BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, warga Desa Mekarharja dan Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, menggelar Shalat Istisqa. Aksi religi ini menjadi ikhtiar bersama memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di wilayah tersebut.
Shalat Istisqa dilaksanakan pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIB di Lapangan Sepak Bola Desa Mekarharja. Sejumlah tokoh penting turut hadir, antara lain Bhabinkamtibmas Desa Mekarharja Bripka Hermawan, S.IP., kepala desa, Babinsa, perangkat lembaga desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dari kedua desa.
Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, Ketua MUI setempat Ustadz Husein bertindak sebagai imam. Sementara itu, khotbah yang menyentuh hati disampaikan oleh Ustadz Nurjamil.
Dengan penuh kekhusyukan, masyarakat bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun. Harapannya, kondisi lingkungan yang kekeringan dapat membaik dan kebutuhan air bersih warga kembali terpenuhi.
Kapolsek Purwaharja Ingatkan Potensi Kebakaran Lahan
Kapolsek Purwaharja IPTU Maman Ruswandi menegaskan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa ini merupakan wujud ikhtiar batiniah masyarakat di tengah ujian kemarau panjang. Namun, ikhtiar tersebut harus dibarengi dengan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.
"Shalat Istisqa ini merupakan ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan. Di sisi lain, kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan, karena kondisi lahan yang kering saat ini sangat berpotensi memicu kebakaran," ujar IPTU Maman Ruswandi.
Beliau mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah atau semak secara sembarangan, terutama di lahan terbuka, perkebunan, maupun kawasan kering yang mudah tersulut api.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Pihak kepolisian meminta warga segera melaporkan kepada Bhabinkamtibmas atau pihak berwenang jika melihat adanya titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi meluas.
(Reporter: Rena Yusnita – Kepala Kabiro Banjar)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar