✅ Selamat Membaca — Artha-News Media Berita Independen & Terpercaya 🔥
⏳ Memuat berita terbaru...

📰 5 BERITA TERBARU

  • ⏳ Memuat...

🔥 5 BERITA POPULER

  • ⏳ Memuat...

Ruang Riung Kamtibmas Polres Banjar: Warga Diajak Jadi Mata dan Telinga Lingkungan

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Menjaga keamanan tidak selalu harus dimulai dari kantor polisi. Di Dusun Cimanggu, Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Polres Banjar memilih duduk bersama warga di Pos Satkamling untuk membicarakan langsung persoalan keamanan lingkungan. Pertemuan tersebut dikemas dalam agenda Ruang Riung Kamtibmas Polres Banjar yang digelar pada Senin (14/9/2026) malam.
 
Dialog Hangat di Pos Satkamling Cimanggu
 
Selama sekitar satu setengah jam, mulai pukul 21.00 hingga 22.30 WIB, suasana pos ronda bertransformasi menjadi ruang bertukar informasi yang hangat. Pihak kepolisian mendengar langsung kondisi wilayah dari masyarakat, sementara warga mendapatkan ruang luas untuk menyampaikan berbagai hal yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
 
Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Desa Batulawang, unsur TNI, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para Ketua RT dan RW se-Kecamatan Pataruman.
 
Warga Adalah Mata dan Telinga Keamanan Terdepan
 
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., melalui Kabag Ren Polres Banjar AKP Rahmad Fanani, menyampaikan bahwa Ruang Riung Kamtibmas menjadi bagian dari upaya memperkuat kedekatan polisi dengan masyarakat. Komunikasi langsung diperlukan agar informasi mengenai situasi wilayah dapat diserap sejak munculnya tanda-tanda awal potensi gangguan.
 
"Pesan Kapolres Banjar, masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan. Warga berada paling dekat dengan lingkungan dan memiliki peran besar dalam mengenali setiap perubahan situasi," ujar AKP Rahmad Fanani.
 
Oleh karena itu, penguatan Satkamling menjadi salah satu pesan utama dalam pertemuan tersebut. Kapolres Banjar mengajak warga untuk mengaktifkan kembali ronda dengan sistem penjagaan yang teratur. Petugas jaga diharapkan tidak hanya berdiam diri di pos, tetapi juga melakukan pemantauan dan patroli lingkungan secara bergantian, terutama pada waktu-waktu rawan.
 
Satkamling didorong menjadi mata dan telinga pertama di lingkungan. Warga diminta lebih peka terhadap kondisi rumah kosong, kehadiran orang asing yang mencurigakan, maupun aktivitas lain yang berpotensi mengarah pada tindak kriminalitas seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan pemberatan (curat), hingga pencurian dengan kekerasan (curas).
 
Waspada, Tetap Patuh Hukum
 
Meski kewaspadaan ditingkatkan, warga diingatkan agar proses penjagaan tetap berjalan dalam koridor hukum. Polisi dengan tegas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri jika menemukan dugaan pelaku kejahatan. Informasi atau temuan mencurigakan cukup segera dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas atau petugas kepolisian terdekat agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
 
Waspadai Potensi Kebakaran Lahan
 
Perhatian dalam forum ini tidak hanya tertuju pada gangguan kamtibmas. Kondisi geografis Desa Batulawang yang dikelilingi perkebunan karet juga menjadi pembahasan krusial. Memasuki musim kemarau, vegetasi yang mengering serta material mudah terbakar di sekitar perkebunan membuat potensi kebakaran lahan perlu mendapat perhatian ekstra.
 
Kapolres Banjar mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati terhadap penggunaan sumber api, terutama di sekitar kawasan perkebunan dan permukiman. Jika muncul kepulan asap atau titik api sekecil apa pun, warga diminta tidak menunggu api membesar dan segera melapor agar langkah lokalisasi api dapat dilakukan sedini mungkin.
 
Polisi dan Masyarakat Tak Berjarak
 
Dari Pos Satkamling Dusun Cimanggu, Ruang Riung Kamtibmas Polres Banjar membawa pesan sederhana: keamanan akan jauh lebih kuat ketika polisi dan masyarakat tidak berjarak. Dialog yang konsisten, kepedulian antartetangga, dan keberanian menyampaikan informasi sejak awal menjadi modal paling penting untuk mencegah gangguan keamanan maupun potensi bencana sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
 
(Rena Yusnita — Kepala Biro Artha-News Kota Banjar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar