Jumat, November 06, 2026

Warga Pangalayungan Cipedes Keluhkan BPJS Tiba-tiba Nonaktif Saat Ingin Berobat


TASIKMALAYA KOTA, ARTHA‑NEWS.COM –Jumat, 6 November 2026.
Seorang warga Kelurahan 
Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, mengeluhkan 
kepesertaan BPJS Kesehatan jenis 
Penerima Bantuan Iuran (PBI) 
miliknya yang mendadak 
dinonaktifkan secara sepihak saat
hendak digunakan untuk berobat. 

Menurut keterangan petugas medis
setempat, kepesertaan jaminan 
kesehatan gratis tersebut 
dinonaktifkan dengan dalih sudah 
terlalu lama tidak pernah digunakan oleh yang bersangkutan.

Warga berinisial B.M.M (42), yang 
sehari‑hari bekerja sebagai buruh 
harian lepas, mengaku sangat 
terkejut saat mendapati kartu BPJS 
Kesehatan PBI miliknya dinyatakan 
tidak aktif lagi. Padahal, ia
menjelaskan bahwa kartu jaminan
sosial tersebut baru saja diaktifkan
kembali melalui prosedur resmi pada tahun 2025 lalu.

“Bukan saya tidak butuh jaminan
kesehatan, tapi namanya sehat kan
ada saatnya kami baru memakai
kartu itu. Ini tadi pas saya sedang 
sakit dan mau pakai ke fasilitas
kesehatan, kok malah tidak bisa.
katanya ada aturan baru dari pihak
BPJS Kesehatan, kalau jarang atau
tidak pernah digunakan maka
kepesertaannya otomatis dinonaktifkan,” keluh B.M.M saat diwawancarai awak media Artha‑News di
kediamannya, Jumat (06/11/2026).
 
Selain mengeluhkan kendala administrasi tersebut, ia juga mempertanyakan keakuratan dan rasa keadilan 
dalam proses verifikasi serta validasidata kemiskinan yang dilakukan oleh instansi terkait. Sebab, dalam satu 
Kartu Keluarga (KK) yang berisikan
tiga orang anggota, dua anggota
keluarga lainnya dinyatakan masih
aktif sebagai penerima bantuan,
sementara dirinya selaku kepala keluarga justru dinonaktifkan secara 
sepihak.
 
“Dalam satu KK itu kan kami 
totalnya ada tiga orang. Logikanya 
bagaimana, kok bisa‑bisanya dua 
orang anggota keluarga statusnya 
tetap aktif, sedangkan saya yang 
kepala keluarga justru ditutup 
kepesertaannya. Kalau memang maudinonaktifkan karena dianggap mampu, tutup saja semuanya, kenapa
harus satu‑satu begini,” tegas B.M.M dengan nada kecewa.
 
Lebih lanjut, B.M.M memaparkan 
bahwa dirinya diminta oleh petugas 
untuk mengurus ulang berkas Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) 
dari tingkat rukun tetangga hingga
kelurahan agar kartu kepesertaannya bisa diaktifkan kembali. Ia menilai 
birokrasi dan prosedur pengaktifan 
ulang tersebut sangat menyulitkan
serta memberatkan masyarakat kecil, terlebih bagi warga miskin yang 
sedang didera penyakit dan membutuhkan penanganan medis secara 
cepat.
 
Sampai berita ini ditayangkan,
redaksi media Artha‑News telah berupaya melakukan konfirmasi dan verifikasi ke pihak‑pihak terkait. Namun,
pihak BPJS Kesehatan Cabang 
Tasikmalaya, Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, maupun pihak Kelurahan
Panglayungan belum memberikan
keterangan atau rilis resmi mengenai regulasi serta mekanisme penonaktifan kepesertaan PBI tersebut.
Redaksi berkomitmen terus 
mengawal isu ini dan tetap
membuka ruang konfirmasi bagi
Instansi tersebut pada pemberitaan
selanjutnya demi asas 
keberimbangan informasi.
 
Pihak keluarga korban sangat
berharap ada transparansi serta
penjelasan terbuka dari pemangku
kebijakan, sekaligus solusi cepat
yang konkret. Mereka mendesak
agar sistem tata kelola data kemiskinan diperbaiki sehingga masyarakat
kurang mampu tidak terus‑menerus menjadi korban penonaktifan 
jaminan kesehatan sepihak tanpa 
adanya pemberitahuan terlebih 
dahulu.
 
(Jay Kuncir Panjaitan, Staf Redaksi Artha‑News)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar