Tampilkan postingan dengan label Cimahi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cimahi. Tampilkan semua postingan

Jumat, Oktober 09, 2026

Pemkot Cimahi Perpanjang Penghapusan Denda Pajak Daerah, Warga Cukup Bayar Pokok Pajak

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Rabu, 8 Oktober 2026
 
Pemerintah Kota Cimahi resmi memperpanjang masa berlaku kebijakan penghapusan sanksi administratif berupa denda untuk seluruh jenis pajak daerah di wilayahnya. Jika sebelumnya program ini direncanakan berakhir pada September 2026, kini masyarakat diberi waktu lebih lama hingga 28 Desember 2026 untuk melunasi kewajiban pajak tanpa dibebani biaya tambahan akibat keterlambatan. Langkah ini membuka peluang luas bagi warga yang masih memiliki tunggakan untuk menyelesaikannya dengan lebih ringan dan terjangkau.
 
Melalui Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda), Pemkot Cimahi secara aktif mengimbau seluruh wajib pajak untuk segera memanfaatkan perpanjangan waktu ini sebelum masa berlakunya habis. Kesempatan ini dinilai sangat berharga karena warga hanya perlu melunasi nilai pokok pajak yang tertunda, tanpa harus membayar denda yang biasanya terus bertambah seiring berjalannya waktu.
 
Sekretaris Bappenda Kota Cimahi, Faisal, menjelaskan bahwa keputusan memperpanjang masa program ini diambil setelah melihat antusiasme dan tingkat kepatuhan masyarakat yang dinilai cukup tinggi selama periode sebelumnya. Pemerintah daerah ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi warga yang belum sempat memanfaatkan kebijakan ini.
 
"Jadi buat warga atau wajib pajak, silakan manfaatkan kesempatan ini karena penghapusan denda ini hanya berlaku sampai 28 Desember 2026. Setelah lewat tanggal tersebut, sanksi administratif akan kembali berlaku sesuai ketentuan yang ada," ujar Faisal saat memberikan keterangan, Rabu (8/10/2026).
 
Berbagai jenis pajak daerah masuk dalam cakupan program ini, antara lain Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Reklame, serta Pajak Air Tanah. Selain itu, kebijakan ini juga mencakup Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang meliputi pajak atas makanan dan minuman, jasa perhotelan, jasa parkir, jasa kesenian dan hiburan, serta pemanfaatan tenaga listrik.
 
Faisal menambahkan, perpanjangan program ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya yang memiliki tunggakan PBB-P2 dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga dapat menyelesaikan kewajibannya tanpa merasa terberatkan oleh besaran denda yang menumpuk. Dengan demikian, kepatuhan warga terhadap pembayaran pajak daerah dapat terus meningkat.
 
Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi strategi pemerintah daerah untuk terus mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). PBB-P2 sendiri merupakan salah satu sumber pendapatan utama yang sangat penting bagi pembangunan dan penyelenggaraan layanan publik di Kota Cimahi. Semakin banyak warga yang melunasi kewajibannya, semakin baik pula kemampuan daerah dalam memberikan pelayanan.
 
"Bappenda masih terus mendorong penyelesaian tunggakan dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak agar penerimaan daerah dapat terus dioptimalkan hingga akhir tahun," tegasnya.
 
Perlu diketahui, kebijakan ini berbeda dengan program insentif diskon PBB-P2 sebesar 5 persen yang telah diberikan sebelumnya pada bulan September 2026 untuk ketetapan pajak tahun berjalan. Jika diskon meringankan nilai pokok yang harus dibayar, maka program penghapusan sanksi administratif ini khusus menghapuskan denda keterlambatan agar warga dapat menyelesaikan tunggakan masa lalu dengan lebih mudah.

(Ari.M)

Akses Roda Empat Dibuka, Jembatan Pemkot Cimahi Kembali Bisa Dilalui

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Kamis, 8 Oktober 2026
 
Arus lalu lintas di kawasan Jalan Raden Demang Hardjakusumah kini mulai berangsur normal. Setelah ditutup selama kurang lebih dua bulan akibat pekerjaan perbaikan yang berlangsung intensif, Jembatan Pemkot Cimahi resmi dibuka kembali untuk dilintasi kendaraan roda empat sejak Kamis (8/10/2026). Langkah ini menjadi angin segar bagi para pengendara karena dinilai mampu mengurai titik kemacetan sekaligus memangkas jarak tempuh yang sebelumnya terbuang akibat rute alternatif yang lebih jauh.
 
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, turun langsung ke lokasi bersama jajaran terkait untuk memantau hari pertama pembukaan jalur tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh oleh tim teknis, struktur jembatan dinyatakan telah memenuhi standar keamanan dan siap dilewati kendaraan roda empat, meskipun beberapa bagian pekerjaan pendukung belum sepenuhnya selesai.
 
Ngatiyana menjelaskan, prioritas utama penyelesaian yang saat ini tengah dikejar adalah pembuatan saluran air atau gorong-gorong di area sekitar jembatan. Langkah ini sangat penting untuk mengantisipasi genangan air dan risiko banjir saat musim hujan tiba.
 
"Pagi ini kita buka secara bertahap namun menyeluruh agar mobilitas masyarakat kembali lancar, meskipun pengerjaan belum seratus persen rampung. Fokus utama yang tersisa adalah penyelesaian saluran pembuangan air sebagai langkah pencegahan banjir di masa mendatang," ujar Ngatiyana saat meninjau lokasi, Kamis (8/10/2026).
 
Ia menambahkan, penyelesaian infrastruktur drainase ini menjadi kunci agar fungsi jembatan dapat beroperasi secara optimal dan tahan lama. Selama masa penutupan lalu lintas, pengendara terpaksa menempuh jalur memutar yang menambah waktu perjalanan secara signifikan.
 
Dibukanya kembali akses jembatan ini disambut antusiasme tinggi oleh masyarakat yang melintas. Erwin, salah seorang pengendara roda empat, mengaku sangat terbantu dengan keputusan ini karena tidak perlu lagi menempuh rute jauh yang membuang waktu.
 
"Sangat lega jembatan ini sudah bisa dilalui lagi. Selama penutupan kita harus memutar cukup jauh dan memakan waktu lebih lama setiap harinya," ujar Erwin dengan senyum lega saat melintasi lokasi.
 
Selain menyelesaikan konstruksi gorong-gorong, Pemerintah Kota Cimahi juga terus melakukan pembersihan sisa material tanah dan puing yang masih berada di sekitar badan jalan. Pemasangan penerangan jalan umum juga direncanakan secara bertahap untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
 
Pemerintah Kota Cimahi menegaskan bahwa sisa pekerjaan yang belum selesai akan segera dituntaskan. Dengan dibukanya kembali akses jembatan bagi kendaraan roda empat, kelancaran arus lalu lintas di sekitar Jalan Raden Demang Hardjakusumah diharapkan terus membaik, sementara penyelesaian pekerjaan pendukung akan dilakukan tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat yang mulai melintas kembali.

(Ari M)

ChiMa Awards 2026: Inovasi Cimahi Siap Bersaing di Panggung Nasional

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Kamis, 8 Oktober 2026
 
Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) sukses menggelar puncak penganugerahan Cimahi Motekar Awards (ChiMa) 2026 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi pada Kamis (8/10/2026). Ajang tahunan yang kini memasuki tahun keenam sejak pertama kali digelar pada 2021 ini bukan sekadar seremoni pemberian piala, melainkan ruang apresiasi sekaligus katalisator lahirnya solusi-solusi cerdas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
 
 
 
Target Masuk 10 Besar Nasional di IGA 2026
 
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan bukanlah sekadar tren sesaat. Inovasi merupakan pilar utama dalam menghadirkan pelayanan yang responsif, transparan, dan efisien bagi seluruh warga Kota Cimahi.
 
Komitmen nyata ini tercermin dari lonjakan capaian yang signifikan pada tahun ini. Sebanyak 305 usulan inovasi berhasil dihimpun — angka yang naik 21 persen dibandingkan tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 207 inovasi dikirimkan untuk mengikuti penilaian bergengsi Innovative Government Awards (IGA) 2026. Tak hanya itu, nilai Indeks Kematangan Inovasi Kota Cimahi juga mencatat peningkatan dari 84,5 menjadi 91,16, atau naik 7,9 persen.
 
"Dengan modal kematangan yang terus tumbuh ini, target Kota Cimahi untuk menembus 10 besar di antara kota-kota se-Indonesia pada IGA 2026 semoga dapat kita wujudkan bersama," ujar Ngatiyana dengan optimis.
 
Meski capaian terus meningkat, Wali Kota mengingatkan bahwa kualitas dan dampak nyata inovasi tetap menjadi prioritas utama, bukan semata-mata mengejar kuantitas jumlah usulan.
 
 
 
Strategi BAPPERIDA Perkuat Daya Saing Daerah
 
ChiMa Awards 2026 hadir dengan penyegaran melalui enam kelompok kompetisi. Untuk pertama kalinya, ajang ini diintegrasikan secara langsung dengan pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID). Langkah strategis ini menjadikan kompetisi tidak hanya sebagai panggung penghargaan, tetapi juga instrumen penguatan daya saing daerah di tingkat nasional.
 
Di tengah tantangan keterbatasan fiskal daerah, Pemkot Cimahi juga memperkuat kolaborasi strategis bersama mitra strategis. Di antaranya adalah Bank BJB Cabang Kota Cimahi dan The Local Enablers (TLE), guna menjaga keberlanjutan ekosistem inovasi agar tetap hidup dan berdampak nyata bagi masyarakat.
 
Ke depan, BAPPERIDA Kota Cimahi telah memetakan langkah berkelanjutan: memperkuat payung hukum regulasi inovasi, mendorong inovasi dari level teknis menuju kebijakan yang berdampak sistemik, serta menyelaraskan pencapaian inovasi dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) pemerintahan.
 
Melalui ChiMa Awards 2026, Pemkot Cimahi menegaskan satu hal: inovasi tidak berhenti di panggung penghargaan, melainkan harus menjadi budaya kerja yang melahirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
 
 
 
DAFTAR LENGKAP PEMENANG CHIMA AWARDS 2026
 
Kelompok Perangkat Daerah
 
Juara I: Dinas Lingkungan Hidup
Juara II: Dinas Pangan dan Pertanian
Juara III: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
 
Kelompok UPTD / BLUD / Puskesmas / Kelurahan
 
Juara I: UPTD Puskesmas Melong Tengah
Juara II: UPTD Puskesmas Cimahi Utara
Juara III: UPTD Cimahi Techno Park
 
Kelompok Guru dan Tenaga Pendidik
 
Juara I: Lucky Taufik Sutrisno, S.Pd., M.Pd. — SDN Baros Mandiri 4
Juara II: Yuni Arisandi Sanmas, S.Pd., Mce. & Tim — SMP Plus Nurul Aulia
Juara III: Sandi Sopandi, S.Pd., M.Pd. — SDN Rancabentang 3
 
Kelompok Janji Politik Terinovatif
 
Juara I: Dinas Lingkungan Hidup
Juara II: Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Juara III: Dinas Pendidikan
 
Kelompok ASN Laki-laki Terinovatif
 
Juara I: drh. Muhammad Faiz Labib
Juara II: drh. Irfan Fazar Ramadhan
Juara III: Riko Aldi, A.Md.Kep.
 
Kelompok ASN Perempuan Terinovatif
 
Juara I: Ratna Manik, S.Keb.
Juara II: dr. Ruth Risnianthy (In Memoriam)
Juara III: Mira Nurmeita Gantini, S.P., M.P.
 
(Ari M — Artha-News, 8 Oktober 2026)

Kamis, Oktober 08, 2026

Kusmawan Resmi Dilantik PAW DPRD Cimahi: Lanjutkan Perjuangan Almarhum Asep Rukmansyah di Dapil II

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Rabu, 7 Oktober 2026
 
Kusmawan, S.E., resmi mengikrarkan sumpah jabatan sebagai anggota DPRD Kota Cimahi melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW) pada Rabu (7/10/2026). Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah yang berlangsung khidmat digelar di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita.
 
Kusmawan secara resmi masuk ke jajaran legislatif untuk menggantikan almarhum H. Asep Rukmansyah. Mendiang merupakan politisi senior dari Fraksi Partai Golkar masa jabatan 2024–2029 yang wafat beberapa waktu lalu. Agenda sakral ini dihadiri langsung oleh pimpinan beserta anggota DPRD Kota Cimahi, unsur Forkopimda, serta perwakilan eksekutif dari Pemerintah Kota Cimahi.
 
Usai pelantikan resmi, Kusmawan tidak lupa memberikan penghormatan mendalam bagi pendahulunya. Ia mengajak seluruh hadirin untuk sejenak mendoakan mendiang almarhum H. Asep Rukmansyah.
 
"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Seluruh amal ibadah serta dedikasi perjuangannya selama mengabdi di lembaga ini dapat menjadi kebaikan yang terus dikenang oleh masyarakat Kota Cimahi," tutur Kusmawan dengan penuh takzim.
 
 
 
Komitmen Mengawal Aspirasi Konstituen Dapil II Kota Cimahi
 
Sebagai kader yang mengemban amanah baru melalui jalur PAW, Kusmawan menegaskan komitmen utamanya di sisa periode ini. Fokus kerja terdekatnya adalah memastikan seluruh program dan aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kota Cimahi tetap berjalan dan terealisasi dengan baik.
 
"Sesuai dengan esensi dari Pergantian Antarwaktu, prioritas saya di parlemen sudah sangat jelas. Saya akan melanjutkan seluruh agenda kerja almarhum. Terutama yang berkaitan dengan pokok-pokok pikiran serta aspirasi para konstituen beliau yang saat ini masih dalam proses pengawalan," urai Kusmawan secara gamblang.
 
Memasuki triwulan akhir tahun anggaran 2026, Kusmawan bergerak cepat melakukan pemetaan internal. Ia bertekad menjadi jembatan yang kokoh bagi pemenuhan hak-hak dan kebutuhan warga di tingkat akar rumput, khususnya di wilayah konstituen yang ia wakili. Pintu komunikasi akan senantiasa terbuka lebar bagi setiap masukan dari masyarakat untuk kemudian dirumuskan menjadi usulan program pembangunan pada tahun anggaran berikutnya.
 
 
 
Memperkuat Soliditas Fraksi Golkar dan Sinergi Eksekutif
 
Dengan resminya pelantikan ini, formasi kursi Fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Cimahi kini kembali utuh dengan berkekuatan tujuh orang anggota. Kembalinya kekuatan penuh ini diharapkan mampu mendongkrak performa fraksi dalam mengawal kebijakan publik yang berpihak pada rakyat.
 
Kusmawan optimis soliditas internal Fraksi Golkar akan semakin kuat untuk memberikan kontribusi nyata bagi jalannya roda pembangunan di Kota Cimahi. Ia juga menyoroti pentingnya keharmonisan hubungan kerja antarlembaga demi kesejahteraan masyarakat luas.
 
"Kami bertekad untuk terus mempererat sinergi kerja yang positif antara pihak legislatif dan eksekutif. Hubungan yang harmonis ini sangat krusial agar setiap program pembangunan pemerintah dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan manfaatnya bisa langsung dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat," pungkas Kusmawan.
 
(Ari M - Artha-News)

Rabu, Oktober 07, 2026

Evaluasi Semester I 2026: Kecamatan Cimahi Selatan Raih Nilai Kinerja Tertinggi

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Rabu, 7 Oktober 2026
 
Pemerintah Kota Cimahi menjadikan momentum Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 sebagai ajang evaluasi menyeluruh terhadap mutu pelayanan publik di tingkat wilayah. Saat memimpin upacara di Lapangan Apel Pemkot Cimahi, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan pengamalan nilai-nilai Pancasila harus terwujud lewat birokrasi yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan nyata warga.
 
Kecamatan Cimahi Selatan Unggul
 
Berdasarkan hasil penilaian kinerja objektif Semester I Tahun 2026, Kecamatan Cimahi Selatan meraih apresiasi tertinggi. Persaingan ketat dengan selisih sangat tipis juga terjadi di tingkat kelurahan. Kelurahan berprestasi antara lain:
 
- Kelurahan Citeureup
​
- Kelurahan Padasuka
​
- Kelurahan Cibeber
 
Ke depannya, indikator penilaian akan diperketat dan diperluas, menitikberatkan pada inovasi daerah serta kelayakan sarana prasarana publik agar sistem penilaian semakin adil dan menyeluruh.
 
Disdukcapil Sabet Anugerah Adminduk Prima
 
Prestasi juga diraih Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi yang meraih Juara II Anugerah Adminduk Prima 2026 kategori kabupaten/kota dengan kepadatan penduduk besar. Dewi Ratih Mayasari turut menyabet penghargaan Terbaik II kategori Front Office.
 
Capaian kolektif maupun individu ini diharapkan memacu seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkot Cimahi meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan demi kemajuan Kota Cimahi.


(Ari. M)

Senin, Oktober 05, 2026

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila: Ngatiyana Tegaskan Pelayanan & Evaluasi Kinerja, Cimahi Selatan Sabet Apresiasi Tertinggi

Wali Kota Cimahi Ngatiyana pimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lapangan Apel Pemkot Cimahi


 

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Kamis, 1 Oktober 2026

 

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan pemerintahan kini menjadi momentum krusial untuk memperkokoh semangat persatuan, menjaga integritas, serta mengoptimalkan mutu pelayanan publik. Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kota Cimahi yang berlangsung di Lapangan Apel Pemkot Cimahi, Kamis (1/10/2026). Tema nasional yang diusung tahun ini: "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".

 

Dalam amanatnya, Ngatiyana menekankan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila wajib diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari, khususnya dalam tata kelola birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat. Tantangan menjaga persatuan kini telah bergeser — ujian terberat bukan lagi gesekan fisik, melainkan maraknya berita bohong serta pemanfaatan perbedaan untuk memicu perpecahan di ruang digital.

 

Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diimbau bijak menyaring informasi, tidak mudah terprovokasi, menjauhi ujaran kebencian, dan mengutamakan konfirmasi sebelum menarik kesimpulan.

 

Optimalisasi Kinerja Birokrasi Kota Cimahi

 

Pengamalan Pancasila sangat erat kaitannya dengan kemudahan pelayanan publik dan pembangunan yang menyentuh kebutuhan warga. Kesuksesan program tidak hanya diukur dari proyek fisik, melainkan berdampak nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

 

Wali Kota menginstruksikan agar kinerja di tingkat kecamatan dan kelurahan terus dipantau serta dievaluasi secara berkala, objektif, dan terukur — mencakup inovasi pelayanan hingga kesiapan sarana prasarana di lapangan.

 

Unit Kerja Peraih Apresiasi Tertinggi:

 

- Tingkat Kecamatan: Kecamatan Cimahi Selatan — predikat terbaik Semester I Tahun 2026

- Tingkat Kelurahan: Kelurahan Citeureup, Kelurahan Padasuka, Kelurahan Cibeber — kinerja unggul

- Sektor Layanan: Disdukcapil — Juara II Anugerah Adminduk Prima 2026

- Individu: Dewi Ratih Mayasari — Terbaik II kategori Petugas Front Office

 

Persaingan di antara 15 kelurahan dinilai sangat ketat dengan selisih skor yang tipis. Ke depannya, standar penilaian akan diperketat mencakup inovasi digital dan kualitas sarana fisik. Pencapaian ini diharapkan memacu seluruh perangkat daerah meningkatkan profesionalisme, integritas, serta mutu pelayanan demi kemajuan Kota Cimahi.

 

 

 (Ari.M)

Rabu, September 23, 2026

Shalat Istisqo Tingkat Kota Cimahi: Seribu Warga Berdoa Mohon Hujan, Pemkot Pastikan Pasokan Air Terpenuhi

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Pemerintah Kota Cimahi bersama Forkopimda, MUI, para ulama, tokoh agama, ASN, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat umum melaksanakan Shalat Istisqo Tingkat Kota Cimahi Tahun 2026 di Alun-Alun Kota Cimahi pada Selasa (22/9/2026). Ibadah permohonan hujan ini dipimpin langsung oleh KH. Sodik M. Nawawi dan diikuti sekitar 1.000 peserta secara khusyuk.
 
Kegiatan ini digelar sebagai wujud ikhtiar batin bersama memohon kepada Allah SWT agar segera turun hujan, menyusul kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih serta kehidupan warga. Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan bahwa shalat ini bukan sekadar doa, melainkan momen kembali menyadari betapa pentingnya air bagi kehidupan.
 
"Air merupakan kebutuhan utama manusia. Karena itu, kita bersama-sama dengan tulus ikhlas menyerahkan diri kepada Allah SWT, memohon ampun atas kesalahan, serta memohon agar segera diturunkan hujan," ujar Ngatiyana.
 
Mitigasi Kekeringan dan Distribusi Air Bersih
 
Sambil berdoa, Pemkot Cimahi terus bergerak mengatasi dampak kekeringan di lapangan. Banyak warga mulai kesulitan dan meminta bantuan air bersih, sehingga instansi daerah segera dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih menggunakan kendaraan tangki langsung ke titik pemukiman warga yang membutuhkan bantuan darurat.
 
Instansi DPKP, PUPR, dan DLH bersinergi memetakan wilayah krisis. Kawasan bagian utara Cimahi menjadi fokus utama penanganan karena letak wilayahnya yang lebih tinggi membuat pasokan air baku harian sangat sulit didapatkan oleh warga setempat.
 
Ajakan Gotong Royong dan Hemat Air
 
Ngatiyana menegaskan gotong royong dan koordinasi antarinstansi harus diperkuat agar warga yang paling terdampak tidak berjuang sendirian. Ia juga mengajak seluruh masyarakat tidak hanya berdoa, tetapi juga berikhtiar menjaga kelestarian alam dan menggunakan air secara bijak.
 
"Jangan sampai kita memboroskan air ketika di tempat lain ada masyarakat yang kesulitan mendapatkannya. Mari gunakan air sehemat mungkin dan terus peduli terhadap lingkungan," pesannya.
 
Wali Kota berharap doa seribu warga ini segera dikabulkan, sehingga hujan turun membawa kelegaan, mencukupi kebutuhan air, dan membawa keberkahan bagi Kota Cimahi.
 
(Ari.M)
ARTHA-NEWS - Analisis Referensi Tajam Handal Akurat -
 
 

Rabu, September 16, 2026

Data Bansos Tak Sesuai? Ketua DPRD Cimahi Ingatkan Warga: Jangan Diam, Gunakan 3 Jalur Resmi Ini


CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, mengingatkan masyarakat agar tidak tinggal diam apabila menemukan data bantuan sosial yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Namun, ia juga meminta warga tetap menempuh jalur resmi dan tidak tergiur tawaran oknum yang menjanjikan kemudahan dengan imbalan tertentu.

"Kalau data bantuan sosial belum sesuai, jangan diam. Tetapi juga jangan menempuh jalur yang tidak jelas. Gunakan kanal resmi yang telah disediakan pemerintah," tegas Wahyu, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, akurasi data menjadi kunci utama agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh pihak yang berhak. Masyarakat memiliki hak untuk mengecek sekaligus mengajukan pembaruan data apabila terjadi perubahan kondisi sosial maupun ekonomi di lingkungan mereka.

Guna mempermudah proses laporan tersebut, Wahyu menjelaskan ada tiga kanal resmi yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga Kota Cimahi:

- Cek Bansos Kemensos — melalui situs cekbansos.kemensos.go.id maupun aplikasi resmi;


- SIKS-NG — dengan mendatangi operator resmi di tingkat kelurahan;


- DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) — melalui laman dtsen-form.bps.go.id.



Meski begitu, Ketua DPRD menegaskan bahwa pembaruan data tidak serta-merta menjamin seseorang langsung menerima bantuan. Data yang diajukan akan melalui tahapan pemutakhiran, verifikasi, dan penghitungan ulang sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pembaruan data bukan berarti otomatis mendapatkan bantuan. Semua tetap melalui proses dan hasil akhirnya ditentukan berdasarkan data serta ketentuan yang berlaku. Yang terpenting adalah memastikan informasi yang kita sampaikan benar dan sesuai kondisi sebenarnya," jelasnya.

Wahyu juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap oknum yang menawarkan jasa memasukkan nama penerima bantuan dengan meminta biaya atau imbalan. Seluruh proses pengurusan data ini harus melalui mekanisme resmi dan tidak boleh dipungut biaya sepeser pun.

Dengan masyarakat yang aktif mengecek dan memperbarui data melalui jalur yang benar, diharapkan data sosial Kota Cimahi semakin akurat, transparan, dan bantuan tepat sasaran.

"Mari bersama-sama memastikan data masyarakat benar, agar program pemerintah benar-benar bisa dirasakan oleh mereka yang membutuhkan," pungkasnya.

 
  BERITA TERKAIT:

Baca Juga: Ketua DPRD Cimahi: Lewat Pawang Ronda, Kami yang Datang ke Warga →
Kegiatan Pawang Ronda digelar Rabu malam (2/9/2026) di RW 07 Kelurahan Padasuka — sehari setelah penyampaian himbauan terkait data bansos ini.

https://www.artha-news.com/2026/09/ketua-dprd-cimahi-lewat-pawang-ronda.html

 
(Ari.M)
Artha-news - Analisis Referensi Tajam Handal Akurat -

Ketua DPRD Cimahi: Lewat Pawang Ronda, Kami yang Datang ke Warga

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widiyatmoko, menilai program PAWANG RONDA menjadi momentum penting yang mendekatkan para pemimpin daerah dengan masyarakat.
 
Kegiatan yang digelar di RW 07 Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, pada Rabu malam (2/9/2026) ini bukan sekadar agenda silaturahmi biasa. Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi warga untuk bertatap muka langsung dengan para pengambil kebijakan tanpa harus mendatangi kantor pemerintahan.
 
"Ini momentum yang paling baik bagi Bapak dan Ibu sekalian, khususnya warga RW 07 Kelurahan Padasuka, untuk bisa langsung bertatap muka, bersilaturahmi, dan menyampaikan hal-hal yang memang perlu disampaikan," ujar Wahyu.
 
Ia menegaskan bahwa kehadiran jajaran pimpinan daerah di tengah masyarakat adalah bentuk nyata pelayanan publik yang lebih dekat dan terbuka.
 
"Kalau ingin bertemu Pak Wali Kota tidak perlu harus ke kantor Wali Kota. Kalau ingin menyampaikan aspirasi kepada DPRD juga tidak perlu jauh-jauh datang ke sana. Hari ini kita yang mendatangi Bapak dan Ibu," tegasnya.
 
Ruang Komunikasi Tanpa Sekat di Kota Cimahi
 
Wahyu mengapresiasi gagasan program PAWANG RONDA yang dinilainya sebagai langkah positif membangun komunikasi tanpa sekat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
 
Dalam kegiatan tersebut, warga tidak hanya ditemani menjalankan ronda malam. Masyarakat juga dapat berdialog langsung dengan berbagai unsur pimpinan Forkopimda — mulai dari Pemkot Cimahi, DPRD, Polres, Kodim, Pengadilan Negeri, hingga Kejaksaan Negeri.
 
"Ini hal yang sangat luar biasa dan positif. Kita bersama-sama pimpinan yang ada di Kota Cimahi hadir menemani Bapak dan Ibu sekalian untuk ronda di lingkungan masing-masing," katanya.
 
DPRD Ajak Masyarakat Aktif Sampaikan Aspirasi
 
Ketua DPRD pun mendorong masyarakat agar tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Ia meminta warga menyampaikan secara terbuka setiap persoalan, kebutuhan, maupun aspirasi agar dapat langsung ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang.
 
"Ada Pak Wali Kota, ada DPRD, Polres, Dandim, Pengadilan Negeri, dan Ibu Kajari. Mangga, ketika ada aspirasi dan hal lainnya silakan disampaikan. Insya Allah, hal-hal yang bisa langsung kami jawab akan kami jawab," pungkas Wahyu.
 
 
(Ari.M)
Artha-news - Analisis Referensi Tajam Handal Akurat -

Target Porprov XV: DPRD Cimahi Optimis Tembus 10 Besar Jabar

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 sekaligus pelepasan kontingen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cimahi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk membangun optimisme. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, dalam kegiatan pelepasan di Lapangan Upacara Pemerintah Kota Cimahi, Rabu (9/9/2026).
 
Siasati Efisiensi Anggaran Pembinaan Olahraga
 
Wahyu menyadari bahwa kebijakan efisiensi anggaran berimbas signifikan pada dunia olahraga di berbagai daerah di Jawa Barat. Meski menghadapi keterbatasan, ia menegaskan bahwa prestasi tetap menjadi tuntutan dan harapan masyarakat yang tidak boleh dikorbankan.
 
"Haornas menjadi momentum bersama. Efisiensi pasti berdampak langsung pada pembinaan olahraga, bukan hanya KONI Cimahi. Daerah lain pun pasti mengalami hal yang sama. Akan tetapi, prestasi itu tetap tuntutan dan harapan masyarakat Kota Cimahi," ujar Wahyu.
 
Masyarakat, lanjut Wahyu, berhak bangga atas capaian putra-putri terbaiknya terlepas dari segala keterbatasan dana yang sedang melanda berbagai sektor pembangunan saat ini.
 
Strategi KONI Cimahi Hadapi Porprov XV
 
Melihat kesiapan matang dan persiapan panjang yang telah dilakukan KONI Kota Cimahi selama berbulan-bulan, Wahyu optimis kontingen Cimahi mampu memberikan hasil terbaik. Jika pada ajang Porprov sebelumnya Kota Cimahi menempati peringkat ke-15, kali ini ia menargetkan posisi jajaran 10 besar.
 
"Minimal sekarang naik lagi. Syukur bisa bersaing di 10 besar. Itu target yang realistis dan bisa dicapai jika semua bergerak bersama," harapnya di hadapan ratusan atlet dan pelatih.
 
Wahyu meyakini bahwa dengan strategi yang tepat — terutama melalui pemetaan cabang olahraga (cabor) prioritas peraih medali emas serta penguatan pembinaan di cabang unggulan — kontingen Cimahi tetap bisa bersaing secara optimal tanpa harus bergantung pada anggaran besar.
 
"Pemetaan cabor peraih medali emas bisa saja diutamakan, meski bukan berarti mengesampingkan cabor lain. Fokus pada kekuatan adalah kunci di tengah keterbatasan," tegasnya.
 
Melalui semangat Haornas ke-43, seluruh pihak mulai dari atlet, pelatih, official, hingga pemangku kepentingan diharapkan dapat bersinergi maksimal agar keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang meraih prestasi di Porprov XV Jawa Barat 2026.
 
 
(Ari.M)
Artha-news-Analisis-Referensi-Tajam-Handal-Akurat-

Pemkot Cimahi Tanam 74 Pohon Pengganti Terdampak Underpass Gatot Subroto

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Pembangunan infrastruktur modern kota tidak harus merusak kelestarian alam. Berpegang pada prinsip tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi merealisasikan komitmen penghijauan dengan menanam puluhan pohon pengganti sebagai kompensasi atas proyek pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto.
 
Agenda pelestarian lingkungan ini ditandai secara simbolis melalui penanaman pohon di area parkir Masjid ABRI, Kelurahan Baros. Acara ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh jajaran TNI, Polri, serta unsur Forkopimda setempat.
 
Sinergi Pembangunan Infrastruktur dan Kelestarian Lingkungan
 
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa proyek underpass ini merupakan langkah strategis untuk mengurai kemacetan serta meningkatkan mobilitas warga. Namun, aspek keberlanjutan lingkungan tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.
 
"Penanaman ini adalah bukti nyata tanggung jawab kami dalam menjaga kawasan hijau kota. Pembangunan infrastruktur harus berjalan selaras dengan pemeliharaan ekologi," ujar Ngatiyana saat memberikan sambutan.
 
Berdasarkan data teknis dari UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah III Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, jalur proyek underpass yang membentang dari Gedung Sudirman hingga Taman Kartini memang mengharuskan adanya penataan vegetasi eksisting.
 
Detail Lokasi dan Jenis Pohon Kompensasi
 
Sebagai bentuk tanggung jawab ekologis, Pemkot Cimahi menyiapkan 74 pohon kompensasi yang disebar di beberapa titik krusial. Langkah penataan ini tidak hanya berfokus pada estetika, melainkan juga fungsi ekologis jangka panjang.
 
- Pohon Peneduh & Penyerap Karbon: Jenis pohon seperti trembesi, asem, dan mahoni dipilih untuk ditempatkan di kawasan sekitar Masjid ABRI demi mereduksi emisi karbon.
- Pohon Buah Konsumsi: Berbagai varietas pohon buah-buahan, terutama pohon durian, ditanam di area ekowisata Taman Kehati, Lebaksaat. Pemilihan jenis ini ditujukan untuk memenuhi aspirasi dan permintaan langsung dari warga Baros. Pohon durian dipilih karena cepat berbuah, sekitar dua hingga tiga tahun.
 
Ngatiyana juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar menanam, tetapi juga ikut merawat pohon-pohon tersebut. Monitoring berkala akan dilakukan oleh dinas terkait agar seluruh tanaman pengganti ini dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang.
 
Jadwal Konstruksi Proyek & Jalur Alternatif Underpass Gatsu
 
Pembangunan Underpass Gatot Subroto telah dimulai sejak Agustus 2026 dan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Jalur alternatif telah disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan selama proses konstruksi.
 
 ((Ari.M)
Artha-news --Analisis-Referensi-Tajam-Handal-Akurat- 

Rabu, September 09, 2026

Cimahi Targetkan 15 Emas di Porprov XV Jabar 2026, 884 Personel Resmi Dilepas!

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tingkat Kota Cimahi menjadi panggung pembakar semangat bagi ratusan duta olahraga setempat. Pemerintah Kota Cimahi secara resmi melepas keberangkatan kontingen besar yang akan berlaga di ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat Tahun 2026.
 
Upacara pelepasan para pejuang olahraga ini berlangsung khidmat di Lapangan Apel Pemkot Cimahi pada Rabu (9/9/2026). Berdasarkan jadwal resmi, gelaran multi-event Porprov XV Jabar sendiri akan digulirkan mulai 28 Oktober hingga 20 November 2026 mendatang.
 
Rincian Kekuatan Kontingen Kota Cimahi di Porprov Jabar 2026
 
Untuk menghadapi persaingan ketat di tingkat provinsi, Kota Cimahi menurunkan kekuatan penuh sebanyak 884 personel. Rombongan besar ini tidak hanya terdiri dari para penggedor di lapangan, melainkan sebuah tim terpadu yang solid.
 
Berikut adalah rincian lengkap komposisi kontingen Cimahi:
 
- Atlet Tumpuan: 637 olahragawan terbaik putra dan putri.
​
- Tim Pelatih: 114 juru taktik yang mengawal strategi.
​
- Ofisial & Manajer: 76 ofisial dan 50 manajer tim.
​
- Tim Pendukung: 7 orang mekanik khusus.
​
- Panitia Pelaksana: 38 personel dari internal KONI Kota Cimahi.
 
Nantinya, seluruh pahlawan olahraga ini akan tersebar untuk bertarung di 50 cabang olahraga (cabor) dengan total 61 disiplin pertandingan. Mereka dijadwalkan unjuk gigi di 45 lokasi pertandingan (venue) yang berbeda.
 
Target Realistis 15 Medali Emas dan Pesan Wali Kota
 
Dalam arahannya, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menekankan bahwa membawa nama daerah adalah sebuah tanggung jawab moral yang besar. Ia meminta agar seluruh elemen kontingen senantiasa memperlihatkan performa terbaik, serta menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berjalan.
 
"Berani berangkat, harus berani berjuang. Masalah menang atau kalah adalah dinamika dalam sebuah pertandingan. Namun yang paling krusial adalah menjaga keberanian, kedisiplinan, serta kekompakan tim," ujar Ngatiyana di hadapan para atlet.
 
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kehadiran ratusan delegasi ini merupakan buah dari proses panjang, mulai dari seleksi ketat, pembinaan berjenjang, hingga pemusatan latihan yang menguras energi. Sinergi kokoh antara pemerintah daerah, KONI, dan para pemangku kepentingan menjadi fondasi utama keberangkatan ini.
 
Menatap persaingan di Porprov Jabar XV, Kota Cimahi secara percaya diri mengusung target raihan 15 medali emas. Target ini dipandang sangat realistis berdasarkan peta kekuatan yang dimiliki. Wali Kota berharap target tersebut menjadi stimulan penyemangat, bukan justru menjadi tekanan psikologis bagi atlet.
 
