Saatnya Pusat Pemerintahan Samosir Pindah ke ParbabaTempat strategis Dan Luas

Table of Contents
Artha-News.com I SAMOSIR (15/01-2026) - Di usia Kabupaten Samosir yang telah menginjak 22 tahun (07 Januari 2014 – 07 Januari 2026), wacana penataan ulang pusat pemerintahan kembali mengemuka. Kompleks Perkantoran Parbaba dinilai paling ideal untuk menjadi pusat pemerintahan terpadu yang merepresentasikan wajah Samosir yang lebih berkelas,efisien,dan modern.

Saat ini,lahan untuk Kantor Bupati Samosir sebenarnya telah tersedia di Parbaba, bersebelahan langsung dengan Gedung DPRD Kabupaten Samosir. Namun ironisnya, Kantor Bupati justru berada jauh di Rianiate, sekitar 10 kilometer dari pusat perkantoran legislatif.

Kondisi tersebut menimbulkan kesan tata kelola yang terpisah-pisah:
eksekutif di utara,legislatif di selatan. Bahkan secara geografis terkesan tidak sinkron—yang satu di timur, yang lain di barat.
Padahal secara ideal,eksekutif, legislatif,dan yudikatif seharusnya berada dalam satu kawasan yang berdekatan untuk mendukung koordinasi, efisiensi birokrasi, serta pelayanan publik yang lebih cepat.

Beban ASN dan Masyarakat
Dampak pemisahan ini tidak hanya dirasakan oleh pejabat,tetapi juga oleh ASN dan masyarakat. Setiap kegiatan resmi seperti apel gabungan, ASN harus berpacu dengan waktu dari Parbaba ke Rianiate, lalu kembali lagi. Jarak yang tidak dekat ini tentu menyita waktu, energi, dan biaya operasional.

Hal serupa dirasakan masyarakat, termasuk kelompok pengunjuk rasa. Jika seluruh institusi penegak hukum dan pemerintahan berada dalam satu kawasan, maka aspirasi publik bisa disampaikan dengan lebih mudah dan murah.

Cukup berjalan kaki dari DPRD ke Kantor Bupati, Kejaksaan, hingga Polres—tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi besar.

Polres Samosir Juga Layak Pindah
Tidak hanya Kantor Bupati,Polres Samosir pun dinilai sudah saatnya dipindahkan dari inti Kota Pangururan ke Parbaba.
Langkah ini akan mengurangi kepadatan kota sekaligus memperkuat konsep pusat pemerintahan terpadu.

Dengan demikian, Parbaba tidak hanya menjadi simbol administratif, tetapi juga pusat pelayanan hukum, keamanan,dan demokrasi.
Kantor Lama Jadi Kampus
Menariknya,jika Kantor Bupati benar-benar pindah ke Parbaba,gedung Kantor Bupati Samosir yang lama di Rianiate tidak harus ditinggalkan begitu saja.
 
Gedung tersebut sangat layak dialihfungsikan menjadi perguruan tinggi.Nama Universitas Samosir mulai banyak diusulkan,atau setidaknya Sekolah Tinggi Pariwisata dengan fakultas unggulan seperti:
Pariwisata Danau Toba
Budaya dan Adat Batak
Ekonomi Kreatif Lokal
Langkah ini akan menjadikan Samosir tidak hanya sebagai daerah tujuan wisata,tetapi juga pusat pendidikan berbasis kearifan lokal.
Pertanyaan yang Masih Menggantung

Hingga kini, publik masih bertanya-tanya: apa alasan utama di masa lalu hingga Kantor Bupati harus dibangun jauh di Rianiate?.Pertanyaan ini patut dijawab secara terbuka sebagai bagian dari evaluasi 22 tahun perjalanan Kabupaten Samosir..

Menuju Samosir yang Lebih Berkelas

Penataan ulang pusat pemerintahan bukan sekadar soal gedung, tetapi tentang visi masa depan. Jika Samosir ingin tampil lebih berkelas, efisien, dan berwibawa, maka Parbaba adalah pilihan yang rasional dan strategis.

Kini,keputusan ada di tangan para pemangku kebijakan:
bertahan dengan pola lama, atau melangkah menuju Samosir yang lebih tertata dan bermartabat.

(NR Sitohang)
👁 Views: 0

Post a Comment