Ketum AJGT Ingatkan Pemkot Tasikmalaya: Jangan Lupa Sejarah Kongres Pertama Koperasi
Table of Contents
TASIKMALAYA, ARTHA‑NEWS — Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelaku usaha kerakyatan, untuk tidak melupakan identitas historis daerah. Kota Tasikmalaya memegang peranan krusial sebagai tempat diselenggarakannya Kongres Koperasi Pertama di Indonesia pada tanggal 11–14 Juli 1947 silam.
Dari momentum bersejarah di Bumi Resik inilah cikal bakal pergerakan ekonomi gotong royong nasional resmi lahir dan kemudian diperingati secara nasional sebagai Hari Koperasi setiap tanggal 12 Juli.
“Satu poin sejarah penting yang harus terus kita gaungkan ke generasi muda adalah bahwa Tasikmalaya merupakan rumah sekaligus rahim lahirnya sistem koperasi di Indonesia,” tegas perwakilan lembaga pemerhati sejarah daerah setempat.
Tantangan Transparansi di Tengah Pertumbuhan 800 Koperasi
Di sisi lain, catatan dinas terkait menunjukkan perkembangan roda perkoperasian di Kota Tasikmalaya saat ini tumbuh cukup masif. Tercatat ada hampir 800 unit koperasi yang terdaftar dan beroperasi di berbagai sektor usaha wilayah administratif Kota Tasikmalaya.
Namun, pertumbuhan kuantitas yang pesat ini memicu tantangan besar mengenai ketertiban tata kelola administrasi dan pemenuhan kewajiban hukum kelembagaan. Pemkot Tasikmalaya mengingatkan agar asas kemitraan bersama ini tidak disalahgunakan oleh segelintir oknum.
Filosofi dasar koperasi yang bertumpu pada asas kekeluargaan dan gotong royong ditekankan jangan sampai hanya dijadikan sebagai kedok atau sampul legalitas hukum semata untuk memuluskan kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Tiga Hak dan Kewajiban Utama Koperasi Daerah
Sebagai pilar ekonomi utama, lembaga koperasi memiliki tanggung jawab struktural yang wajib dipenuhi secara seimbang, antara lain:
- Kontribusi Pendapatan Daerah: Berperan aktif meningkatkan serapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kontribusi unit bisnis yang legal dan produktif.
- Kesejahteraan Internal: Menjamin dan memprioritaskan aspek pemenuhan kesejahteraan bagi para pengurus, anggota aktif, serta karyawan.
- Kesehatan Tata Kelola: Menciptakan iklim usaha koperasi yang sehat, transparan, serta berlandaskan manajemen yang akuntabel.
Sebagai bentuk penghormatan fisik terhadap peristiwa 1947, pemerintah daerah juga terus mengoptimalkan perawatan Tugu Koperasi Indonesia yang berdiri kokoh di pusat Kota Tasikmalaya sebagai monumen pengingat bagi arah kebangkitan ekonomi rakyat.
(Reporter: Ari Arya Siloka)
Artha‑News: Analisis – Referensi – Tajam – Handal – Akurat
👁 Views: 0
Posting Komentar