Pemkab Samosir Gelar Rapat Kedua Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Table of Contents
SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menggelar rapat lanjutan penyusunan naskah akademik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Senin (13/7/2026). Kegiatan dipimpin langsung Bupati Samosir diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hotria Sitanggang, S.T., M.M.
Rapat ini merupakan kelanjutan dari tahapan proses pembentukan rancangan peraturan daerah, dengan melibatkan berbagai pihak guna memastikan kebijakan yang disusun berjalan tepat sasaran dan berlandaskan kajian akademik yang kuat.
.
Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Richard NP. Simarmata, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ir. Doli A. Sihombing, perwakilan DPRD Kabupaten Samosir, Camat, tokoh masyarakat, Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), serta perwakilan Asosiasi Petani dan Tani Merdeka Indonesia (TMI).
Dalam arahannya, Hotria Sitanggang menyampaikan perlunya kebijakan khusus untuk menjamin kepastian usaha dan kesejahteraan petani di daerah. “Sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Samosir, namun masih banyak tantangan yang dihadapi petani, mulai dari akses pasar, harga, hingga perlindungan saat terjadi gagal panen,” ujarnya.
Ia menegaskan naskah ini harus disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2023–2029. “Perlindungan bukan hanya soal bantuan, melainkan pemberdayaan berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur, akses permodalan, dan teknologi pertanian modern,” tambahnya.
Penyusunan peraturan daerah ini bertujuan memberikan kepastian hukum, melindungi petani dari kerugian, serta mendorong kemajuan pertanian di Samosir. Naskah akademik nantinya akan dibahas lebih lanjut bersama DPRD sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah.
Pemerintah berkomitmen menjadikan pertanian sebagai sektor unggulan yang berdaya saing, sekaligus menjaga kearifan lokal dan kelestarian lingkungan di Danau Toba.
(Tim Artha‑News)
(NR.Sitohang / Jeremia Pasaribu)
👁 Views: 0
Posting Komentar