Tasikmalaya, 28 September 2026 — Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya menggelar seminar Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Senin (28/9/2026) di Aula Kampus INU Tasikmalaya. Sebanyak 70 mahasiswa dari tujuh kelompok memaparkan hasil program pengabdian yang telah dilaksanakan di tujuh desa di Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya.
Seminar tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus bentuk pertanggungjawaban mahasiswa atas berbagai program kerja yang telah dilaksanakan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mempresentasikan proses pelaksanaan, capaian, kendala, serta upaya yang dilakukan selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Pemaparan hasil KKN diuji langsung oleh Ai Hilyatul Halimah, M.Pd., selaku _Steering Comitte_ (SC) seminar KKN. Masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk menjelaskan program yang telah dilaksanakan di lokasi pengabdian.
Salah satu program unggulan berasal dari kelompok KKN Desa Jatijaya yang dikoordinator oleh Jamal Fauzi, yakni Pojok Baca di SDN Ciroyom. Program tersebut diawali dengan pembuatan rak buku agar koleksi bacaan dapat ditata lebih rapi dan mudah diakses siswa sebagai upaya mendukung minat baca.
Selain Pojok Baca, mahasiswa juga melaksanakan program bank sampah sebagai bentuk pengabdian di bidang lingkungan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah di lingkungan sekitar.
Seminar KKN ini menjadi salah satu tahapan akhir rangkaian KKN INU Tasikmalaya di Kecamatan Gunungtanjung sekaligus menjadi ruang evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan mahasiswa selama berada di masyarakat.
Dalam wawancara, Dr. H. Pepep Puad Muslim, M.SI. Rektor INU Tasikmalaya berharap pengalaman selama KKN dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika nantinya terjun dan bermasyarakat.
“Saya berharap mahasiswa yang telah melaksanakan KKN bisa menjadikan pengalaman ini sebagai bekal dan bisa diimplementasikan ketika mereka sudah bermasyarakat nanti. Selain itu, mahasiswa juga bisa menjaga silaturahmi, terutama dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait di tempat yang menjadi lokasi KKN mereka.”
Pengalaman selama KKN diharapkan tidak berhenti setelah program berakhir, tetapi dapat terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa juga diharapkan tetap menjaga hubungan baik dan silaturahmi dengan masyarakat di lokasi KKN.
(Arya Siloka)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar