RUANG KELAS KEKURANGAN, KEPALA SEKOLAH AL BANA MINTA BANTUAN DISDIK BANGUN RKB

Table of Contents
ARTHA-NEWS.COM | SARIWANGI, KAB. TASIKMALAYA – Kepala Sekolah Al Bana, Otong Muslim, mengeluhkan kekurangan Ruang Kelas Belajar (RKB) seiring meningkatnya jumlah siswa baru setiap tahun. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan dapat membantu pembangunan RKB baru.

Kepada arthanews.com, Rabu (22/4/2026), Otong Muslim mengatakan jumlah siswa di Sekolah Al Bana terus bertambah pada setiap tahun ajaran baru. 

“Tahun ini kami menerima 120 siswa baru, tetapi RKB yang tersedia hanya 3 ruang. Akhirnya 1 kelas dibagi menjadi 2 shift, pagi dan siang. Kasihan anak-anak yang masuk siang, konsentrasinya sudah berbeda,” keluhnya.

Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar kurang maksimal. Beberapa kegiatan ekstrakurikuler juga terganggu karena aula sekolah terpaksa dipakai sebagai kelas darurat. 

“Kami ini sekolah swasta, tetapi ikut membantu pemerintah mencerdaskan anak bangsa. Kami mohon kepada Disdik Kabupaten Tasikmalaya ada perhatian untuk hibah RKB atau melalui DAK Fisik,” ujarnya.

Kondisi Sekolah Al Bana Saat Ini:
• Jenjang: [Tulis: TK/SD/SMP] — harap ditegaskan • Jumlah siswa: 120 orang • Jumlah RKB eksisting: 3 ruang • Kekurangan RKB: 3 ruang • Ketersediaan lahan: Sekolah masih memiliki lahan seluas 50 m² untuk pembangunan.

Otong menambahkan, pihaknya mengimbau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya agar lebih serius memperhatikan kondisi sekolah-sekolah swasta, termasuk Al Bana. Menurutnya, sekolah ini sudah masuk dalam data pokok pendidikan dan layak dibantu, namun pada tahun 2025 lalu belum mendapat alokasi karena keterbatasan DAK.

Kesiapan administrasi yang sudah dipenuhi pihak sekolah:
1. Lahan milik yayasan sudah bersertifikat dan siap dihibahkan ke Pemkab jika pembangunan menggunakan DAK.

 2. Proposal lengkap sudah disusun, meliputi RAB, gambar rencana, IMB/PBG, NUPTK guru, dan NPSN aktif.

 3. Sudah diverifikasi oleh tim teknis Disdik. 

4. Tidak sedang menerima bantuan fisik lain dari APBN/APBD. 
Harapan Pihak Sekolah  
Otong Muslim berharap ada percepatan realisasi bantuan. “Kalau harus menunggu 2027 kelamaan. Tahun depan saat PPDB kami khawatir terpaksa menolak siswa karena kelas tidak cukup, padahal minat masyarakat tinggi. Mohon ada diskresi dari Bapak Bupati untuk hibah bansos pendidikan,” harapnya.

Senada, Ketua Yayasan Al Bana, Agus Jubaidi, menyatakan siap memenuhi semua persyaratan. “Lahan sudah bersertifikat atas nama yayasan. Kami tinggal menunggu respons dari pemerintah,” tegasnya.

Liputan ( Ocha)
👁 Views: 0

Post a Comment