BANDUNG, ARTHA-NEWS — Perhelatan akbar Indonesia Game Experience (IGEX) 2026 yang digelar di Cihampelas Walk (Ciwalk), Kota Bandung, resmi berakhir dengan pencapaian yang sangat membanggakan. Berlangsung selama empat hari penuh, dari tanggal 22 hingga 25 Oktober 2026, pameran teknologi ini berhasil menjadi pusat penting dalam memperkuat ekosistem digital, industri permainan, serta sektor ekonomi kreatif di Indonesia. Salah satu rangkaian kegiatan utamanya, forum APTIKNAS TECHSUMMIT 2026, menjadi pusat perhatian karena secara mendalam membahas potensi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), perubahan pola bisnis akibat disrupsi teknologi, serta gambaran peluang pengembangan industri digital secara nasional.
Mengangkat tema utama “AI-Native Indonesia 2026, From Agentic AI to Physical AI: Building the Next Intelligent Economy”, kegiatan APTIKNAS TECHSUMMIT 2026 ini berhasil mempertemukan berbagai pandangan strategis dari beragam pihak. Mulai dari perwakilan pemerintah, organisasi lintas asosiasi, perusahaan penyedia teknologi terbaru, dunia akademik, hingga praktisi di lapangan, semuanya berdiskusi secara mendalam mengenai penerapan nyata AI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih cepat dan berkualitas.
Upacara pembukaan IGEX Bandung yang berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Hadir di antaranya Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc., Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia; Ir. Soegiharto Santoso, S.H., Ketua Umum APTIKNAS sekaligus Ketua Umum APKOMINDO dan Ketua Dewan Pengawas AGKDI; serta Amy Hsiao, Direktur Taiwan Trade Center Jakarta. Turut hadir Putro Dewanto, General Manager Household Consumer Business Region Jawa Barat Telkomsel; Fanky Christian, Sekretaris Jenderal DPP APTIKNAS; Andi Tanudiredja, Wakil Ketua Umum DPP APTIKNAS; serta Anton Budyana, Ketua DPD APTIKNAS dan APKOMINDO wilayah Jawa Barat.
Keterlibatan aktif dari berbagai sektor ini menunjukkan bahwa kerja sama antar industri sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem permainan dan digital yang dapat bertahan dan berkembang di Indonesia. Pasalnya, industri game saat ini bukan lagi sekadar sarana hiburan. Di dalamnya terdapat gabungan berbagai bidang teknologi yang kompleks, mulai dari pengembangan perangkat lunak, desain visual, seni animasi, musik digital, infrastruktur komputasi awan, pemasaran digital, hingga algoritma kecerdasan buatan.
Selain tokoh-tokoh utama tersebut, berbagai pengurus dan perwakilan organisasi yang turut mendukung terselenggaranya IGEX di Kota Kembang ini antara lain Andri Sugondo, Cepu Supriyanto, Hartanto Sutardja, Maulis Taufik Kosasih, S.Pd., Wong Sui Jan, Yuliasiane Sulistiyawati, dan Yuliyanti. Sementara itu, perwakilan dari Tim Sivali juga hadir memeriahkan acara, yaitu Farah Zahira, Ryo Ardian, dan Veros Mohamed.
Daya tarik IGEX Bandung ternyata juga dikenal hingga ke luar negeri. Pada hari Sabtu, 24 Oktober 2026, Alexander Bodrov, Sekretaris Jenderal VIDO — sebuah asosiasi pengembang game asal Rusia — terlihat hadir langsung di lokasi kegiatan. Kehadiran delegasi dari Rusia ini memberikan nuansa tersendiri dalam hubungan kerja sama internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas serta pertukaran pengalaman terkait strategi pengembangan industri game di dunia.
Mengupas Tuntas Peluang dan Tantangan Penerapan AI di Indonesia
Dalam pidato penutupnya di forum APTIKNAS TECHSUMMIT 2026, Soegiharto Santoso — yang akrab disapa Cak Hoky — menyampaikan bahwa teknologi digital dan ekonomi kreatif adalah dua hal yang saling berkaitan erat. Teknologi memberikan kemampuan sistem yang lebih canggih, sementara kreativitas manusia menciptakan nilai tambah yang bermakna. Jika keduanya berjalan beriringan dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan akan semakin pesat.
“Kehadiran AI membawa banyak peluang sekaligus tantangan bagi kita semua. Kita tidak boleh hanya berhenti pada pembahasan teoritis saja mengenai kecerdasan buatan ini. Sekarang saatnya untuk mulai menerapkannya di dunia nyata, menghitung manfaat dan efisiensinya, menjaga keamanannya dari risiko yang mungkin muncul, serta menyatukannya ke dalam rencana strategis pengembangan usaha kita,” ujar Hoky dengan tegas.
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi dari era Agentic AI menuju Physical AI membuka peluang besar untuk meningkatkan produktivitas kerja, mempercepat proses inovasi, serta menciptakan model bisnis baru yang lebih kompetitif. Meski demikian, penerapan teknologi canggih ini harus didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang memadai, sistem keamanan siber yang kuat, tata kelola yang terbuka, serta kemampuan untuk terus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar, seperti banyaknya generasi muda yang melek teknologi, kreativitas yang tak terbatas, kekayaan budaya, serta pasar dalam negeri yang sangat luas. Tantangan terbesarnya saat ini adalah bagaimana mengubah semua potensi tersebut menjadi karya yang bernilai, hak kekayaan intelektual yang diakui dunia, lapangan kerja yang baru, serta manfaat ekonomi yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Kita memiliki tanggung jawab besar agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi dari luar negeri. Kita harus berubah menjadi pencipta, pengembang, dan pelaku usaha yang mampu menghasilkan karya bermutu yang dapat bersaing di tingkat internasional,” tambahnya lagi.
Sinergi Lintas Bidang untuk Membahas Kesiapan Menuju Era AI
Forum diskusi APTIKNAS TECHSUMMIT 2026 menghadirkan pembicara yang ahli di bidangnya masing-masing dari berbagai latar belakang keilmuan. Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc., bersama Fanky Christian membahas dari sisi kebijakan pemerintah dan peran asosiasi dalam mendukung pertumbuhan ekosistem teknologi digital di tanah air.
Dari kalangan pelaku industri, hadir Ryoka Putra Agitama, Presales Engineer VST ECS Indonesia; Yolanda Roring, Direktur Pemasaran PT Masterdata Digital Cyberindo; serta Michael Edward, pakar Server AI. Ketiganya membahas berbagai solusi teknologi yang dapat diterapkan serta ketersediaan infrastruktur yang mendukung berjalannya sistem kecerdasan buatan di Indonesia.
Sementara itu, perspektif ilmiah disampaikan oleh para akademisi, yaitu Assoc. Prof. Muharman Lubis, BIT., BSc(Psy)., BAIS., MIT., MM., PhD(IT), dari Telkom University, serta Dr. Septiana Ayus Estri Mahani, S.E., M.M., CISA, CFA, seorang pemerhati isu AI sekaligus dosen di Program Studi Manajemen FEB Universitas Islam Bandung.
Pembahasan ini menjadi semakin lengkap dengan kehadiran Miryam Ariadne Sigarlaki, M.Psi., Psikolog. Sebagai seorang praktisi psikologi, pendidik, sekaligus pendiri dan Direktur Operasional Jatidiri.app, beliau melengkapi diskusi dari sisi kesiapan mental dan masyarakat dalam menghadapi perubahan besar yang dibawa oleh kemajuan teknologi digital.
Dari berbagai sudut pandang yang disampaikan, terlihat jelas bahwa perubahan yang dibawa oleh kecerdasan buatan bukan sekadar soal perangkat teknologi semata, melainkan juga menyangkut peningkatan kemampuan diri, kemampuan beradaptasi organisasi, serta perubahan dalam dunia kerja yang akan datang.
Penghargaan bagi Penggerak Roadshow Game Nasional
Di tengah kegiatan, Hoky secara khusus memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang tulus kepada Hendri Andrigo Sutanto, Ketua Umum AGKDI sekaligus Ketua DPD APTIKNAS Jakarta dan Ketua DPD APKOMINDO Jakarta, serta kepada Andi Tanudiredja. Keduanya dinilai berhasil menjadi penggerak utama yang secara konsisten mendampingi pelaksanaan pameran game nasional ini hingga kini telah memasuki tahun kelima penyelenggaraannya.
Menurut penilaian Hoky, keteguhan dalam menjaga keberlangsungan program besar ini adalah kontribusi yang sangat berharga bagi kemajuan industri game, pengembangan kreativitas, serta pembibitan bakat-bakat muda di bidang teknologi digital di Indonesia.
“Saya sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Hendri Andrigo Sutanto dan Andi Tanudiredja atas dedikasi luar biasa mereka dalam menggerakkan pameran roadshow game ini hingga mencapai tahun kelima. Luar biasanya, mereka secara konsisten mampu menyelenggarakannya di lima kota berbeda setiap tahunnya. Semangat dan konsistensi ini harus terus dijaga, agar nama besar IGEX semakin dikenal dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan industri game dan ekonomi kreatif di Indonesia,” ujar Hoky dengan bangga.
Ia berharap IGEX di masa mendatang tidak hanya sekadar menjadi tempat berkumpul atau pameran sesaat, tetapi berkembang menjadi ruang pengembangan bagi para pencipta konten lokal, komunitas kreatif, pelaku usaha, hingga generasi muda untuk bekerja sama, menghasilkan karya baru, serta membangun peluang bisnis yang berkelanjutan.
