Belajar dari Riwayat Kekeringan, BPBD Cimahi Siapkan Langkah Jaga Air dan Cegah Kebakaran
Table of Contents
Cimahi | Artha News – Menghadapi prediksi musim kemarau ekstrem akibat pengaruh El Niño, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi telah menyusun sejumlah langkah antisipasi untuk mencegah kekeringan, krisis air bersih, hingga potensi kebakaran. Berdasarkan hasil pemetaan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ancaman diperkirakan meluas ke seluruh kelurahan, dengan puncak tekanan terjadi pada periode Agustus hingga Oktober 2026 yang berpotensi berdampak pada sedikitnya 312 Rukun Warga di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menjelaskan bahwa risiko kekeringan dapat terjadi secara merata, namun pengalaman dua tahun terakhir menunjukkan wilayah selatan seperti Kelurahan Melong, Utama, hingga Leuwigajah mengalami dampak yang paling parah. Kondisi ini berkaitan dengan pola pasokan air yang sangat bergantung pada layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan air tanah, yang ketersediaannya kini semakin tertekan.
“Kekeringan terjadi ketika muka air tanah dan air sumur warga turun secara drastis. Di wilayah tersebut, sumber air utama memang berasal dari sumur, sementara pemanfaatan air tanah untuk kebutuhan industri turut menambah tekanan terhadap ketersediaannya,” ungkapnya saat dikonfirmasi pada Rabu (3/6/2026).
Untuk mengatasi ancaman krisis air bersih, BPBD telah menyiapkan mekanisme penanganan terpadu. Segera setelah menerima laporan kelangkaan air, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) serta Perumda Tirta Raharja guna mendistribusikan pasokan air guna memenuhi kebutuhan warga.
Selain menjaga ketersediaan air bersih, perhatian juga diarahkan pada potensi kebakaran lahan, hutan, dan pemukiman. Hasil pemetaan kerawanan menunjukkan kawasan selatan seperti Cireundeu dan wilayah utara di sekitar Cipageran masuk dalam kategori risiko sedang. Berdasarkan catatan peristiwa sebelumnya, kebakaran yang sering terjadi berupa terbakarnya lahan rumput atau alang‑alang. Mengingat karakteristik wilayah yang padat penduduk, BPBD terus mempererat koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran untuk memastikan kesiapan penanganan jika terjadi kebakaran di area pemukiman.
Di sisi lain, terdapat catatan positif dari informasi terbaru BMKG, yang menyebutkan bahwa durasi musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih singkat dan akan berakhir lebih cepat dibandingkan pola pada tahun‑tahun sebelumnya.
👁 Views: 0
Post a Comment