festival ini membuktikan bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan. Tradisi tidak hanya menjadi tontonan, melainkan bagian dari ekosistem pariwisata dan sumber penghidupan masyarakat.
 
Sebagai bentuk apresiasi, Bank Indonesia Sibolga memberikan penghargaan kepada pelaku UMKM dan kuliner dengan capaian penjualan serta digitalisasi terbaik. Kategori penjualan tertinggi diraih Dame Ulos senilai lebih dari Rp861 juta, sedangkan kategori kuliner terbanyak diraih Samosir Food senilai lebih dari Rp58 juta. Penghargaan UMKM terdigitalisasi diberikan kepada Keripik Sambal Cap Bulan, dan kategori kuliner terdigitalisasi jatuh kepada Matahari Mangga Dua.
 
Peningkatan transaksi digital menunjukkan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan telah menjadi sarana memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan omzet usaha.
 
Bank Indonesia Sibolga juga memberikan penghargaan bagi pemenang Lomba Agro Budaya yang diikuti sembilan kecamatan se-Kabupaten Samosir:
 
- Juara I: Kecamatan Pangururan
​
- Juara II: Kecamatan Sianjur Mulamula
​
- Juara III: Kecamatan Sitiotio
​
- Harapan I: Kecamatan Ronggur Nihuta
​
- Harapan II: Kecamatan Palipi
​
- Harapan III: Kecamatan Harian
​
- Favorit I: Kecamatan Nainggolan
​
- Favorit II: Kecamatan Simanindo
​
- Favorit III: Kecamatan Onan Runggu
 
Partisipasi sembilan kecamatan memperlihatkan kekayaan potensi Samosir yang tidak hanya bertumpu pada pariwisata, melainkan juga pertanian, kerajinan, kuliner, dan budaya.
 
Suasana penutupan semakin meriah dengan penampilan seni Tongam Sirait dan konser puncak dari Band Cokelat. Ribuan pengunjung memadati kawasan Waterfront City Pangururan hingga malam hari, berbelanja produk UMKM serta menikmati beragam kuliner khas daerah.
 
Pemerintah Kabupaten Samosir menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Sibolga dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan acara. Keberhasilan festival dinilai tidak hanya dari jumlah pengunjung atau kemeriahan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Peningkatan transaksi digital menjadi sinyal positif bahwa pariwisata dan kebudayaan dapat menjadi penggerak ekonomi daerah.
 
Pemkab Samosir menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi, memperluas digitalisasi, mendorong produk lokal bersaing di tingkat nasional maupun internasional, serta mengintegrasikan potensi budaya, pertanian, dan pariwisata.
 
Turut hadir dalam acara penutupan Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak beserta keluarga, Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu, Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta, serta sejumlah pejabat instansi terkait, perwakilan perbankan, dan pimpinan perangkat daerah.
 
 
 
(NR. Sitohang)
Artha-News — Analisis, Referensi, Tajam, Handal, Akurat

Jumat, Agustus 07, 2026

Festival Tao Toba 2026 Terselenggara Berkat Kerja Sama dengan Bank Indonesia

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Memasuki hari kedua pelaksanaan Festival Tao Toba Joujou 2026, suasana di kawasan Waterfront City Pangururan, Jumat (7/8/2026), terpantau belum seramai yang diharapkan.
 
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi hingga siang hari, arus pengunjung masih relatif lengang. Sejumlah stan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah tampak telah membuka lapak dan menawarkan berbagai produk unggulan, namun jumlah pengunjung yang datang masih terbatas.
 
Beberapa pelaku UMKM berharap jumlah pengunjung akan meningkat pada sore hingga malam hari, terutama menjelang rangkaian hiburan dan agenda utama festival.
 
Selain di lokasi festival, kondisi serupa juga terlihat pada aktivitas penyeberangan menuju kawasan Sibea-bea. Pengamatan di lapangan menunjukkan jumlah penumpang belum mengalami peningkatan yang signifikan pada waktu pemantauan.
 
Festival Tao Toba Joujou 2026 yang digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Samosir dan Bank Indonesia mengusung penguatan ekonomi daerah melalui promosi UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, pengembangan sektor pariwisata, serta pelestarian budaya.
 
Selama penyelenggaraan festival, berbagai kegiatan telah dijadwalkan, antara lain pameran UMKM, edukasi transaksi digital, kesepakatan kemitraan bisnis, pertunjukan seni budaya, festival kuliner, layanan pembayaran digital, hingga penampilan artis nasional.
 
Pantauan pada siang hari belum tentu menggambarkan keseluruhan pelaksanaan festival. Mengingat masih terdapat sejumlah agenda hingga malam hari dan rangkaian acara akan berlangsung hingga penutupan, perkembangan jumlah pengunjung masih berpotensi berubah.
 
Masyarakat dan pelaku usaha berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal, meningkatkan nilai transaksi, serta semakin memperkuat posisi Kabupaten Samosir sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata di kawasan Danau Toba.
 
Apabila nantinya tersedia data resmi jumlah pengunjung maupun nilai transaksi dari panitia penyelenggara, berita ini akan dilengkapi dengan perbandingan data agar tetap memenuhi prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.
 
(NR. Sitohang)
 
Artha-News — Analisis – Referensi – Tajam – Handal – Akurat

Gelar Acara Rajut Budaya dan Perkuat Ekonomi Masyarakat Festival Tao Toba Joujou 2026

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Kamis, 6 Agustus 2026, Festival Tao Toba Joujou 2026 resmi dibuka untuk keempat kalinya di Kabupaten Samosir. Pembukaan ditandai dengan petikan benang pada kain tenun ulos di Segmen V Waterfront City Pangururan, yang dilakukan oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera.
 
Petikan benang tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan selama empat hari ke depan, yang merajut kolaborasi antara pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, penguatan UMKM, dan peningkatan sektor pertanian. Proses penenunan ulos akan berlangsung sepanjang festival hingga benang terakhir dipotong pada acara penutupan. Ulos bukan sekadar warisan leluhur, melainkan identitas budaya yang memiliki nilai ekonomi dan menjadi sumber penghidupan masyarakat di kawasan Danau Toba.
 
Pembukaan semakin semarak dengan Parade Budaya dan Agro yang melibatkan sembilan kecamatan se-Kabupaten Samosir. Berbagai potensi daerah ditampilkan, mulai dari miniatur khas, busana tradisional, pertunjukan seni, hingga hasil pertanian unggulan. Parade ini menjadi wujud dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan festival.
 