"Keluarkan seluruh kemampuan terbaik Anda di arena pertandingan. Jadikan ekspektasi dan doa dari masyarakat Cimahi sebagai bahan bakar energi untuk tampil optimal. Bertandinglah dengan penuh keberanian, kedisiplinan, dan kehormatan," tutupnya.

(Ari.M)
Artha-news 
-Analisis-Referensi-Tajam-Handal-akurat- 

Senin, September 07, 2026

Lantik 18 Pejabat Baru, Pj Wali Kota Cimahi Tegaskan Bebas Jual Beli Jabatan

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Pemerintah Kota Cimahi resmi melantik 18 pejabat di lingkungan Pemkot Cimahi pada Jumat, 4 September 2026. Agenda yang berlangsung di Aula Gedung A Pemkot Cimahi ini mencakup pelantikan satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan 17 Pejabat Fungsional sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola birokrasi.
 
Satu-satunya pejabat tinggi pratama yang dilantik adalah Rully Sulfanorida, S.T., M.M., yang dipercaya menduduki jabatan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi.
 
Proses pengisian jabatan tersebut melalui seleksi terbuka yang berlangsung sejak 15 Juni hingga 27 Juli 2026 dan telah mendapat persetujuan serta rekomendasi resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sementara 17 pejabat lainnya ditempatkan dalam berbagai posisi fungsional di perangkat daerah lingkungan Pemkot Cimahi.
 
Rotasi Cegah Kejenuhan dan Dorong Inovasi ASN Cimahi
 
Dalam arahannya, pimpinan Pemkot Cimahi menyatakan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi merupakan dinamika organisasi yang wajar dan diperlukan guna menjaga produktivitas serta menghadirkan perspektif baru dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
 
"Tujuannya bukan untuk bagi-bagi jabatan, melainkan agar tidak terjadi kejenuhan, serta proses perimbangan dan pengambilan kebijakan dapat dilakukan melalui sudut pandang terbaru," ujarnya.
 
Para pejabat baru yang telah diambil sumpah jabatan diminta untuk terus menjaga integritas, bekerja jujur, profesional, dan selalu berpegang teguh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Khusus bagi pejabat fungsional, pemerintah mendorong agar mereka terus mengembangkan kompetensi dan memanfaatkan keahliannya secara optimal di lapangan.
 
Tantangan Strategis untuk Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi yang Baru
 
Perhatian khusus diberikan kepada Kepala Disdagkoperin yang baru dilantik. Dinas tersebut dinilai memiliki posisi yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan sektor perdagangan, koperasi, dan UMKM, serta didukung oleh tiga UPTD krusial, yaitu Technopark, Pasar, dan Metrologi Legal.
 
Di tengah kondisi fiskal daerah yang dinamis, pejabat baru dituntut untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, melahirkan berbagai inovasi program, serta membangun kolaborasi lintas sektor demi penguatan perekonomian masyarakat Kota Cimahi.
 
Pemerintah Kota Cimahi juga menegaskan bahwa seluruh proses pengangkatan ini dilakukan melalui sistem merit dan prosedur penilaian yang ketat. Pihaknya menepis isu adanya praktik jual beli jabatan dan menegaskan bahwa posisi ini murni hasil penilaian kinerja yang objektif.
 
"Jaga selalu sikap dan tindakan. Pikirkan setiap konsekuensi, karena sekecil apa pun tindakan kita akan memengaruhi citra masyarakat terhadap ASN. Ingat, melayani masyarakat bukan sekadar tugas, melainkan prioritas utama," tegasnya menutup arahan.


(Ari M)
Artha-news-Analisis-Referensi-Tajam-Handal-Akurat- 

Rabu, September 02, 2026

Solusi Pemkot Cimahi Mengatasi Kemacetan Menahun di Kawasan Daeng‑Cihanjuang

CIMAHI, Artha‑News.com — Titik pertemuan strategis Jalan Daeng–Cihanjuang yang kerap berubah menjadi simpul penyempit lalu lintas kini ditangani dengan pendekatan lebih serius dan terpadu. Menyusul berjalannya dua proyek besar sekaligus: pembangunan Underpass Gatot Subroto serta perawatan jembatan utama kota, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi memperkuat pos pengaturan di persimpangan kritis tersebut guna mencegah terjadinya kemacetan berkepanjangan yang melumpuhkan mobilitas harian.
 
Keputusan ini merupakan bagian krusial dari kesepakatan yang diambil dalam Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang digelar di lingkungan Pemkot Cimahi. Pertemuan tersebut melibatkan unsur kepolisian, perangkat kewilayahan, hingga perwakilan warga yang merasakan langsung dampak dari dinamika jalan raya saat ini. Meski sistem pengaturan arus dua arah telah berjalan di kawasan Underpass Dustira, beban lalu lintas masih terasa sangat berat di jalur Amir Mahmud dan kawasan sekitarnya, terutama saat jam‑jam sibuk berlangsung.
 
Guna mengatasi hambatan yang masih terjadi secara efektif dan terarah, penambahan personel gabungan dari Dishub dan Satlantas Polres Cimahi kini ditempatkan secara lebih padat, terpusat, dan terjadwal. Kehadiran petugas ini bertujuan mengatur antrean dengan cepat serta mencegah terjadinya penumpukan silang yang bisa melumpuhkan total persimpangan Daeng–Cihanjuang yang rawan tersendat.
 
Selain penambahan tenaga pengatur di lapangan, pihak pelaksana juga diinstruksikan menata ulang fasilitas jalan secara menyeluruh: memperbarui marka yang pudar, mengganti pembatas yang rusak atau bergeser, serta memastikan rambu petunjuk terlihat jelas dari jarak pandang yang aman. Pola pengalihan rute juga akan terus disesuaikan secara dinamis mengikuti pergerakan volume kendaraan yang terpantau langsung di lapangan.
 
Sementara itu, terkait perbaikan akses jembatan yang sedang ditangani, pihak berwenang merencanakan pembukaan tahap awal bagi pengendara sepeda motor pada tanggal 5 September 2026, namun tetap menempatkan aspek keselamatan serta uji kelayakan teknis menyeluruh sebagai syarat mutlak yang tidak dapat ditawar.
 
Langkah‑langkah terpadu ini diharapkan mampu menjaga kelancaran dan kenyamanan mobilitas warga Cimahi di tengah rangkaian proyek pembangunan yang sedang berjalan.
 
(Ari M)
Artha‑News — Analisis, Referensi, Tajam, Handal, Akurat
 

Cegah Peretasan, Pemkot Cimahi Uji Ketahanan Siber Lewat Instrumen Baru

CIMAHI, Artha‑News.com — Proteksi data penduduk dan keandalan sistem pelayanan publik kini menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Cimahi di tengah masifnya digitalisasi birokrasi. Guna menekan risiko serangan siber, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi resmi memberlakukan metode penilaian keamanan informasi terbaru yang dinamakan SATRIA (Security Assessment Trilogy for Risk‑based and Integrated Assurance).
 
Alat ukur strategis ini dirancang oleh Deni Prayitno, Kepala Seksi Persandian dan Pemberdayaan Sumber Daya Telematika. Kehadiran SATRIA berfungsi untuk memperluas sekaligus memperbarui sistem PAMOR, sebuah program pencegahan siber terdahulu yang ruang lingkupnya dinilai sudah harus ditingkatkan.
 
Jika program PAMOR sebelumnya baru menyentuh aspek kedisiplinan fisik pegawai melalui konsep Clear Desk dan Clear Screen, sistem SATRIA bekerja lebih spesifik di ruang digital. Terdapat tiga pilar utama yang kini dipindai secara berkala:
 
- Kompetensi Pegawai: Penilaian terhadap kesiapan dan kecepatan sumber daya manusia saat menghadapi insiden siber.
​
- Keamanan Aplikasi: Audit mendalam untuk mendeteksi celah kelengahan pada sistem aplikasi layanan publik.
​
- Infrastruktur Jaringan: Pengujian kekuatan perangkat keras beserta sistem jaringan internet penunjang.
 
Berdasarkan hasil uji coba perdana yang digelar di internal Diskominfo Cimahi pada Juli 2026, indeks pertahanan siber setempat berada di angka 80,0 dari standar tertinggi 100. Data acuan (baseline) tersebut langsung dimanfaatkan tim siber untuk memetakan kerentanan sistem sekaligus menentukan prioritas perbaikan secara bertahap.
 
Langkah taktis perlindungan data ini mendapat lampu hijau dan dukungan penuh dari Kepala Diskominfo Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh, setelah presentasi program terlaksana pada Rabu (26/8/2026).
 
"Kami mendukung sepenuhnya implementasi dan pengembangan SATRIA sebagai upaya terpadu memperkuat tata kelola keamanan informasi dan mendorong transformasi digital Pemerintah Kota Cimahi yang kokoh," ungkap Ahmad.
 
Dalam rencana jangka panjang, Diskominfo Cimahi akan mengintegrasikan proyek SATRIA ke dalam sebuah dasbor pemantauan otomatis berbasis digital. Pengoperasian instrumen ukur ini nantinya bakal diwajibkan secara menyeluruh di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se‑Kota Cimahi.
 
(Ari M)
Artha‑News — Analisis, Referensi, Tajam, Handal, Akurat

Senin, Agustus 24, 2026

Hari Lingkungan Hidup 2026: Cimahi Libatkan Sekolah dan Perguruan Tinggi Jaga Keberlanjutan Kota

Cimahi | Artha News – Pemerintah Kota Cimahi memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, yang dilaksanakan pada Senin (8/6). Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi perubahan iklim melalui pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.
 
Kegiatan berlangsung di Lapangan Apel dan Aula Gedung A Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, diawali dengan apel resmi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana. Dalam acara tersebut, pemerintah juga menyerahkan santunan jaminan kematian kepada dua petugas penarik sampah dan satu pegawai UPTD Pelayanan Persampahan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.
 
Langkah strategis lain yang dicanangkan adalah pembentukan Tim Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Persampahan di tingkat Rukun Tetangga, yang beranggotakan Aparatur Sipil Negara. Tim ini nantinya akan melakukan pendekatan langsung ke rumah-rumah warga untuk menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
 
Ngatiyana menegaskan bahwa isu lingkungan dan perubahan iklim tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, pengelolaan sampah yang baik merupakan tindakan nyata untuk mengurangi risiko kerusakan lingkungan. Menurutnya, semangat menjaga lingkungan tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dengan mengurangi timbulan sampah, meningkatkan pemilahan dan daur ulang, serta menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai dasar setiap kebijakan pembangunan.
 
Saat ini, Kota Cimahi menghadapi tantangan besar dengan timbulan sampah mencapai sekitar 250 ton per hari. Tekanan semakin terasa mengingat rencana berhentinya operasional Tempat Pemrosesan Akhir Sarimukti. Menyikapi hal ini, pemerintah terus memperkuat strategi pengurangan sampah, mulai dari mengoptimalkan fasilitas pengolahan hingga mengubah perilaku masyarakat.
 
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Kami membangun kolaborasi melalui pendekatan pentahelix — melibatkan akademisi, dunia usaha, media, komunitas, dan masyarakat — agar solusi yang dihasilkan lebih efektif dan berkelanjutan,” jelas Ngatiyana. Komitmen ini dipertegas dengan penandatanganan kerja sama bersama sejumlah perguruan tinggi untuk mendukung edukasi, riset, dan pengembangan teknologi lingkungan.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Chanifah Listyarini menyampaikan bahwa upaya serupa juga dilakukan di lingkungan pendidikan melalui Program Sekolah Sedekah Sampah, yang merupakan bagian dari inisiatif Sekolah Ramah Lingkungan Kota Cimahi. Sebanyak 94 sekolah telah berpartisipasi mengumpulkan sampah anorganik bernilai ekonomi seperti plastik, kardus, dan kertas. Pada tahap uji coba bulan sebelumnya, program ini berhasil mengumpulkan hampir empat ton sampah yang terhindar dari pembuangan akhir.
 
Pemerintah Kota Cimahi berharap peringatan tahun ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi titik awal penguatan gerakan bersama agar kota ini tetap bersih, sehat, dan tangguh menghadapi tantangan lingkungan di masa mendatang.

Minggu, Agustus 23, 2026

Ketua DPRD Tinjau Inovasi Pirolisis Pengolah Sampah Cimahi

Cimahi - Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko,meninjau secara langsung proses pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar di Bank Sumber Daya Sampah Induk, RW 26 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan,belum lama ini.Inovasi yang mengubah sampah menjadi energi ini menarik perhatian Wahyu,sebagai bentuk solusi alternatif terhadap permasalahan sampah di Kota Cimahi.

Usai melakukan peninjauan,Wahyu menjelaskan bahwa bahan baku yang digunakan adalah sampah plastik rumah tangga yang diolah menjadi dua jenis bahan bakar, yakni bensin dan solar,menggunakan mesin berteknologi Pirolisis.

“Ada beberapa jenis plastik yang bisa diolah menjadi dua jenis bahan bakar,yaitu bensin dan solar,” ujar Wahyu, Rabu (23/7/2025).

Wahyu menambahkan,mesin Pirolisis tersebut dikembangkan oleh Leonard Sutandi, pengelola Bank Sampah Induk RW 26,bersama dengan pegiat lingkungan Wahyu Dharmawan, perwakilan Bandung Great,dan komunitas Sumber Daya Sampah Melong 26.

Teknologi ini awalnya dikembangkan di Banjarnegara,Jawa Tengah pada 2014, dan mulai diterapkan di Kota Cimahi sejak Februari 2025.Saat ini, Bank Sampah Induk Melong hanya memiliki satu unit mesin Pirolisis dengan kapasitas terbatas,yang mampu mengolah sejumlah ton sampah plastik per hari.

“Mesinnya baru satu,kapasitasnya juga masih terbatas.Tapi dari pengamatan di lapangan,mesin ini hampir bisa mengolah seluruh sampah plastik tanpa sisa. Bahkan residu hasil pembakarannya masih bisa dimanfaatkan,” ucapnya.

Ia mengakui bahwa pengembangan teknologi Pirolisis,khususnya jenis Petasol,memerlukan investasi besar.  Namun,jika dilihat dari efektivitas dan manfaat jangka panjangnya, teknologi ini dinilai layak menjadi solusi pengelolaan sampah perkotaan yang semakin kompleks.

Atas dasar itu,DPRD Kota Cimahi mendorong Pemerintah Kota untuk mempelajari dan mempertimbangkan pengembangan mesin Pirolisis secara lebih serius.  Selain memperluas kapasitas pengolahan,pengembangan ini diharapkan mampu menekan volume sampah yang terus meningkat setiap harinya.

Rencananya,Wahyu akan membahas potensi pengembangan teknologi ini dalam rapat bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi sebagai bagian dari langkah konkret legislator dalam mendukung program pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

(Ari.M)

Catatan Redaksi: Artikel ini telah diperbarui pada Sabtu, 23 Agustus 2026, demi kenyamanan navigasi pembaca dan penataan ulang label/kategori. Isi fakta dan materi berita tetap sah serta tidak mengalami perubahan.

Selasa, Agustus 11, 2026

Di Tengah Kemarau Panjang, Pemkot Cimahi Salurkan Beras Sejahtera untuk 2.227 Keluarga

Cimahi, Artha‑news.com – Pemerintah Kota Cimahi menyalurkan bantuan Beras Sejahtera Daerah (Rastrada) Termin II Tahun 2026 kepada warga yang berhak menerima. Penyerahan dipantau langsung Wali Kota Cimahi Ngatiyana di Kantor Kelurahan Cigugur Tengah pada Selasa (11/8/2026). Langkah ini diambil guna meringankan beban kebutuhan pangan masyarakat, terutama di tengah kondisi cuaca kemarau panjang yang turut menyulitkan ketersediaan air.
 
Penyaluran kali ini menyasar 2.227 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Kota Cimahi. Setiap keluarga menerima tiga karung atau setara 30 kilogram beras. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan pengeluaran rumah tangga sehingga biaya belanja pangan dapat dialihkan untuk kebutuhan lain yang juga mendesak.
 
"Alhamdulillah, bulan ini kita bagikan kepada 2.227 KPM di Kota Cimahi. Sekarang sedang musim kemarau panjang, air pun mulai sulit. Namun kami tetap berupaya hadir membantu masyarakat melalui penyaluran beras ini," ujar Ngatiyana.
 
Menurutnya, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan di saat masyarakat menghadapi kondisi yang memberatkan kehidupan sehari‑hari. Oleh karena itu, penyaluran Rastrada bukan sekadar bantuan pangan, melainkan wujud kepedulian agar warga terbantu melewati masa sulit.
 
Selain program Rastrada, Pemkot Cimahi juga terus mendorong penyediaan beras dengan harga terjangkau di pasar maupun titik distribusi warga. Berbagai upaya ini ditujukan agar kebutuhan pangan pokok tetap terjangkau dan tekanan biaya hidup dapat sedikit terkurangi.
 
"Semoga kami senantiasa bisa berbuat terbaik bagi masyarakat, baik melalui Rastrada, beras murah, maupun program lainnya guna meringankan kesulitan warga," harap Ngatiyana.
 
Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana juga berkesempatan bertemu langsung dengan sejumlah penerima manfaat guna memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran dan tepat waktu. Diharapkan, bantuan ini benar‑benar terasa manfaatnya bagi keluarga penerima di tengah tantangan kebutuhan hidup yang semakin berat.

(Ari.M)

Artha-news - Analisis - Referensi - Tajam - Handal - Akurat -

DPRD Cimahi Desak Penyelesaian Hak 230 Eks Karyawan PT Mewah

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Nasib ketidakpastian yang menimpa sekitar 230 mantan pekerja PT Mewah mulai menemui titik terang. Komisi IV DPRD Kota Cimahi resmi memfasilitasi ruang dialog bersama LSM Forum Peduli Rakyat (FPR) dan perwakilan buruh pada Kamis (6/8/2026). Pertemuan ini bertujuan mengurai benang kusut terkait hak-hak normatif pekerja yang tertunggak sejak akhir tahun lalu.
 
Dalam audiensi tersebut, Ketua LSM FPR, Agus Jakaria, membeberkan bahwa ratusan pekerja belum menerima upah serta hak-hak kesejahteraan lainnya sejak Desember 2025. Perwakilan eks karyawan, Meimi Hartamia, juga menyuarakan kejanggalan yang dialami pihaknya. Perusahaan berdalih mengalami kebangkrutan saat melakukan pemutusan hubungan kerja secara massal, namun di sisi lain, operasional pabrik justru terpantau tetap berjalan dan bahkan diketahui masih merekrut tenaga kerja baru.
 
Merespons aduan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Cimahi, Hj. Ike Hikmawati, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Komisi IV segera mengagendakan pemanggilan resmi terhadap Dinas Tenaga Kerja dan Pengawas Ketenagakerjaan yang dijadwalkan pada Selasa, 11 Agustus 2026. Langkah ini diambil guna mencocokkan data lapangan sekaligus menindaklanjuti dugaan pelanggaran aturan ketenagakerjaan dengan sanksi yang tegas dan sesuai ketentuan hukum.
 
Anggota Komisi IV, Lilis Yusniawati, mengimbau para mantan pekerja untuk tetap bersatu dan mengawal kasus ini melalui jalur hukum yang berlaku demi tercapainya keadilan. Sementara itu, jalannya dialog di lingkungan DPRD berlangsung kondusif dengan pengamanan dari jajaran Polsek Cimahi yang dipimpin langsung oleh Kompol Donny Irawan. Melalui mediasi ini, DPRD Cimahi menegaskan komitmen penuh untuk mengawal hak-hak masyarakat yang terabaikan hingga tuntas.

( Ari .M )
 
Artha-News — Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

Senin, Agustus 10, 2026

Perubahan APBD & Proyek Underpass Baros: Pemkot Cimahi Jaga Fiskal Tanpa Mengorbankan Prioritas

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Pemerintah Kota Cimahi resmi menyerahkan dokumen nota keuangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dalam sidang Paripurna DPRD Kota Cimahi, Rabu (5/8/2026). Langkah strategis ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Ngatiyana guna mengamankan stabilitas kas daerah di tengah dinamika perekonomian nasional.
 
Penyesuaian belanja pembangunan mengalami pergeseran sebesar Rp104,27 miliar, sehingga total pagu belanja daerah kini berada di angka Rp1,504 triliun. Sementara itu, target pendapatan daerah diproyeksikan naik sebesar Rp27,35 miliar menjadi Rp1,429 triliun. Untuk menjaga keseimbangan neraca kas, pembiayaan netto daerah ditetapkan sebesar Rp74,37 miliar guna menutupi selisih anggaran.
 
Keterbatasan ruang fiskal justru mendorong inovasi efisiensi. Salah satu wujudnya adalah program Gerakan Sapu Jagad yang mengoptimalkan peran ASN dan semangat gotong royong warga dalam penanganan kebersihan lingkungan, tanpa membebani kas daerah secara berlebih.
 
Wali Kota Ngatiyana memberikan jaminan penuh bahwa penyesuaian ini tidak akan mengganggu proyek vital publik. Salah satunya adalah pembangunan Underpass Gatot Subroto di kawasan Baros — yang merupakan titik utama kemacetan kronis di Cimahi Tengah. Penyumbat utama arus lalu lintas di kawasan ini dipicu oleh adanya pertemuan arus kendaraan lintas kota, keberadaan perlintasan sebidang kereta api, serta lonjakan volume kendaraan pada jam berangkat dan pulang kerja. Kehadiran underpass ini digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang untuk menormalisasi arus kendaraan sekaligus mempercepat distribusi logistik daerah.
 
Secara makro, arah kebijakan pembangunan jangka pendek Kota Cimahi dipastikan tidak mengalami pergeseran. Intervensi sisa anggaran tahun ini tetap difokuskan pada peningkatan kualitas ruang kelas pendidikan, pemberian stimulus ekonomi bagi pelaku UMKM, pembenahan sanitasi lingkungan hidup, pemenuhan jaminan sosial, kualitas layanan kesehatan, serta penerapan tata kelola birokrasi yang bersih dan transparan.
 
"Keberhasilan pembangunan tidak diukur dari besarnya anggaran, melainkan dari besarnya manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat," tegas Ngatiyana.
 
Artha-News — Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat