✅ Selamat Membaca — Artha-News Media Berita Independen & Terpercaya 🔥
⏳ Memuat berita terbaru...

📰 5 BERITA TERBARU

  • ⏳ Memuat...

🔥 5 BERITA POPULER

  • ⏳ Memuat...

DPP SAPMA Pejuang Batak Bersatu Desak Penegak Hukum Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Dinas Pariwisata Samosir

Artha-News.com samosir - 6 November 2025 I Dewan Pimpinan Pusat Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pejuang Batak Bersatu (DPP SAPMA PJBB) menggelar aksi unjuk rasa di Kabupaten Samosir menuntut penegak hukum segera mengusut dugaan korupsi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Samosir.

Sekitar 25 orang massa aksi menggelar orasi di tiga titik strategis: Kantor Disbudpar Samosir,kantor Bupati Samosir, dan Kejaksaan Negeri Samosir.Dalam orasinya, Ketua DPP SAPMA PJBB Devin Hutabarat, S.Kom menegaskan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam penggunaan anggaran pariwisata yang bersumber dari APBD tahun 2024.

Menurut Devin,proyek pembangunan fasilitas rekreasi penunjang kegiatan wisata di Destinasi Wisata (DTW) Pantai Pallombuan,Kecamatan Palipi dengan nilai anggaran lebih dari Rp 2,6 miliar,kini kondisinya sudah rusak meski baru dikerjakan tahun lalu.

> “Kami menduga proyek tersebut dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi kontrak.Itu jelas merugikan keuangan negara,” tegas Devin di depan Kantor Kejaksaan Negeri Samosir.

Devin juga menilai lemahnya pengawasan internal di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjadi pintu masuk terjadinya penyimpangan.Ia mendesak Kejaksaan Negeri Samosir segera memanggil dan memeriksa Kepala Dinas,Pejabat Pelaksana Kegiatan, serta rekanan proyek untuk dimintai keterangan secara transparan.

> “Kami tidak menuduh tanpa dasar. Berdasarkan hasil pemantauan dan data yang kami himpun,ada dugaan kuat bahwa realisasi proyek tidak sesuai RAB.Aparat penegak hukum jangan tutup mata dan jangan tebang pilih,” tambahnya.

Selain mendesak proses hukum,DPP SAPMA PJBB juga menuntut Bupati Samosir melakukan evaluasi terhadap pejabat bawahannya yang diduga bermain dalam proyek-proyek publik.

> “Bupati harus berani bersih-bersih di tubuh dinasnya.Jika ada pejabat yang lalai atau ikut bermain,segera nonaktifkan dan periksa.Uang rakyat bukan untuk dipermainkan,” ujar Devin lantang.

Ia menegaskan bahwa aksi ini tidak membawa kepentingan politik, melainkan panggilan moral mahasiswa dan pelajar untuk mengawal pemerintahan yang bersih dan transparan.

> “Kami datang demi kebenaran, bukan untuk mencari panggung. Penegakan hukum harus adil dan tanpa pandang bulu,” pungkas Devin.

Hingga berita ini diturunkan,aksi massa masih berlangsung di depan Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan akan melanjutkan aksi di depan kantor kejaksaan Samosir dengan tuntutan yang sama.

(NR.Sitohang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar