👁️ Total Tayangan: 240.624

Bupati Samosir Jamu Wagub Papua Selatan, Rajut Kolaborasi Budaya dari Samosir untuk Indonesia

Table of Contents
Samosir | Artha‑News – 5 Juli 2026 – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti kawasan Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Sabtu malam (4/7/2026). Alunan musik dalam ajang Samosir Music International tak hanya menghibur ribuan penonton, melainkan menjadi momen bersejarah yang mempertemukan dua daerah yang dipisahkan ribuan kilometer.
 
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk secara khusus menjamu Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa. Pertemuan akrab ini menjadi bukti nyata bahwa kebudayaan mampu menjembatani perbedaan jarak, bahasa, dan adat istiadat menjadi ikatan persaudaraan yang kokoh.
 
Di sela perbincangan, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama strategis, mencakup pengembangan kebudayaan, pariwisata, hingga pembangunan daerah yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Momen itu semakin bermakna ketika Vandiko dan Ariston secara simbolis menyematkan kain ulos kepada Paskalis Imadawa. Tindakan sederhana ini merupakan wujud penghormatan tulus masyarakat Batak sekaligus simbol ikatan persaudaraan yang abadi.
 
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Staf Ahli Gubernur Papua Selatan Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Cahyo Agung Dwi Arianto, perwakilan Sanggar Serapuh asuhan Pastor Fanumbi, serta Tober Band pimpinan Joko Juniar.
 
Kehadiran Wakil Gubernur Papua Selatan ke Samosir merupakan kelanjutan hubungan baik yang telah terjalin melalui pertukaran seni dan budaya. Sebelumnya, Komite Seni Budaya Nusantara Provinsi Papua Selatan telah tampil memukau masyarakat dan wisatawan pada Geotourism Festival 2026, dan kini kembali hadir meramaikan Samosir Music International.
 
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan bahwa kebudayaan adalah bahasa universal yang mampu menyatukan segenap elemen bangsa tanpa sekat perbedaan.
 
“Kami merasa sangat terhormat atas kehadiran Bapak Wakil Gubernur Papua Selatan di Samosir. Ini bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan langkah nyata mempererat persaudaraan dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Samosir dan Papua Selatan,” ujar Vandiko.
 
Ia menambahkan, kerja sama antardaerah tidak harus selalu dimulai dari sektor ekonomi, melainkan dapat dibangun di atas budaya sebagai identitas bangsa.
 
“Budaya adalah jembatan pemersatu Indonesia. Ketika kita saling mengenal budaya masing‑masing, rasa saling memiliki akan tumbuh. Dari situlah lahir kepercayaan, kolaborasi, dan akhirnya kesejahteraan masyarakat. Samosir selalu terbuka menjadi rumah bagi seluruh kekayaan budaya Nusantara,” tambahnya.
 
Pemerintah Kabupaten Samosir pun mengapresiasi komitmen Provinsi Papua Selatan yang terus mendukung pertukaran seni budaya sebagai wujud memperkuat persatuan nasional.
 
Pertemuan ini menegaskan bahwa diplomasi budaya kini menjadi instrumen penting pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Vandiko‑Ariston, Samosir tak hanya mempromosikan keindahan Danau Toba, tetapi juga menjadikan budaya sebagai pintu gerbang membangun jejaring nasional. Langkah ini semakin memperkuat citra Samosir sebagai destinasi wisata yang ramah, terbuka, dan mampu menjadi simpul persatuan melalui keberagaman budaya.
 
Pertemuan hangat di Tuktuk Siadong menyiratkan pesan mendalam: dari tepian Danau Toba, semangat persaudaraan untuk Indonesia terus dijaga dan dikembangkan. Ulos yang disematkan bukan sekadar kain adat, melainkan simbol penghormatan, persahabatan, dan harapan agar kolaborasi Samosir dan Papua Selatan terus berlanjut demi kemajuan bersama.
 
(NR.Sitohang / Tim Redaksi Artha‑News)
👁 Views: 0

Posting Komentar

🔴 Memuat berita...