APKOMINDO & APTIKNAS Siap Bersinergi Sukseskan IN‑APPS 2026: Dorong Indonesia Jadi Pusat Inovasi Aplikasi Digital Dunia
Table of Contents
Tangerang, 9 Juli 2026 – Artha‑News - TANGERANG – ARTHA‑NEWS – Transformasi digital telah menjadi pilar utama pembangunan nasional menghadapi persaingan ekonomi global. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), komputasi awan (cloud computing), Internet of Things (IoT), data besar, teknologi rantai blok (blockchain), hingga keamanan siber, industri aplikasi digital kini tumbuh menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi sekaligus fondasi daya saing bangsa.
Dengan jumlah pengguna internet yang masif, bonus demografi, serta ekosistem digital yang terus berkembang, Indonesia memiliki peluang strategis untuk tidak sekadar menjadi pasar teknologi, melainkan bertransformasi menjadi negara penghasil inovasi dan aplikasi digital berkelas dunia.
Semangat inilah yang menjadi landasan penyelenggaraan Indonesia Application Summit (IN‑APPS) 2026, inisiatif strategis Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI untuk memperkuat ekosistem aplikasi digital nasional melalui kolaborasi lintas sektor. Bagi APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional), IN‑APPS bukan sekadar agenda tahunan atau forum diskusi, melainkan momentum nasional untuk melahirkan industri aplikasi digital yang inovatif, berdaya saing global, dan menghasilkan kekayaan intelektual karya anak bangsa.
Komitmen tersebut ditegaskan saat acara Soft Launching IN‑APPS 2026 yang digelar Rabu (8/7) di Sinar Mas Land Experience Center, Biomedical Campus D‑HUB SEZ, BSD City, Tangerang. Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju puncak acara yang akan berlangsung 16–17 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.
Mengusung tema "Application as the New Engine of Creative Economy Growth", IN‑APPS 2026 dirancang sebagai forum kolaborasi nasional yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri TIK, perusahaan platform digital, software house, rintisan teknologi (startup), investor, akademisi, asosiasi, komunitas digital, dan media untuk mempercepat lahirnya inovasi digital nasional.
Acara diawali sambutan Panji Himawan (Senior Vice President Corporate Communication & Public Affairs Sinar Mas Land), dilanjutkan pidato kunci dan peluncuran resmi oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Bekraf Teuku Riefky Harsya. Rangkaian dilanjutkan sesi tanya jawab media serta diskusi panel "Building Indonesia's Future Through Digital Applications" bersama narasumber antara lain Direktur Aplikasi Kemenekraf Tri Wahyudi, CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land Irawan Harahap, Ketua Umum ASPILUKI Djarot Subiantoro, dan Direktur Utama PT KAYA Indonesia Aditya Adiguna.
Kegiatan juga dihadiri Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Firmansyah (Rian Syaf), menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap sinergi penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi.
Mewakili APKOMINDO dan APTIKNAS hadir Ketua Umum Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), didampingi Wakil Ketua Umum I Bidang Talenta Digital Sandy Kusuma serta Ketua Komite Tetap Teknologi Finansial & Inovasi Pembayaran Digital Angelika Putri. Secara terpisah, Ketua Komite Tetap Digital Marketing Maulis Taufik Kosasih dan Ketua Komite Tetap Humas & Komunikasi Yuliyanti mengikuti FGD Outlook Ekonomi Kreatif Klaster Teknologi dan Konten Digital di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta Selatan, guna menyusun dasar arah kebijakan nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif menegaskan data BPS menunjukkan subsektor aplikasi menjadi penyumbang investasi terbesar di ekonomi kreatif sepanjang 2025. Aplikasi kini telah menjadi mesin ekonomi yang menciptakan lapangan kerja, produktivitas, inklusi digital, dan daya saing bangsa. Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf Muhammad Neil El Himam menambahkan keberhasilan industri aplikasi hanya tercapai melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.
APKOMINDO dan APTIKNAS menilai IN‑APPS 2026 hadir di momentum tepat. Meski pasar digital Indonesia sangat besar, sebagian nilai ekonominya masih dinikmati platform global. Oleh karena itu, Indonesia harus memperkuat kemampuan menciptakan solusi digital sendiri, membangun kekayaan intelektual, dan melahirkan perusahaan perangkat lunak yang kompetitif.
"Kita harus berubah dari sekadar pasar teknologi menjadi produsen inovasi dan pusat pengembangan aplikasi dunia," ujar Ketua Umum APKOMINDO sekaligus Ketua Umum APTIKNAS, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky). Ia menegaskan keberhasilan transformasi digital bukan diukur dari jumlah pengguna atau transaksi, melainkan kemampuan menciptakan teknologi sendiri, memperluas ekspor perangkat lunak, dan menghasilkan kekayaan intelektual yang bernilai tambah tinggi.
Dengan lebih dari 2.000 perusahaan anggota di 31 kota dari Sabang sampai Merauke, APTIKNAS siap menjadi mitra strategis pemerintah menyukseskan IN‑APPS 2026, memperkuat kolaborasi industri, peningkatan talenta digital, fasilitasi kemitraan, serta pemanfaatan aplikasi karya anak bangsa.
APKOMINDO dan APTIKNAS mendorong pendekatan Hexa Helix (pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, investor) serta kebijakan yang mendukung inovasi lokal, perlindungan HKI, penggunaan produk dalam negeri, standar keamanan siber, dan akses pembiayaan. Selama ini kedua asosiasi konsisten mendorong percepatan transformasi digital melalui pelatihan, sertifikasi, kolaborasi program pemerintah daerah hingga industri, dengan semangat Berkolaborasi, Bersinergi, dan Berinovasi Membangun Masa Depan Digital Indonesia.
"IN‑APPS 2026 harus menjadi titik tolak gerakan nasional membangun industri aplikasi digital. Bersama visi yang sama, saya yakin Indonesia tak hanya menjadi pasar ekonomi digital terbesar Asia Tenggara, melainkan tumbuh sebagai pusat inovasi aplikasi digital dunia menuju Indonesia Emas 2045 yang berdaulat secara digital," pungkas Hoky.
(Tim Liputan Artha‑News)
Sumber: Rilis resmi APKOMINDO & APTIKNAS
👁 Views: 0
Posting Komentar