👁️ Total Tayangan: 271.058

Dari Jakarta Game Show Menuju IGEX 2026 Yogyakarta: Bangun Ekosistem Game & Ekonomi Digital Nasional

Table of Contents
SLEMAN, YOGYAKARTA, ARTHA-NEWS.COM — Perjalanan panjang pengembangan industri game Indonesia terus melaju melewati berbagai tahap transformasi. Bermula dari Jakarta Game Show pada tahun 2011, kemudian berkembang menjadi Jakarta Game Expo, kini gerakan tersebut telah bertransformasi menjadi Indonesia Game Experience (IGEX) — sebuah gerakan nasional yang membawa semangat pengembangan industri game, teknologi, kreativitas, budaya, dan ekonomi digital hingga ke berbagai pelosok tanah air.
 
Semangat transformasi tersebut kembali ditegaskan dalam pembukaan IGEX 2026 Yogyakarta yang digelar di Atrium Rama, Sleman City Hall (SCH), pada Kamis (13/8/2026). Kegiatan di Yogyakarta berlangsung selama empat hari dan menjadi bagian dari rangkaian IGEX 2026 yang digelar secara berturut-turut di lima kota besar di Indonesia.
 
Ketua Umum APTIKNAS sekaligus Ketua Umum APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso, S.H., yang akrab disapa Hoky, menyampaikan bahwa perjalanan dari Jakarta Game Show menjadi IGEX menegaskan bahwa perkembangan industri game Indonesia tidak lagi bersifat lokal atau terpusat di ibu kota, melainkan telah tumbuh menjadi gerakan nasional yang menyatukan seluruh elemen bangsa.
 
“Perjalanan ini dimulai melalui Jakarta Game Show pada 2011, kemudian berkembang menjadi Jakarta Game Expo, hingga kini bertransformasi menjadi Indonesia Game Experience atau IGEX. Transformasi ini menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan hanya milik Jakarta, tetapi merupakan bagian dari gerakan nasional yang mencakup seluruh Indonesia,” ujar Hoky.
 
Lebih dari sekadar pameran dan hiburan, IGEX hadir sebagai ruang pertemuan antar teknologi, kreativitas, industri, budaya, pendidikan, komunitas, dan peluang bisnis.
 
“Hari ini kita bukan sekadar membuka sebuah pameran, tetapi menegaskan komitmen bersama bahwa kreativitas, teknologi, kolaborasi, dan integritas merupakan fondasi penting dalam membangun ekonomi digital Indonesia,” tegasnya.
 
Penyelenggaraan IGEX 2026 merupakan hasil kolaborasi luas lintas pemangku kepentingan, antara lain: Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI), Kementerian Kebudayaan RI, APKOMINDO, APTIKNAS, Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), Sleman City Hall, serta Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI).
 
Hoky menjelaskan, pengalaman panjang APKOMINDO yang telah berdiri sejak 1991 dan kini berusia 35 tahun, serta jaringan APTIKNAS yang memiliki 31 Dewan Pengurus Daerah dari Aceh hingga Papua, menjadi modal kuat dalam memperkuat ekosistem teknologi dan game di daerah-daerah.
 
Perkembangan teknologi seperti Kecerdasan Buatan, Komputasi Awan, Keamanan Siber, Data Besar, hingga Teknologi Realitas Terdistribusi, telah mengubah cara manusia bekerja dan berinovasi. Industri game pun menempati posisi strategis karena memadukan teknologi, seni, desain, musik, animasi, budaya, edukasi, dan kecerdasan buatan dalam satu kesatuan karya.
 
Oleh karena itu, pembangunan industri Teknologi Informasi dan Komunikasi serta game nasional harus bertumpu pada lima fondasi utama: talenta digital yang unggul, ekosistem kolaborasi yang kuat, investasi dan akses pasar global, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, serta tata kelola digital yang berintegritas dan aman.
 
“Teknologi mendorong kemajuan, hukum menjaga kepercayaan, kolaborasi memperkuat bangsa, dan inovasi menciptakan masa depan,” ujar Hoky.
 
Selain memperkuat ekosistem industri game melalui IGEX, APTIKNAS juga menjalankan berbagai program transformasi digital berskala nasional, antara lain: National Cybersecurity Connect (NCC), Roadshow Nasional bertema “AI Driven Secure & Efficient” yang digelar di delapan kota dengan dukungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, program Warkop Digital, serta pengembangan pasar digital melalui APTIKNAS Mall. APTIKNAS juga telah mendirikan Koperasi APTIKNAS Maju Bersama dan terus mendorong percepatan pengesahan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS).
 
Hoky menegaskan bahwa kemajuan ekosistem digital harus disertai kepastian hukum dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual agar para pencipta, pengembang, investor, dan pelaku usaha dapat berkarya dengan rasa aman dan penuh perlindungan.
 
Dari catatan capaian sebelumnya, rangkaian IGEX 2025 yang digelar di lima kota berhasil mencatat lebih dari 350.000 pengunjung, melibatkan lebih dari 10.000 peserta kompetisi esports, serta menghadirkan lebih dari 2.000 praktisi, akademisi, regulator, dan pelaku industri melalui forum TechSummit.
 
Pada IGEX 2026, penyelenggara tidak lagi hanya mengejar jumlah pengunjung, melainkan meningkatkan kualitas dampak nyata melalui sejumlah ruang pameran dan forum khusus, antara lain: Gaming Hardware Expo, Pameran Teknologi Kecerdasan Buatan & Digital, Ruang Kreator, Pertemuan Bisnis, Forum Jejaring Industri, serta berbagai kompetisi dan kegiatan edukasi.
 
“Kita ingin keberhasilan IGEX diukur bukan hanya dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari lahirnya kolaborasi baru, meningkatnya investasi, berkembangnya industri kreatif nasional, serta terbukanya lebih banyak peluang kerja bagi talenta digital Indonesia,” jelas Hoky.
 
IGEX 2026 Yogyakarta dibuka secara resmi oleh Direktur Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc. Dalam sambutannya, Feri memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan IGEX dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan ekonomi kreatif nasional.
 
“Kementerian Kebudayaan RI sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini. Sebagai contoh, dengan hadirnya karya-karya game bernuansa budaya, maka budaya Nusantara akan semakin dikenal dan mendunia,” ujar Feri.
 
Dukungan juga disampaikan oleh Ketua APKOMINDO DPD Yogyakarta, Eka Wibawa, yang menyambut baik dipilihnya Yogyakarta sebagai salah satu kota penyelenggara IGEX 2026. Sementara itu, General Manager Sleman City Hall, Jony Yudyantara, menyampaikan kebanggaannya karena Sleman City Hall dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan, dan menyatakan kesiapan kembali menyambut IGEX pada tahun-tahun mendatang.
 
Turut memberikan sambutan dan dukungan: Mrs. Amy Hsiao (Direktur Taiwan Trade Center Jakarta/TAITRA Jakarta, diwakili Andi Tanudiredja); Fanky Christian (Sekretaris Jenderal DPP APTIKNAS); Anton Sudjarwo (Sekretaris Umum PBESI); serta Ainul Hamam (General Manager Mobile Consumer Business Region Jawa Tengah & DIY, TELKOMSEL). Kehadiran para perwakilan dari berbagai sektor ini memperkuat semangat kolaborasi antar pemerintah, dunia usaha, asosiasi, industri teknologi, telekomunikasi, olahraga elektronik, dan ekosistem kreatif secara menyeluruh.
 
Perspektif mengenai potensi talenta Indonesia di kancah industri kreatif global turut disampaikan oleh Prof. Dr. Mohammad Suyanto, M.M., Rektor Universitas Amikom Yogyakarta. Sebagai sosok yang juga aktif sebagai produser, sutradara, dan penulis, Prof. Suyanto membagikan pengalaman proyek film animasi berjudul Aji Saka: The King and The Flower of Life yang kini memasuki tahap pascaproduksi. Proyek ini melibatkan sejumlah profesional kelas dunia, membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersanding di level internasional.
 
“Hal ini menunjukkan bahwa talenta Indonesia juga memiliki peluang untuk berkarya dan berada di jajaran industri kreatif kelas dunia,” ujar Prof. Suyanto.
 
Pembukaan IGEX 2026 juga dimeriahkan penampilan budaya oleh Rika Marhani Adiyanti dari Sanggar Tari Rika Art Dance yang membawakan Tari Mangastuti — sebuah tarian penyambutan tamu kehormatan yang menambah keindahan dan kehangatan suasana pembukaan.
 
Selain pameran dan festival, rangkaian kegiatan IGEX Yogyakarta turut menghadirkan APTIKNAS TechSummit 2026 dengan tema “AI-Native Indonesia 2026”. Forum ini menjadi ruang diskusi strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan praktisi teknologi untuk membahas perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, keamanan siber, serta masa depan industri teknologi nasional.
 
Di akhir sambutannya, Hoky berharap perjalanan IGEX dari Jakarta Game Show tahun 2011 hingga menjadi gerakan nasional Indonesia Game Experience dapat terus tumbuh dan bermanfaat bagi seluruh bangsa.
 
“Tidak ada satu kementerian, satu asosiasi, ataupun satu perusahaan yang mampu membangun ekosistem ini sendirian. Hanya melalui kolaborasi dan semangat gotong royong, cita-cita tersebut dapat kita wujudkan,” pesan Hoky yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum SPRI.
 
IGEX harus terus dikembangkan bukan sekadar menjadi agenda tahunan semata, melainkan sebagai platform berkelanjutan yang senantiasa mempertemukan talenta, teknologi, investasi, budaya, komunitas, dan pasar dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
 
“Ketika sejarah transformasi digital Indonesia ditulis kelak, saya berharap kita dikenang bukan sebagai penonton yang hanya melihat perubahan, melainkan sebagai pelaku yang ikut membangun masa depan bangsa,” pungkas Hoky menutup pernyataannya dengan penuh harapan.

Redaksi Artha-News
Artha-News — Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat


👁 Views: 0

Posting Komentar