Ketua Yayasan Pusuk Buhit Diduga Bertindak Sepihak, Sejumlah Pengurus Mundur Massal
Table of Contents
Www.Artha-News.com I Samosir, 10 April 2026 - Konflik internal mengguncang Yayasan Pusuk Buhit. Sejumlah pengurus inti memilih mundur secara bersamaan usai menilai kepemimpinan ketua yayasan, Efendi Naibaho, berjalan tanpa transparansi dan cenderung sepihak.
Pengunduran diri itu terjadi tak lama setelah kegiatan penaburan bibit ikan dan penanaman pohon di kawasan Danau Toba selesai dilaksanakan. Alih-alih memperkuat solidaritas organisasi, kegiatan tersebut justru menjadi titik balik retaknya kepercayaan di tubuh kepengurusan.
Sumber internal menyebutkan, keputusan-keputusan strategis dalam yayasan kerap diambil tanpa melalui musyawarah. Ketua yayasan dinilai sering mengabaikan peran pengurus lain, bahkan dalam hal yang bersifat prinsipil.
“Banyak keputusan diambil sendiri tanpa rapat. Kami seperti tidak dianggap,” ungkap salah satu pengurus yang mengundurkan diri.
Masalah transparansi keuangan menjadi sorotan utama.
Bendahara yayasan mengaku tidak pernah menerima laporan keuangan secara utuh. Ironisnya, yayasan disebut belum memiliki rekening resmi organisasi, dan aktivitas keuangan justru menggunakan rekening pribadi ketua.
Tak hanya itu, muncul pula dugaan bahwa kewajiban pajak yayasan telah lama tidak dipenuhi. Kondisi ini memicu kekhawatiran para pengurus akan potensi pelanggaran hukum yang bisa menyeret nama mereka.
Sekretaris yayasan juga mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku sering menerima arahan yang dinilai tidak rasional dan tidak sesuai dengan mekanisme organisasi yang sehat.
Selain bendahara dan sekretaris, tiga anggota lainnya turut mengundurkan diri dengan alasan yang sama: tidak adanya keterbukaan dan minimnya ruang musyawarah.
Situasi yang dinilai semakin tidak kondusif akhirnya mendorong para pengurus mengambil langkah tegas dengan menyepakati pembubaran kepanitiaan, guna menghindari potensi pelanggaran aturan organisasi yang lebih jauh.
Para mantan pengurus berharap, ke depan Yayasan Pusuk Buhit dapat berbenah dan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kepemimpinan yang kolektif.
“Ini bukan soal pribadi, tapi soal bagaimana organisasi dijalankan dengan benar,” tegas salah satu mantan pengurus.
(NR.Sitohang)
👁 Views: 0

Post a Comment