Sekelompok Orang Mengaku Petugas Penagihan Hentikan Kendaraan di Jalan Raya: Identitas Berubah-Ubah dan Tidak Jelas

Table of Contents
ARTHA-NEWS.COM | KOTA TASIKMALAYA – Sebuah insiden penyetopan kendaraan secara sepihak terjadi di kawasan Jalan H.Z. Mustofa, sekitar wilayah Asia Plaza, Kota Tasikmalaya, pada Jumat (22/5/2026). Peristiwa ini menuai pertanyaan dan sorotan publik. Pasalnya, pihak yang mengaku sebagai petugas penagihan (DC) dari salah satu perusahaan pembiayaan diketahui berubah-ubah identitas saat ditanya asal-usul lembaga yang diwakilinya. Selain itu, kelompok tersebut diduga menggunakan bahasa yang tidak pantas hingga muncul informasi adanya permintaan sejumlah uang.
 
Berdasarkan keterangan yang dihimpun awak media dari seorang korban berinisial L, peristiwa bermula ketika dirinya sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi Z 6928 ID melintas di lokasi kejadian. Secara tiba-tiba, kendaraannya dihentikan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai petugas penagihan. Tindakan tersebut membuat L merasa kaget dan khawatir.
 
Merasa tidak aman dan bingung, L kemudian menghubungi kerabatnya, Arie, untuk meminta bantuan. Arie pun berkomunikasi langsung dengan pihak yang menghentikan kendaraan tersebut melalui sambungan pesan singkat WhatsApp. Dalam percakapan itu, Arie menanyakan kejelasan maksud, tujuan, serta dasar kewenangan pihak tersebut menghentikan kendaraan di jalan umum.
 
“Anda dari mana? Mengapa menghentikan saudara saya di jalan? Apakah Anda dari bagian Penagihan (DC)?” tanya Arie dalam percakapan yang berlangsung Jumat (22/5/2026).
 
Pihak di ujung sambungan menjawab dan mengaku dirinya berasal dari FIF Finance serta sedang menjalankan tugas. Mereka menyampaikan alasan penyetopan dengan dalih bahwa kendaraan tersebut dinilai menunggak angsuran selama dua bulan. Mendengar penjelasan itu, Arie memberikan tanggapan tegas dan menyatakan kesiapannya menyelesaikan masalah melalui prosedur resmi yang berlaku.
 
“Oh ya, kalau begitu nanti kami berurusan langsung dengan pihak FIF jika menyangkut masalah angsuran. Itu adalah motor milik saya,” tegas Arie menanggapi penjelasan tersebut.
 
Komunikasi tersebut tidak berhenti di situ. Perdebatan sempat terjadi dan suasana memanas. Pihak yang mengaku sebagai petugas penagihan tersebut diduga mengeluarkan kata-kata kasar, tidak pantas, dan menggunakan bahasa makian yang tidak layak diucapkan dalam komunikasi profesional. Hal ini diketahui langsung dari rekaman percakapan yang diterima awak media.
 
Menambah keanehan peristiwa, menurut keterangan Arie, pihak tersebut sempat bersikap menantang, menanyakan keberadaan posisi Arie dengan nada mengancam, serta berniat mendatangi lokasi Arie berada. Meski demikian, hingga komunikasi terputus, kelompok yang mengaku petugas tersebut diketahui tidak melaksanakan niatnya untuk datang. Kendaraan pun tidak sempat ditarik atau dibawa pergi oleh mereka.
 
Sebelum membubarkan diri dan meninggalkan lokasi, kelompok orang tersebut sempat meminta sejumlah uang kepada korban, L, dengan alasan untuk membeli rokok. Hal ini disampaikan langsung oleh L kepada Arie seusai percakapan selesai. Tindakan ini semakin menimbulkan pertanyaan besar mengenai kejelasan tugas, fungsi, dan kewenangan kelompok orang tersebut.
 
Merespons peristiwa di mana nama FIF Finance disebut-sebut oleh kelompok tersebut, Redaksi Artha News segera melakukan konfirmasi dan verifikasi langsung kepada pihak perusahaan pembiayaan terkait. Dihubungi terpisah, pihak FIF ,selaku perwakilan FIF Finance di wilayah Kota Tasikmalaya, telah menelusuri dan mengecek keberadaan pihak-pihak yang mengatasnamakan perusahaannya dalam insiden tersebut.
 
Hilman menegaskan dengan tegas bahwa pihak yang melakukan penyetopan dan mengatasnamakan FIF Finance tersebut bukanlah merupakan bagian dari jajaran staf, petugas, atau mitra resmi perusahaan.
 
"Setelah kami telusuri dan cek data internal, pihak-pihak yang menghentikan kendaraan dan mengaku dari FIF tersebut bukan dari pihak kami sama sekali. Ini jelas merupakan pencatutan nama lembaga, dan tindakan mereka sama sekali tidak mewakili kebijakan maupun prosedur perusahaan," tegas salah satu dari salah satu pihak FIF saat dikonfirmasi awak media.
 
Hingga berita ini diturunkan, kejadian ini menjadi sorotan publik lantaran cara penyetopan kendaraan di jalan raya yang dinilai tidak sesuai prosedur, ditambah fakta ketidakjelasan identitas lembaga yang diwakili, penggunaan bahasa yang tidak mencerminkan pelayanan, hingga adanya dugaan permintaan uang yang tidak wajar.
 
Redaksi Artha News akan terus memantau perkembangan kasus ini serta mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan memastikan keaslian identitas petugas penagihan sebelum memberikan data maupun melakukan pembayaran.
 
(Tim Redaksi Artha News)
👁 Views: 0

Post a Comment

📢 ARTIKEL PILIHAN BERITA TERBARU | ARTHA-NEWS.COM | Sumber Berita Terpercaya -Analisis - Referensi - Tajam - Handal - Akurat -
PENERIMAAN WARTAWAN BARU

📰 DIBUKA KESEMPATAN BERGABUNG 📰

Menjadi Wartawan/Wartawati
ARTHA-NEWS.COM

🇮🇩 WILAYAH: SELURUH KOTA/KABUPATEN SE-INDONESIA 🇮🇩
(Dilindungi UU No.40 Tahun 1999)

📋 Persyaratan Berlaku
📞 HUBUNGI SEGERA:
0812-1310-6490