Anak Pejuang “Peteran” Bongkar Dugaan Rekayasa Jalan 2018 di Onanrunggu: Warga Desak Audit Terbuka
Table of Contents
Artha-News.com I Samosir, 18 April 2026 - Polemik dugaan pembukaan jalan tahun 2018 di Desa Onanrunggu, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir, kian memanas. Setelah isu ini viral, seorang warga Dusun III, G. Harianja anak dari pejuang (Peteran) akhirnya angkat bicara dan membantah klaim pemerintah desa.
Di hadapan awak media yang turun langsung ke lokasi, G. Harianja menegaskan bahwa dirinya telah tinggal di Dusun III sejak lahir dan mengetahui betul kondisi wilayah tersebut. Ia menyebut klaim adanya pembukaan jalan pada 2018 sebagai tidak benar.
“Dari dulu jalan ini sudah ada. Saya bahkan sudah lama melintasinya pakai sepeda motor GL Pro. Jadi kalau dibilang itu dibuka tahun 2018, itu tidak sesuai fakta,” tegasnya,apa mungkin ada kampung saya tanpa ada jalan..? Tambahnya.
Ia juga mengaku pernah melaporkan persoalan tersebut ke Inspektorat Kabupaten Samosir. Namun hingga kini, tidak ada kejelasan hasil pemeriksaan.
“Saya sudah pernah laporkan, tapi tidak ada hasil. Seolah-olah tidak ditindaklanjuti,” tambahnya dengan nada kecewa.Sorotan ke Aparat Desa dan Dugaan LPJ Bermasalah
Kecurigaan warga tidak berhenti di situ.
Sejumlah nama pejabat desa disebut harus bertanggung jawab atas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) tahun 2018, di antaranya Kepala Desa Juni Ferawati Harianja, Sekretaris Desa Liber Samosir, serta Ketua BPD Wiro Harianja.
Warga menduga ada kejanggalan dalam penggunaan anggaran yang dikaitkan dengan proyek pembukaan jalan tersebut.“Kami menduga ada temuan yang belum diungkap. Ini harus dijelaskan secara terbuka,” ujar salah satu warga.
Inspektorat Disorot: Diam atau Ada Kepentingan?.Kinerja Inspektorat Kabupaten Samosir kini ikut dipertanyakan. Warga menilai lembaga pengawas tersebut terkesan pasif dan tidak menunjukkan tindakan tegas meski laporan sudah disampaikan sejak lama.
Bahkan, muncul dugaan liar di tengah masyarakat terkait kemungkinan adanya praktik tidak sehat dalam penanganan kasus ini.
“Kenapa kasus dari 2018 sampai sekarang belum tuntas? Ada apa sebenarnya? Jangan sampai ada yang bermain,” ungkap warga dengan nada kesal.
Desakan Audit Terbuka dan Tegaknya Keadilan Warga Dusun III kini menuntut audit terbuka terhadap penggunaan dana desa tahun 2018, khususnya terkait proyek yang diduga fiktif tersebut. Mereka meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum turun tangan secara serius.
Harapan warga sederhana: transparansi dan keadilan.
“Kami ingin semuanya dibuka. Jangan sampai kepercayaan masyarakat hilang hanya karena kasus yang dibiarkan berlarut-larut,” tegas warga.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi transparansi pengelolaan dana desa dan integritas lembaga pengawas di daerah. Jika tidak segera dituntaskan, bukan hanya kepercayaan publik yang dipertaruhkan, tetapi juga kredibilitas pemerintah itu sendiri.
(NR.Sitohang)
👁 Views: 0
Post a Comment