👁️ Total Tayangan: 270.058

SDN Negeri 3 Cibalong Tolak Wartawan, Pintu Sekolah Sengaja Digembok

Table of Contents


ARTHA-NEWS.COM – KABUPATEN TASIKMALAYA
Dipublikasikan: 22 Desember 2026 | Terakhir diperbarui: 23 Juli 2026 pukul 07.06 WIB
 
Awak media berusaha menjalankan tugas pokok dan fungsinya untuk mencari serta menggali informasi demi kepentingan publik ke lokasi SDN Negeri 3 Cibalong. Namun pada Kamis, 22 Desember 2026 sekitar pukul 09.30 pagi, awak media justru tidak dapat masuk ke lingkungan sekolah karena pintu pagar digembok. Terlihat tiga orang guru berada di luar ruangan, namun bersikap acuh tak acuh seolah tidak melihat kedatangan wartawan.
 
Tindakan pihak sekolah yang sengaja menutup dan menggembok pagar tersebut terindikasi sebagai upaya menghalangi tugas jurnalistik dan penolakan terhadap kedatangan awak media.
 
Padahal berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, sekolah sebagai badan publik memiliki kewajiban untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat serta menerima kunjungan wartawan maupun warga yang membutuhkan penjelasan terkait penyelenggaraan pendidikan.
 
Tindakan menutup dan menggembok pagar guna menghalangi wartawan dinilai bertentangan dengan semangat dan amanat UU Keterbukaan Informasi Publik. Seharusnya pihak sekolah menerima kunjungan tersebut dan memberikan informasi yang diperlukan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan serta ketertiban proses belajar mengajar.


Apabila memang terdapat alasan keamanan atau hal lain yang mendesak, pihak sekolah sepatutnya menyampaikannya secara terbuka kepada wartawan serta menawarkan alternatif lain, misalnya melalui penyampaian tertulis atau pengaturan jadwal pertemuan yang disepakati bersama.

 

Sikap menutup akses tersebut dapat dianggap sebagai upaya penghalangan hak masyarakat untuk mengetahui fakta yang sebenarnya, yang mana hal ini berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum maupun sanksi administratif sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

 

Ketika dimintai keterangan, para guru perempuan yang ada di lokasi tidak memberikan tanggapan sama sekali dan memilih diam. Hal ini semakin menimbulkan pertanyaan sekaligus kecurigaan di kalangan masyarakat bahwa ada sesuatu yang sengaja disembunyikan agar tidak diketahui oleh publik.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi yang disampaikan oleh pihak sekolah. Masyarakat pun berharap agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya segera meninjau serta menjelaskan persoalan ini secara transparan.

 

(Mumun/Ocha/Wandi)

Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

👁 Views: 0

Posting Komentar

PANGANDARAN.