Dari Dana Desa ke Kandang Ayam: Strategi Cipada Bangun Ketahanan Pangan
Table of Contents
Bandung Barat – Pemerintah Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mengalokasikan 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan, sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.Dana tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan ternak ayam yang diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat desa.
Kepala Desa Cipada Ujang Dahria, menjelaskan bahwa pemanfaatan dana melalui program ternak ayam ini tidak hanya bertujuan menyediakan sumber pangan bagi warga, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Program ini kami jalankan agar masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya. Dengan beternak ayam, kebutuhan protein hewani bisa terpenuhi, sekaligus membuka peluang usaha bagi warga,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua BUMDes Cipada, Yana. Ia menuturkan bahwa setelah pembangunan kandang rampung, langkah berikutnya adalah memastikan bibit ayam yang dibeli memiliki kualitas baik. Menurutnya, hal ini penting agar hasil beternak bisa lebih maksimal.
“Untuk tahap awal, jumlah ayam yang akan dipelihara sekitar 800 ekor. Ke depannya, kami berharap jumlah tersebut bisa terus bertambah dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Cipada,” kata Yana.
Sesuai aturan, setiap desa diwajibkan mengalokasikan minimal 20 persen dari Dana Desa untuk sektor ketahanan pangan. Program di Desa Cipada menjadi contoh bagaimana pengelolaan dana tersebut dapat diarahkan pada kegiatan produktif yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
(Ari.M)
Artha-News – Analisis, Referensi Tajam, Handal, Akurat
Catatan Redaksi: Artikel ini telah diperbarui pada Sabtu, 23 Agustus 2026, demi kenyamanan navigasi pembaca dan penataan ulang label/kategori. Isi fakta dan materi berita tetap sah serta tidak mengalami perubahan.
👁 Views: 0
Posting Komentar