Tasikmalaya, Artha-News.co"Jika Pancasila tergores, maka Tasikmalaya yang pertama berdiri. Jika NKRI dirongrong, maka AJGT yang pertama melawan!" Pekik lantang tersebut menggema dari Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Jurnalis Galunggung Tasikmalaya (DPP AJGT) bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis, 1 Oktober 2026.
Sumpah sakral ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wujud nyata komitmen anak bangsa dalam menjaga ideologi negara.
Filosofi 1 Oktober: Kematian Pengkhianat dan Kebangkitan Pahlawan
Ketua Umum DPP AJGT, Ari Arya Siloka, menegaskan bahwa esensi dari tanggal 1 Oktober adalah mengenang perjuangan yang tak boleh padam.
"1 Oktober adalah momen bersejarah di mana kita mengingat kembali gugurnya 7 Pahlawan Revolusi yang diculik dan dibantai secara keji dalam peristiwa G30S/PKI. Mereka mencoba membunuh Pancasila. Namun mereka lupa, Pancasila itu sakti dan tidak akan pernah mati," ujar Ari Arya Siloka dengan nada berapi-api.
Beliau juga menambahkan bahwa generasi saat ini berdiri di atas fondasi perjuangan para pahlawan yang merebut kemerdekaan dengan bambu runcing serta mempertahankan NKRI dari pengkhianatan ideologi.
"Tugas kita sebagai generasi penerus hanya satu: Jaga! Jangan biarkan sejengkal pun tanah ini diinjak lagi oleh ideologi sesat," tegasnya.
Dari Galunggung untuk Indonesia, AJGT Berikrar
Di bawah kibaran bendera Merah Putih dan lambang Garuda Pancasila, seluruh jajaran DPP AJGT Tasikmalaya mengikrarkan sumpah karismatik mereka:
Kami Aliansi Jurnalis Galunggung Tasikmalaya, sebagai anak kandung Ibu Pertiwi, berikrar: Selagi matahari masih terbit dari timur, selagi Gunung Galunggung masih berdiri kokoh, kami akan tetap memperjuangkan tanah air ini. Bagi kami, NKRI bukan sekadar tulisan, melainkan napas dan harga mati sampai titik darah penghabisan! Darah kami merah, tulang kami putih, jiwa kami Pancasila!
Ikrar emosional tersebut membakar semangat dan memicu rasa bangga publik Tasikmalaya. Di tengah era modern di mana sebagian orang mulai melupakan sejarah, sekelompok jurnalis ini justru tampil konsisten menjaga nalar kebangsaan tetap menyala.
Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat
Menyelaraskan dengan tema nasional tahun ini, yaitu "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", AJGT mengajak seluruh elemen masyarakat Tasikmalaya untuk memperkuat persatuan dan tidak mudah diadu domba.
"Jangan mau dipecah belah oleh isu SARA, berita bohong (hoaks), maupun politik kotor. Kita ini satu, kita Indonesia. Pancasila yang mempersatukan kita semua untuk bisa duduk, makan, dan berjuang bersama-sama," pungkas Ari.
Selamat Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026. Hidup Pancasila! Hidup NKRI! Merdeka!
Tim Reporter Artha-News: Jey Panjaitan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar