Kemiskinan Diduga Jadi Pemicu, Siswa Kelas 1 SMA di Samosir Pilih Akhiri Hidup Gantung Diri
Table of Contents
Artha-News.com I Samosir (31/03-2026) I Suasana pagi di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, berubah menjadi duka setelah seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar mandi rumahnya, Senin pagi (30/3/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Dugaan sementara, persoalan kemiskinan dan tekanan ekonomi keluarga menjadi pemicu korban nekat mengakhiri hidup.
Peristiwa tragis itu terjadi di rumah korban di Huta Ginjang Dusun 1, Desa Huta Ginjang.
Korban diketahui bernama PJS, warga Huta Ginjang Dusun 1 Desa Dosroha, Simanindo, Kabupaten Samosir.
Informasi yang dihimpun, keluarga korban selama ini merupakan penerima bantuan sosial pemerintah dan tergolong keluarga tidak mampu setelah sang ayah kehilangan sumber mata pencaharian. Kondisi ekonomi yang sulit disebut menjadi tekanan tersendiri di dalam keluarga.
"Keluarga ini memang berasal dari keluarga tidak mampu dan selama ini adalah keluarga miskin penerima bantuan dari pemerintah," ujar Kepala Desa Hutaginjang Raisan Situmorang.
Ia menjelaskan, keadaan keluarga semakin sulit setelah ayah korban pensiun dari perusahaan keramba jaring apung di Samosir. "Sang ibu juga tidak mempunyai pekerjaan selama suami bekerja dan keluarga sering bertengkar," jelas Kades Raisan ketika dikonfirmasi wartawan usai penguburan korban, Senin (30/1/2026).
Kapolsek Simanindo IPTU Ramadan Siregar membenarkan peristiwa tersebut.
"Pada hari Senin Tanggal 30 Maret 2026 sekira Pukul 05.30 wib di temukan 1 Orang Mayat laki-laki Remaja dengan Posisi Gantung diri di dalam Kamar mandi di Rumahnya yang beralamat di Huta Ginjang Dusun 1 Desa Huta Ginjang Kecamatan Simanindo," ujar Iptu Ramadan.
Dari hasil keterangan awal, polisi menduga korban tertekan karena kebutuhan sekolah yang beberapa kali tidak dapat dipenuhi orang tua akibat kondisi ekonomi keluarga.
"Kemungkinan motifnya karena faktor ekonomi, ada beberapa kali korban meminta sesuatu kebutuhan sekolah kepada orang tuanya tapi tidak bisa memenuhi sehingga kemungkinan korban stres dan labil akhir nya memicunya untuk nekat melakukan itu," jelas Iptu Ramadan kepada wartawan pada Senin, (30/3/2026).
Korban pertama kali ditemukan oleh ayah kandungnya, TS (63), saat mencari keberadaan anaknya yang biasanya sudah berada di kamar mandi pada jam tersebut.
"Kebiasaan korban pada pukul 05.30 Wib telah berada di dalam kamar mandi, kemudian saya menuju kamar mandi dan menemukan korban dalam posisi tergantung di dalam kamar mandi dalam rumah, melihat itu saya berteriak histeris sambil menurunkan jasad korban, kemudian mamanya BAS dan adik perempuannya PAS terbangun dan juga berteriak menangis," ujar ayah korban TS kepada polisi.
Laporan kejadian kemudian diterima perangkat desa Erik Sinaga dan diteruskan kepada Bhabinkamtibmas serta Babinsa Desa Huta Ginjang. Saat ditemukan di tempat kejadian perkara, korban masih dalam posisi tergantung dengan kedua kaki masih menyentuh lantai kamar mandi.
Kepala Sekolah SMAN 1 Ambarita T Jauhari Rumahorbo membenarkan korban merupakan siswanya di kelas 1 SMA.
"Benar, dia adalah murid kami kelas 1 SMA, pribadinya memang pendiam dan penyendiri selama ini," ujar Jauhari Rumahorbo usai bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah VIII bersama para guru menemui keluarga korban pada Selasa, 31 Maret 2026.
(NR.Sitohang)
👁 Views: 0

Post a Comment