KLARIFIKASI: ISU KURBAN DI SMAN 1 TASIKMALAYA, BUKAN PUNGUTAN MELAINKAN INISIATIF PEMBELAJARAN KARAKTER
Table of Contents
Tasikmalaya – Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Tasikmalaya memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di masyarakat. Mereka menegaskan bahwa narasi yang menyebutkan adanya pungutan atau kewajiban kurban di lingkungan sekolah tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
Dijelaskan, kegiatan yang dimaksud bukanlah program pungutan resmi maupun kewajiban bagi peserta didik. Sebaliknya, ini merupakan inisiatif yang digagas oleh siswa melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Perwakilan Kelas (PK) sebagai bagian dari proses pembelajaran karakter dan penguatan nilai-nilai sosial. Kegiatan tersebut diberi nama “Shidqoh Qurban”, yaitu program sedekah yang bertujuan menumbuhkan kepedulian, empati, dan semangat berbagi kepada sesama melalui pengalaman langsung.
“Dalam pelaksanaannya, setiap peserta didik berpartisipasi secara sukarela dan tidak dipaksa, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Besaran sumbangan yang diberikan pun bervariasi dan tidak ditetapkan atau diwajibkan oleh pihak sekolah,” tegas keduanya.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari perencanaan, pencatatan, pengelolaan dana, pembelian hewan kurban, hingga pengolahan dan pendistribusian daging, dikelola langsung oleh siswa dengan pendampingan guru. Hal ini disusun sebagai pembelajaran kontekstual agar siswa memahami makna berbagi dan tanggung jawab.
Program ini disusun berdasarkan landasan hukum pendidikan nasional, antara lain:
- Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
- Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter;
- Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal.
Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan nilai karakter Pancawaluya yang dikembangkan di sekolah, untuk membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, peduli, dan mampu berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Terkait pembagian hasilnya, daging dari kegiatan Shidqoh Qurban dibagikan sesuai kesepakatan bersama. Sebanyak 50 persen disalurkan kepada siswa yang berpartisipasi dengan proporsi yang telah disepakati bersama di masing-masing kelas. Sementara 50 persen lainnya disalurkan kepada masyarakat sekitar sekolah sebagai bentuk kepedulian sosial, termasuk kepada petugas kebersihan lingkungan, petugas taman, petugas pemakaman, serta pengemudi dan operator kendaraan kebersihan yang bekerja di wilayah Kota Tasikmalaya.
Dijelaskan lebih lanjut, terdapat kegiatan kurban lain yang dilaksanakan secara terpisah oleh pihak dewasa di lingkungan sekolah, yaitu guru, tenaga kependidikan, alumni, pensiunan, serta sejumlah orang tua siswa yang menitipkan kurbannya. Kegiatan ini diselenggarakan secara terpisah, mengikuti tata cara ibadah kurban yang berlaku, dan bukan merupakan kewajiban yang dikaitkan dengan siswa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami makna ibadah kurban secara teori, tetapi juga belajar mengelola kegiatan sosial, bekerja sama, bertanggung jawab, serta merasakan langsung nilai empati terhadap sesama.
Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah melalui pesan tertulis. Pihak SMAN 1 Tasikmalaya berharap masyarakat dapat memahami informasi ini secara utuh dan objektif, sehingga tujuan pendidikan karakter, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial yang menjadi inti kegiatan dapat dipahami dengan baik tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
(Redaksi)
👁 Views: 0
Post a Comment