43 Korban Keracunan MBG di Cimahi, SPPG Pemasok Dihentikan Sementara

Table of Contents
CIMAHI – Dugaan keracunan massal menimpa puluhan siswa dan seorang guru di Kota Cimahi setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 25 Februari 2026. Jumlah korban bertambah menjadi 43 orang hingga Kamis (26/2/2026) sore, dengan gejala mual, pusing, nyeri ulu hati, muntah, dan sesak napas.

Korban dirawat di tiga rumah sakit rujukan: RSUD Cibabat (mayoritas pasien), RS Mitra Kasih, dan RS Dustira. Sebagian besar telah dipulangkan setelah mendapat perawatan, sementara sisanya masih dalam observasi medis. Tidak ada laporan korban jiwa.
Menu MBG yang dikonsumsi terdiri dari onigiri isi ayam (nasi kepal), telur rebus, biskuit gandum, kurma, apel, dan susu UHT, disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 02 dengan total distribusi 2.662 porsi hari itu. Kejadian terdeteksi di beberapa satuan pendidikan di Kelurahan Karangmekar, Kelurahan Cimahi, dan Kelurahan Baros, termasuk TK PGRI, TK Kartika, SDN Karangmekar Mandiri 1, SDN Cimahi Mandiri, dan SMPN 6 Cimahi.

Pemerintah Kota Cimahi bergerak cepat. Begitu laporan masuk sekitar pukul 17.00 WIB Rabu, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan langsung memerintahkan penghentian konsumsi paket MBG yang belum dimakan, khususnya saat berbuka puasa di bulan Ramadan. Langkah preventif ini mencegah korban bertambah signifikan.
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira bersama unsur Forkopimda meninjau langsung penanganan di IGD RSUD Cibabat. Ia menegaskan prioritas keselamatan warga dan transparansi proses.

“Kami hadir memastikan semua pasien tertangani baik. Sampel makanan telah diamankan dan sedang diuji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti,” kata Adhitia.

Pemkot Cimahi membuka posko terpadu di RSUD Cibabat untuk pemantauan real-time. Operasional SPPG Karangmekar 02 dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pemkot menunggu hasil investigasi. Pengelola SPPG dipanggil untuk klarifikasi, termasuk evaluasi standar bahan baku, pengolahan, pengemasan, dan distribusi.

Pengawasan diperketat selama Ramadan, mengingat jeda waktu produksi pagi/siang hingga konsumsi berbuka berisiko menurunkan kualitas pangan. Pemerintah mengimbau SPPG prioritaskan makanan ringan atau kering yang minim risiko basi, tetap sesuai standar gizi dan keamanan pangan.
Terkait status Kejadian Luar Biasa (KLB), Pemkot masih menunggu hasil uji lab dan analisis pola kasus. Seluruh proses berjalan transparan sesuai ketentuan. Wali Kota Ngatiyana menegaskan SPPG tidak boleh beroperasi sementara hingga investigasi selesai.

Pemkot Cimahi mengimbau orang tua siswa tetap tenang, segera laporkan gejala, dan ikuti arahan petugas kesehatan. Informasi resmi akan diperbarui melalui kanal pemerintah daerah.
👁 Views: 0

Post a Comment