Aksi Damai Warga Samosir: Tolak Mobil Dinas Bupati Rp3,1 M, Desak Penegak Hukum Usut Bansos Disihotang,Dan proyek Huta ginjang
Table of Contents
Artha-News.com I Samosir Kamis, 22 Januari 2026 - Puluhan warga Kabupaten Samosir menggelar aksi damai yang dimulai dari Kantor Bupati Samosir,dilanjutkan ke Kantor DPRD dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Samosir.Aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap pengadaan mobil dinas (Mobdis) Bupati Samosir senilai Rp3,1 miliar yang dinilai tidak berpihak pada kondisi rakyat.
Dalam orasinya, warga menilai pembelian mobdis mewah tersebut sangat tidak pantas di tengah kebijakan efisiensi anggaran serta situasi masyarakat yang sedang tertekan akibat kemarau panjang.
“Rakyat sedang tidak baik-baik saja. Banyak yang kesulitan air, ekonomi melemah, tapi pemerintah justru membeli mobil dinas mewah Rp3,1 miliar. Ini melukai rasa keadilan,” teriak salah satu orator di depan Kantor Bupati.Pemkab: Tidak Bisa Dibatalkan.
Perwakilan Pemkab Samosir melalui salah satu asisten menyampaikan bahwa pengadaan mobdis tidak bisa lagi dibatalkan karena telah sesuai prosedur dan disepakati bersama DPRD.“Dari sisi aturan,tidak ada yang dilanggar.Ini sudah disepakati pemerintah dan dewan,” ujar asisten tersebut.
Pernyataan itu justru memicu reaksi lebih keras dari warga.Melalui perwakilan mereka, H. Gultom, massa menyampaikan tuntutan alternatif:“Kalau memang tidak bisa dibatalkan,maka mobdis itu jangan dilelang saat masa jabatan bupati habis.Biarkan jadi aset Pemkab minimal 15 tahun ke depan.Itu milik rakyat!” tegasnya.Desak DPRD & Kejari Bertindak.
Setelah dari Kantor Bupati,massa bergerak ke Kantor DPRD Samosir dengan tuntutan yang sama: transparansi dan keberpihakan anggaran kepada rakyat.
Aksi berlanjut ke Kejaksaan Negeri Samosir. Di sana, warga mendesak Kejari agar mengusut tuntas dugaan penyimpangan bantuan sosial (Bansos) di wilayah Sihotang dan proyek Huta Ginjang.
“Kami minta Kejaksaan profesional. Jangan ada yang kebal hukum,” teriak massa.Menanggapi hal itu, pihak Kejari Samosir menyatakan akan segera memanggil pihak-pihak terkait jika sudah ada bukti dan penetapan tersangka.
Harapan Rakyat
Di akhir aksi,warga berharap pemerintah pusat dan daerah benar-benar menggunakan anggaran untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kemewahan pejabat.“Kami tidak anti pemerintah.Kami hanya ingin anggaran dipakai sebaik-baiknya untuk rakyat kecil,” tutup salah satu peserta aksi.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat,dan menjadi sinyal kuat bahwa kepekaan terhadap penderitaan masyarakat kini menjadi tuntutan utama warga Samosir.
(NR.Sitohang)
👁 Views: 0
Post a Comment