BEREDAR VIDEO PEMBOBOLAN SDN KARANGSAMBUNG TASIKMALAYA SIANG BOLONG .2 PELAKU DIDUGA MASIH REMAJA
Tasikmalaya – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karangsambung yang terletak di Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya,diduga dibobol oleh dua pelaku yang diduga masih berusia remaja. Peristiwa pencurian ini terjadi pada hari Jumat, 2 Desember 2026, tepatnya sekitar pukul 10.30 WIB, saat sebagian besar masyarakat sekitar tengah mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah sholat Jumat.
Aksi kedua pelaku tersebut berhasil terekam dengan sangat jelas melalui kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang telah terpasang di area sekolah.Hal ini memudahkan untuk mengidentifikasi bahwa ada dua orang yang terlibat dalam aksi tersebut, dengan ciri-ciri yang menunjukkan mereka masih tergolong dalam kelompok usia remaja.
Berdasarkan data dan informasi yang berhasil dikumpulkan tim Media Artha News dari berbagai sumber terkait,termasuk warga sekitar dan pihak sekolah,barang-barang yang menjadi sasaran pencurian meliputi perangkat elektronik serta uang tunai.
Adapun rincian barang yang hilang yaitu sebanyak 1 buah laptop, satu unit komputer, tablet, modem, beberapa buah flashdisk, serta uang tunai yang jumlahnya mencapai jutaan rupiah. Setelah dilakukan perhitungan mendetail terkait nilai barang yang hilang dan kerusakan yang mungkin terjadi akibat pembobolan tersebut, pihak sekolah memperkirakan bahwa total kerugian yang harus ditanggung mencapai angka ratusan juta rupiah, yang mana merupakan jumlah yang tidak sedikit dan dapat berdampak pada kelancaran proses belajar mengajar di institusi tersebut.
Saat tim Media Artha News melakukan konfirmasi langsung dengan salah satu warga yang tinggal berdekatan dengan SDN Karangsambung, pihak tersebut mengakui bahwa memang telah terjadi kejadian pembobolan pada sekolah tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa dari apa yang terlihat pada rekaman CCTV dan informasi yang beredar di lingkungan sekitar,pelaku terlihat jelas dan diduga masih dalam usia remaja.
Warga tersebut juga menyampaikan kekhawatirannya terkait keamanan fasilitas umum seperti sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar.
Menanggapi kejadian ini, berbagai pihak terkait diharapkan dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan keamanan sekolah tidak hanya di SDN Karangsambung tetapi juga di seluruh sekolah yang ada di Kota Tasikmalaya.
Khususnya bagi pemerintah Kota Tasikmalaya,melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,diharapkan dapat segera merumuskan kebijakan serta langkah-langkah strategis untuk menjamin kenyamanan dan keamanan di lingkungan sekolah.
Beberapa usulan yang dapat dipertimbangkan antara lain adalah melibatkan petugas keamanan atau satpam yang profesional dan bertugas tetap di setiap sekolah,melakukan evaluasi berkala terhadap sistem keamanan yang sudah ada,serta meningkatkan pemasangan perangkat keamanan seperti CCTV agar lebih optimal dalam mengawasi setiap sudut area sekolah.
Selain itu,penting juga bagi setiap sekolah untuk menjalin kerja sama yang erat dan sinergis dengan pihak keamanan setempat, baik itu dari Korps Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) maupun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang memiliki wilayah hukum di Kecamatan Cibeureum.
Kerjasama ini dapat berupa pemantauan berkala di sekitar sekolah, penyelenggaraan sosialisasi tentang pentingnya keamanan sekolah bagi warga masyarakat sekitar, serta pembentukan satuan keamanan masyarakat yang dapat membantu mengawasi keamanan lingkungan sekolah saat jam sibuk maupun di luar jam belajar.
Kejadian pembobolan yang kini menimpa SDN Karangsambung diharapkan tidak hanya dilihat sebagai peristiwa terisolasi,tetapi lebih dari itu dapat menjadi bahan evaluasi yang berharga bagi seluruh sekolah lain di wilayah Kota Tasikmalaya bahkan di tingkat lebih luas.
Dengan demikian, kesadaran akan pentingnya menjadikan keamanan sekolah sebagai prioritas utama dalam pengelolaan dan pengembangan institusi pendidikan dapat terus meningkat,sehingga lingkungan belajar yang aman, kondusif,dan nyaman dapat selalu terjaga untuk kemajuan pendidikan bangsa.
(ARYA)
Post a Comment