Tongkang Bermuatan Batubara Sengaja Didamparkan di Pantai Sukaresik, Langkah Darurat Cegah Pencemaran Laut
Table of Contents
📌 KATEGORI: LINGKUNGAN & KESELAMATAN
ARTHA-NEWS.COM | PANGANDARAN
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., yang diwakili oleh Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP M. Anang Tri Sodikin, S.H., menyatakan bahwa sebuah tongkang bermuatan batubara yang ditarik kapal tunda Titan 33 sengaja didamparkan di kawasan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, pada Selasa (17/06/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Tindakan ini diambil sebagai langkah darurat untuk mencegah risiko yang lebih besar bagi keselamatan pelayaran dan lingkungan laut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Sat Polairud Polres Pangandaran pada Senin (16/06/2026), tongkang yang berlayar dari Palembang menuju Cilacap tersebut mengalami kerusakan pada pintu lambung bagian kanan. Kerusakan itu menyebabkan air laut masuk ke dalam badan kapal, sehingga posisi tongkang menjadi miring dan tidak stabil.
Melihat kondisi yang semakin memburuk serta persediaan bahan bakar yang mulai menipis, Kapten kapal tunda Titan 33, Bahtiar, bersama awak kapal memutuskan untuk mendamparkan tongkang secara terkendali di Pantai Sukaresik.
Tongkang tersebut diketahui mengangkut sekitar 80.000 ton batubara dengan dokumen pelayaran dan muatan yang lengkap serta sah. Menurut keterangan Kapten Bahtiar, langkah pendamparan dilakukan untuk menghindari kemungkinan tongkang tenggelam di tengah laut maupun terjadinya tumpahan muatan yang berpotensi mencemari perairan Pangandaran.
Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada pertimbangan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Pantai Sukaresik dinilai relatif steril, tidak menjadi tempat aktivitas wisatawan maupun nelayan, sehingga proses pendamparan dapat berlangsung tanpa mengganggu warga sekitar.
AKP M. Anang Tri Sodikin menambahkan bahwa pihak kepolisian melalui Sat Polairud terus melakukan pengawasan dan pengamanan di lokasi. Hal ini bertujuan mencegah potensi gangguan keamanan, seperti pencurian atau pengambilan muatan oleh pihak yang tidak berwenang.
Selain itu, kepolisian juga berkoordinasi dengan kapten kapal, agen pelayaran, perusahaan pemilik muatan, serta masyarakat setempat untuk menjaga ketertiban sambil menunggu proses evakuasi. Sebanyak 10 orang awak kapal dilaporkan berada dalam kondisi selamat.
Hingga saat ini, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Persiapan evakuasi terus dilakukan bersama pihak terkait guna memastikan keselamatan pelayaran dan mencegah risiko pencemaran lingkungan.
Sumber: Keterangan resmi Polres Pangandaran
(UG)
👁 Views: 0
Post a Comment