Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan

Minggu, Oktober 11, 2026

Teknologi & Efisiensi: Kunci Pemkot Cimahi Naikkan PAD di 2027

Strategi PAD Pemkot Cimahi 2027 — digitalisasi pajak dan efisiensi anggaran

CIMAHI — 11 Oktober 2026 — Artha-News.com

Pemerintah Kota Cimahi menyusun langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2027. Melalui kombinasi digitalisasi sistem perpajakan dan efisiensi belanja internal, Pemkot Cimahi berupaya memperkuat kemandirian fiskal daerah agar dana pembangunan lebih optimal dan langsung dirasakan masyarakat.

 

Digitalisasi Pajak: Lebih Akurat dan Transparan

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa optimalisasi PAD menjadi prioritas utama di tahun 2027.

"Dari sisi pendapatan, Pemkot Cimahi akan memperkuat optimalisasi PAD di tahun 2027 untuk mendorong kemampuan fiskal daerah," ungkap Ngatiyana.

Beberapa langkah digitalisasi yang akan diterapkan:

- Pembaruan Data PBB-P2: Memutakhirkan data Nilai Jual Objek Pajak, luas tanah dan bangunan, serta mendata objek pajak yang belum tercatat selama ini.


- Pemasangan Tapping Box: Dipasang secara bertahap di sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu, khususnya pada usaha makanan dan minuman, untuk memantau transaksi secara akurat dan transparan.


- Kamera Pintar Pajak Air Tanah: Pemantauan pemakaian air tanah kini akan dipantau menggunakan kamera pintar yang terhubung langsung dengan meteran, sehingga pemungutan pajak lebih akuntabel.


- Layanan Daring Penuh: Pelayanan PBB-P2 dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sepenuhnya bermigrasi ke sistem dalam jaringan agar lebih cepat, mudah diakses, dan memotong birokrasi.



Selain peningkatan sistem, Pemkot Cimahi juga berencana membuka gerai layanan pajak di pusat keramaian dan tetap beroperasi pada akhir pekan, guna memudahkan wajib pajak memenuhi kewajibannya.

 

Pangkas Belanja Internal, Fokus ke Kebutuhan Masyarakat

Di sisi pengeluaran, Pemkot Cimahi melakukan efisiensi ketat terhadap anggaran operasional. Dana yang sebelumnya banyak digunakan untuk kegiatan seremonial dan rapat-rapat internal akan dialihkan ke program pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Pos belanja yang akan dipangkas meliputi:

- Biaya makan dan minum rapat


- Pengadaan alat tulis kantor yang berlebihan


- Biaya perawatan yang tidak mendesak


- Anggaran kegiatan seremonial dan festival yang minim dampak langsung ke publik



"Anggaran operasional diminimalisir secara optimal agar lebih banyak diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Setiap rupiah harus kita pilihkan untuk hal yang paling penting dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegas Ngatiyana.

 

(Ari.M - Artha-News)

 

Senin, Juli 20, 2026

Pemkab Bandung Usulkan Dua Peraturan untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan

KABUPATEN BANDUNG - Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mewakili Bupati Bandung Dadang Supriatna menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung tentang penyampaian nota pengantar Bupati Bandung terhadap usulan pembentukan peraturan daerah di luar program pembentukan peraturan daerah tahun 2025,yang diselenggarakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, Selasa (23/9/2025).

Dalam sambutannya, Ali Syakieb  menyampaikan dua usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yaitu Raperda tentang penyertaan modal daerah kepada perusahaan perseroan daerah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kerta Raharja, dan Raperda tentang penyertaan modal non permanen berupa pemberian pinjaman dana bergulir kepada masyarakat melalui BPR Kerta Raharia.

"Raperda pertama yang kami usulkan bertujuan untuk memperkuat permodalan BPR sebagai lembaga keuangan milik daerah. Dengan dukungan modal yang lebih kokoh, kami berharap BPR dapat memperluas layanan perbankan, meningkatkan akses kredit bagi UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara lebih kompetitif dan profesional,” ujar Ali Syakieb.  

Sementara, pada Raperda Penyertaan Modal Non-Permanen dalam bentuk pinjaman dana bergulir melalui BPR Kerta Raharja,ditujukan untuk memberikan alternatif pembiayaan yang mudah dan terjangkau,khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM).

"Skema ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi ketergantungan pada rentenir atau bank emok, serta menciptakan lapangan kerja baru," kata Wakil Bupati Bandung.

Pada kesempatan itu,Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengatakan bahwa kedua Raperda ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Bandung dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,sejalan dengan visi Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu,Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj.Renie Rahayu Fauzi usia rapat paripurna mengatakan,sebelumnya telah dilakukan pembahasan dan analisis oleh Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah), baik dari sisi kajian Investasi,Naskah Akademik,Draf Raperda,sehingga layak untuk dibahas lebih sesuai Peraturan Perundang-undangan. Dan untuk selanjutnya setelah rapat paripurna tadi pembahasan akan dilaksanakan oleh Badan Anggaran.

"Kami pimpinan DPRD mengapresiasi program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati Bandung ini. Namun tentunya  kami menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah,transparansi,dan akuntabilitas dalam penyertaan modal  maupun dana bergulir ke BPR Kertaraharja dan Lembaga Keuangan Bank," tutur Renie.

Ketua DPRD menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan penambahan modal ini dapat memperkuat operasional BPR, mendukung inklusi keuangan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,khususnya pelaku Usaha Mikro,Kecil,dan Menengah (UMKM). Selain itu dapat  meningkatkan layanan keuangan bagi masyarakat lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Bandung.

Pada pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung itu, turut dihadiri para Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung beserta para  Anggota DPRD Kabupaten Bandung, jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung, Sekda Kabupaten Bandung, para kepala Dinas/Kepala Badan, para camat dan pihak lainnya.

(Redaksi Artha-News)
Artha-News: Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat


Arsip Berita: Pemkab Bandung Usulkan Dua Peraturan untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan | Diterbitkan 29 November 2023 | Lokasi: Kabupaten Bandung, Jawa Barat |

Minggu, Juli 19, 2026

Pusat Kreati Desa Resmi Diresmikan, Desa Siap Jadi Pusat Inovasi dan Kreativitas Masyarakat

Bandung Barat - Kabupaten Bandung Barat kembali mencatat langkah progresif dalam penguatan ekonomi kreatif perdesaan. Pusat Kreasi Desa resmi diresmikan sebagai ruang kolaborasi, inovasi, dan pengembangan potensi kreatif masyarakat desa. Kehadirannya menjadi simbol kebangkitan desa sebagai pusat lahirnya ide-ide kreatif berbasis potensi lokal.

Peresmian ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Musyawarah Antar Desa (Musdes) BUMDesma Bangkit Mandiri Sejahtera. Mewakili Bupati Bandung Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat hadir langsung, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat peran BUMDesma dan mengoptimalkan Pusat Kreasi Desa sebagai motor penggerak ekonomi kreatif perdesaan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor BUMDESMA BANGKIT MANDIRI SEJAHTERA yang beralamat di Jl. Raya Cipatat No. 97 RT.002/014, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Kehadiran Pusat Kreasi Desa diharapkan menjadi “rumah besar” bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menuangkan kreativitas. Beragam aktivitas dapat dikembangkan, mulai dari produksi podcast, pembuatan film, pengembangan website, hingga pembuatan aplikasi berbasis potensi lokal desa.

Salah satu fasilitas unggulan yang langsung menarik perhatian adalah Studio Podcast Pusat Kreasi Desa. Studio ini dirancang sebagai sarana edukasi, promosi, dan publikasi potensi desa agar mampu menjangkau masyarakat luas melalui platform digital.

Dalam sela-sela Musdes BUMDesma Bangkit Mandiri Sejahtera, Kepala DPMD Kabupaten Bandung Barat menyampaikan bahwa Pusat Kreasi Desa memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi, memperkuat kapasitas pemuda desa, serta mendukung pengembangan UMKM dan pariwisata berbasis potensi lokal.

“Pusat Kreasi Desa harus menjadi ruang kolaborasi dan inovasi yang mampu menghasilkan karya-karya kreatif bernilai ekonomi, sekaligus memperkuat identitas dan potensi desa,” ujarnya.


Lebih lanjut, peresmian ini bertujuan mengoptimalkan peran Pusat Kreasi Desa sebagai pusat ide, inovasi, dan solusi bagi pengembangan UMKM, pariwisata, serta pelestarian budaya lokal. Dengan pemanfaatan teknologi digital, desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi tampil sebagai pelaku utama dalam menciptakan nilai ekonomi baru.

Ke depan, Pusat Kreasi Desa akan mengembangkan berbagai program strategis, seperti pelatihan konten kreatif, produksi podcast tematik, pembuatan film dokumenter desa, penguatan media digital UMKM, serta kolaborasi dengan BUMDesma, pemerintah daerah, dan komunitas kreatif.

Dengan diresmikannya Pusat Kreasi Desa, diharapkan tumbuh ekosistem kreatif yang berkelanjutan, meningkatkan partisipasi masyarakat, membuka peluang usaha baru, serta mendorong kesejahteraan ekonomi desa secara inklusif. Desa kini tidak hanya membangun, tetapi juga berkarya, berinovasi, dan menginspirasi.

Artha‑News: Analisis – Referensi – Tajam – Handal – Akurat
(Redaksi Artha‑News)

CATATAN ARSIP: Berita ini merupakan dokumentasi peristiwa yang terjadi pada Senin, 19 Januari 2026. Informasi yang dimuat adalah kondisi dan situasi pada saat peristiwa berlangsung.

Kamis, Juli 16, 2026

Bandung Barat Tuntaskan 25 Gerai Koperasi Desa Merah Putih, Diresmikan Serentak Nasional

Bandung Barat | Artha News – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menuntaskan pembangunan 25 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

Peresmian dan peluncuran KDMP dipusatkan di Perum Cilame Permai, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di 1.061 titik di seluruh Indonesia dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui sambungan virtual.

Wakil Bupati Bandung Barat hadir mewakili Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, dan membacakan sambutan tertulis yang menegaskan pentingnya koperasi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.

“Pembentukan dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis. Koperasi harus menjadi lokomotif utama penggerak ekonomi rakyat. Dengan rampungnya 25 gerai ini, kita siap membangun ekosistem bisnis desa yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui Dinas Koperasi dan UMKM, KDMP di Kabupaten Bandung Barat telah menjalin kemitraan strategis dengan Perum Bulog dan Pertamina guna mendukung penyediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Pemerintah daerah juga telah melaksanakan pendidikan, pelatihan, dan uji kompetensi bagi pengawas, ketua, dan seluruh pengurus KDMP untuk menciptakan sumber daya manusia koperasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Pasca-peresmian nasional, kelengkapan pendukung seperti gudang, pemantapan gerai, dan kendaraan operasional akan terus dipercepat agar produk BUMN maupun swasta dapat langsung menjangkau masyarakat desa.

Selain itu, pengembangan unit usaha KDMP akan disinergikan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga koperasi diharapkan dapat menjadi pemasok utama kebutuhan pangan dengan mengoptimalkan potensi lokal dari sektor koperasi, UMKM, pertanian, hingga peternakan di Kabupaten Bandung Barat.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat optimistis keberadaan Koperasi Desa Merah Putih akan memperkuat ekonomi kerakyatan yang adaptif dan berdaya saing, sejalan dengan visi Bandung Barat AMANAH, yaitu Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis.

Jumat, Juli 03, 2026

Geotourism Festival 2026 Samosir Sukses Tarik Ribuan Wisatawan — Wabup Ariston: Perkuat Pariwisata Berkelanjutan dan Gerakkan UMKM

Artha‑News.com | Samosir, 02 Juli 2026 — Penyelenggaraan The 7th Geotourism Festival (Geofest) and International Conference 2026 di kawasan Waterfront City Pangururan berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian ribuan wisatawan, Kamis (02/07).
 
Kegiatan berskala internasional ini menjadi momen penting memperkuat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan berbasis kawasan Geopark. Selain itu, acara ini juga berdampak positif langsung bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), sektor perhotelan, homestay, serta perekonomian masyarakat setempat.
 
Festival ini dihadiri oleh perwakilan Gubernur Sumatera Utara yakni Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumut, Yudha Pratiwi Setiawan; Anggota DPD RI Muhammad Nuh; General Manager Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGGp) Azizul Kholis; Presiden Jaringan Geopark Indonesia (JGI) Dedi Irfan Bahri; Presiden Jaringan Geopark Wilayah Asia Pasifik (APGN) Xiaochi Jin; perwakilan Konsulat Jenderal Republik Singapura dan Republik Tiongkok; unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); pimpinan Organisasi Perangkat Daerah se‑Kabupaten Samosir, serta beragam tamu undangan dari berbagai daerah dan negara.
 
Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas kepercayaan menunjuk Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah penyelenggaraan Geotourism Festival 2026.
 
Menurutnya, penyelenggaraan festival dan konferensi bertaraf internasional di kawasan Danau Toba merupakan langkah strategis untuk memperkuat promosi geowisata, membangun kerja sama antar pihak terkait, serta memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Danau Toba ke kancah dunia.
 
“Terima kasih atas kehadiran seluruh tamu dan peserta yang datang dari berbagai daerah maupun negara. Terima kasih juga kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara yang terus mendukung perkembangan pariwisata Danau Toba. Melalui kegiatan ini, sektor perhotelan, tempat tinggal wisatawan, UMKM, dan ekonomi masyarakat bergerak maju. Mari nikmati keindahan Samosir, Negeri Indah Kepingan Surga,” ujar Ariston.
 
Sebagai tanda dimulainya secara resmi Geotourism Festival 2026, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara bersama Wakil Bupati Samosir serta unsur Forkopimda melakukan pemukulan alat musik tradisional gondang.
 
Guna memastikan pelayanan terbaik bagi seluruh wisatawan, Wabup Ariston turun langsung meninjau stan‑stan UMKM yang berpartisipasi. Ia menegaskan seluruh pelaku usaha harus melayani dengan sepenuh hati dan menjaga kestabilan harga.
 
“Saya harap tidak ada yang menaikkan harga secara sepihak. Kita layani tamu dengan harga wajar dan standar yang berlaku,” pesan Ariston kepada para pelaku usaha.
 
Secara terpisah, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menyampaikan apresiasi secara daring kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, serta Pemerintah Kabupaten Samosir atas kerja sama menyelenggarakan kegiatan tersebut. Sinergi dari berbagai pihak, baik tingkat nasional maupun internasional, menjadi bukti nyata komitmen bersama mendukung pengelolaan pariwisata berbasis geopark yang berkelanjutan serta meningkatkan daya saing destinasi Danau Toba di mata dunia.
 
Selain menjadi ajang promosi wisata, Geotourism Festival 2026 juga mengedepankan pelayanan yang ramah dan beradab dari seluruh pelaku usaha lokal kepada pengunjung. Pemerintah Kabupaten Samosir bersama seluruh pihak pendukung berkomitmen menjamin keamanan, kenyamanan, serta pelayanan terbaik selama wisatawan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
 
Suasana semakin meriah dengan penampilan seni budaya khas Samosir, tarian dari beragam suku di Sumatera Utara, serta pertunjukan grup musik Siantar Rap Foundation yang memukau ribuan penonton.
 
Antusiasme tinggi dari masyarakat dan wisatawan turut membawa dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM. Stan kuliner, kerajinan tangan, hingga produk ekonomi kreatif ramai dikunjungi, sehingga mendorong peningkatan transaksi dan pendapatan masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa penyelenggaraan acara berkualitas tidak hanya memperkuat citra pariwisata Samosir, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan masyarakat setempat.
 
(Nikator Sitohang – Koordinator Liputan Artha‑News Kabupaten Samosir)

Selasa, Juni 16, 2026

Sambut HUT ke-25, Cimahi Resmikan Car Free Day untuk Olahraga dan Ekonomi Rakyat

ARTHA-NEWS
ANALISIS REFERENSI TAJAM HANDAL AKURAT - Cimahi – Pemerintah Kota Cimahi resmi meluncurkan program Car Free Day (CFD) Tahun 2026 di kawasan Alun-alun Kota Cimahi, pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang digagas Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) bersama Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Cimahi itu disambut antusias oleh ribuan warga.
 
Pelaksanaan CFD menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Cimahi, sekaligus upaya pemerintah menghadirkan ruang publik yang sehat, nyaman, dan ramah lingkungan. Beragam kegiatan disajikan bagi masyarakat, meliputi gerak jalan, senam massal, pertunjukan olahraga rekreasi, hiburan, bazar UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pembagian hadiah bagi peserta.
 
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, yang membuka langsung kegiatan tersebut menyatakan bahwa Car Free Day bukan sekadar menutup akses jalan bagi kendaraan bermotor, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas hidup warga dan lingkungan perkotaan.
 
“Ini bagian dari ikhtiar kita menekan emisi gas buang, memperbaiki kualitas udara, serta membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat,” ujarnya.
 
Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kesehatan dan produktivitas warganya.
 
“Kota yang maju bukan hanya memiliki infrastruktur yang baik, tetapi juga warganya yang sehat, aktif, produktif, serta peduli terhadap lingkungan,” tegasnya.
 
Ia menegaskan Pemkot Cimahi berkomitmen menjadikan CFD sebagai agenda rutin yang akan terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas.
 
“Kami ingin Car Free Day menjadi ruang publik yang hidup — wadah olahraga, edukasi, kreativitas, sekaligus penggerak ekonomi rakyat melalui pelaku UMKM,” tambahnya.
 
Ngatiyana juga mengapresiasi antusiasme warga yang sudah berdatangan sejak pagi hari. Menurutnya, momen ini menjadi sarana hiburan sehat sekaligus mempererat kebersamaan dalam menyambut HUT kota.
 
“Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Semoga kegiatan ini terus berlanjut, dan Cimahi ke depan semakin maju, bersih, serta warganya semakin sehat,” harapnya.
 
Sementara itu, Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Dani Bastiani, menjelaskan CFD adalah langkah strategis untuk meningkatkan aktivitas fisik masyarakat sekaligus mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
 
“Car Free Day menjadi ruang strategis untuk meningkatkan kebugaran, menekan risiko penyakit tidak menular, serta mempererat hubungan sosial antarwarga,” katanya.
 
Kegiatan yang mengusung tema “Masyarakat Sehat, Bugar, Mantap dan Makin Hepi” ini juga bertujuan membudayakan olahraga serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
 
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Sri Wahyuni, serta Asisten Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Ahmad Arsani.
 
Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menilai pemanfaatan ruang terbuka publik lewat Car Free Day sangat penting untuk meningkatkan partisipasi olahraga masyarakat. Ia pun mendorong daerah lain untuk mengembangkan program serupa guna mendukung Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR).
 
Melalui program ini, Pemkot Cimahi berharap Car Free Day tidak hanya menjadi agenda mingguan, tetapi juga menjadi ruang yang memperkuat gaya hidup sehat, meningkatkan interaksi sosial, menggerakkan perekonomian rakyat, serta mendukung terwujudnya kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Rabu, Juni 10, 2026

Wujudkan Swasembada Pangan Nasional, Bupati Samosir Bersama Kapolda Sumut Tinjau Lokasi Penanaman Bawang Putih di Kecamatan Simanindo

Artha-News.com | Samosir - Samosir, 10 Juni 2026 – Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, ST bersama Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., meninjau lokasi penanaman bawang putih di Dusun II Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, pada Rabu (10/06/2026).
 
Kegiatan monitoring ini merupakan tindak lanjut untuk melihat perkembangan pertumbuhan tanaman bawang putih yang telah ditanam pada 2 Mei 2026 lalu. Penanaman tersebut dilakukan oleh Bupati Samosir bersama Kelompok Tani Santo Adrianus dan Kelompok Tani Lamtama, selaku penerima bantuan bibit dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
 
Kapolda Sumut, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, menyampaikan bahwa penanaman bawang putih merupakan salah satu langkah strategis untuk mewujudkan program swasembada pangan nasional. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas pangan.
 
Menurutnya, hingga saat ini Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan sejumlah komoditas, termasuk bawang putih.
 
“Penanaman bawang putih ini merupakan usaha nyata menuju swasembada pangan nasional untuk mengurangi impor. Saat ini stok pangan Indonesia masih bergantung pada hasil impor, termasuk komoditas bawang putih. Target kita, untuk lahan seluas satu hektare minimal menghasilkan 15 ton, itu sudah sangat baik. Ketersediaan pupuk dan air harus dipastikan aman agar produksi dapat optimal,” ujarnya.
 
Ia juga menambahkan bahwa selain bawang putih, komoditas kedelai menjadi perhatian pemerintah agar ke depan tidak lagi bergantung pada impor.
 
“Kebijakan negara harus kita dukung bersama. Polri siap membantu dan mendukung program swasembada pangan demi mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
 
Sementara itu, Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kapolda Sumut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan swasembada pangan di daerahnya.
 
Lebih lanjut ia menyatakan, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Kepolisian Republik Indonesia menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
 
“Terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumut atas perhatian dan dukungannya terhadap sektor pertanian di Kabupaten Samosir. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional, termasuk melalui rencana pembangunan gudang pangan di Kabupaten Samosir,” ujar Vandiko.
 
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, menjelaskan bahwa produktivitas bawang putih di daerahnya berpotensi mencapai 20 ton per hektare. Varietas yang dikembangkan saat ini adalah Sangga Sembalun, varietas lokal unggul nasional yang berasal dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
 
“Varietas Sangga Sembalun memiliki potensi hasil yang baik dan cocok dikembangkan untuk mendukung peningkatan produksi bawang putih di Kabupaten Samosir,” ujarnya.
 
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian RI telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung Kabupaten Samosir sebagai sentra pengembangan bawang putih. Sebanyak 16 ton bibit bawang putih untuk lahan seluas 20 hektare serta 10 unit traktor telah disalurkan secara khusus untuk mendukung program ini.
 
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Samosir AKBP Sry Nirwana Tarigan, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kepala Dinas Kominfo Immanuel T.P Sitanggang, Camat Simanindo Hans Rikardo Sidabutar, serta unsur terkait lainnya.
 
(NR Sitohang)