👁️ Total Tayangan: 271.058

Gelar Acara Rajut Budaya dan Perkuat Ekonomi Masyarakat Festival Tao Toba Joujou 2026

Table of Contents
SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Kamis, 6 Agustus 2026, Festival Tao Toba Joujou 2026 resmi dibuka untuk keempat kalinya di Kabupaten Samosir. Pembukaan ditandai dengan petikan benang pada kain tenun ulos di Segmen V Waterfront City Pangururan, yang dilakukan oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera.
 
Petikan benang tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan selama empat hari ke depan, yang merajut kolaborasi antara pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, penguatan UMKM, dan peningkatan sektor pertanian. Proses penenunan ulos akan berlangsung sepanjang festival hingga benang terakhir dipotong pada acara penutupan. Ulos bukan sekadar warisan leluhur, melainkan identitas budaya yang memiliki nilai ekonomi dan menjadi sumber penghidupan masyarakat di kawasan Danau Toba.
 
Pembukaan semakin semarak dengan Parade Budaya dan Agro yang melibatkan sembilan kecamatan se-Kabupaten Samosir. Berbagai potensi daerah ditampilkan, mulai dari miniatur khas, busana tradisional, pertunjukan seni, hingga hasil pertanian unggulan. Parade ini menjadi wujud dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan festival.
 
Mengusung tema "Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi: Sinergi Penguatan Potensi Daerah untuk Akselerasi Pariwisata Danau Toba", Festival Tao Toba Joujou menjadi bukti nyata kolaborasi antara pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi dalam memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
Pada kesempatan itu, Bupati Samosir bersama Kepala Kantor Perwakilan BI Sibolga juga menandatangani komitmen pembentukan Tim Percepatan Ekspor Kabupaten Samosir. Langkah ini menjadi upaya bersama untuk memperluas pasar produk unggulan daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
 
Turut hadir Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah, Deputi Direktur OJK Regional 5 Sumatera Sapriandi, Kepala Divisi Edukasi, Humas, dan Hubungan Kelembagaan LPS I Pramuji Novri Haryanto, Deputi Direktur Bank Indonesia Sumatera Utara Darius Tirtosuharto, jajaran perbankan, BPODT, Forkopimda, Ketua PKK Kennauli A. Sidauruk beserta jajaran, Asisten Sekretariat Daerah, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Samosir.

 
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera menyampaikan bahwa festival ini merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor dalam memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM, digitalisasi, dan pariwisata.
 
"Bank Indonesia memiliki tugas mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kami sangat senang ketika peran tersebut disambut pemerintah daerah melalui kolaborasi yang kuat," ujar Riza.
 
Menurutnya, Festival Tao Toba Joujou tahun ini hadir dengan konsep yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain pameran UMKM, festival budaya, dan kesepakatan kemitraan bisnis, tahun ini juga digelar Samosir Run yang ditargetkan menjadi agenda tahunan berskala nasional.
 
Riza menambahkan bahwa festival ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Karya Kreatif Indonesia yang akan berlangsung di Jakarta pada Agustus mendatang. Produk unggulan dari wilayah kerja Bank Indonesia Sibolga akan dipajang di panggung nasional. Selama pelaksanaan festival, Bank Indonesia menargetkan sekitar 55.000 pengunjung akan hadir.
 
Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang kembali mempercayakan Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah untuk keempat kalinya.
 
"Selamat datang di Samosir, negeri indah kepingan surga. Terima kasih kepada Bank Indonesia yang kembali membawa festival ini ke Kabupaten Samosir," ujar Vandiko.
 
Bupati menegaskan bahwa Festival Tao Toba Joujou bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang pertemuan budaya, pariwisata, UMKM, dan pertanian dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
 
"Di sini kita melihat bagaimana budaya, UMKM, dan sektor pertanian bertemu. Tidak hanya menampilkan potensi, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan pelatihan agar mampu naik kelas hingga menembus pasar internasional," katanya.
 
Lebih lanjut, Vandiko menyampaikan festival ini memberikan dampak nyata peningkatan perekonomian masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk bernilai jual tinggi. Oleh karena itu, ia berharap penyelenggaraan berikutnya tetap berlangsung di Samosir.
 
"Dengan dukungan yang baik, Tao Toba Joujou kembali ke Samosir. Nama festival ini sudah melekat erat dengan daerah kami. Mudah-mudahan kegiatan ini kembali hadir tahun depan karena dampaknya sangat nyata meningkatkan perekonomian masyarakat," ungkap Vandiko.
 
Bupati juga mencatat peningkatan transaksi digital selama festival terus bergerak naik. Pada tahun 2024, transaksi elektronik tercatat Rp1,9 miliar, dan meningkat menjadi sekitar Rp2,5 miliar pada tahun 2025.
 
Sebagai bentuk komitmen mendukung pelaku usaha, Pemerintah Kabupaten Samosir akan menaikkan plafon pembiayaan UMKM hingga Rp100 juta dengan bunga nol persen yang ditanggung pemerintah daerah. Dalam acara tersebut juga diserahkan penyaluran pembiayaan kemitraan usaha: Bank Sumut Rp500 juta, BNI Rp300 juta, Bank Mandiri Rp200 juta, dan BRI Rp170 juta.
 
Festival Tao Toba Joujou 2026 menghadirkan beragam kegiatan: Festival Ulos Boruni Raja, Festival Kopi Para Raja, kuliner khas Batak, pertunjukan seni budaya, kompetisi lokal, diskusi publik, layanan pembayaran digital, pasar murah pengendalian inflasi, hingga penampilan artis lokal dan grup musik nasional Cokelat.
 
Lebih dari sekadar agenda tahunan, Festival Tao Toba Joujou kini telah berkembang menjadi simbol bahwa warisan budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi yang nyata. Festival ini menjembatani nilai luhur leluhur dengan peluang masa depan, sekaligus mempertegas posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata unggulan yang bertumpu pada identitas budaya dan kesejahteraan masyarakat.
 
(NR. Sitohang)
 
Artha-News — Analisis – Referensi – Tajam – Handal – Akurat
👁 Views: 0

Posting Komentar