Dukungan Mitra Strategis Memperkuat Keberhasilan IGEX 2026
Kesuksesan IGEX 2026 di Ciwalk Bandung tentu tidak lepas dari dukungan dan kerja sama yang erat dengan berbagai mitra industri dan perusahaan yang peduli terhadap pengembangan ekosistem teknologi, permainan, dan olahraga elektronik di Indonesia.
Tercatat Taiwan Excellence, Telkomsel, dan IndiHome menjadi sponsor utama yang mendukung penuh kegiatan ini. Sementara itu, dukungan fasilitas dan operasional juga diberikan oleh berbagai merek ternama, antara lain Samsung, AMD, Lexar, ASRock, Gigabyte, Team, Kingston HYTE, Paradox Gaming, Ryunix, Nemesis, Cube Gaming, Antec, Super Flower, Armageddon, Thrustmaster, Aolion, Bambu Lab, serta LAN Game. Kegiatan ini juga didukung oleh perusahaan penerbit game terkemuka seperti Megaxus, Zepetto, Haya, Line Game, dan IGG.
Dukungan penuh dari seluruh mitra tersebut menjadi kunci utama agar IGEX dapat berjalan dengan lancar. Kerja sama ini menunjukkan semakin tingginya perhatian dunia usaha terhadap pertumbuhan industri game, pemanfaatan teknologi digital, serta terjalinnya hubungan bisnis yang saling menguntungkan antar berbagai pihak.
Keharmonisan hubungan antara panitia penyelenggara, asosiasi, komunitas, dan mitra bisnis diharapkan dapat menjamin kelangsungan kegiatan serupa di masa depan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri game dan ekonomi kreatif dunia.
Perluasan Jaringan APTIKNAS Membuka Peluang Bisnis yang Lebih Luas
Perlu diketahui bahwa APTIKNAS adalah organisasi yang menaungi pengusaha di bidang teknologi informasi dan komunikasi, yang tumbuh dari sejarah panjang APKOMINDO — sebuah organisasi industri yang telah berdiri sejak tahun 1991. Saat ini, APTIKNAS telah memiliki perwakilan di 31 daerah, dari Aceh hingga Papua, dengan sekitar 2.000 perusahaan yang tercatat sebagai anggota aktif.
Memanfaatkan jaringan yang luas ini, APTIKNAS terus menjembatani kerja sama antara pelaku bisnis, penyedia teknologi, pengembang perangkat lunak, pemerintah, dunia akademik, dan mitra dari luar negeri. Beberapa program strategis yang disampaikan Hoky antara lain Roadshow Nasional AI Driven Secure & Efficient bekerja sama dengan BSSN RI di delapan kota besar, pembentukan Koperasi APTIKNAS MAJU BERSAMA, serta peluncuran platform digital Mall APTIKNAS.
Selain itu, APTIKNAS juga sedang menyiapkan pelaksanaan National Cyber Security Connect (NCC) 2026 yang akan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, dengan mengundang berbagai pihak terkait keamanan siber di Indonesia. Kegiatan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kesadaran serta memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan data dan sistem informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Setelah sukses di Kota Bandung, rangkaian kegiatan IGEX 2026 bersama APTIKNAS TECHSUMMIT 2026 selanjutnya akan hadir di Tangcity Mall, Tangerang, pada 19 hingga 22 November 2026.
Tiga Pesan Penting untuk Kemajuan Ekosistem Digital Nasional
Sebelum menutup pidatonya, Hoky menyampaikan tiga pesan utama yang perlu menjadi perhatian seluruh pelaku industri digital. Pertama, setiap pengetahuan baru harus diwujudkan dalam tindakan nyata agar meningkatkan kemampuan individu, efisiensi kerja, dan daya saing usaha. Kedua, setiap pertemuan yang terjadi harus diikuti dengan kerja sama yang nyata dan saling menguntungkan bagi semua pihak. Ketiga, setiap karya yang dihasilkan harus memberikan nilai ekonomi, membantu menyelesaikan masalah di masyarakat, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat industri dalam negeri.
Sebagai penutup, ia menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, mitra kerja sama, asosiasi, komunitas pecinta game, pembicara, peserta lomba, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan IGEX 2026 dan APTIKNAS TECHSUMMIT 2026.
“Mari kita bersatu tekad agar tidak hanya menjadi penonton dari kemajuan zaman. Sebaliknya, jadilah bagian dari mereka yang bergerak menciptakan perubahan yang positif,” pesan Hoky di akhir sambutannya.
Keberhasilan IGEX 2026 di Ciwalk Bandung ini menjadi awal yang baik dalam mempererat kerja sama antar pelaku ekosistem digital di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa bangsa ini mampu berdiri tegak sebagai pencipta teknologi yang produktif, aman, dan dihormati di mata dunia.
(Andi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar