Tampilkan postingan dengan label JAWA BARAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JAWA BARAT. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 06, 2026

Antisipasi Karhutla, Yonif 323 dan Damkar Banjar Gelar Simulasi Bersama

BANJAR, ARTHA‑NEWS.COM — Yonif 323/Buaya Putih berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Banjar menggelar simulasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Jumat (4/9/2026). Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan kesiapsiagaan operasional TNI dalam menghadapi risiko bencana kebakaran akibat musim kemarau berkepanjangan.
 
Tingkatkan Keterampilan Personel TNI Hadapi Karhutla
Dalam latihan bersama ini, puluhan personel TNI berseragam loreng mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik langsung di lapangan dari instruktur Damkar Kota Banjar. Materi latihan difokuskan pada penguasaan teknis dan taktis pemadaman api secara cepat.
 
Adapun materi teknis yang diajarkan meliputi:
 
- Teknik dasar pemadaman api di area terbuka
- Metode penyambungan selang air yang cepat dan tepat
- Teknik penggulungan dan perawatan peralatan pemadam
- Penguasaan penuh terhadap ragam alat pemadam kebakaran di lapangan
 
Guna menciptakan simulasi yang nyata dan efektif, selang utama berwarna merah sepanjang puluhan meter dibentangkan sepenuhnya sebagai sarana simulasi langsung bagi para prajurit.
 
Perkuat Sinergitas TNI dan Pemkot Banjar
Kegiatan ini bertujuan agar setiap personel Yonif 323 siap siaga dan terampil saat diterjunkan ke lokasi darurat karhutla kapan saja. Komandan Yonif 323 menyampaikan apresiasi mendalam kepada tim Damkar Kota Banjar atas pelatihan terstruktur yang diberikan. Sinergitas erat antara unsur TNI dan Damkar ini diharapkan mampu mempercepat waktu respons (response time), memperkuat koordinasi lapangan, serta menjamin keberhasilan penanggulangan kebakaran di wilayah Kota Banjar dan sekitarnya.
 
(Rena Yusnita — Kepala Biro Artha‑News Kota Banjar)
Artha‑News: Analisis – Referensi – Tajam – Handal – Akurat
 

Sabtu, September 05, 2026

GMAHK Troyamas Padalarang Merayakan HUT ke‑6 Disertai Baptisan Kudus

Catatan Redaksi: Artikel ini telah diperbarui untuk memperbaiki sistem navigasi dan pelabelan guna meningkatkan kenyamanan pembaca serta kinerja penelusuran SEO secara optimal.
PADALARANG, ARTHA‑NEWS — Suasana khidmat dan sukacita menyelimuti wilayah Padalarang saat seluruh jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Troyamas berkumpul untuk merayakan hari ulang tahun gereja yang ke‑6 pada hari Sabtu, 29 Agustus 2026. Momentum berharga ini dirangkaikan dengan penutupan program Kebangunan Rohani (KKR) bertema Kesehatan dan Rumah Tangga yang telah berlangsung penuh berkah selama tujuh hari berturut‑turut di sana dengan tertib dan lancar.
 
Rangkaian perayaan diawali sejak pagi hari pukul 09.00 WIB bertempat di Kolam Renang Panorama. Di lokasi tersebut, dilaksanakan ibadah penutupan KKR sekaligus prosesi Baptisan Kudus yang dilayani langsung oleh Pdt. L. Simalango, S.Th., M.Ph. Suasana sakral menyelimuti prosesi tersebut saat Sdri. Hilda Oktariana Silalahi menerima baptisan kudus sebagai buah nyata dari pelayanan rohani yang berjalan konsisten.


Setelah prosesi baptisan selesai, jemaat bergegas menuju gedung gereja untuk mengikuti ibadah syukur puncak HUT ke‑6. Ibadah istimewa ini dilayani oleh Pdt. L. Simalango beserta Ibu Pendeta. Acara berlangsung semarak namun tetap anggun, diisi dengan puji‑pujian yang indah, khotbah rohani, pembacaan kesaksian hidup yang menguatkan iman jemaat, serta simbolis pemotongan kue peringatan ulang tahun gereja. Seluruh rangkaian ditutup dengan ramah tamah berupa jamuan kasih kebersamaan yang sangat hangat bersama para tamu undangan yang hadir.


Pendeta Muda William Simalango, S.Pd., M.Fil. yang telah lama melayani jemaat setempat sejak akhir Januari 2026 mengekspresikan rasa syukur yang mendalam atas pertumbuhan rohani yang nyata selama delapan bulan terakhir ini. Beliau menegaskan bahwa selama enam tahun berdiri, Tuhan selalu setia memelihara dan menolong gerak langkah pelayanan GMAHK Troyamas Padalarang.
 
Mengutip ayat Alkitab dari 1 Samuel 7:12 yang berbunyi “Sampai di sini TUHAN menolong kita”, Pendeta William mengajak jemaat untuk semakin setia, bertumbuh kokoh dalam iman, serta senantiasa menjadi berkat yang berdampak positif bagi seluruh lingkungan sekitar wilayah Padalarang. Pihak majelis beserta panitia pelaksana juga turut menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran seluruh acara yang berjalan tertib ini.
 
(Alben Manulang — Peliput Biro Artha‑News)
Artha‑News: Analisis – Referensi – Tajam – Handal – Akurat

Senin, Agustus 24, 2026

Pisah Sambut Danramil 1204/Ciawi: Mayor Caj Dadan Kusnadi Jabat Kasdim, Mayor Inf Enjang Santana Resmi Menggantikan

TASIKMALAYA, ARTHA‑NEWS — Koramil 1204/Ciawi yang berada di bawah komando Kodim 0612/Tasikmalaya, menggelar upacara pisah sambut Komandan Rayon Militer secara khidmat dan berwibawa. Acara berlangsung penuh suasana kekeluargaan di halaman Markas Koramil 1204/Ciawi, Senin (24/8/2026).
 
Momen inti berlangsung sakral melalui penyerahan tongkat komando sebagai simbol penyerahan tanggung jawab kepemimpinan, dari Mayor Caj Dadan Kusnadi kepada pejabat pengganti, Mayor Inf Enjang Santana. Mayor Dadan Kusnadi kini dipercaya mengemban amanah lebih tinggi sebagai Kepala Staf (Kasdim) Kodim 0612/Tasikmalaya.

 
Upacara dihadiri oleh unsur pimpinan wilayah dan perwakilan masyarakat: Camat Ciawi, Camat Kadipaten, Ketua beserta Ibu‑ibu Persit Kartika Chandra Kirana Koramil 1204/Ciawi, seluruh Kepala Desa dalam lingkup Kecamatan Ciawi maupun Kecamatan Kadipaten, tokoh agama, tokoh masyarakat terpandang, anggota aktif Koramil, serta berbagai tamu undangan lainnya yang hadir memberikan dukungan.
 
Dalam sambutan perpisahan yang menyentuh hati, Mayor Caj Dadan Kusnadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas segala bimbingan serta kerja sama erat yang diperoleh selama masa penugasannya di wilayah ini.
 
“Saya mohon doa restu untuk melangkah mengemban amanah baru sebagai Kasdim. Sinergitas yang telah terjalin kuat bersama Muspika, para pemimpin desa, tokoh agama dan seluruh lapisan masyarakat Ciawi serta Kadipaten akan selalu saya jaga dan lanjutkan. Terima kasih atas dukungan luar biasa selama ini,” ujarnya dengan tegas namun hangat.
 
Di sisi lain, pejabat baru Mayor Inf Enjang Santana segera menegaskan komitmen penuh untuk melanjutkan serta memantapkan seluruh program pembinaan teritorial yang telah berjalan baik.
 
“Saya sangat membutuhkan bimbingan dan dukungan dari Bapak serta Ibu sekalian. Dengan semangat persatuan dan kebersamaan bersama Muspika, pemerintah desa dan seluruh warga, kita akan senantiasa menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan suasana yang kondusif di wilayah kerja Ciawi dan Kadipaten,” tegasnya dalam pidato perdananya.
 
Rangkaian acara ditutup secara meriah namun sederhana dengan penyerahan cinderamata, prosesi pengalungan bunga kepada pejabat lama sebagai tanda penghargaan, sesi foto bersama seluruh peserta, serta dilanjutkan dengan ramah tamah dalam suasana kekeluargaan yang erat.
 
Laporan: Yana
Artha‑News – Analisis, Referensi, Tajam, Handal, Akurat

Senin, Juli 27, 2026

Ratusan Atlet Voli Se Jawa Barat Ramaikan Kapolres Pangandaran Cup 2025

Artha news.com Pangandaran, 
19 Desember 2025 — Semangat sportivitas dan kebersamaan mewarnai pembukaan Turnamen Bola Voli Kapolres Pangandaran Cup 2025 yang resmi digelar Polres Pangandaran,Jumat (19/12). Ajang olahraga ini diikuti 20 tim putra dan putri se-Jawa Barat, mulai dari Ciamis, Tasikmalaya, Kota Banjar, hingga Cirebon.

Turnamen yang berlangsung selama 19–21 Desember 2025 tersebut menjadi wujud komitmen Polres Pangandaran dalam mendukung pembinaan olahraga, khususnya cabang bola voli, sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar-atlet serta masyarakat.

Kapolres Pangandaran AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa turnamen ini tidak hanya bertujuan mengejar prestasi, tetapi juga membentuk karakter atlet melalui nilai disiplin, kerja sama, dan sportivitas.

Melalui turnamen ini, diharapkan lahir bibit-bibit atlet bola voli berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Pangandaran dan Provinsi Jawa Barat di tingkat yang lebih tinggi.

Sebanyak 10 tim putra dan 10 tim putri akan saling beradu kemampuan selama tiga hari pertandingan untuk memperebutkan gelar juara. Panitia menyiapkan total hadiah pembinaan sekitar Rp25 juta, serta tambahan hadiah khusus sebesar Rp10 juta bagi juara pertama sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi para atlet.

AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H. juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan lancar.

Ia berpesan kepada seluruh atlet agar menjunjung tinggi sportivitas, mematuhi peraturan yang berlaku, serta menjadikan turnamen ini sebagai ajang berprestasi sekaligus mempererat persaudaraan.

Turnamen Bola Voli Kapolres Pangandaran Cup 2025 secara resmi dibuka dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim. 

( UG )

Kamis, Juli 23, 2026

Operasi Jaran Lodaya 2026: Polres Tasikmalaya Kota Ungkap 9 Kasus Curanmor, Amankan 3 Tersangka

ARTHA-NEWS.COM – KOTA TASIKMALAYA
Dipublikasikan: Rabu, 3 Juni 2026 | Terakhir diperbarui: Kamis, 23 Juli 2026 pukul 21.47 WIB
 
TASIKMALAYA – Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap sembilan kasus pencurian kendaraan bermotor atau curanmor dalam pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026. Operasi ini digelar berlangsung sejak tanggal 29 Mei hingga 7 Juni 2026.
 
Dari hasil pengungkapan tersebut, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota mengamankan tiga orang tersangka, termasuk satu pelaku yang berstatus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH).


Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, menjelaskan bahwa salah satu tersangka berinisial DS merupakan residivis yang diduga terlibat dalam sedikitnya 19 peristiwa curanmor. Dalam pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain lima unit sepeda motor, kunci jenis huruf Y, mata astag, serta helm yang diduga digunakan saat melakukan tindak pidana.
 
Selain itu, petugas juga mengungkap kasus serupa di wilayah Kecamatan Mangkubumi dengan mengamankan dua orang pelaku berinisial I dan A. Dari kasus tersebut, diamankan satu unit sepeda motor jenis trail merek Yamaha beserta sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk melakukan pencurian.
 
Kapolres menegaskan bahwa Operasi Jaran Lodaya 2026 merupakan wujud nyata komitmen Kepolisian dalam menekan angka kejahatan curanmor serta senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.
 
Kepada seluruh masyarakat, pihak kepolisian juga menghimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menggunakan kunci pengaman tambahan pada kendaraan, serta memarkirkan kendaraan di tempat yang aman dan terpantau.
 
Catatan: Seluruh pihak yang terlibat dalam kasus ini dianggap tidak bersalah selama belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
 
(Redaksi Artha-News)

Riko Restu Wijaya, SH Temui Langsung Mahasiswa HMI Demo Tolak UU TNI di DPRD Kota Tasikmalaya


ARTHA-NEWS.COM – KOTA TASIKMALAYA
Dipublikasikan: 24 Maret 2025 | Terakhir diperbarui: 23 Juli 2026 pukul 07.45 WIB

Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Riko Restu Wijaya, SH turun langsung menemui dan berdialog bersama mahasiswa yang sedang menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Cabang Tasikmalaya ini berlangsung di depan Kantor DPRD Kota Tasikmalaya, Jalan RE Martadinata, pada Senin (24/03/2025).
 
Dalam aksinya, para mahasiswa melakukan pembakaran ban bekas serta menyampaikan orasi tuntutan agar Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Wali Kota Tasikmalaya, Kapolres Tasikmalaya Kota, serta Dandim 0612 Tasikmalaya bersedia menandatangani nota kesepakatan untuk menolak Undang-Undang TNI yang sebelumnya berstatus RUU TNI dan telah disahkan pada Kamis pekan sebelumnya.
 
Saat didesak oleh para mahasiswa untuk menanggapi berbagai pertanyaan terkait materi muatan undang-undang tersebut, Anggota DPRD dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjawab dengan tegas, terbuka, dan berani atas seluruh pertanyaan yang dilontarkan massa aksi.
 
Riko menegaskan sikap partainya: "Perlu diketahui bersama bahwa Partai PPP tidak ikut serta dalam pengesahan RUU TNI tersebut karena pada tahap sebelumnya rancangan itu tidak lolos pembahasan di tingkat parlemen," ujarnya.
 
Lanjut Riko Restu Wijaya menjelaskan batas kewenangan lembaga daerah agar tidak terjadi kesalahpahaman:
"Selain itu, kita harus memahami bahwa kedudukan DPRD bersama Pemerintah Kota itu sejajar sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014, namun berbeda kedudukannya dengan DPR RI. DPR RI memiliki Badan Legislasi (Baleg) yang kewenangannya memang tidak dapat diintervensi saat menetapkan suatu peraturan. Sedangkan kami di tingkat daerah tidak memiliki wewenang untuk mengubah apa yang sudah ditetapkan undang-undang tersebut, kami hanya dapat menyampaikan aspirasi serta sikap sikap daerah ke pemerintah pusat," pungkas Riko.
 
(MF)
Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

3. Ciri Khas Baru Kota Cimahi: Tiga Rudal Rapier Berdiri Gagah di Persimpangan Jati

ARTHA-NEWS.COM – KOTA CIMAHI
Dipublikasikan: 21 Januari 2026 | Terakhir diperbarui: 23 Juli 2026 pukul 07.29 WIB
 
Kawasan Bundaran Jati, Kota Cimahi kini tampak semakin indah dan bernilai sejarah dengan terpasangnya alat utama sistem senjata (alutsista) berupa tiga unit Rudal Rapier. Pemasangan ini merupakan wujud upaya Pemerintah Kota Cimahi untuk mempercantik ruang terbuka umum sekaligus mengenalkan sejarah militer kepada seluruh lapisan masyarakat.
 
"Terkait penempatan tiga rudal Rapier di Bundaran Jati, hal ini adalah hasil komunikasi dan kerja sama kita dengan TNI Angkatan Darat. Kita ingin menghiasi taman-taman di kota ini sejalan dengan karakter Cimahi sebagai kota militer, kota hijau, sekaligus kota agamis," ujar Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, saat memberikan keterangan pada Kamis, 21 Januari 2026.
 
Lebih lanjut, Ngatiyana menegaskan bahwa penempatan alutsista tersebut bukan sekadar hiasan semata, melainkan mengandung pesan sejarah yang mendalam. Pemerintah Kota Cimahi secara khusus telah mengajukan permohonan kepada pimpinan Angkatan Darat agar alutsista yang sudah tidak dioperasikan lagi dapat diserahkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
 
"Kenapa kita letakkan benda-benda ini? Kita memohon kepada pimpinan Angkatan Darat, alhamdulillah permohonan itu disetujui. Kita menempatkan rudal Rapier ini untuk memperindah taman-taman yang ada di Kota Cimahi," jelasnya.
 
Rudal Rapier buatan Inggris yang terpasang ini diproduksi pada tahun 1984. Keberadaannya di ruang terbuka publik diharapkan dapat menjadi pengingat sejarah bagi warga, terutama generasi muda, bahwa Cimahi memiliki latar belakang yang kuat sebagai kota militer.
 
Secara lokasi, Bundaran Jati merupakan titik pertemuan lalu lintas dari arah Jalan Rd. Demang Hardjakusumah – Jalan Jati serta persimpangan Jalan Daeng Ardiwinata atau yang dikenal sebagai Jalan Cihanjuang.
 
"Inilah ciri khas Kota Cimahi yang tidak dimiliki daerah lain. Sebab dulunya di sini adalah wilayah tangsi-tangsi militer, dan kini berkembang menjadi pusat pendidikan militer," pungkas Ngatiyana.
 
(Redaksi Artha-News)
Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

Adhitia Yudisthira: Usia Bukan Penghalang, Belajar dari Jepang Agar Lansia Cimahi Tetap Aktif dan Produktif

ARTHA-NEWS.COM – KOTA CIMAHI
Dipublikasikan: 28 Januari 2026 | Terakhir diperbarui: 23 Juli 2026 pukul 06.49 WIB
 
Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan sepanjang hayat melalui gelaran Pentas Seni Sekolah Lansia Budi Luhur. Acara tersebut berlangsung di lingkungan STIKes Budi Luhur pada Jumat, 28 Januari 2026. Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan STIKes Budi Luhur ini bertujuan untuk menampilkan capaian pembelajaran para lansia sekaligus memperkuat peran pendidikan nonformal dalam meningkatkan kualitas hidup warga usia lanjut.
 
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, hadir dalam kesempatan tersebut dan menyampaikan bahwa pendidikan adalah proses pembelajaran yang berlangsung seumur hidup dan tidak pernah terhenti hanya karena batasan usia.
 
"Ini adalah bentuk nyata bahwa pendidikan tidak berhenti pada usia tertentu, melainkan merupakan proses pembelajaran sepanjang hayat atau lifelong learning," ujar Adhitia.
 
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa esensi pendidikan bagi lansia tidak semata-mata terletak pada materi atau ilmu yang dipelajari, melainkan pada aktivitas dan semangat produktivitas yang terus dijalani. Berbagai hasil penelitian telah membuktikan adanya keterkaitan yang erat antara keaktifan lansia dengan kesehatan fisik maupun kondisi mental mereka.
 
"Seluruh penelitian juga menyatakan, apabila kita terus aktif dan produktif, hal itu akan sangat berpengaruh baik terhadap fungsi sensorik maupun motorik tubuh. Jadi seberapa pun usianya, itu tidak boleh menjadi halangan sama sekali," katanya.
 
Adhitia kemudian mencontohkan pengalaman dari negara Jepang yang saat ini sedang menghadapi tantangan krisis demografi, namun tetap mampu berjalan kuat karena peran aktif yang dimainkan oleh warga lanjut usianya di berbagai bidang kehidupan.
 
"Di Jepang, siapa yang banyak bekerja? Para lansia. Mereka masih terlihat berjualan makanan, bekerja sebagai sopir taksi, hingga masih berkarya di berbagai sektor industri. Artinya usia itu hanyalah angka belaka, yang paling utama adalah semangat dan motivasi untuk tetap aktif serta bermanfaat," tutur Adhitia.
 
Ia juga menegaskan bahwa keragaman usia yang ada di Kota Cimahi justru merupakan kekuatan besar bagi pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Cimahi Mantap: Maju, Agamis, Nyaman, Teladan, Aman, dan Produktif, yang harus diwujudkan melalui kerja sama dan kolaborasi lintas generasi.
 
"Setiap generasi tentu memiliki kelebihan masing-masing, dan hal tersebut harus saling melengkapi satu sama lain demi kemajuan bersama," ujarnya.
 
Wakil Wali Kota turut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Yayasan Budi Luhur beserta STIKes Budi Luhur atas kontribusi nyata yang telah diberikan dalam mendukung pembangunan Kota Cimahi, khususnya di wilayah Kecamatan Cimahi Selatan.
 
"Dengan kehadiran STIKes Budi Luhur, dua kelurahan di Cimahi Selatan yaitu Kelurahan Cibeber dan Kelurahan Leuwigajah secara berturut-turut berhasil meraih berbagai prestasi dan menjadi juara. Ini adalah bukti nyata bahwa STIKes Budi Luhur adalah kampus yang benar-benar membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya," ungkapnya.
 
Sebagai penutup sambutannya, Adhitia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cimahi menempatkan pendidikan bagi lansia sebagai satu bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkeadilan. Pendidikan seharusnya mampu menjangkau seluruh siklus kehidupan, tidak hanya terbatas pada masa kanak-kanak atau usia produktif saja. Ke depannya, Pemkot Cimahi bertekad terus mendorong terbentuknya ekosistem pembelajaran sepanjang hayat, agar setiap warga tanpa memandang usia senantiasa memiliki kesempatan untuk terus belajar, berkreasi, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
 
(Redaksi Artha-News)
Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

Rabu, Juli 22, 2026

"Dapur MBG Sehat Gemma" Selesai Dibangun Enam Bulan Lalu, Namun Hingga Kini Belum Juga Beroperasi

ARTHA-NEWS.COM – KOTA TASIKMALAYA
Dipublikasikan: 26 Maret 2026 pukul ... WIB | Terakhir diperbarui: 22 Juli 2026 pukul 22.55 WIB
 
Salah satu Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bernama "Sehat Gemma", berlokasi di Kampung Lembur Warung, Jalan Purbaratu RT 02 RW 01, Kelurahan Purbaratu, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, hingga saat ini belum juga beroperasi secara resmi, padahal pembangunannya sudah selesai sejak enam bulan yang lalu. Hal tersebut disampaikan oleh pengelola dapur, Yayan, saat ditemui awak media di lokasi pada Kamis, 26 Maret 2026.
 
Yayan membenarkan bahwa seluruh bangunan sudah tuntas dibangun sejak enam bulan lalu, namun hingga hari ini belum ada kejelasan kapan dapur tersebut boleh mulai beroperasi. Ia juga menuturkan bahwa sebelum tempat ini ditetapkan sebagai Dapur MBG, pihaknya sudah melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
 
"Dapur ini sudah selesai dibangun enam bulan yang lalu, tapi sampai saat ini belum juga beroperasi. Sebelum kami bentuk menjadi Dapur MBG, kami pun sudah berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak BGN," imbuh Yayan.
 
Berdasarkan pantauan langsung awak media di lokasi, sarana dan prasarana serta tata ruang fungsional dapur ini sudah terlihat sangat lengkap dan memenuhi standar persyaratan. Fasilitas yang sudah tersedia meliputi:
 
✅ Mess
✅ Ruangan Lobi
✅ Ruangan Staf dan Administrasi
✅ Ruangan Konsultasi Gizi
✅ Ruangan Kepala SPPG
✅ Ruangan Area Inspeksi
✅ Ruangan Cuci Bahan (Nabati)
✅ Ruangan Gudang Kering
✅ Ruangan Gudang Basah
✅ Ruangan Penyimpanan Ompreng
✅ Ruangan Cuci Ompreng
✅ Ruangan Tempat Penyimpanan Alat
✅ Ruangan Dapur Utama
✅ Ruangan Loker
✅ WC
✅ Mushola
✅ Ruangan Satpam
✅ Ruangan Penyimpanan Hasil Olahan
✅ Ruangan Area Pengemasan
✅ Ruangan Area Penyimpanan Barang Siap Kirim
✅ Tempat IPAL
 
Melihat kelengkapan fasilitas yang sudah siap pakai, masyarakat dan pengelola berharap agar Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat kiranya dapat memberikan penjelasan yang transparan terkait penundaan ini. Diketahui bersama bahwa pada tahun 2025 lalu pemerintah telah melakukan percepatan pembangunan dapur-dapur MBG di berbagai daerah.
 
Terlebih lagi, dapur ini dibangun secara mandiri menggunakan biaya swadaya sendiri. Oleh karena itu, sangat diharapkan adanya dukungan dan kemudahan dari instansi terkait agar dapur yang sudah berupaya membantu mensukseskan program pemerintah ini dapat segera berfungsi sebagaimana mestinya.
 
(Redaksi Artha-News)
Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

Sekelompok Orang Mengaku Petugas Penagihan Hentikan Kendaraan di Jalan Raya: Identitas Berubah-Ubah dan Tidak Jelas

ARTHA-NEWS.COM – KOTA TASIKMALAYA
Dipublikasikan: 22/05/2026 pukul 15.25 WIB | Terakhir diperbarui: 22 Juli 2026 pukul 22.04 WIB
 
Sebuah insiden penyeretan kendaraan sempat terjadi di kawasan Jalan H.Z. Mustofa, sekitar wilayah Asri Plaza, Kota Tasikmalaya. Kejadian ini kemudian menjadi sorotan karena munculnya seseorang yang mengaku sebagai pihak berwenang, namun identitasnya berubah-ubah dan tidak dapat dibuktikan keabsahannya. Orang tersebut juga terlihat menahan dan menanyai warga yang sama sekali tidak mengetahui informasi pasti mengenai peristiwa tersebut.
 
Berdasarkan keterangan dari korban selaku pemilik salah satu kendaraan yang terseret, peristiwa bermula ketika dirinya sedang menyeberangi jalan. Korban sempat ditahan dan ditanyai secara berlebihan oleh seseorang yang mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penertiban tersebut, namun tidak dapat menunjukkan bukti diri maupun surat tugas yang sah.
 
Merasa tidak aman dan dimintai keterangan berlarut-larut tanpa dasar yang jelas, korban pun akhirnya mempertanyakan keaslian identitas orang tersebut. Korban menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui siapa sosok yang mengaku sebagai pelaksana penertiban itu, apalagi mengetahui rencana penyeretan yang dimaksud.
 
"Anda dari mana? Mengaku mengatasnamakan siapa dan instansi apa? Apakah Anda dari bagian Penertiban DCP?" tanya korban kepada sosok yang berkelit-kelit saat itu, Jumat (22/5/2026).
 
Pihak yang disodori pertanyaan justru tidak mampu menjawab secara tegas dan terlihat menghindar. Korban pun menduga kuat adanya indikasi penipuan atau penyalahgunaan wewenang, mengingat sosok tersebut tidak bisa menunjukkan surat tugas, identitas resmi, maupun menjelaskan prosedur penindakan yang benar.
 
"Oh ya, kalau begitu nanti kami berurusan langsung dengan pihak FIB jika memang masalah ini belum tuntas. Itulah motor milik saya," tegas korban menegaskan kepemilikan kendaraannya.
 
Kekhawatiran korban semakin beralasan ketika sosok tersebut kemudian beralasan seolah-olah ada perintah dari pihak lain yang tidak dapat dibuktikan. Tidak ada seragam, tidak ada kendaraan dinas, dan tidak ada surat perintah yang sah yang dapat ditunjukkan kepada korban. Hal ini dinilai jauh dari prosedur penindakan yang berlaku.
 
Menyikapi kekacauan peristiwa tersebut, korban berharap agar pihak berwenang dapat menelusuri kebenaran kejadian ini. Apabila terbukti ada oknum yang berusaha memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi, maka harus ada tindakan tegas agar tidak meresahkan warga lain. Korban pun menegaskan dirinya siap hadir dan memberikan keterangan lebih lanjut apabila diperlukan.
 
Sebelumnya belakangan diketahui bahwa insiden penyeretan kendaraan tersebut memang seharusnya dilakukan oleh kepolisian berkoordinasi dengan instansi terkait. Hal ini menjadi sangat janggal ketika ada pihak yang tidak diketahui asal-usulnya justru berkeliling menanyai warga dan mengaku sebagai pihak yang berwenang melaksanakan penertiban tersebut.
 
Merespons hal ini, perwakilan nama tim FIB Finance menyampaikan bahwa sejauh yang diketahui, pihaknya tidak pernah menurunkan orang yang berkeliling menanyai warga sembarangan dan tidak menggunakan identitas yang jelas. Penanganan penunggakan kendaraan pun harus dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
 
Korban menegaskan dirinya siap untuk membuktikan kepemilikan serta membuktikan bahwa apa yang dialaminya adalah tindakan yang tidak berdasar. Ia berharap agar peristiwa ini menjadi perhatian agar tidak terjadi lagi hal serupa yang merugikan maupun menakut-nakuti warga lain.
 
"Setelah kejadian ini dan melihat tindakan yang tidak wajar, saya pun jadi bertanya-tanya: dari mana asal orang itu? Kalau memang saya salah atau tunggakan ada, seharusnya disampaikan dengan sopan, profesional, dan menunjukkan identitas yang jelas, bukan malah berubah-ubah seolah-olah sedang mencari alasan," ungkap korban.
 
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan pasti siapa sosok yang mengaku sebagai penerus penertiban tersebut. Pihak berwajib diminta segera menelusuri asal-usul orang tersebut guna memberikan kejelasan kepada masyarakat serta menjamin rasa aman warga dari tindakan yang mencurigakan maupun penipuan yang mengatasnamakan lembaga tertentu.
 
(Tim Redaksi Artha-News)
Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

Laporan Polisi Lambat Ditangani, Korban Bisa Menanggung Rugi Berlapis; Ini Penjelasan Hukum & Langkah Penyelesaiannya

"Ketika Keadilan Datang Terlambat, Sudah Tak Lagi Adil untuk Korban"

ARTHA-NEWS.COM – KUTIPAN
Dipublikasikan: 19 Juni 2026 pukul 10.03 WIB | Terakhir diperbarui: 22 Juli 2026 pukul 21.42 WIB
 
Kalau laporan polisi lambat ditangani, korban bisa menanggung apa yang disebut sebagai “rugi berlapis”. Mulai dari kasus-kasus yang ramai diperbincangkan di media sosial hingga landasan hukum yang berlaku, berikut adalah kerugian yang paling sering dialami korban:
 
 1. Kerugian Psikologis & Keamanan
 
- Trauma berkepanjangan: Korban KDRT, penipuan, atau kekerasan harus terus hidup dalam ketidakpastian. Rasa takut, cemas, dan rasa tidak aman justru semakin memburuk seiring berjalannya waktu.
​
- Intimidasi dari terlapor: Karena laporan tidak berjalan, pihak terlapor merasa aman dan berani kembali mengancam atau mengintimidasi korban.
​
- Hilangnya kepercayaan kepada negara: Timbul anggapan bahwa “melapor ke polisi percuma saja”, sehingga korban semakin enggan mencari keadilan melalui jalur resmi.
 
 2. Kerugian Materi & Finansial
 
- Biaya terus berjalan: Contoh kasus Dustin Tiffani, mobil yang sudah dibayar lunas senilai 200 juta rupiah tetap diambil oleh penagih utang. Karena laporan telah diajukan sebanyak 6 kali namun tidak diproses, kerugian tersebut tidak dapat dicegah.
​
- Barang bukti hilang atau rusak: Pada kasus pencurian maupun penipuan, pelacakan barang seperti ponsel, laptop, atau uang akan semakin sulit dilakukan jika penanganan terlambat.
​
- Beban biaya tambahan: Korban terpaksa mengeluarkan uang untuk biaya pengacara, transportasi bolak-balik ke kantor polisi, hingga ada yang terpaksa membayar “biaya tidak resmi” agar laporannya diproses.
​
- Rugi ganda yang dialami: Seperti kisah seorang ibu korban yang terpaksa menjual satu-satunya kendaraan roda dua miliknya karena terbebani biaya untuk memperjuangkan keadilan.
 
 3. Kerugian Hukum & Pembuktian
 
- Saksi lupa atau meninggal dunia: Semakin lama penanganan tertunda, ingatan saksi akan semakin memudar atau bahkan saksi tidak lagi dapat dihadirkan.
​
- Bukti digital lenyap: Rekaman CCTV tertimpa rekaman baru, pesan percakapan terhapus, serta jejak transaksi keuangan hilang begitu saja.
​
- Kadaluwarsa pengaduan: Khusus untuk jenis delik aduan, batas waktu pengajuan pengaduan hanya berlaku selama 6 bulan sejak kejadian bagi warga di Indonesia. Jika melewati batas waktu tersebut, laporan dapat gugur demi hukum.
​
- Terduga terlapor leluasa untuk melarikan diri: Seperti kasus yang menimpa Dustin Tiffani, karena laporan tidak segera ditindaklanjuti, terlapor memiliki waktu yang cukup untuk pindah domisili, mengganti identitas, dan bersembunyi tanpa dikejar.
 
 4. Kerugian Sosial
 
- Stigma dan nama baik tercemar: Korban penipuan atau pelecehan kerap kali justru dituduh berbohong karena belum ada kejelasan atas kasus yang dilaporkannya.
​
- Aktivitas pekerjaan terganggu: Korban harus sering meninggalkan pekerjaan untuk mengecek perkembangan laporan ke Polres maupun Propam, bahkan ada yang sampai kehilangan mata pencahariannya.
​
- Dampak yang dirasakan keluarga: Keluarga ikut merasakan tekanan batin, rasa malu, atau bahkan menjadi sasaran ancaman dari pihak terlapor.
 
 5. Munculnya Praktik “Hukum Jalanan”
 
Karena jalur hukum terasa lambat, banyak korban yang akhirnya memilih memviralkan kasusnya terlebih dahulu agar diperhatikan. Hal ini memaksa korban untuk membuka aibnya ke hadapan publik dan berisiko mengalami perundungan siber (doxing). Sebaliknya, jika kasus tidak viral, maka kasus tersebut kerap kali berhenti begitu saja tanpa kejelasan.
 
CATATAN PENTING
 
Sebenarnya Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 telah mengatur batas waktu penyidikan secara tegas:
 
- Perkara sederhana: paling lama 30 hari
​
- Perkara tingkat sedang: paling lama 60 hari
​
- Perkara sulit/kompleks: paling lama 90 hari
 
Apabila batas waktu tersebut telah terlewati tanpa alasan yang sah dan jelas, korban berhak mengajukan protes maupun keberatan.
 
 
 
 LANGKAH YANG DAPAT DITEMPUH KORBAN JIKA PENYIDIK DIGANTI DAN KASUS MENDEK
 
1. Minta Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Resmi
Korban berhak mengetahui perkembangan kasus. Kirimkan surat permintaan secara tertulis kepada penyidik yang baru dengan tembusan kepada Kasat Reskrim. Jika dalam waktu 14 hari tidak ada tanggapan, sampaikan ke pimpinan yang lebih tinggi.
​
2. Datangi Langsung Kasat Reskrim atau Kapolres
Sampaikan secara lisan maupun tertulis bahwa pergantian penyidik menyebabkan kasus menjadi terhenti. Mintalah kepastian jadwal: kapan pemeriksaan BAP akan dilanjutkan dan kapan gelar perkara akan dilaksanakan.
​
3. Laporkan ke Bagian Propam
Jika ada kecurigaan pergantian penyidik dilakukan dengan cara yang tidak wajar atau ada unsur kesengajaan untuk memperlambat, laporkan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan agar memeriksa kinerja penyidik lama maupun yang baru.
​
4. Gunakan Bantuan Pengacara atau Lembaga Bantuan Hukum
Pengacara dapat memberikan tekanan melalui surat resmi guna memastikan berkas perkara diserahkan dengan utuh dan tidak ada yang “hilang” saat proses pergantian penyidik.
​
5. Ajukan Pengaduan ke Ombudsman Republik Indonesia
Tindakan yang mencerminkan maladministrasi seperti hilangnya berkas, tidak diterimanya SP2HP, atau pergantian penyidik tanpa pemberitahuan sebelumnya dapat dilaporkan agar diawasi dan diperbaiki pelayanannya.
 
Proses hukum yang lambat sejatinya merupakan salah satu bentuk pelanggaran terhadap hak-hak korban. Hal ini sejalan dengan prinsip hukum universal: "Justice Delayed Is Justice Denied" yang berarti Keadilan yang tertunda adalah keadilan yang ditolak.
 
(Red)
Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

Jelang Penghujung Ramadan, KNPI Karangjaya Bagikan Santunan dan Takjil

ARTHA-NEWS.COM – TASIKMALAYA
Dipublikasikan: 29/03/2026 pukul 02.35 WIB | Terakhir diperbarui: 22 Juli 2026 pukul 20.24 WIB
 
"Sesungguhnya bulan suci Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum terwujudnya kesadaran sosial dan kepedulian sesama manusia. Di bulan yang penuh kemuliaan ini, hati setiap insan diharapkan senantiasa tergerak untuk berbagi kasih, berbuat kebaikan, serta meringankan beban sesama yang membutuhkan. Keberkahan Ramadan akan sempurna apabila kehadirannya dirasakan oleh mereka yang hadir, bergerak, dan menebar solusi."
 
Berita ini juga dapat disimak lewat tautan berikut: https://youtu.be/7f8HZJNC9U7
 
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Karangjaya sebagai wadah persatuan pemuda berkomitmen terus mengedepankan nilai-nilai luhur kebersamaan, sikap saling asah dan asuh serta asih. Bahwa pemuda bukan hanya sekadar pembangunan, tetapi sikap peduli dan peka terhadap lingkungan sekitar. Oleh karena itu, di penghujung bulan puasa ini, pihaknya menginisiasi kegiatan berbagi santunan dan takjil yang disalurkan tepat di tengah masyarakat.
 
"Kegiatan pembagian takjil dan santunan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, KNPI Karangjaya tidak sekadar menyalurkan agar acara selesai, melainkan menjadi momentum nyata kepedulian pemuda terhadap sesama. Kami ingin kehadiran kami benar-benar dirasakan manfaatnya. Bahkan jika hanya sekadar simbolis, takjil dan santunan tidak akan cukup jika tidak didistribusikan secara merata dan tepat sasaran. Bukankah hakikat berbagi itu agar keberkahan dan kemanfaatannya sampai sepenuhnya kepada yang berhak?" ungkap pengurus KNPI Karangjaya.
 
Santunan yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud kebersamaan dan kepedulian sesama. Keberpihakan kepada mereka yang selama ini terpinggirkan, kurang beruntung, serta belum tersentuh perhatian secara merata, menjadi catatan penting bahwa sistem belum sepenuhnya adil dan merata.
 
KNPI Karangjaya ingin menegaskan bahwa keadilan itu bukanlah hal yang bersifat deklaratif semata, melainkan harus diwujudkan dalam gerak nyata, terukur, dan berkelanjutan. Tidak boleh ada warga yang tertinggal, terabaikan, atau merasa dianaktirikan hanya karena kondisi tertentu, apalagi di bulan yang penuh kemuliaan ini.
 
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, dinas terkait, dan masyarakat luas untuk turut serta memastikan realisasi santunan yang nyata, adil, serta merata bagi seluruh kalangan masyarakat tanpa terkecuali. Perhatian yang tulus akan jauh lebih berharga ketimbang sekadar seremonial belaka," tambahnya.
 
Perubahan tidak akan datang dengan diam. Perubahan lahir dari keberanian untuk bergerak, dari kesadaran untuk bersuara, dan dari kerja nyata yang berkelanjutan. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta bertanggung jawab menjaga nama baik daerah dan bangsa.
 
Akhirnya, momentum Ramadan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan sejati tercipta jika setiap orang saling mengulurkan tangan, peduli sesama, serta terus memperkuat ikatan persaudaraan tanpa memandang perbedaan apapun juga.
 
Semoga langkah kecil ini dapat menjadi awal gerakan kepedulian yang lebih luas, semoga keberkahan Ramadan senantiasa menyertai kita semua, serta semangat berbagi ini terus tumbuh dan lestari di tengah kehidupan bermasyarakat, pungkas Ketua DKNPI Karangjaya.
 
(Red)
Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

Eks Terminal Cilembang Usai Dibongkar, Akankah Dibangun Jadi Tempat Apa Ya?

ARTHA-NEWS.COM – TASIKMALAYA
Dipublikasikan: 12 Juli 2026 pukul 08.16 WIB | Terakhir diperbarui: 22 Juli 2026 pukul 20.05 WIB
 
Eks Terminal Cilembang yang terletak di Kota Tasikmalaya merupakan aset pemerintah kota yang sangat strategis. Dilihat dari sisi akses, lokasinya berada di kawasan pusat Kota Cilembang dan kini telah mulai dibongkar oleh Dinas Perkim Kota Tasikmalaya. Namun hingga saat ini belum jelas apa rencana penggunaan lahan tersebut setelah selesai pembongkaran.


Pantauan awak media sesaat sebelum pembongkaran total dilakukan, sejumlah alat berat sudah mulai masuk ke lokasi sejak hari Sabtu (11/7). Pagar pembatas dan bangunan yang dianggap tidak lagi digunakan telah dibongkar, disusul kemudian bangunan utama yang kini sudah rata dengan tanah.
 
Hadir pula sejumlah tokoh dan pejabat di momen tersebut, antara lain Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta tokoh ulama KH. Wafi Raza dan KH. Cheka, Ketua MUI Kota Tasikmalaya KH. Aminudin Busroti, serta santunan kepada warga yang berdampingan dengan lokasi.

Dalam sambutannya, H. Ade Sugianto menyampaikan hal ini merupakan janji komitmen dari Pemerintah Kota Tasikmalaya dan warga sekitar untuk merawat aset daerah agar bermanfaat bagi masyarakat. "Sangat menyesal jika dibiarkan terbengkalai, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan umum," ujarnya.
 
Beliau juga menambahkan, di lokasi tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau, fasilitas umum, atau bangunan yang bermanfaat bagi warga. "Tidak dipersilakan sembarangan untuk kepentingan pribadi, tapi harus untuk kepentingan masyarakat luas," tegasnya.
 
Kawasan eks Terminal Cilembang sendiri saat ini sudah mulai diminati oleh beberapa pihak pengembang dan investor. Namun sejauh ini belum ada kepastian mengenai siapa yang akan mengelola dan bentuk pembangunan apa yang akan didirikan. "Ada juga investor yang ingin menanamkan modal, namun keputusan akhir mutlak ada pada pemerintah kota," ungkapnya.
 
Sejauh ini belum ada komunikasi resmi secara rinci dengan pihak investor. Pemerintah berjanji akan mengumumkan rencana pemanfaatan aset tersebut secara terbuka agar semua warga mengetahui arah pembangunan selanjutnya. "Kemarin juga sudah ada yang datang menanyakan, namun kami akan umumkan nanti setelah kepastiannya benar-benar matang," pungkasnya.
 
(Tim Redaksi Artha-News)
Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

Selasa, Juli 21, 2026

Kebakaran Melanda SDN Citapen Kecamatan Tawang Tasikmalaya, Diduga Akibat Korsleting Listrik

TASIKMALAYA – Artha‑News – Peristiwa kebakaran yang melanda Sekolah Dasar Negeri (SDN) Citapen, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Selasa sore kemarin membuat geger warga sekitar.
 
Kejadian berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026 sekitar pukul 15.40 WIB. Kebakaran tersebut diduga bermula dari terjadinya korsleting listrik di bagian gudang sekolah. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan sejumlah peralatan serta dokumen penting, sehingga kegiatan belajar mengajar untuk sementara waktu diatur ulang.
 
Satu ruangan gudang sekolah habis terbakar seluruhnya, yang berisi tumpukan barang, meja, kursi, lemari, serta berbagai arsip dokumen lainnya. Berkat upaya cepat dari Tim Pemadam Kebakaran, api berhasil dilokalisir dan tidak merembet ke ruang utama bangunan sekolah.
 
Kepala Sekolah SDN Citapen, Ene bersama Tim Inafis Polres Tasikmalaya Kota serta Penyidik Pembantu Ipda Joni Jonansa mengonfirmasi kejadian tersebut.
 
“Kebakaran bermula dari korsleting listrik di dalam gudang, lalu cepat membesar karena banyaknya material yang mudah terbakar di sana. Berkat kesiapsiagaan tim pemadam, api dapat segera dikuasai sehingga tidak menyebar ke ruangan lain,” ungkapnya.
 
Sebagai dampak kejadian ini, pihak sekolah memutuskan agar siswa Kelas 3C dan Kelas 4B sementara waktu melaksanakan pembelajaran secara Daring/Online. Langkah ini diambil guna memeriksa secara teliti keseluruhan kondisi bangunan dan memastikan keamanan sepenuhnya sebelum kegiatan tatap muka dilanjutkan kembali.
 
“Kita ingin memastikan terlebih dahulu bangunan benar‑benar aman dari potensi bahaya sebelum anak‑anak kembali masuk sekolah seperti biasa,” tambah Kepala Sekolah.
 
Saat ini proses pendataan kerugian yang dialami pihak sekolah masih terus berjalan.
 
(Laporan: Arya Ari Siloka & Rena Yusnita)
Redaksi Artha‑News
Artha‑News: Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

Senin, Juli 20, 2026

Kegiatan Acara Puncak Bhakti Sosial Dalam Rangka Ulang Tahun Ke-30 Pengabdian Alumni Akabri 1994

 
Pangandaran, 13 Juni 2024 – (Diperbarui: 20 Juli 2026) Artha-News.Com – Alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Tahun 1994 melaksanakan kegiatan puncak rangkaian peringatan 30 tahun pengabdian kepada bangsa dan negara, yang dilaksanakan di Desa Mandalakasih, Kecamatan Pangandaran, tepatnya di Dusun Karanganyar, Desa Sukamaju, Kecamatan Pangandaran pada Kamis, 13 Juni 2024.
 
Hadir dalam acara tersebut tokoh penting dari jajaran Alumni Akabri 94 di antaranya Brigjen TNI Dadang Kurnia, S.I.P., M.Si., Kolonel Inf Yana Suryana, Kolonel Inf M. Zaeni, Kolonel Inf Sulistyo Bowono, Kolonel Inf Bambang Supriyanto, Kapolres Pangandaran AKBP M. Hanifan, S.I.K., M.H., Dandim 0624 Pangandaran Letkol Arm Aris Dedi, Kolonel Laut T M Sabur, Kompol Pol M Hidayat, serta unsur Muspida dan tokoh masyarakat setempat.
 
Dalam kegiatan turut hadir Bupati Kabupaten Pangandaran H. Jeje Wiradinata, S.Pd., M.M., yang menyambut baik kepedulian tinggi para alumni, beserta jajaran Pemkab Pangandaran, unsur TNI/Polri, dan berbagai instansi terkait.
 
Rangkaian Bhakti Sosial dilaksanakan mulai tanggal 13 hingga 15 Juni 2024, mencakup wilayah Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya hingga Pangandaran. Berbagai kegiatan dilakukan sebagai wujud bakti kepada masyarakat, antara lain pembagian paket sembako, penyembelihan hewan kurban sebanyak 10.300 porsi, penanaman bibit tanaman produktif sebanyak 2.500 batang, perbaikan fasilitas sumur bor, pemasangan MCK, perbaikan saluran air bersih di wilayah Cijulang, serta penyaluran bantuan pendidikan Al-Qur'an dan fasilitas ibadah bagi sekitar 120 anak kurang mampu.
 
Kapolres menyampaikan apresiasi tinggi, Alumni Akabri 94 telah melaksanakan kegiatan bhakti sosial di 16 provinsi secara serentak. Hal ini menunjukkan persatuan yang kuat antar TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga keutuhan bangsa serta persaudaraan sesama alumni yang sudah terjalin sejak masa pendidikan 30 tahun lalu.
 
Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata mengucapkan apresiasi yang luar biasa besar kepada seluruh Alumni Akabri 94 yang memilih Kabupaten Pangandaran sebagai lokasi kegiatan puncak, berharap semangat persaudaraan ini senantiasa terus terjaga dan bermanfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
Adapun rincian bhakti sosial yang dilaksanakan meliputi pembangunan sumur bor, perbaikan saluran air, penanaman bibit, serta penyerahan paket sembako. Kegiatan ini diharapkan membawa manfaat nyata bagi masyarakat serta mempererat tali persaudaraan antar sesama Alumni Akabri 1994.
 
(UGE)
(Redaksi Artha-News)
Artha-News: Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

Arsip Berita: Kegiatan Acara Puncak Bhakti Sosial Dalam Rangka Ulang Tahun Ke-30 Pengabdian Alumni Akabri 1994 | Tanggal Kejadian: 13 Juni 2024 | Terakhir Diperbarui: 20 Juli 2026 | Lokasi: Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat | 

Pelatihan Polisi Satuan Bhayangkari: Langkah Fundamental Transformasi Kultural Polri

"KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT "

Polri berupaya mempercepat transformasi melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) personilnya. Salah satunya dengan menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Peningkatan Kemampuan Instruktur Polisi Sadar Berkarakter Angkatan 1 Tahun 2025. Pelatihan ini diikuti oleh 50 Polisi terpilih yang berasal dari 10 Polda di Indonesia. 

Asisten Kapolri bidang SDM, Irjen Pol. Anwar,memimpin upacara pembukaan pelatihan bertempat di Lapangan Mako Resimen IV Pelopor Parang Gombong, Jati Luhur, Purwakarta.

"Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama 15 hari kedepan di dua tempat yaitu di Basecamp Bangun Insan Nusantara Pasir Astap, Jati Luhur, Purwakarta dan di Pusmisinter Divhubinter Polri,Tanggerang, Banten. Kegiatan ini merupakan langkah perbaikan strategis Polri untuk meningkatkan kualitas dan masa depan SDM Polri ke depan." Terang Anwar, Kamis (27/11/2025)

Irjen Pol. Anwar menekankan bahwa pelatihan ini berbasis kompetensi, yang berfokus untuk menjadikan polisi yang baik, santun dan rendah hati. Peserta pelatihan diharapkan menjadi fondasi awal sebagai agent multiplier effect. 

Agen-agen ini bertugas menyebarkan dan menanamkan bibit transformasi polisi berkarakter ke seluruh jajaran Polda, dari Sabang sampai Merauke. Para peserta ToT diharapkan mampu mentransfer ilmu,karakter dan jiwa Bhayangkara secara utuh kepada seluruh anggota Polri di Indonesia, sekaligus menjadi jembatan transformasi kultural Polri.

Sejalan dengan semangat transformasi Polri menuju institusi yang modern dan demokratis, Polri berkomitmen untuk mewujudkan sosok polisi harapan masyarakat, yaitu personel yang baik,santun, rendah hati dan mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat. 

Tujuan ini diimplementasikan melalui penguatan Pemolisian Masyarakat (Polmas), di mana fungsi kepolisian ditingkatkan dengan mendorong polisi untuk aktif bersilaturahmi, berkomunikasi,bekerja sama dan berkolaborasi secara intensif dengan masyarakat. Polisi yang mampu "bersodaqoh"dengan cara menjalankan tugas dan fungsinya melayani masyarakat. 

Sebagai contoh nyata dari perubahan paradigma ini, dalam penanganan unjuk rasa,Polri tidak lagi menempatkan diri sebagai pihak yang hanya melakukan penjagaan atau pengamanan,melainkan fokus pada pelayanan unjuk rasa, memastikan hak warga tersalurkan dengan tertib dan damai, sekaligus menunjukkan wajah institusi yang melayani dan mengayomi.

"Polri saat ini juga dituntut untuk merespons cepat dinamika yang sangat kompleks,baik di tingkat domestik maupun internasional. Berada di tengah tarik-menarik geopolitik global,Polri harus berperan menjaga stabilitas internal, yang merupakan prasyarat utama penguatan ketahanan nasional. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi polisi sadar berkarakter adalah salah satu langkah percepatan Polri untuk merespon kebutuhan reformasi." Urai Irjen Anwar. 

Irjen Pol. Anwar menjelaskan bahwa semua upaya yang dilakukan harus saling terkait dan bertujuan sama, yaitu mewujudkan postur Polri yang ideal, di mana kualitas SDM Polri yang berkarakter kuat menjadi kunci utama keberhasilan transformasi.

Pengembangan kurikulum pembinaan karakter ini merupakan tindak lanjut dari transformasi Polri, yang berpedoman pada hasil riset "Rekonstruksi Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara untuk Mewujudkan Manusia Indonesia Seutuhnya." Penelitian ini melahirkan tiga pilar utama kecerdasan Spiritual, Intelektual, dan Kultural (SIK) yang menjadi dasar dalam penyusunan kurikulum pembinaan karakter yang saat ini dilaksanakan pelatihan Angkatan .

1. Secara spesifik,pelatihan yang dibuka hari ini memiliki output untuk mencapai tiga kompetensi kunci yaitu Kompetensi Etik,Kompetensi Teknis dan Kompetensi Leadership, yang akan ditempuh melalui empat tahapan,mulai dari pembentukan dasar dan kepribadian, tahap II ToT instruktur sadar berkarakter, hingga sertifikasi LSP.

"Pembangunan SDM Polri harus dilakukan secara holistik, mendalam dan fundamental. Visi kami di SSDM Polri adalah mewujudkan SDM Polri yang unggul, adaptif dan kolaboratif, yang pada akhirnya bermuara pada penguatan culture (budaya) institusi yang melayani dan mengayomi," tutup Anwar.

Bandung, 27 November 2025

Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

Arsip Berita: Pelatihan Polisi Satuan Bhayangkari: Langkah Fundamental Transformasi Kultural Polri | Diterbitkan 20 November 2025 | Lokasi: Jawa Barat I

Kang Zudin, sosok di balik lagu pop sunda yang kini mendunia, sukses ciptakan 55 lagu

Artha-News.Com I Di balik maraknya lagu-lagu Pop Sunda yang kini ramai diputar di berbagai platform digital, tersimpan peran penting para pencipta lagu yang kerap luput dari sorotan. Publik umumnya hanya mengenal penyanyi, lirik, dan melodi, tanpa mengetahui siapa sosok yang melahirkan karya tersebut.

Salah satu nama yang patut mendapat perhatian adalah : Muhamad Izudin Rahmat , atau yang lebih dikenal sebagai  Kang Zudin . Komposer asal Sunda ini telah melahirkan sejumlah tembang Pop Sunda hingga Pop Indonesia yang kini banyak dinyanyikan ulang oleh para musisi dan konten kreator.

Beberapa lagu Sunda ciptaannya yang populer di antaranya  “Beurat” ,  yang dipopulerkan Yayan Jatnika, serta “Peurih”  yang dinyanyikan oleh sejumlah penyanyi Sunda, seperti Nining Meida, Nazmi Nadia, Yayan Jatnika, hingga Adryan Damaputra. Lagu-lagu tersebut kembali naik daun seiring banyaknya versi cover di media sosial.

Tak hanya di ranah Pop Sunda, Kang Zudin juga menorehkan prestasi di musik nasional melalui lagu “Bunda” yang dipopulerkan Andika Mahesa (Babang Tamvan) dan sempat viral di berbagai platform.

“Saya bersyukur karya-karya saya bisa diterima masyarakat, khususnya masyarakat Sunda. Saat ini lagu Beurat dan Peurih  kembali hits dan banyak dicover. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ujar Kang Zudin kepada media, Sabtu (10/1/2026).

 “Peurih” Menjadi “Pedih”

Terbaru, Kang Zudin menyulap lagu “Peurih” ke dalam versi bahasa Indonesia dengan judul Pedih” , yang merupakan terjemahan langsung dari kata  peurih  dalam bahasa Sunda.

Proses penulisan lirik lagu “Pedih” dilakukan bersama Pojok Musik di bawah pengawasan Kalapas Ciamis  Supariyanto,  Amd.Ip., SH., MH. , serta  Erosyan Freda Adytiwan ,  James P. Tampubolon , dan  Ipan  selaku Kasubsi Register.

“Abdi langsung nulis lirik bahasa Indonesia bari karaoke lagu *Peurih* Yayan Jatnika anu di bahasa- Indonesiakeun,” tutur Kang Zudin.

Hasil adaptasi tersebut sukses memukau para pejabat dan pegawai Lapas Ciamis. Hal itu sekaligus membuktikan kreativitas Kang Zudin yang terus mengalir meski berada dalam keterbatasan ruang.

Tak berhenti di situ, Kang Zudin juga mencatat prestasi luar biasa dengan menciptakan  55 lagu dalam waktu satu bulan  selama berada di Lapas Ciamis.

“Semoga karya-karya ini bisa menjadi bekal untuk persyaratan pembebasan bersyarat tahun ini atau tahun depan,” harap Izudin .

 Terus Berkarya untuk Musik Indonesia

Bagi masyarakat yang penasaran dengan lagu “Pedih”, karya tersebut dapat disaksikan melalui kanal YouTube. Selain itu, Kang Zudin juga secara aktif mengunggah berbagai karya musik lainnya di kanal  KZ Musik Bandung Official .

Di tengah kondisi industri musik Indonesia yang dinilai mulai meredup, Kang Zudin justru terus produktif melahirkan karya-karya baru sebagai bentuk dedikasi terhadap dunia musik.

“Insya Allah saya akan terus berkarya dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Saya mohon dukungan dengan ikut meningkatkan rating YouTube K Z Musik Bandung Official,” pungkasnya. 


Artha-News
Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat
 Arsip Berita: Kang Zudin, sosok di balik lagu pop sunda yang kini mendunia | Diterbitkan 20 Juli 2026 | Lokasi: Bandung, Jawa Barat 


Polres Cimahi gelar sosialisasi keselamatan berlalu lintas untuk warga dan pengendara

CIMAHI - Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara di masyarakat,Polres Cimahi melaksanakan kegiatan sosialisasi dan himbauan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat,khususnya generasi muda.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut perintah kasat Lantas Polres Cimahi AKP Yudha Satyo Rahardjo, S.T.K., S.I.K., M.H. yang memerintahkan kepada personilnya untuk memberikan penyuluhan langsung kepada masyarakat pengguna sepeda motor di wilayah hukum Polres Cimahi.
 
Dalam sosialisasi tersebut, personil Satlantas Polres Cimahi menekankan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, antara lain memakai helm berstandar SNI,memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM),serta menghindari balapan liar dan penggunaan ponsel saat berkendara.

“Banyak remaja yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM namun sudah mengendarai motor,bahkan tanpa helm.Ini sangat berbahaya, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lain,” ujar Kasat Lantas Polres Cimahi AKP Yudha.

Selain itu,Kasat Lantas juga mengingatkan bahaya mengemudi di bawah pengaruh alkohol maupun narkoba serta pentingnya mengecek kondisi kendaraan sebelum digunakan.

Tak hanya memberikan imbauan, kegiatan ini juga menjadi sarana pendekatan humanis antara polisi dan generasi muda.

“Kami ingin menunjukkan bahwa polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi juga sahabat masyarakat yang peduli dengan keselamatan dan kesejahteraan warga,” tambah Kasat Lantas.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Polres Cimahi dalam mendukung Kamseltibcar Lantas (Keamanan,Keselamatan,Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas). Ke depan,sosialisasi serupa akan digelar di sekolah-sekolah dan tempat keramaian untuk memperluas jangkauan edukasi.

Dengan pendekatan edukatif dan simpatik,Polres Cimahi berharap generasi muda dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi.

Artha-News
Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

*📁 Arsip Berita: Polres Cimahi gelar sosialisasi keselamatan berlalu lintas | Diterbitkan 20 Juli 2026 | Lokasi: Kota Cimahi, Jawa Barat 



Minggu, Juli 19, 2026

Super Flu H3N2 Intai Bandung Raya, Dinkes Cimahi: Belum Ada Kasus, Tapi Waspada!

Cimahi - Di tengah kabar munculnya kasus super flu di beberapa wilayah Indonesia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi menyebut belum ditemukan satu pun kasus di wilayah kota ini. 

Kendati demikian, kepastian tersebut tidak membuat pihaknya mengendurkan kewaspadaan terhadap super flu. Pasalnya, kini telah tercatat 62 kasus secara nasional dengan 12 di antaranya berada di Jawa Barat, termasuk Kota Bandung yang berbatasan langsung dengan Cimahi.

“Alhamdulillah, sampai sejauh ini di Kota Cimahi belum terdeteksi atau terlaporkan adanya kasus super flu H3N2,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Cimahi Dwihadi Isnalini, Sabtu 10 Januari 2025.

Namun, ia segera mengingatkan bahwa kondisi ini bukan alasan untuk meremehkan bahaya virus yang telah menunjukkan angka kematian cukup tinggi di sejumlah negara di dunia.

Menurut Dwihadi, meskipun Cimahi masih aman hingga saat ini, dinamika aktivitas dan pergerakan masyarakat di kawasan Bandung Raya yang sangat tinggi membuat potensi penularan antarwilayah cukup besar. 

“Situasi ini tentu perlu diwaspadai bersama. Banyak warga Cimahi yang bekerja atau beraktivitas ke Bandung, dan sebaliknya, jadi risiko penularan tidak bisa kita abaikan,” jelasnya.

Sampai saat ini, ungkap Dwihadi, Dinkes Cimahi belum melakukan skrining khusus terhadap super flu, namun pemantauan terus dilakukan melalui sistem surveilans penyakit menular yang rutin dilaporkan oleh semua fasilitas pelayanan kesehatan di kota ini.

"Salah satu hal yang perlu diperhatikan masyarakat adalah perbedaan antara super flu dengan influenza biasa yang sering dialami," ungkapnya. 

Dwihadi menuturkan, gejala super flu sekilas mirip, namun tingkat keparahannya jauh lebih berat.

“Demamnya bisa sangat tinggi, bahkan mencapai 39 sampai 41 derajat Celsius. Selain itu, penderita juga merasakan nyeri otot yang kuat, tubuh lemas, sakit kepala berat, serta batuk kering,” jelasnya. 

"Virus ini menyebar melalui droplet atau percikan cairan dari batuk dan bersin, sehingga risikonya sangat tinggi di tempat-tempat keramaian seperti sekolah, kantor, atau pasar," tandasnya.


Artha‑News: Analisis – Referensi – Tajam – Handal – Akurat
(Redaksi Artha‑News)


CATATAN ARSIP: Berita ini merupakan dokumentasi keterangan resmi Dinas Kesehatan Kota Cimahi pada Senin, 13 Januari 2025. Informasi yang dimuat adalah kondisi dan situasi pada saat peristiwa berlangsung.

Kick Off Sangkiurang Festival 2020, Upaya Meremajakan Branding Kota Cimahi

CIMAHI artha-news.com - Semangat Budaya dan Kreativitas lokal kembali menyala lewat gelaran Sangkuriang Festival 2025 yang resmi dibuka dalam acara kick off meriah di pelataran Pendopo DPRD Kota Cimahi, Sabtu (26/7/2025) sore.

Festival Sangkuriang ini didasari karena Kota Cimahi belum punya ikon dan kurang memiliki daya tarik dibanding Kota Bandung maupun Kabupaten Bandung Barat.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan agar orang-orang lebih sadar akan Kota Cimahi.

Pembukaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang akan mewarnai Kota Cimahi.

Festival ini bertujuan menggali potensi lokal sekaligus memperkenalkan warisan budaya Sunda kepada generasi muda dan wisatawan.

Dari pameran UMKM, pertunjukan wayang golek,hingga parade seni rupa dan musik etnik modern, Sangkuriang Festival menjadi panggung inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Cimahi, Mardi Santoso, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak hanya melalui jalur pendidikan formal, tetapi juga lewat ruang-ruang kreativitas dan inovasi.

Dalam sambutannya pada acara Kick Off Sangkuriang Festival 2025,Mardi menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi wadah strategis untuk menggali potensi SDM Kota Cimahi, khususnya generasi muda.

“Melalui gagasan MPK dan Pastipreneur, kita mendorong SDM Cimahi agar lebih kreatif dan inovatif,” ujar Mardi.

Ia juga menyoroti bahwa festival ini diharapkan mampu mengangkat nama Cimahi, tidak hanya di tingkat regional dan nasional, tetapi juga ke panggung internasional.

“Cimahi punya potensi besar, dan melalui Sangkuriang Festival 2025, kita dorong agar kota ini dikenal sebagai kota inovasi dan kreativitas,” tambahnya.

Dukungan dari DPRD dan Pemerintah Kota telah mengantarkan festival ini ke tahap peluncuran perdana. Mardi pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.

“Kami di Pemkot Cimahi bersama DPRD berkomitmen mendukung penuh. Mari kita sukseskan bersama dengan semangat kolaborasi dan prinsip Pentahelix,” tutupnya.

Artha‑News: Analisis – Referensi – Tajam – Handal – Akurat
(Ari M / Redaksi Artha‑News)

CATATAN ARSIP: Berita ini merupakan dokumentasi acara pembukaan yang berlangsung pada Selasa, 29 Agustus 2023. Informasi yang dimuat adalah kondisi dan situasi pada saat peristiwa berlangsung.