Cegah Stunting Sambil Buka Peluang UMKM, Posyandu Desa Cipacing Adu Kreasi Pangan Berbasis Kelor
Table of Contents
ARTHA‑NEWS.COM | Desa Cipacing, Kecamatan Pagerageung, 26 Juni 2026 – Kurang dari satu minggu setelah penyuluhan dan pelatihan budidaya tanaman kelor serta pembuatan pupuk alami, tim Kuliah Kerja Nyata Universitas Siliwangi Fakultas Pertanian kembali menggelar kegiatan lanjutan berupa Kompetisi Kreasi Pangan Bergizi Berbasis Kelor antar Unit Pelayanan Terpadu Desa. Ajang ini berlangsung di lingkungan Gelanggang Olahraga Desa Cipacing, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat (26/6/2026) dengan suasana yang meriah dan penuh antusiasme warga.
Mengusung tema “Inovasi Kelor Berdaya: Merajut Nutrisi dan Potensi Ekonomi Untuk Kemandirian Pangan Lokal”, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Aliya Maulidah selaku penanggung jawab program. Penilaian hasil karya dilakukan secara teliti oleh N. Fuji Zihan Pauziah, S.Pd., yang memeriksa aspek kandungan gizi, rasa, keunikan bentuk, hingga kemasan produk. Acara berjalan resmi dan disaksikan langsung oleh Kepala Desa Cipacing beserta perangkat, Ketua Tim Penggerak PKK, para kader kesehatan, serta perwakilan instansi terkait di wilayah setempat.
Peserta yang ambil bagian berasal dari setiap wilayah dusun, meliputi para kader pelayanan kesehatan, ibu hamil, ibu menyusui, maupun orang tua yang memiliki anak usia di bawah lima tahun. Masing‑masing kelompok ditantang menciptakan beragam olahan berbahan dasar kelor yang kaya zat gizi, aman dikonsumsi segala usia, sekaligus memiliki nilai tambah dan daya tarik pasar yang layak dijual. Langkah ini bertujuan guna mendukung sepenuhnya upaya pemerintah menekan angka kejadian stunting, sekaligus membuka peluang usaha mikro baru bagi keluarga di desa.
“Kami berharap tanaman kelor tidak lagi hanya dianggap sebagai sayuran biasa di pekarangan, melainkan berubah menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi. Hal ini diharapkan dapat membantu menambah pendapatan keluarga sekaligus berperan nyata menjaga kualitas gizi anak agar tumbuh sehat dan cerdas,” ujar Aliya Maulidah di hadapan seluruh peserta.
Berbagai hasil karya ditampilkan mulai dari kue kering, minuman sehat, hingga bahan masakan olahan yang dikemas menarik. Kegiatan ini menjadi bukti nyata pemanfaatan potensi alam setempat demi kesehatan sekaligus kemajuan ekonomi masyarakat pedesaan.
Penulis: Yana-Tim Redaksi Artha‑News
👁 Views: 0
Post a Comment