CIMAHI, ARTHA-NEWS — Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat langkah strategis dalam menanggulangi masalah persampahan melalui program Integrated Solid Waste Management Project (ISWMP). Tidak hanya mengandalkan edukasi pemilahan dari rumah, Pemkot Cimahi kini menyiapkan dukungan fasilitas operasional berupa penambahan 34 unit armada Tosa, 67 mobil pikap, dan 5 truk kompaktor modern.
Pengumuman ini disampaikan Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, saat membuka Pelatihan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah berbasis ISWMP di Cimahi Techno Park, Selasa (27/10/2026). Acara juga ditandai dengan penyerahan simbolis bantuan tempat sampah terpilah kepada perwakilan warga.
Mengubah Paradigma dari Hulu
Adhitia menegaskan bahwa masalah sampah tidak sekadar soal kebersihan, melainkan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup. Oleh karena itu, pendekatan harus diubah dari sekadar "kumpul-angkut-buang" menjadi pengurangan volume sejak dihasilkan.
"Paradigma pengelolaan sampah masa kini harus diubah. Fokus kita tidak boleh lagi hanya tentang bagaimana cara membuang sampah pada tempatnya, melainkan bagaimana volume sampah tersebut bisa ditekan habis sejak dari asalnya," ujar Adhitia.
Selama ini, Kota Cimahi masih mengandalkan TPA Sarimukti dengan pasokan mencapai 95–100 ton per hari, sementara daya tampung TPA tersebut terus menurun. Kondisi ini mendesak percepatan sistem penanganan mandiri.
TPST Sentiong dan Dukungan Armada Baru
Salah satu proyek andalan yang dipercepat adalah pengoptimalan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong. Proyek ini didukung pendanaan Bank Dunia, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Dalam Negeri melalui program ISWMP.
Sebelumnya, Pemkot Cimahi juga telah menjalankan program Sapu Jagat yang dilengkapi pelatihan daur ulang bagi warga. Pola lama diubah menjadi budaya baru: memilah, mendaur ulang, dan menciptakan nilai ekonomi dari sampah.
"Kami berharap Bapak dan Ibu yang hadir hari ini bersedia menyebarkan ilmu yang didapat dari pelatihan. Langkah kecil ini adalah investasi masa depan kita bersama. Kota yang bersih, asri, dan resik tentu akan melahirkan masyarakat yang sehat serta bahagia," harapnya.
Cimahi merupakan salah satu dari 15 kabupaten/kota di Indonesia yang dipercaya menjalankan program ISWMP dan berpeluang memperpanjang kerjasama hingga tahun 2027. Kehadiran ratusan unit kendaraan baru ini diharapkan mempercepat layanan pengangkutan di titik-titik padat penduduk.
Apresiasi dan Harapan Kemendagri
Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Ir. Suprayitno, M.A., memberikan apresiasi atas kemajuan Cimahi. Pemisahan peran regulator dan operator dinilai sebagai inovasi yang patut dicontoh daerah lain.
Suprayitno juga mengingatkan bahwa kelalaian dalam pengelolaan sampah dapat menimbulkan risiko besar bagi keselamatan masyarakat. "Kami sengaja memberikan tantangan tersendiri untuk Cimahi. Wilayah ini memiliki rekam jejak historis yang kuat secara nasional, yang selalu mengingatkan kita semua akan risiko fatal jika urusan sampah diabaikan. Ini bukan lagi sekadar perkara menjaga alam, melainkan upaya mencegah terjadinya bencana kemanusiaan berulang," urainya.
Pelatihan ini diikuti 150 peserta yang akan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, mulai dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan. Mereka bertugas menyosialisasikan pemilahan dan komposting kepada warga secara berkelanjutan.
Dengan penguatan dari hulu, optimalisasi TPST Sentiong, dan ratusan armada baru, Cimahi menargetkan berangsur mandiri sampah dan mengurangi ketergantungan terhadap TPA Sarimukti secara bertahap.
(Ari.M)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar