Diduga Atas Arahan Kepsek,Satpam SMA Negeri 1 Pangururan Halangi Kunjungan Jurnalis
Table of Contents
Artha-News.com SAMOSIR (7/1-2026) - Sikap tidak profesional diduga ditunjukkan oleh petugas keamanan (satpam) SMA Negeri 1 Pangururan, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, saat menerima kunjungan sejumlah jurnalis pada Rabu, 7 Januari 2026.
Beberapa jurnalis yang bermaksud melakukan kunjungan jurnalistik ke sekolah tersebut mengaku mendapat perlakuan tidak sopan dari satpam sekolah. Setibanya di lokasi, para jurnalis diminta menunggu tanpa penjelasan yang jelas. Ironisnya, waktu tunggu berlangsung hampir 45 menit.
Alih-alih memberikan kepastian, satpam justru melontarkan kalimat bernada tidak pantas. “Kok sekarang berkunjung?” ucap satpam tersebut sambil tetap menikmati sarapan paginya, menurut pengakuan jurnalis di lokasi.
Perlakuan tersebut memunculkan dugaan bahwa sikap satpam bukan berdiri sendiri, melainkan diduga atas arahan pimpinan sekolah.Dugaan itu menguat setelah kepala sekolah SMA Negeri 1 Pangururan terlihat langsung menuju lantai dua tanpa menemui para jurnalis yang telah menunggu cukup lama.
“Sikap seperti ini menimbulkan tanda tanya. Jangan-jangan ada sesuatu yang ditutup-tutupi,” ujar salah seorang jurnalis dengan nada kecewa. Ia juga menambahkan bahwa satpam tersebut dikenal kerap berbicara tidak sopan kepada tamu.
Para jurnalis menilai, perilaku petugas keamanan mencerminkan lemahnya pembinaan kedisiplinan dan etika pelayanan di lingkungan sekolah. Padahal, sekolah merupakan institusi pendidikan yang seharusnya menjadi teladan dalam hal tata krama, keterbukaan, dan penghormatan terhadap publik, termasuk insan pers.
“Kami tidak sedang mencari masalah.Kami datang secara resmi dan beretika.Tapi justru disambut dengan arogansi,” tegas jurnalis lainnya.
Atas kejadian ini, para jurnalis menghimbau Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara serta pihak terkait untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan dan sumber daya manusia di SMA Negeri 1 Pangururan. Mereka juga meminta agar petugas yang bersikap arogan dibina atau diganti demi menjaga wibawa dunia pendidikan.
“Sekolah adalah tempat membentuk karakter generasi muda. Jika penyambut tamunya saja tidak beretika, bagaimana dengan pembinaan karakter siswa?” pungkas salah seorang jurnalis.
(NR Sitohang)
👁 Views: 0
Post a Comment