Langsung ke konten utama

Dinas Sosial Kota Tasikmalaya; Diduga Penerima PKH Dinyatakan Telah Meninggal Dunia Padahal Masih Hidup Hingga Bansonya Tak Kunjung Cair

                         
Artha-News.com-Tasikmalaya Kota
Pemerintah melalui Kementrian Sosial memiliki program pengendalian angka kemiskinan melalui beberapa jenis bantuan seperti BPNT, PKH, PBI-JK dan lainnya. juga Kemensos secara online membuka layanan informasi situs resmi  untuk mengetahui  penerima bansos bagi masyarakat dapat di akses di portal cek Bansos Kemensos.
 
Hal ini diketahui terkait data bansos melalui cek Bansos Kemensos ada seseorang penerima PKH sejak tahun 2022 sampai 2024 tidak lagi menerima bantuan sosial baik BPNT, PKH, PBI-JK dan lainnya karena keterangan data bansos kemensos orang bersangkutan statusnya dinyatakan telah meninggal dunia padahal orang tersebut sampai sekarang masih hidup dengan kondisi sehat walafiat tentunya juga ia memiliki Kartu Keluarga Sejatera (KKS) atas nama ARE (inisial) dengan masa berlaku KKS Tahun 2021 sampai dengan Tahun 2026. 

Kenapa orang masih hidup dinyatakan telah meninggal dunia pada status penerima Bansos Kemensos padahal yang bersangkutan masih hidup sehat walafiat..?

Berawal adanya pengakuan dari pihak keluarga penerima PKH terkait orang tuanya bernama ARE (inisial) sebagai penerima PKH beralamat Kp. Pasangrahan RT 05 RW 09 Kelurahan Indihiang Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya sudah 2 tahun belakangan ini tidak lagi menerima Bansos PKH dan lainnya sejak tahun 2022 sudah di Non Aktifkan padahal sebelumnya ia menerima bantuan sebagaimana biasanya.

Dari hasil cek data Bansos Kemensos bahwa nama penerima PKH atas nama ARE dinyatakan telah meninggal dunia pada keterangan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial status PBI-JK yang akan berpengaruh pada bantuan sosial lainnya.

WWW.ARTHA-NEWS.COM Rabu (15/05/2024) mengakui EK (inisial) salah satu anak kandung dari ARE kepada media Artha-News.com menyampaikan bahwa orang tuanya tidak lagi menerima Bansos PKH karena dinyatakan telah meninggal dunia dan ini sudah disampaikan sebelumnya kepada Pendamping tingkat kelurahan mempertanyakan kenapa orang tuanya dinyatakan meninggal dan tidak menerima bantuan lagi.

"Aneh karena tidak lagi menerima bantuan PKH orang tua saya dianggap telah meninggal dunia padahal sudah disampaikan beberapa kali ke pendamping PKH dan juga tahu orang tua saya masih hidup, ".Tuturnya 

"Yang kata pendamping sedang di proses permasalahan ini, padahal sudah terbilang lama beberapa kali ditanyakan ke pendamping PKH jawabannya itu saja pernah saat itu ditanyakan ke Pemerintah Kelurahan bilangnya itu sudah sistemnya seperti itu". Tambahnya EK. 

Sangatlah kecewa pihak keluarga EK terlebih ARE sebagai Penerima PKH yang dinyatakan telah meninggal dunia seakan selama ini tidak ada perhatian dari Pemerintah Dinas terkait upaya dan tentu keluarga ARE merasa sangat dirugikan.

Senin (20/05/2024) media Artha-News.com mengunjungi kantor Dinas Sosial kota Tasikmalaya guna klarifikasi terkait penerima PKH yang masih hidup orang nya,akan tapi data Dinas Sosial dinyatakan sudah meninggal. 

Ditemui A (inisial) salah satu staf bidang penerima PKH Dinsos Kota Tasikmalaya menyampaikan kepada Artha-News diakuinya bahwa ada salah seorang penerima PKH yang statusnya dinyatakan telah meninggal dunia ternyata orangnya (penerima bansos) masih hidup dan ini akan ditindaklanjuti sampai sejauh ini sedang diproses.

“Betul ada sesorang penerima PKH dinyatakan meninggal dunia dan ini kami menerima laporan dari pendamping PKH yang bersangkutan, inipun kami sedang tindaklanjut”.katanya

Saat dipertanyakan Artha-News kepada A (staf) kenapa bisa terjadi orang penerima PKH masih hidup namun dinyatakan telah meninggal dunia dan ini telah masuk pada Data DTKS Kemensos dengan status PBI-JK meninggal..?  

“Kami mengetahui dasarnya data yang diterima berawal dari fasilitas kesehatan secara otomatis (asesmen) bahwa orang yang bersangkutan telah menggunakan layanan Jaminan Kesehatan sehingga terhubung ke data bantuan sosial dan juga data BPJS sehingga status di PBI-JK meninggal”.jelasnya kepada Artha-News.com 

Tambahnya A (staf) menyarankan kepada Media Artha-News.com untuk menyampaikan melalui surat resmi kepada Dinas Sosial Kota Tasikmalaya agar dapat ditanggapi langsung oleh Kepala Dinas.

“coba berkirim surat langsung ke dinas agar ditanggapi dan supaya ada agenda jadwal bisa bertemu dengan Kepala Dinas”.Pungkasnya

(Mat/Ary)

Komentar

Berita Terpopuler

Oknum Guru SMAN 1 Sindangkasih Ciamis Diduga Sebar Isu Miring Terhadap Siswi

CIAMIS, ARTHA-NEWS.COM — Dunia pendidikan di Kabupaten Ciamis tengah mendapatkan sorotan dari lapisan masyarakat. Seorang oknum guru olahraga di SMA Negeri 1 Sindangkasih berinisial SLT diduga telah menyebarkan informasi tidak sedap dan dugaan fitnah yang menyasar kepada salah satu siswinya sendiri.   Korban yang merupakan siswi berinisial TSH, diterpa isu miring mengenai kehamilan dan tindakan menggugurkan kandungan. Kabar burung tersebut mencuat setelah TSH mengajukan izin tidak masuk sekolah selama satu minggu untuk keperluan keluarga.   Orang tua korban menjelaskan bahwa izin tersebut resmi dikirimkan via pesan WhatsApp karena seluruh keluarga harus bertolak ke Jakarta guna menghadiri kegiatan penting salah satu anak mereka yang tengah menempuh studi di Universitas Trisakti.   "Anak saya mendapatkan tuduhan tidak berdasar. Padahal jelas-jelas surat izinnya dikirim untuk menghadiri acara kakaknya di Universitas Trisakti dan acara pernikahan kerabat. Langkah...

Pengabdian Tanpa Batas, Aipda Anumerta Anditya Munartono Gugur Selamatkan Wisatawan di Pantai Pangandaran

PANGANDARAN, ARTHA-NEWS.COM — Tangis haru sekaligus duka mendalam menyelimuti masyarakat Jawa Barat atas gugurnya seorang anggota kepolisian yang berhati mulia. Aipda Anumerta Anditya Munartono, personel dari Polsek Pagerageung, Polres Tasikmalaya Kota, gugur saat melaksanakan tugas mulia menyelamatkan nyawa orang lain di tengah ganasnya arus Pantai Barat Pangandaran.   Peristiwa duka ini terjadi pada 3 Januari 2025. Saat itu, sejumlah wisatawan terseret arus kuat di kawasan Pantai Barat Pangandaran dan terancam bahaya. Melihat situasi darurat tersebut, Aipda Anditya Munartono tanpa ragu menerjang ombak dan meluncur ke tengah lautan untuk melakukan penyelamatan. Dengan segenap tenaga dan pengabdiannya, ia berjuang melawan arus demi menyelamatkan nyawa para wisatawan.   Nyawa para wisatawan berhasil diselamatkan. Namun, pengabdian Aipda Anditya harus berakhir di sana. Ia gugur di medan tugasnya — meninggalkan teladan keberanian, ketulusan, dan pengorbanan yang tiada batas b...

Diancam Laporan oleh CV Naga 99, Korwilnas Artha-News Tegaskan Hak Tolak Wartawan

TASIKMALAYA KABUPATEN, ARTHA-NEWS.COM — Isu pemberitaan terkait proyek rehabilitasi bangunan sekolah di wilayah Kabupaten Tasikmalaya kini memicu ketegangan. Pihak CV Naga 99 melayangkan ancaman somasi hukum serta laporan ke tim penasihat hukum, Dewan Pers, hingga pihak kepolisian terhadap media Artha-News beserta jurnalis yang bertugas karena pemberitaan yang dimuat dinilai tidak sesuai fakta.   Melalui pesan singkat WhatsApp yang dikirimkan kepada Koordinator Wilayah (Korwil) Nasional Artha-News, pihak CV Naga 99 juga secara tegas mendesak agar nama serta identitas narasumber yang dikutip dalam pemberitaan dibuka secara transparan kepada publik.   Padahal, kerahasiaan dan perlindungan penuh terhadap identitas narasumber dijamin secara konstitusi oleh Pasal 4 ayat (4) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers melalui Hak Tolak, serta ditegaskan dalam Pasal 14 Kode Etik Jurnalistik. Peraturan hukum ini melarang keras pembukaan identitas narasumber yang meminta...

Terjadi Ketegangan Saat Rapat di Desa Cijulang, Warga Mengaku Tidak Diundang

CIJULANG, TASIKMALAYA – ARTHA‑NEWS – Terjadi peristiwa ketegangan yang cukup menyita perhatian warga di lokasi rapat desa di wilayah Desa Cijulang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Senin, 11 November 2024. Peristiwa ini terekam jelas dalam rekaman video yang diterima redaksi dari kontributor di lokasi.   Berita ini diperbarui kembali pada Rabu, 08 Juli 2026.   Berdasarkan rekaman dan berbagai informasi yang dihimpun dari beberapa saksi mata, warga yang hadir di lokasi mengaku tidak menerima surat undangan resmi untuk mengikuti rapat yang sedang berlangsung tersebut. Saat diskusi berjalan, warga tersebut berusaha menyampaikan pertanyaan maupun pendapatnya terkait materi yang dibahas, namun diimbau oleh pihak perwakilan BPD bahwa yang tidak tercantum dalam daftar undangan tidak berhak menyampaikan pendapat dalam forum rapat, sehingga warga tersebut diminta dengan tegas untuk meninggalkan ruangan.   Perlakuan itu kemudian memicu kemarahan warga terse...

Humas MAN 3 Tasikmalaya Gelar Sosialisasi Pencegahan Narkoba Bersama Satresnarkoba Polres Tasikmalaya Kota

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Humas Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tasikmalaya di bawah koordinasi Dra. Hj. Eti, M.Pd., menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba secara eksternal pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan ini bekerja sama dengan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tasikmalaya dan berlangsung di Masjid Nurul Arafah MAN 3 Tasikmalaya.   Tampak hadir dalam acara tersebut para guru, Kepala MAN 3 Tasikmalaya H. Husen, M.Pd., Waka Bidang Kurikulum Dede Taryana, M.Pd., dan Pembina Keagamaan Putra H. Ihsan Rois, S.Pd., bersama jajaran Satresnarkoba Polres Kota    Sebagai pemateri hadir IPTU Wahidin, S.H., KBO Satresnarkoba Polres Tasikmalaya, Kota dan AIPTU Heri Purnomo, Baur Unit Lidik Satresnarkoba Polres Tasikmalaya. Dalam pemaparannya, para pemateri menyampaikan materi mengenai bahaya narkoba bagi kesehatan, dampak hukum bagi pengguna dan pengedar, serta modus peredaran narkoba yang menyasar kalangan pelaj...