Sikap tertutup terhadap media bukan hanya berpotensi menimbulkan kesan negatif,"tetapi juga bisa menghambat sinergi antara sekolah dan masyarakat luas."

Table of Contents
Artha-News-Kota Tasikmalaya I Diduga Kepsek SMA Negeri 1 Tasikmalaya Alergi terhadap Media?
Tasikmalaya – Dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang terbuka bagi aspirasi,transparansi,dan kolaborasi antara semua unsur masyarakat.Namun,muncul dugaan bahwa Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tasikmalaya bersikap tertutup terhadap media,sehingga memunculkan pertanyaan publik: apakah kepsek “alergi” terhadap media?

@ArthanewsTVMelalui pesan singkat WhatsApp seorang tokoh masyarakat Tasikmalaya yang namanya tidak mau disebutkam,memberikan pendapatnya terkait pemberitaan yang telah ditayangkan oleh media online Artha-News https://www.artha-news.com/2025/07/di-duga-kepsek-sma-negeri-1-tasikmalaya.html

Menurutnya ;Beberapa jurnalis dan pemerhati pendidikan menyatakan kesulitan dalam mengakses informasi atau mengonfirmasi program-program sekolah dari pihak kepala sekolah.

Hal ini dianggap tidak sejalan dengan semangat keterbukaan informasi publik, sebagaimana diamanatkan dalam UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Sikap tertutup terhadap media bukan hanya berpotensi menimbulkan kesan negatif,tetapi juga bisa menghambat sinergi antara sekolah dan masyarakat luas.Padahal,media berperan penting dalam menyampaikan pencapaian,prestasi siswa,hingga kritik konstruktif yang bisa mendorong perbaikan mutu pendidikan.

Tokoh masyarakat pendidikan di Tasikmalaya menilai bahwa sudah saatnya setiap pemimpin lembaga pendidikan,termasuk kepala sekolah, bersikap responsif dan komunikatif, bukan justru menciptakan jarak dengan insan pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial dan edukasi publik."Imbuhnya"

Jika dugaan ini benar,tentu akan menjadi catatan penting bagi Dinas Pendidikan dan pengambil kebijakan lain untuk mendorong budaya komunikasi yang sehat dan terbuka di lingkungan sekolah negeri."Tegasnya".


(Red)
👁 Views: 0

Posting Komentar