Program 10.000 MCK Pesantren Resmi Diluncurkan, Pesantren di Tasikmalaya Menunggu Terealisasi
Table of Contents
TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Program Nasional "10.000 MCK Pesantren" telah resmi diluncurkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Program sanitasi berskala nasional ini bertujuan membangun sekaligus memperbaiki sebanyak 10.000 fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus di lingkungan pondok pesantren di seluruh Indonesia.
Pendanaan program bersumber dari optimalisasi nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) yang dialokasikan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk kemaslahatan umat. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi bersama Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) serta melibatkan berbagai mitra kemaslahatan. Peresmian sekaligus peletakan batu pertama pembangunan ditandai di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Program ini lahir dari kondisi darurat sanitasi yang masih dihadapi banyak pesantren. Rasio fasilitas MCK dengan jumlah santri saat ini dinilai sangat tidak ideal. Di sejumlah pesantren, satu unit MCK harus digunakan bergantian oleh 40 hingga bahkan 300 santri. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan berdampak langsung terhadap kebersihan serta kesehatan para santri. Oleh karena itu, target utama program adalah meningkatkan derajat kesehatan, kebersihan, serta kenyamanan santri di lingkungan pesantren. "Langkah ini merupakan bagian dari upaya nyata untuk menunjang peningkatan mutu pendidikan nasional," demikian disampaikan dalam acara peresmian.
Sementara itu, di wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, sejumlah pimpinan pondok pesantren menyambut baik kehadiran program tersebut. Saat ini proses pengajuan telah dilakukan melalui prosedur resmi dengan melayangkan proposal kepada pihak terkait. Para pengurus pesantren di Tasikmalaya berharap program yang dicanangkan pemerintah pusat melalui Kemenko Pemberdayaan Masyarakat ini dapat segera menyentuh pondok-pondok pesantren di daerah, sehingga tercipta rasio MCK yang ideal sesuai standar program yang telah ditetapkan.
Dengan terealisasinya program ini di wilayah Tasikmalaya, diharapkan derajat kesehatan para santri meningkat secara signifikan dan tercipta lingkungan belajar yang jauh lebih bersih, sehat, layak, dan nyaman bagi seluruh santri yang menuntut ilmu di tanah kelahiran para ulama ini.
(Korwilnas Arya Siloka: Rena Yuanita)
Artha-News — Analisis, Referensi, Tajam, Handal, Akurat
👁 Views: 0
Posting Komentar