40 Hari Kematian Army Siregar di Lapas Pangururan: Ibunda Menangis, Dugaan Aksi Kekerasan Kian Menyeruak
Table of Contents
ARTHA-NEWS.COM – KABUPATEN SAMOSIR
Dipublikasikan: 15 Desember 2025 | Terakhir diperbarui: 23 Juli 2026 pukul 10.58 WIB
Sudah 40 hari berlalu sejak kepergian Army Siregar, warga binaan Lapas Kelas III Pangururan yang meninggal dunia pada 6 Oktober 2025. Namun duka mendalam masih membekas sekaligus menyisakan tanda tanya besar yang belum terjawab bagi keluarganya. Sang Ibu, Elly Tanjung, hingga saat ini belum berhenti menangis dan masih menanti kejelasan yang sesungguhnya.
“Semalam genap 40 hari anak saya meninggal. Tiap hari saya menangis teringat arwahnya,” ujar Elly dengan suara bergetar saat ditemui Sabtu (15/11/2025).
Anak Penurut yang Berakhir Tragis
Elly menggambarkan Army sebagai anak yang sangat patuh, pekerja keras, dan selama ini menjadi tulang punggung keluarga. Ia tak henti membantu membiayai sekolah adik-adiknya, bahkan tetap bertanggung jawab menafkahi keluarga meski sedang menjalani hukuman.
“Dia sangat sayang pada keluarga, rajin salat. Saya sempat sangat terkejut ketika tahu dia harus dipenjara. Saya sangat mengenal sifat anak saya,” ungkapnya pilu.
Percakapan terakhir mereka kini menjadi penyesalan terbesar bagi Elly. Sehari sebelum meninggal, Army masih sempat melakukan panggilan video dan meminta ibunya mengirimkan uang.
“Saat itu dia terlihat sehat-sehat saja. Besoknya saat saya bersiap mengirim uang, justru saya dapat kabar dia sudah tiada. Rasanya seperti disambar petir di siang bolong,” kenangnya.
Selama putranya ditahan, Elly rutin mengirim uang sekitar Rp500 ribu setiap satu hingga dua minggu sekali. Namun setelah kepergian Army, pertanyaan besar muncul di benak ibunya terkait penggunaan uang tersebut.
“Kan dia berada di dalam penjara, tidak mungkin butuh uang sebanyak itu berulang kali. Sebenarnya untuk apa saja uang yang saya kirimkan itu habis?” tanyanya dengan nada heran.
Dugaan Kekerasan & Pertanyaan Atas Pengawasan
Elly menolak percaya jika putranya meninggal secara wajar. Ia sangat menyesalkan adanya kabar yang menyebutkan Army diduga mengalami kekerasan sesaat sebelum meninggal.
“Sebesar apa kesalahan anak saya sampai harus dipukuli begitu? Bahkan pembunuh sekalipun tetap berhak mendapatkan keadilan di dalam penjara. Sejahat apa rupanya anak saya sampai diperlakukan demikian hingga meninggal?” ucapnya bergetar menahan tangis.
Pertanyaan Elly semakin tajam ketika menyoroti sistem pengawasan yang berlaku di lembaga pemasyarakatan.
“Tidak mungkin seseorang dipukuli sebentar lalu langsung tewas. Pasti butuh waktu prosesnya. Di mana saat itu petugas penjaganya? Mengapa hal tersebut dibiarkan terjadi?”
Hingga berita ini dimuat, keluarga belum mendapatkan penjelasan yang lengkap, transparan, serta memuaskan dari pihak-pihak terkait mengenai penyebab pasti kematian Army Siregar.
Hanya Mengandalkan Keadilan & Doa
Elly mengaku tidak memiliki kemampuan finansial untuk menyewa pengacara guna memperjuangkan kasus ini. Namun ia berharap penegak hukum, termasuk pihak Polres Samosir, berkenan mengusut peristiwa ini secara tuntas dan jujur.
“Saya tidak menuntut agar pelaku dihukum mati. Saya hanya ingin semuanya terang benderang, jangan ada yang ditutup-tutupi. Cukup itu saja agar hati saya bisa tenang,” harapnya.
Besar hati Elly ternyata begitu luas, ia bahkan menyampaikan pesan damai bagi mereka yang diduga terlibat dalam peristiwa ini.
“Saya sebenarnya sudah ikhlas melepas kepergian anak saya. Saya hanya berharap para pelaku bisa sadar dan bertobat. Mungkin mereka pun juga memiliki anak di rumah yang menanti,” ucapnya lembut.
Keluarga besar Army Siregar menuntut agar penanganan kasus ini dilakukan secara independen dan transparan, mengingat begitu banyaknya kejanggalan yang belum terungkap. Penjelasan sepihak tidak lagi dianggap cukup untuk menjawab keresahan keluarga.
“Dalam memperjuangkan kebenaran ini, saya hanya bisa mengandalkan kekuatan doa semata,” tutup Elly dengan lirih namun tegas. “Saya yakin Tuhan itu tidak pernah tidur.”
(NR. Sitohang)
Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat
👁 Views: 0
Posting Komentar