Mengusung tema "Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi: Sinergi Penguatan Potensi Daerah untuk Akselerasi Pariwisata Danau Toba", Festival Tao Toba Joujou menjadi bukti nyata kolaborasi antara pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi dalam memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
Pada kesempatan itu, Bupati Samosir bersama Kepala Kantor Perwakilan BI Sibolga juga menandatangani komitmen pembentukan Tim Percepatan Ekspor Kabupaten Samosir. Langkah ini menjadi upaya bersama untuk memperluas pasar produk unggulan daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
 
Turut hadir Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah, Deputi Direktur OJK Regional 5 Sumatera Sapriandi, Kepala Divisi Edukasi, Humas, dan Hubungan Kelembagaan LPS I Pramuji Novri Haryanto, Deputi Direktur Bank Indonesia Sumatera Utara Darius Tirtosuharto, jajaran perbankan, BPODT, Forkopimda, Ketua PKK Kennauli A. Sidauruk beserta jajaran, Asisten Sekretariat Daerah, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Samosir.

 
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera menyampaikan bahwa festival ini merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor dalam memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM, digitalisasi, dan pariwisata.
 
"Bank Indonesia memiliki tugas mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kami sangat senang ketika peran tersebut disambut pemerintah daerah melalui kolaborasi yang kuat," ujar Riza.
 
Menurutnya, Festival Tao Toba Joujou tahun ini hadir dengan konsep yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain pameran UMKM, festival budaya, dan kesepakatan kemitraan bisnis, tahun ini juga digelar Samosir Run yang ditargetkan menjadi agenda tahunan berskala nasional.
 
Riza menambahkan bahwa festival ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Karya Kreatif Indonesia yang akan berlangsung di Jakarta pada Agustus mendatang. Produk unggulan dari wilayah kerja Bank Indonesia Sibolga akan dipajang di panggung nasional. Selama pelaksanaan festival, Bank Indonesia menargetkan sekitar 55.000 pengunjung akan hadir.
 
Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang kembali mempercayakan Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah untuk keempat kalinya.
 
"Selamat datang di Samosir, negeri indah kepingan surga. Terima kasih kepada Bank Indonesia yang kembali membawa festival ini ke Kabupaten Samosir," ujar Vandiko.
 
Bupati menegaskan bahwa Festival Tao Toba Joujou bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang pertemuan budaya, pariwisata, UMKM, dan pertanian dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
 
"Di sini kita melihat bagaimana budaya, UMKM, dan sektor pertanian bertemu. Tidak hanya menampilkan potensi, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan pelatihan agar mampu naik kelas hingga menembus pasar internasional," katanya.
 
Lebih lanjut, Vandiko menyampaikan festival ini memberikan dampak nyata peningkatan perekonomian masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk bernilai jual tinggi. Oleh karena itu, ia berharap penyelenggaraan berikutnya tetap berlangsung di Samosir.
 
"Dengan dukungan yang baik, Tao Toba Joujou kembali ke Samosir. Nama festival ini sudah melekat erat dengan daerah kami. Mudah-mudahan kegiatan ini kembali hadir tahun depan karena dampaknya sangat nyata meningkatkan perekonomian masyarakat," ungkap Vandiko.
 
Bupati juga mencatat peningkatan transaksi digital selama festival terus bergerak naik. Pada tahun 2024, transaksi elektronik tercatat Rp1,9 miliar, dan meningkat menjadi sekitar Rp2,5 miliar pada tahun 2025.
 
Sebagai bentuk komitmen mendukung pelaku usaha, Pemerintah Kabupaten Samosir akan menaikkan plafon pembiayaan UMKM hingga Rp100 juta dengan bunga nol persen yang ditanggung pemerintah daerah. Dalam acara tersebut juga diserahkan penyaluran pembiayaan kemitraan usaha: Bank Sumut Rp500 juta, BNI Rp300 juta, Bank Mandiri Rp200 juta, dan BRI Rp170 juta.
 
Festival Tao Toba Joujou 2026 menghadirkan beragam kegiatan: Festival Ulos Boruni Raja, Festival Kopi Para Raja, kuliner khas Batak, pertunjukan seni budaya, kompetisi lokal, diskusi publik, layanan pembayaran digital, pasar murah pengendalian inflasi, hingga penampilan artis lokal dan grup musik nasional Cokelat.
 
Lebih dari sekadar agenda tahunan, Festival Tao Toba Joujou kini telah berkembang menjadi simbol bahwa warisan budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi yang nyata. Festival ini menjembatani nilai luhur leluhur dengan peluang masa depan, sekaligus mempertegas posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata unggulan yang bertumpu pada identitas budaya dan kesejahteraan masyarakat.
 
(NR. Sitohang)
 
Artha-News — Analisis – Referensi – Tajam – Handal – Akurat

Sabtu, Juli 25, 2026

Pagelaran Seni dan Budaya Pemkab Samosir Sukses Memukau Ribuan Pengunjung di PRSU ke-50

ARTHA-NEWS.COM – KABUPATEN SAMOSIR - Dipublikasikan: Jumat, 24 Juli 2026 I SAMOSIR – Pagelaran seni dan budaya Pemerintah Kabupaten Samosir sukses memukau ribuan pengunjung pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 di Gedung Pertunjukan PRSU, Medan, Jumat (24/7/2026).
 
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Dandim 0210/TU Kiky Hardian, Waasrendam I/ Bukit Barisan Ronald Tampubolon, Kapolres Samosir AKBP Rina SN. Tarigan, Konjen India di Medan Ravi Shanker Goel, Sekdakab. Samosir Marudut Tua Sitinjak, para SAB, para Asisten, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang dan para pimpinan OPD lainnya, Ketua PKK Ny. Kennauli Ariston Tua Sidauruk, Ketua DWP Ny Asti M Sitinjak serta sejumlah tamu undangan lainnya.
 
Pagelaran budaya yang mengangkat tema "The Heart of Toba Civilization (Jantung Peradaban Toba)" mempertunjukkan keunikan proses pembentukan pulau Samosir sebagai pulau megah yang terletak di tengah Danau Toba, tempat kelahiran dan pusat kebudayaan spiritual suku Batak Toba yang memadukan keajaiban geologis dari letusan supervolcano purba dengan warisan tradisi Nusantara yang sangat kaya. Berbagai atraksi seni dan budaya turut ditampilkan, mulai dari Tortor Pangurason, Tortor Mangalahat, Tortor Marsiadapari, atraksi Taganing, Martumba yang dibawakan TP PKK Kabupaten Samosir, hingga lagu opera Batak yang mengangkat nilai-nilai kehidupan masyarakat Batak. Suasana semakin semarak saat Konjen India menampilkan tarian tradisional India dan tarian Bollywood yang mengundang antusiasme penonton. Penampilan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan persahabatan Indonesia dan India melalui pertukaran budaya. Di acara puncak penampilan Marsada Band membuat suasana semakin hidup, semakin heboh, penonton pun terhipnotis mengikuti setiap lagu dan irama musik khas akustik yang dibawakan. Antusiasme pengunjung yang memenuhi gedung pertunjukan menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap kekayaan budaya Samosir. Penampilan para seniman mendapat apresiasi dan tepuk tangan meriah dari penonton sepanjang pertunjukan berlangsung.
 
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wabup dan jajaran Forkopimda Samosir turut menghibur pengunjung melalui lantunan lagu yang diiringi Marsada Band.
Vandiko mengapresiasi kehadiran ribuan pengunjung yang memadati paviliun. "Acaranya sukses, terima kasih atas antusiasme seluruh pengunjung hadir" ungkap Vandiko.
 
Melalui pagelaran tersebut, masyarakat diajak untuk semakin mencintai budaya sekaligus mengenal potensi Kabupaten Samosir. "Samosir memiliki kekayaan budaya, keindahan alam Danau Toba, serta keramahan masyarakat yang menjadi daya tarik tersendiri. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang dan menikmati langsung pesona Kabupaten Samosir," ujar Vandiko.
 
Sementara itu, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk mengatakan penyelenggaraan PRSU ke-50 menjadi tonggak penting sebagai pameran terbesar di Sumatera Utara.
"Lima puluh tahun perjalanan PRSU menjadi tonggak bersejarah yang mencerminkan semangat kebersamaan, kemajuan, dan sinergi seluruh kabupaten dan kota dalam membangun Sumatera Utara," ujar Ariston.
 
Semangat tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan UMKM, pelestarian seni budaya, sertapeningkatan sektor pariwisata. Ariston menegaskan, keikutsertaan Kabupaten Samosir di PRSU tidak hanya menjadi ajang promosi daerah, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan budaya Batak, keindahan Danau Toba, serta berbagai produk unggulan UMKM kepada masyarakat luas. "Kabupaten Samosir hadir dengan membawa kekayaan budaya Batak, keindahan alam Danau Toba, dan berbagai produk unggulan UMKM yang menjadi kebanggaan masyarakat. Kami berharap keikutsertaan ini semakin memperkenalkan Samosir sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional sekaligus membuka peluang investasi dan kerja sama yang lebih luas," katanya.
 
Ia menambahkan, seni dan budaya merupakan kekuatan yang mampu mempererat persaudaraan, memperkokoh identitas daerah, sekaligus menjadi penggerak ekonomi kreatif. Karena itu, masyarakat diajak terus mencintai, melestarikan, dan mempromosikan budaya daerah sebagai kekayaan bangsa Indonesia.
 
Pujian terhadap budaya, keramahan masyarakat dan keindahan alam Samosir diungkapkan Konjen India di Medan Ravi Shanker Goel. Ia mengaku terkesan dapat hadir dalam pagelaran budaya tersebut. Keindahan Danau Toba menurutnya merupakan salah satu destinasi wisata terbaik yang pernah dikunjunginya.
"Saya sudah mengunjungi berbagai negara di Eropa, termasuk Swiss. Namun ketika saya datang ke Danau Toba, saya melihat keindahan yang luar biasa. Danau Toba itu Swissnya Sumatera Utara. Saya merekomendasikan kepada semua orang yang hadir disini untuk datang mengunjungi Danau Toba dan Pulau Samosir," ujarnya.
 
Ravi juga mengajak masyarakat untuk semakin mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan India melalui pertukaran budaya dan pariwisata.
 
Antusiasme masyarakat terhadap Paviliun Kabupaten Samosir di PRSU juga terus meningkat. Hingga 24 Juli 2026, tercatat sekitar 1.500 pengunjung telah mengunjungi paviliun tersebut. Berbagai produk UMKM menjadi favorit pengunjung, di antaranya aksesoris, aneka makanan olahan, kopi, ukiran, kain tenun, serta hasil pertanian seperti bawang, beras, alpukat, jeruk, dan berbagai produk unggulan lainnya.
 
Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Karo mengaku terkesan dengan perkembangan Samosir. Bahkan dalam satu pekan ia mengaku telah tiga kali berkunjung ke Pulau Samosir.
"Saya kagum melihat Samosir. Keamanannya sangat baik, pariwisatanya berkembang, dan masyarakatnya ramah. Tiket masuk ke objek wisata relatif murah, saya tidak bosan datang ke Samosir," ungkapnya.
 
Melalui partisipasi dalam PRSU, Pemerintah Kabupaten Samosir terus berkomitmen mempromosikan potensi daerah, melestarikan budaya, serta memperkuat posisi Samosir sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Danau Toba.

— Analisis - Referensi - Tajam - Handal - Akurat —
(NR.Sitohang)

Jumat, Juli 24, 2026

Libur Sekolah: Kolam Renang Tirta Punama Ramayana Ciawi Dikunjungi Hampir Dua Kali Lipat Pengunjung

ARTHA-NEWS.COM – KECAMATAN CIAWI, KABUPATEN TASIKMALAYA
Dipublikasikan: Selasa, 24 Juli 2026 | Terakhir diperbarui: Jumat, 24 Juli 2026 pukul 00.42 WIB
 
LOKASI: Kolam Renang Tirta Punama Ramayana, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya
 
CIAWI – Kolam Renang Tirta Punama Ramayana yang terletak di kawasan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi salah satu destinasi wisata air yang paling diminati masyarakat selama masa libur sekolah tahun ini. Tidak hanya warga sekitar, banyak pula wisatawan yang datang dari berbagai daerah hingga luar Kabupaten Tasikmalaya.
 
Pengelola Kolam Renang Tirta Punama Ramayana, H. Dedi Gunardi, Drs. Ir., menyampaikan bahwa jumlah pengunjung mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
 
“Alhamdulillah, selama periode libur sekolah ini jumlah pengunjung meningkat cukup banyak, hampir mencapai dua kali lipat dari biasanya,” ujar H. Dedi Gunardi saat ditemui awak media di lokasi, Selasa 

Salah satu pengunjung yang datang khusus dari Kabupaten Garut pun memberikan kesan yang sangat positif terhadap tempat wisata ini.
 
“Tempat ini sangat nyaman sekali, airnya bersih dan sejuk, serta harganya sangat terjangkau oleh semua kalangan masyarakat, termasuk masyarakat kecil. Suasananya juga sangat meriah dan menyenangkan,” ungkapnya saat diwawancara.
 
Ia mengaku sengaja datang bersama keluarga besar dan kerabat karena tertarik dengan kelengkapan fasilitas serta harga tiket yang sangat ramah di kantong.
 
Berbagai fasilitas lengkap sudah disiapkan pengelola demi kenyamanan maksimal pengunjung, antara lain kolam renang anak dan dewasa, kolam arus, seluncuran air berukuran besar, air mancur tumpah, hingga saung berteduh dan tempat makan yang menyajikan beragam jajanan khas daerah.
 
Guna mengantisipasi lonjakan pengunjung yang padat, pihak pengelola juga menambah jumlah petugas keamanan, penjaga kolam yang berwenang, serta petugas kebersihan di setiap titik. Jam operasional pun diperpanjang khusus selama masa libur sekolah, yaitu dibuka mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.
 
Pihak pengelola berharap pelayanan prima yang diberikan ini dapat membuat pengunjung merasa betah, puas, dan berkenan untuk berkunjung kembali di kesempatan yang akan datang.
 
- Analisis - Referensi - Tajam - Handal - Akurat -
 
Sumber: Liputan Yana .S 

Selasa, Juli 21, 2026

Ribuan Penonton Padati Konser Penutup Trail of The Kings 2026, Bupati Samosir Apresiasi Dukungan Masyarakat

Samosir, 14 Juni 2026 – Kesuksesan penyelenggaraan Trail of The Kings – Lake Toba by UTMB 2026 tidak hanya terlihat dari kelancaran seluruh kategori perlombaan, tetapi juga dari tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan yang mengikuti berbagai rangkaian kegiatan pendukung yang digelar Pemerintah Kabupaten Samosir.
 
Puncak kemeriahan terlihat pada malam hiburan penutup acara yang berlangsung di kawasan Waterfront City Pangururan, Minggu malam. Ribuan warga dan wisatawan memadati lokasi untuk menikmati sajian hiburan yang telah disiapkan.
 
Penampilan dibuka oleh Solution Band, Marsada Band, dan Vanessa Zee yang tampil memukau menghibur hadirin. Puncak acara semakin semarak saat grup musik papan atas The Changcuters tampil di atas panggung. Meskipun sempat turun hujan rintik, penampilan energik mereka berhasil mengajak ribuan penonton bernyanyi bersama dan memeriahkan malam penutupan kegiatan tersebut.
 
Hadir dalam kesempatan itu Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Marudut Tua Sitinjak, para staf ahli, asisten, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, Ketua TP PKK Ny. Kennauli Ariston Tua Sidauruk, serta pimpinan perangkat daerah lainnya. Bupati dan jajaran terlihat menyatu dengan masyarakat menikmati rangkaian hiburan hingga larut malam.
 
Dalam sambutannya, Bupati Vandiko menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara, mulai dari tahap persiapan hingga penutupan.
 
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat yang telah ambil bagian. Berkat dukungan bersama, rangkaian kegiatan Trail of The Kings 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan sukses,” ujarnya.
 
Menurut Bupati Vandiko, keberhasilan menyelenggarakan even berskala internasional ini membuktikan bahwa Samosir mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Ia pun mengajak warga untuk terus menjaga keramahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada setiap tamu yang berkunjung.
 
“Mari tunjukkan keramahan khas masyarakat Samosir. Dengan pelayanan yang baik, wisatawan akan merasa nyaman dan berkeinginan untuk kembali berkunjung,” ajaknya.
 .
Selain itu, ia juga mengimbau agar kebersihan lingkungan tetap dijaga, terutama di kawasan wisata dan lokasi kegiatan. “Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Jaga keindahan dan kebersihan Samosir agar memberikan kesan positif bagi setiap tamu yang datang,” tambahnya.
 
Sementara itu, Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk berharap semangat melayani dan menjaga kebersihan yang ditunjukkan selama acara dapat terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
 
“Jadikan momentum ini sebagai langkah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kebersihan lingkungan. Dengan begitu, Samosir akan semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang nyaman, bersih, dan berkelas dunia,” ujarnya.
 
Malam hiburan yang berlangsung meriah ini menjadi penutup resmi seluruh rangkaian kegiatan Trail of The Kings – Lake Toba by UTMB 2026, sekaligus menegaskan kemampuan Kabupaten Samosir dalam menyelenggarakan even berskala internasional.
 
(NR. Sihaloho)
Redaksi Artha‑News
Artha‑News: Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat


Arsip Berita: Penutupan Trail Of The Kings 2026 Samosir | Tanggal Kegiatan: 7‑14 Juni 2026 | Terbit: 14 Juni 2026 | Lokasi: Kabupaten Samosir | 

Senin, Juli 20, 2026

AWP DPP Pasti Sorot Penanganan: Tiket Panji Wisata Pangandaran, Kinerja Inspektorat Tak Berjalan Baik

Artha-News Pangandaran I Semakin lama semakin terlupakan atau lenyap tertelan waktu mengenai informasi perkembangan kasus retribusi tiket palsu, dan menjadi bahan pertanyaan publik, jangan – jangan didalamnya diduga ada orang-orang penting atau orang – orang berpengaruh terlibat.

Kelanjutan penanganan kasus tiket palsu ini tidak lagi terdengar ujungnya seperti apa,Hingga sekarang ini tidak ada sangsi atau pun pernyataan para terduga pelaku dari pihak - pihak terkait lainnya.Dan kemana mengalirnya hasil dari penjualan tiket tersebut.Itu semua menajdi buram.??

Menurut Dr. Boaz Herisanto, SH, MH, MA, Kord.Advokat dari KLBH DPP AWP menandaskan, "Pemalsuan tiket objek wisata di Pangandaran tersebut,dapat dijerat dengan pidana, antara lain dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat (pidana penjara paling lama 6 tahun) dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan (pidana penjara paling lama 4 tahun). Sanksi yang dikenakan tergantung pada peran pelaku (pembuat atau pengguna) dan unsur-unsur perbuatan yang terbukti di persidangan."

Lebih lanjut Boaz Herisanto menekankan,agar oknum-oknum yang terlibat segera ditindak, dan AWP Pangandaran selaku Pilar Pers harus berani bongkar skandal ini dan wajib mengivestigasinya hingga tuntas.

Menurut Ketua Aliansi Wartawan Pasundan (AWP) Pangandaran Nunung mengatakan,kami sudah datang kepihak Inspektorat Pangandaran guna  keperluan konfirmasi,namun kami hanya bisa bertemu dengan Sekretaris Inspektorat, 

Terduga para pelaku sedang  dimintai keterangan oleh Inspektorat Kabupaten Pangandaran,bahkan dari pihak Polres Pangandaran sudah melayangkan surat kepada Inspektorat guna meminta hasil temuan audit Inspektorat Pangandaran.Inspektorat pun mengakui, bahkan sudah melayangkan surat balasannya.

Menyoal kasus tersebut yang bisa ditelusuri jejak berita digitalnya, dari pertama muncul hingga sekarang, seolah kebal hukum,dan diduga ada keterlibatan orang – orang  penting sehingga kasus ini mandeg,berbeda dengan kasus yang dialami rakyat biasa,langsung tuntas tidak berbelit – belit. Jadi bisa disebut penanganan kasus ini “ Tajam ke bawah, tumpul ke atas”.

Dari penanganan tersebut tentu menimbulkan kecurigaan publik, terlebih lagi menjadi sorotan tajam bagi  pengurus Aliansi Wartawan Pasundan ( AWP)  DPP Pusat dan  Aliansi Wartawan Pasundan (AWP) DPD Pangandaran, yang notabene sebagai sosial kontrol, hingga sekarang masih terus mengawal proses legitimasi hukum  " bebernya".

Konsistensi pengawalan kasus tersebut harus terus dilakukan agar terang benderang, siapa oknum - oknum dalang dari kasus tersebut dan berapa rupiah kerugian keuangan Daerah,.kemana mengalir hasil penjualan tiket tersebut.

Senin,27 Oktober 2025, AWP Pangandaran mengkonfirmasi ke Inspektorat Pangandaran,guna sejauh mana proses,progres dan kinerja para abdi negara yang digaji oleh masyarakat.

Ditemui dan dikonfirmasi langsung di ruang kerjanya H.Syarif selaku Sekretaris Inspektorat,tapi beliau tidak bisa memberikan keterangan  mengenai berapa jumlah nominal yang sudah diaudit nya,karena karena ada beberap hal yang mana harus dengan persetujuan dari pihak yang di atasnya.

Itu semua alasan yang tidak bisa diterima oleh akal sehat,seolah - olah berbelit dan tidak mau terbuka, padahal ada undang – undang keterbukaan publik, seolah olah ada yang disembunyikan.

Dengan dalih masih berproses dan berproses karena perlu kehati - hatian dalam pemeriksaannya,ini menunjukan kinerja yang tidak profesional sesuai sumpah seorang ASN yang diamanahkan sebagai pejabat publik yang patuh dan tunduk kepada Undang - undang, bukan kepada pimpinan.

"Dugaan oknum - oknum para pelaku dimintai keterangan, baik dari pegawai dan pihak ketiga dengan bukti - bukti ada dan jelas,terus audit sedang  dilaksanakan, kenapa inspektorat tidak berani memberikan hasil audit nya kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH)", tandasnya. 

"Kami sangat menyayangkan kinerja buruk mereka sedang dipertontonkan ke publik bahwa seperti itulah mental para pejabat  di Inspektorat Pangandaran yang lebih takut kepada pimpinan dari pada takut dihadapan Tuhan.

Kami tentu akan terus mengawal kasus ini,jika tidak ada hasil yang memuaskan kita layangkan surat untuk sidang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di Bandung,karena kami selaku warga masyarakat Pangandaran berhak mengetahui siapa saja oknum - oknum pelaku dugaan yang menyebabkan kerugian keuangan negara dari hasil retribusi tiket masuk pariwisata,hingga permasalahan ini sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap," pungkasnyanya.

Sementara itu, Sekjen DPP AWP, Lucky Iskandar,menanggapi kasus dugaan tiket palsu wisata di Pangandaran yang berpotensi merugikan keuangan negara dan masyarakat mendorong agar Aparat Penegak Hukum mengusut tuntas kasus tersebut. 

Lebih lanjut Lucky juga berharap agar semua Media yang tergabung dengan Aliansi Wartawan Pasundan (AWP) secara pro aktif mengawal kasus ini agar penanganannya diungkap secara transparan dan tidak berlarut-larut sehingga kepercayaan publik terhadap pemerintah tetap tinggi serta wibawa penegak hukum dinilai baik oleh masyarakat. 

"Selain itu,agar citra Pariwisata Pangandaran yang sudah terkenal ini tidak tercoreng karena sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang imbasnya berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah khususnya di Pangandaran. “Pungkas lucky “.

Hukum harus ditegakkan,jangan pandang bulu dan jangan tebang pilih seperti yang ditegaskan oleh pemerintah khususnya Pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah berkomitmen untuk berperang terhadap korupsi, kolusi, dan nepotisme,".

 (Redaksi Artha-News)
Artha-News: Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

 Arsip Berita: AWP DPP Pasti Sorot Penanganan: Tiket Panji Wisata Pangandaran, Kinerja Inspektorat Tak Berjalan Baik | Diterbitkan 22 November 2023 | Lokasi: Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat | 


Senin, Juli 13, 2026

Runner 60K dan 28K Resmi Dilepas, Ratusan Pelari Mancanegara Bersiap Taklukkan Jalur Ekstrem di Samosir

SAMOSIR, SUMATERA UTARA – Artha‑News – Suasana kompetisi lari lintas alam internasional Trail of The Kings (TOTK) by UTMB 2026 semakin memuncak. Setelah kategori utama 100 km dilepas sebelumnya oleh Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Samosir, kini ratusan peserta kategori 60 km dan 28 km resmi memulai perjalanan menaklukkan lintasan alam yang menantang di Pulau Samosir, Sabtu, 13 Juni 2026.
 
Bertempat di Segmen V Waterfront City Pangururan, sebanyak 141 pelari kategori 60 K dilepas langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumut Yudha Pratiwi Setiawan serta Pelaksana Tugas Direktur BPODT Arditama Nusantara Putra. Satu jam kemudian, giliran 349 peserta kategori 28 K yang dilepas oleh Pelaksana Tugas Direktur BPODT.


Rute 60 K membelah kawasan Geopark Kaldera Danau Toba: Pangururan–Sitaotao–Gunung Pusuk Buhit–Pusat Informasi Geopark–SMAN 1 Sianjur Mulamula–Ginolat–Bonan Dolok–Bukit Burung hingga kembali ke titik awal. Peserta diberi batas waktu maksimal 20 jam selesai, sedangkan kategori 28 K wajib tuntas dalam 9 jam. Jalur berisi tanjakan curam, hutan lebat, dan pemandangan indah yang menjadi daya tarik utama pariwisata Samosir .
 
Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia dan belasan negara asing. Penyelenggaraan ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan panggung promosi wisata olahraga Samosir dan Danau Toba ke mata dunia, memperkuat posisi wilayah ini sebagai destinasi unggulan berkelas internasional .
 
(NR. Sitohang)

Minggu, Juni 14, 2026

Bupati Samosir Lepas Kategori 10K, 5K, dan Kids, Lengkapi Rangkaian Trail of The Kings 2026

ARTHA-NEWS.COM I Samosir, 14 Juni 2026 - Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harapan secara resmi melepas peserta kategori lari 10 kilometer (10K), 5 kilometer (5K), dan Kids dalam ajang Trail of The Kings by UTMB 2026. Pelepasan berlangsung di kawasan Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, pada Minggu (14/6/2026).
 
Kegiatan ini melengkapi seluruh rangkaian nomor perlombaan dalam event olahraga dan pariwisata bertaraf internasional yang digelar di kawasan Danau Toba. Sejak pagi hari, lokasi acara sudah dipadati peserta dan masyarakat yang datang memberikan dukungan. Antusiasme terlihat sangat tinggi, terutama pada kategori 5K yang diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan usia.
 
Turut hadir sekaligus menjadi peserta lomba, antara lain Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Wakil Ketua DPRD Samosir Sarhochel Tamba, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara Yudha Pratiwi Setiawan, serta Kapolres Samosir Rina SN Tarigan yang mengikuti jalur 10K.
 
Sebelum keberangkatan, Bupati Vandiko memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh peserta. Ia mengajak para pelari untuk menikmati perlombaan sekaligus menyaksikan keindahan alam Samosir yang menjadi daya tarik utama ajang ini.
 
Kategori 10K, 5K, dan Kids menjadi penutup rangkaian lomba. Sebelumnya, nomor 100K, 60K, dan 28K telah lebih dahulu diberangkatkan dengan lintasan yang melintasi perbukitan, kawasan geosite, dan panorama indah Danau Toba.
 
Dengan dilepasnya ketiga kategori tersebut, seluruh rangkaian Trail of The Kings by UTMB 2026 resmi berjalan sepenuhnya. Event ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Samosir sebagai destinasi unggulan olahraga dan pariwisata internasional di kawasan Danau Toba.
 
(NR. Sitohang)

Minggu, Maret 15, 2026

Bupati Samosir Ajak Daerah Kawasan Danau Toba Bersinergi Majukan Pariwisata

Artha-News.com I Samosir
 ( 14/03/2026) - Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Toba yang digelar di Lapangan Sisingamangaraja XII Balige, Sabtu (14/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Vandiko menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Toba. Ia berharap daerah yang menjadi kabupaten induk bagi terbentuknya Samosir tersebut semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Selamat hari ulang tahun ke-27 Kabupaten Toba. Semoga semakin maju dan mantap serta membawa masyarakat semakin sejahtera,” ujar Vandiko.

Tak hanya menghadiri acara, Vandiko juga turut menghibur masyarakat bersama sejumlah kepala daerah dari kawasan Danau Toba diantaranya turut hadir Bupati Toba Effendy Napitupulu, Bupati Tapanuli Utara JTP Hutabarat, Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor serta Wakil Walikota Sibolga Pantas M Lumban Tobing.

Mereka tampil di atas panggung menyapa masyarakat dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan bersama  artis papan atas TRIAD yang mengguncang suasana.

Dari atas panggung, Vandiko memberikan sapaan hangat kepada masyarakat Toba. Ia menyebut hubungan antara Kabupaten Toba dan Kabupaten Samosir memiliki ikatan emosional yang kuat, baik dari sisi budaya, adat, bahasa, hingga kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, sebagai daerah yang melahirkan Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba memiliki sejarah yang tidak terpisahkan dengan perkembangan wilayah Samosir.
“Hubungan ini harus terus kita jaga. Kabupaten Toba dan Samosir harus bangkit bersama dan bergandengan tangan untuk kemajuan daerah,” ucapnya.

Lebih lanjut, Vandiko mengajak seluruh kepala daerah di kawasan Danau Toba untuk memperkuat kebersamaan dalam mengembangkan sektor pariwisata, sekaligus menjaga dan merawat kekayaan alam yang telah dianugerahkan Tuhan.
“Mari saling bahu-membahu dan kompak untuk kemajuan pariwisata Danau Toba yang semakin mendunia,” katanya.

Puncak perayaan Kabupaten Toba berlangsung meriah, selain TRIAD juga hadir Juan Reza dan sejumlah artis lainnya. Formasi obor yang membentuk angka 27 melambangkan usia Kabupaten Toba menjadi penutup seluruh rangkaian acara. 

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Anggota DPRD RI Martin Manurung, Dandim 0210 TU Ronald Tampubolon dan Forkopimda Kab. Toba. Bupati Samosir turut didampingi Kepala Dinas Kominfo Samosir Immanuel TP Sitanggang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, Ketua PKK Samosir Ny. Kennauli Ariston Tua Sidauruk, serta sejumlah pejabat lainnya.

(NR.Sitohang)

Kamis, Februari 26, 2026

Menjelang Sore Hari Waterfront City Dipadati Pengunjung di Hari Pertama HUT ke-22 Kabupaten Samosir

Artha-News.com I Samosir (26/02-2026) - Waterfront City Pangururan mendadak dipenuhi ribuan warga pada Kamis (26/2) sore.Setelah sempat terpantau lengang sejak siang hari, suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Samosir berubah drastis memasuki pukul 15.00 WIB.

Lonjakan pengunjung terjadi seiring hadirnya rombongan siswa tingkat SD dan SMP dari berbagai sekolah di wilayah Pangururan dan sekitarnya. Mereka mengikuti lomba keterampilan seni budaya yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan. Kehadiran para orang tua yang turut mendampingi membuat area acara semakin semarak.

Panitia mencatat, hingga sore hari jumlah pengunjung diperkirakan telah mencapai sekitar 2.000 orang. Angka ini memberi angin segar bagi para pelaku UMKM yang sejak siang berharap keramaian segera meningkat.
Berbagai kegiatan budaya menjadi daya tarik utama.

 Lomba tortor dan pertunjukan alat musik tradisional menghadirkan nuansa kental budaya Batak. Tak hanya itu, demonstrasi memasak berbahan dalihan ni horbo (susu kerbau) turut mencuri perhatian pengunjung. Produk khas daerah tersebut dipromosikan sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas dan potensi lokal Samosir.

Wakil Bupati Samosir, Ariston Sidauruk, sebelumnya meninjau sekitar 25 stan UMKM yang berjejer di lokasi acara. Ia memberikan dukungan langsung kepada para pelaku usaha dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif memeriahkan momentum hari jadi daerah.

“Kepada pelaku UMKM supaya tetap semangat mempromosikan produk. Kita juga menghadirkan hiburan sebagai daya tarik bagi pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah,” ujarnya.

Meski sempat diwarnai kondisi lengang di awal pelaksanaan, peningkatan signifikan pada sore hari menghadirkan optimisme baru. Pemerintah daerah memang merancang perayaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai penggerak sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Panitia pun menargetkan lonjakan pengunjung yang lebih besar pada puncak acara Jumat (27/2) malam, dengan estimasi mencapai 5.000 orang. Jika target tersebut tercapai, perayaan HUT ke-22 Kabupaten Samosir diyakini akan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal sekaligus mempertegas posisi Samosir sebagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Utara.

(NR.Sitohang)

Selasa, Januari 27, 2026

Desa Wisata Selasari Raih Penghargaan Desa/Kampung Wisata Terbaik Jawa Barat 2025


Artha-news.Com Pangandaran I Desa Wisata Selasari, Kabupaten Pangandaran, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Barat. Desa ini meraih Sertifikat Apresiasi Desa/Kampung Wisata Terbaik Jawa Barat 2025 ., dalam ajang penghargaan desa wisata yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian dan konsistensi Desa Wisata Selasari dalam mengembangkan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan destinasi yang berkelanjutan.

Kepala Desa Selasari, **Udin Tugaswara**, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen desa.

Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama masyarakat Desa Selasari, mulai dari pengelola desa wisata, pelaku UMKM, kelompok sadar wisata, hingga seluruh warga desa yang terus berkomitmen menjaga dan mengembangkan potensi wisata,” ujar Udin Tugaswara.

Ia menambahkan, prestasi tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah desa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan wisata serta memperkuat konsep pariwisata berbasis masyarakat.

Ke depan, kami akan terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi agar Desa Wisata Selasari tidak hanya menjadi tujuan wisata unggulan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” tambahnya.

Desa Wisata Selasari dikenal memiliki berbagai potensi unggulan, mulai dari wisata alam, budaya, hingga produk ekonomi kreatif yang dikelola langsung oleh masyarakat desa. Penghargaan ini semakin mengukuhkan posisi Selasari sebagai salah satu desa wisata terbaik di Jawa Barat.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Desa Wisata Selasari diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengembangkan pariwisata desa yang berkelanjutan dan berdaya saing.


 ( UG ) .

Kamis, Oktober 09, 2025

PERDANA DI INDONESIA,TRAIL OF THE KING DIIKUTI 26 NEGARA, PEMKAB. SAMOSIR AJAK MEDIA LOKAL SUKSESKAN EVEN

Artha-News.com I Samosir (09/10) - Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Temu Pers Trail Of The King (TOTK) by UTMB dengan wartawan/jurnalis yang bertugas di Wilayah Samosir. Kegiatan yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan  menyampaikan berbagai informasi penting yang berkaitan dengan TOTK dipimpin Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk di Aula Kantor Bupati Samosir, 08/10.

Turut hadir Asisten I Tunggul Sinaga, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, Kadis Perhubungan Laspayer Sipayung,Mewakili Kasatpol PP Ronalven Sidabariba. Sebagai even perdana di Indonesia, Wabup Ariston Tua Sidauruk mengajak seluruh jurnalis/wartawan di Kabupaten Samosir untuk turut  mendukung kesuksesan TOTK dengan promosi melalui pemberitaan. Menyampaikan informasi kepada masyarakat yang dapat mengedukasi sehingga seluruh stakeholder berperan menjadi tuan rumah yang baik. Lebih lanjut Wabup menyampaikan lari lintas alam ini akan melibatkan pelari terbaik dunia dan akan menikmati setiap lanscap Pulau Samosir Danau Toba. "Kita harus bangga dengan even ini, kami mengajak rekan-rekan media untuk ikut mempromosikan kegiatan. Kita edukasi masyarakat untuk sama-sama menjadi tuan rumah yang baik. Menciptakan suasana yang damai sehingga wisatawan akan semakin banyak yang datang, terlebih setelah adanya even ini" kata Ariston 

Sebagai suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, Ariston berharap pemerintah dan insan pers harus membangun kebersamaan.  "Even perdana kita akui dan dukung. Kita banggakan. Segala kekurangan bisa koreksi. Kita bangun korelasi kebersamaan dengan senang hati" tambahnya 

Secara teknis, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir Tetty Naibaho  menjelaskan even TOTK tahun ini merupakan even kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera, diikuti 26 negara. Jumlah peserta yang sudah terdaftar sebanyak 1.081 orang dari negara Eropa, Australia, Amerika dan Asia. Kategori yang dipertandingkan 100 KM, 60 KM,
28 KM, 10 KM dan 5 KM. Even heroik yang berlisensi UTMB di Prancis ini kata Tetty akan melintasi lembah dan  pegunungan yang  ada di Pulau Samosir dan sudah mengikat kontrak 3 tahun kedepan, sampai tahun 2027. Selain untuk lari, kegiatan ini akan memperkenalkan kekentalan budaya  melalui side even mulai dari kuliner,  ulos dan Solu bolon kepada peserta. "Selain lari akan mempertunjukkan kekayaan budaya seperti ulos. Hari Ulos akan dibesarkan dengan moment UTMB ini" terang Tetty.
Side even juga akan menampilkan pameran UMKM produk lokal, demo masak dan bazar kuliner , fashion show. Tidak kalah menariknya lagi, festival Solu Bolon akan diikuti 24 tim. 

Setiap malam akan dihibur dengan performa dari artis lokal dan nasional. Pada tanggal 17 Oktober di Tuktuk Siadong menampilkan Maxima, Tigor Sihombing, CHS Projeck dan Samuel Sigalingging. Pada tanggal 18 Oktober di Water Front Pangururan menampilkan Virgount X Last Child, Tigor Sihombing dan CHS Project. Pada malam Puncak akan menampilkan Gok Parasian Malau, Fresly Nikijuluw dan artis papan atas Gigi.

Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang kembali mengajak seluruh insan pers berpartisipasi dalam even melalui penyampaian informasi sehingga even TOTK  yang digelar di Kabupaten Samosir tersebarluaskan kesegala penjuru dunia. "Keberhasilan even ini tidak terlepas dari peran media. Mari kita kerjasama untuk membangun Samosir yang lebih baik kedepan" ajak Immanuel.


(NR.Sitohang)

Rabu, Juli 16, 2025

DUKUNG PROGRAM TNI MANUNGGAL MEMELIHARA DANAU TOBA, BUPATI SAMOSIR BERSAMA DANREM 023 KS DAN FORKOPIMDA KEMBALI BERSIHKAN ECENG GONDOK

Artha-News Samosir I (16/07),Bupati Samosir Vandiko T.Gultom bersama Danrem 023 KS Jansen P. Nainggolan dan Forkopimda Kabupaten Samosir  kembali menggelar pembersihan eceng gondok di Danau Toba.Acara juga dirangkai dengan pemberian sembako kepada masyarakat dan penanaman pohon untuk penghijauan di Wilayah Korem 023 KS.Kegiatan dalam rangka TNI Manunggal Memelihara Danau Toba Bersinar,Bersih,Nauli dan Ringgas dilaksanakan di Desa Sitinjak-Kecamatan Onan Runggu, 16/07/25.

Hadir dalam kegiatan,Dandim 0210 TU Ronald Tampubolon,Kapolres Samosir Rina Frillya, Kasi Intel Kejari Samosir Richard N.Simaremare, Asisten III Arnod Sitorus,Kadis PU Rudimanto Limbong, Kadis Ketapang dan Pertanian Tumiur Gultom,Kadis Lingkungan Hidup Edison Pasaribu.

Bupati Samosir Vandiko T.Gultom mengapresiasi peran TNI terutama Danrem 023 KS yang peduli untuk menjaga kebersihan Danau Toba. Menurutnya,Peran TNI dalam pelestarian Danau Toba berwujud nyata dengan kegiatan pembersihan eceng gondok yang rutin dilaksanakan.Sebagai bentuk dukungan, Pemkab.Samosir mengerahkan 8 unit truk pengangkut eceng gondok dan satu unit beko loader.

Ditambahkan Vandiko,Danau Toba yang sangat indah dengan panorama alamnya yang cantik perlu dipelihara bersama dengan  seluruh lapisan masyarakat termasuk generasi muda dan kegiatan ini diharapkan menjadi  contoh."Kami mengapresiasi dan patut berbangga, Putra kebanggaan Samosir yang bertugas sebagai Danrem peduli dengan Danau Toba. Kebersihan Danau Toba tanggung jawab bersama. Mari tanamkan dalam hati untuk ikut melestarikan dan merawat Danau Toba," kata Vandiko.

Untuk pemanfaatan eceng gondok, Bupati Samosir mengutarakan bahwa Pemkab.Samosir bersedia memberikan pelatihan untuk mengolah eceng gondok menjadi pupuk organik maupun menjadi kerajinan tangan sehingga masyarakat diharapkan dapat memberdayakan eceng gondok untuk peningkatan perekonomian. Guna mengoptimalkan pembuatan pupuk kompos dengan bahan baku eceng gondok,Kepala Desa dihimbau dapat membantu dengan pembelian  membeli alat pencacah untuk mempermudah masyarakat.

Danrem 023 KS Jansen P. Nainggolan menjelaskan program TNI Manunggal membersihkan Danau Toba sudah dilaksanakan secara rutin,sudah berjalan  selama 6 bulan dan fokus pada eceng gondok. Sekitar 62 ha sudah dibersihkan dengan 10 ribu ton eceng gondok yang sudah diangkat.
"Kegiatan ini terus berlangsung tiap hari dengan harapan Danau Toba bersih dari eceng gondok juga untuk  menjaga kelestarian ekosistimnya. Program ini berjalan dengan perlengkapan yang didukung KASAD dan disuport penuh pemerintah daerah, bahu membahu membersihkan Danau Toba" terang Jansen.

Sebagai daerah wisata yang banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara,Jansen menegaskan Danau Toba harus dijaga,harus bersih. Dengan kehadiran wisatawan menurutnya akan dapat mendukung  peningkatan perekonomian masyarakat."Danau yang kita cintai ini  dibanggakan Indonesia, disukai bangsa dari luar negeri,maka perlu kesadaran memelihara keindahan dan kelestariannya.Ini menjadi keharusan kita semua bukan hanya pemerintah tapi juga kita semua" tegasnya.

Sebagai putra asal Samosir,Jansen meminta kebersihan dan kelestarian Toba harus diwariskan dari generasi ke generasi sehingga Danau Toba tetap terjaga."Dulu orangtua saya mewariskan Danau Toba ke saya masih bersih,sekarang juga harus kita bersihkan.Saya pesankan,mari kita wariskan Danau Toba  yang bersih kepada anak cucu kita, kita ajarkan juga itu kepada mereka agar Danau Toba lestari dan terjaga selamanya" pesan Jansen.


 (NR.Sitohang)