Sabtu, November 07, 2026

INU Tasikmalaya Gelar Yudisium 2026, Luluskan Ratusan Mahasiswa

TASIKMALAYA – ARTHA‑NEWS – Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya telah menyelenggarakan acara yudisium serta pengukuhan kelulusan wisudawan dan wisudawati pada Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung Kamis (06/11/2026). Sebanyak lebih dari 100 mahasiswa yang berasal dari jalur reguler maupun non‑reguler resmi dikukuhkan sebagai lulusan di lingkungan kampus hijau INU Tasikmalaya.
 
Rektor INU Tasikmalaya, Dr. H. Pepep Puad Muslim, M.Si., menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap seluruh capaian yang telah diraih para lulusan pada tahun ini. Berdasarkan hasil evaluasi bimbingan dan ujian skripsi dengan sistem silang yang telah dijalankan, ia menilai bahwa para mahasiswa memiliki tingkat pemahaman materi serta responsivitas yang sangat baik selama menempuh proses pendidikan di kampus.
 
“Saya menganalisa mereka yang telah lulus hari ini. Saya ikut membimbing skripsinya dan saya ikut menguji dengan sistem silang. Sebagian, satu kelompok lima orang dengan bimbingan saya, begitu cepat menerima apa yang saya sampaikan. Apa yang menjadi kemauan saya, mereka langsung cepat tanggap dan dapat mengerti. Itu berarti mereka sangat responsif,” ujar Dr. Pepep saat ditemui setelah acara yudisium berakhir.
 
Ia juga menambahkan bahwa para mahasiswa yang tergabung dalam kelompok ujian lainnya juga menunjukkan performa akademis yang sangat memuaskan. Kesiapan mental dan kekuatan intelektual yang sudah dimiliki para lulusan ini diharapkan menjadi modal besar untuk mereka dapat mengabdi secara mandiri ketika sudah berada di tengah‑tengah masyarakat nanti.
 
“Kedua, saya juga ikut menguji kelompok lain. Mereka bisa menjawab apa yang saya tanyakan dan apa yang mereka tulis, mereka memahami. Mereka dapat menjawab dengan sangat memuaskan. Nah, itulah salah satu argumen saya kenapa para lulusan ini mudah‑mudahan ilmunya bermanfaat dan dapat bertambah terus dengan menggali sendiri di luar sana. Insyaallah mereka lebih bermanfaat untuk dirinya sendiri dan untuk umat khususnya,” imbuh ia.
 
Selain membahas tentang capaian akademis yang telah diraih selama masa kuliah, Dr. Pepep juga memberikan penekanan khusus terkait tanggung jawab moral yang harus selalu diemban oleh setiap lulusan INU Tasikmalaya. Ia berharap gelar sarjana yang telah disandang bisa membentuk pribadi yang semakin rendah hati serta memiliki integritas yang tinggi di manapun berada.
 
“Pertama, orang yang berilmu itu lebih tawadhu. Orang yang berilmu itu lebih bertanggung jawab terhadap ilmunya. Mudah‑mudahan pesan saya ini dapat menjaga nama almamater dengan slogan Institut Nahdlatul Ulama. Dapat berkhidmat ke Nahdlatul Ulama dan dapat menjaga nama almamater Nahdlatul Ulama,” harap Dr. Pepep kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hadir saat itu.
 
Menutup seluruh keterangannya, Rektor INU Tasikmalaya menitipkan amanat yang sangat besar terkait penguatan fondasi iman serta akhlakul karimah sebagai bentuk kelanjutan atas cita‑cita para ulama yang telah mendirikan kampus INU Tasikmalaya dulu kala.
 
“Saya titipkan, orang yang berilmu tanpa akhlak, tanpa keimanan, artinya tidak sempurna. Saya titipkan semoga bertambah keimanannya dan menjaga akhlakul karimah. Apa yang menjadi cita‑cita ulama yang mendirikan Institut Nahdlatul Ulama, dipegang, dan akhlaknya dijaga. Jangan berharap ilmu bermanfaat andai kata tidak dibarengi dengan akhlak yang mulia. Mudah‑mudahan para alumni dapat menjaga nama almamater dan dapat menjalankan akhlak yang mulia, akhlaknya Rasulullah SAW,” pungkas Dr. Pepep.
 
Keberhasilan akademis yang sejati tidak dapat diukur hanya dari selembar ijazah yang didapat saat kelulusan saja, melainkan dari bagaimana ilmu yang sudah didapat tersebut dapat diamalkan secara bijaksana di kehidupan sehari‑hari nanti.
 
“Ketinggian ilmu seorang sarjana tidak akan pernah sempurna tanpa balutan akhlak yang mulia. Esensi lulusan Nahdlatul Ulama adalah menjadi pribadi yang tawadhu, teguh menjaga cita‑cita luhur para pendiri almamater, serta mengedepankan akhlak Rasulullah SAW demi kemaslahatan umat.”
 
(Arya Siloka - Korwilnas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar