Proyek Sekolah Senilai Rp1,27 Miliar Diduga Bermasalah: Retakan Terlihat dan Dokumen Belum Dapat Diakses
Table of Contents
BANDUNG – Penerapan prinsip keterbukaan informasi publik dalam pelaksanaan proyek pembangunan fasilitas pendidikan menjadi sorotan. Hingga saat ini, surat permohonan informasi dan konfirmasi yang diajukan awak media terkait salah satu proyek pembangunan sekolah di Kabupaten Bandung belum memperoleh jawaban secara substantif.
Proyek yang bernilai sekitar Rp1,27 miliar ini diduga bermasalah setelah ditemukan sejumlah hal yang perlu mendapatkan penjelasan resmi. Surat permohonan informasi yang diajukan memuat pertanyaan mengenai aspek teknis pekerjaan, di antaranya kondisi fisik bangunan, proses pengurugan dan pematangan tanah, hasil pengujian laboratorium, laporan konsultan pengawas, hingga dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Dalam beberapa kali upaya konfirmasi, awak media mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Berdasarkan keterangan yang diterima, surat permohonan tersebut telah diteruskan ke bagian yang menangani sarana dan prasarana sekolah menengah.
Namun hingga berita ini disusun, awak media belum berhasil bertemu dengan pejabat yang berwenang memberikan penjelasan terkait substansi permohonan tersebut. Ketika meminta informasi kontak pejabat yang menangani bidang itu agar proses klarifikasi dapat dilakukan secara langsung dan berimbang, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi oleh pegawai yang ditemui di lingkungan kantor.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai pelaksanaan prinsip keterbukaan informasi publik, terutama terhadap permintaan data yang berkaitan dengan penggunaan anggaran negara dan pelaksanaan proyek pemerintah. Padahal, keterbukaan informasi merupakan syarat utama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, serta menjadi bagian dari fungsi pengawasan yang dijalankan masyarakat dan pers.
Selain itu, berdasarkan hasil pemantauan lapangan, terlihat adanya kondisi fisik bangunan berupa retakan yang menjadi dasar dugaan adanya hal yang perlu dikaji lebih lanjut. Oleh karena itu, ketersediaan dokumen dan data teknis pendukung sangat dibutuhkan untuk memastikan kualitas pembangunan yang telah didanai dari anggaran negara.
Hingga berita ini diterbitkan, jawaban resmi atas surat permohonan informasi tersebut belum diterima. Awak media tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung maupun pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan, data pendukung, serta menggunakan hak jawab agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat menjadi lengkap, berimbang, dan akurat.
Transparansi dalam setiap proyek publik bukan hanya menyangkut aspek administrasi, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan negara serta kualitas hasil pembangunan yang nantinya akan dimanfaatkan oleh banyak pihak.
Peliput: Ari M
👁 Views: 0
Post a Comment