✅ Selamat Membaca — Artha-News Media Berita Independen & Terpercaya 🔥
⏳ Memuat berita terbaru...

📰 5 BERITA TERBARU

  • ⏳ Memuat...

🔥 5 BERITA POPULER

  • ⏳ Memuat...
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Kementerian PU Hibahkan Aset Rp169 Miliar, Pemkab Samosir Resmi Kelola Kawasan WFC dan Tele

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Samosir kini resmi memegang hak pengelolaan penuh atas infrastruktur di Kawasan Water Front City (WFC) Pangururan dan Kawasan Tele. Kepastian ini diperoleh setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyerahkan aset bernilai fantastis, yakni lebih dari Rp169 miliar, kepada pemerintah daerah setempat.
 
Penyerahan Barang Milik Negara (BMN) tersebut disahkan melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hibah oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, bersama Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara Kementerian PU, Yenni Mulyadi. Agenda ini berlangsung di area Food Court WFC Pangururan pada Selasa (15/09/2026).
 
Infrastruktur skala besar yang dialihkan ini mencakup penataan jalan, sistem irigasi, serta jaringan penunjang di kedua kawasan strategis tersebut. Proyek ini awalnya dibangun oleh Kementerian PU sepanjang periode 2021–2022, lalu disempurnakan lewat program optimalisasi kawasan pada tahun 2024.
 
Dalam sambutannya, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengapresiasi kerja keras dan sinergitas yang terbangun antara Pemkab Samosir dengan Balai Penataan Bangunan Sumatera Utara. Ia mengakui perjalanan proyek ini melewati berbagai dinamika, termasuk persoalan pembebasan lahan, yang akhirnya bisa diselesaikan berkat koordinasi yang kuat.
 
"Wajah baru Kawasan WFC dan Tele kini membawa dampak nyata bagi sektor pariwisata sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Kami sadar, tanggung jawab besar kini ada di pundak daerah untuk merawat dan mengembangkannya secara berkelanjutan," ujar Vandiko.
 
Guna memastikan pemeliharaan berjalan maksimal, Vandiko langsung menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera merumuskan skema pengelolaan aset agar dampaknya bisa dirasakan jangka panjang.
 
Di samping itu, Pemkab Samosir juga memanfaatkan momentum ini untuk mengajukan usulan baru terkait penyediaan air baku bagi warga Samosir. Saat ini, dokumen perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) proyek air baku tersebut sedang digodok, dan pemerintah daerah berharap mendapat bimbingan teknis langsung dari Kementerian PU agar sesuai spesifikasi nasional.
 
Gayung bersambut, Kepala Balai Penataan Bangunan Sumatera Utara, Yenni Mulyadi, menyatakan kebanggaannya atas rampungnya seluruh pengerjaan fisik dan penyerahan aset ini. Ia berharap Pemkab Samosir mampu menjaga fasilitas publik ini dari kerusakan agar manfaatnya tetap optimal.
 
Ke depan, Kementerian PU juga memastikan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur di Samosir, termasuk rencana strategis penataan kawasan Tano Ponggol yang menjadi agenda berikutnya.

(NR.Sitohang)
ARTHA-NEWS --Analisis-Referensi-Tajam-Handal-Akurat- 

Wisata Ampera Park Tasikmalaya Ramai Dikunjungi Saat Masa Liburan



Catatan Redaksi: Artikel ini telah diperbarui agar struktur, navigasi, dan pelacakan mesin pencari semakin optimal serta nyaman bagi pembaca.
 
ARTHA‑NEWS | KABUPATEN TASIKMALAYA — Masa libur lebaran adalah momen yang paling dinantikan, baik oleh pengunjung yang ingin beristirahat, maupun pengelola tempat wisata yang menyambut kedatangan tamu. Salah satu destinasi yang terlihat sangat hidup adalah Wisata Ampera Park, yang beralamat strategis di Jalan Raya Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, dan terpantau padat dikunjungi wisatawan yang datang bersama keluarga tercinta.
 
Saat berbicara dengan awak media, pihak karyawan tempat wisata menjelaskan bahwa fasilitas yang disediakan sangat beragam dan tertata rapi: tersedia kolam renang khusus anak‑anak yang dilengkapi perlindungan keamanan, serta kolam renang yang lebih luas dan dalam bagi pengunjung usia dewasa, sehingga kenyamanan setiap kalangan benar‑benar diperhatikan.



Mengenai ketentuan biaya masuk, ditetapkan penyesuaian harga yang berlaku khusus selama rangkaian liburan, yaitu mulai tanggal 13 hingga 21 April 2024 dengan tarif Rp 50.000 per orang. Setelah rentang waktu tersebut berakhir, harga tiket akan kembali menyesuaikan dengan ketentuan normal yang berlaku.
 
Salah satu keunggulan terbesar lokasi ini adalah aksesibilitas yang sangat baik: tempat ini berada tepat di jalur jalan raya provinsi dan tetap dilewati oleh rute angkutan umum, sehingga siapa pun dapat mencapainya dengan mudah tanpa kendala perjalanan yang berarti.
 
Pantauan langsung di lapangan memperlihatkan suasana yang hangat dan penuh kegembiraan; para pengunjung tampak menikmati aktivitas bermain air dan bercengkerama dengan rombongannya dalam suasana yang tetap terjaga ketertibannya. Diharapkan fasilitas yang aman dan bersih ini mampu memberikan manfaat serta kenangan liburan yang berharga bagi semua pihak yang datang.
 
Penulis: Deni Rodiansyah
Artha‑News – Analisis, Referensi, Tajam, Handal, Akurat

Festival Tao Toba Joujou 2026 Sukses, Transaksi Digital Tembus Rp6 Miliar Lebih

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Penyelenggaraan Festival Tao Toba Joujou 2026 di Kabupaten Samosir berjalan sukses. Tidak hanya menghadirkan kemeriahan seni dan budaya, festival yang digagas oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga ini juga mencatat capaian signifikan dalam penguatan ekonomi masyarakat. Selama pelaksanaan, nilai transaksi digital tercatat menembus lebih dari Rp6 miliar, atau meningkat sekitar tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, dalam upacara penutupan Festival Tao Toba Joujou 2026 di Segmen V Waterfront City Pangururan, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
 
"Terkini, total transaksi mencapai lebih dari Rp6 miliar. Angka ini hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Terima kasih kepada seluruh pengunjung yang telah bertransaksi. Sesuai tujuan pokok, kami ingin mendorong pelaku UMKM di wilayah kerja, khususnya Samosir, untuk terus maju," ujar Riza Putera.
 
Sebanyak 85 pelaku UMKM turut dilibatkan dalam festival ini. Lonjakan transaksi menunjukkan bahwa festival tidak sekadar menjadi panggung hiburan dan pelestarian budaya, melainkan telah berkembang menjadi ruang temu antara pelaku usaha dan pasar, sekaligus mendorong masyarakat untuk beralih ke transaksi digital.
 
Riza juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Samosir dan seluruh masyarakat atas dukungan yang diberikan. Apresiasi turut disampaikan kepada dunia perbankan yang berperan memfasilitasi kerja sama bisnis serta pembentukan Tim Percepatan Ekspor Kabupaten Samosir.
 
"Kami menilai acara ini terselenggara dengan sangat baik. Rangkaian kegiatan akan ditutup besok dengan kegiatan Samosir Run," tambahnya.
 
Penutupan festival ditandai dengan prosesi pemotongan benang terakhir pada tenunan ulos. Simbolisme ini bermakna bahwa ulos tidak sekadar warisan masa lalu, melainkan harus terus hidup, dijaga, dan dikembangkan sebagai identitas masyarakat sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi para perajinnya. Semangat ini sejalan dengan tujuan festival sejak pertama kali digelar pada tahun 2021 — memperkuat UMKM, mendorong digitalisasi transaksi, serta mendukung akselerasi Danau Toba sebagai kawasan pariwisata super prioritas.
 
Dalam empat kali penyelenggaraannya, festival ini membuktikan bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan. Tradisi tidak hanya menjadi tontonan, melainkan bagian dari ekosistem pariwisata dan sumber penghidupan masyarakat.
 
Sebagai bentuk apresiasi, Bank Indonesia Sibolga memberikan penghargaan kepada pelaku UMKM dan kuliner dengan capaian penjualan serta digitalisasi terbaik. Kategori penjualan tertinggi diraih Dame Ulos senilai lebih dari Rp861 juta, sedangkan kategori kuliner terbanyak diraih Samosir Food senilai lebih dari Rp58 juta. Penghargaan UMKM terdigitalisasi diberikan kepada Keripik Sambal Cap Bulan, dan kategori kuliner terdigitalisasi jatuh kepada Matahari Mangga Dua.
 
Peningkatan transaksi digital menunjukkan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan telah menjadi sarana memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan omzet usaha.
 
Bank Indonesia Sibolga juga memberikan penghargaan bagi pemenang Lomba Agro Budaya yang diikuti sembilan kecamatan se-Kabupaten Samosir:
 
- Juara I: Kecamatan Pangururan
- Juara II: Kecamatan Sianjur Mulamula
- Juara III: Kecamatan Sitiotio
- Harapan I: Kecamatan Ronggur Nihuta
- Harapan II: Kecamatan Palipi
- Harapan III: Kecamatan Harian
- Favorit I: Kecamatan Nainggolan
- Favorit II: Kecamatan Simanindo
- Favorit III: Kecamatan Onan Runggu
 
Partisipasi sembilan kecamatan memperlihatkan kekayaan potensi Samosir yang tidak hanya bertumpu pada pariwisata, melainkan juga pertanian, kerajinan, kuliner, dan budaya.
 
Suasana penutupan semakin meriah dengan penampilan seni Tongam Sirait dan konser puncak dari Band Cokelat. Ribuan pengunjung memadati kawasan Waterfront City Pangururan hingga malam hari, berbelanja produk UMKM serta menikmati beragam kuliner khas daerah.
 
Pemerintah Kabupaten Samosir menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Sibolga dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan acara. Keberhasilan festival dinilai tidak hanya dari jumlah pengunjung atau kemeriahan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Peningkatan transaksi digital menjadi sinyal positif bahwa pariwisata dan kebudayaan dapat menjadi penggerak ekonomi daerah.
 
Pemkab Samosir menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi, memperluas digitalisasi, mendorong produk lokal bersaing di tingkat nasional maupun internasional, serta mengintegrasikan potensi budaya, pertanian, dan pariwisata.
 
Turut hadir dalam acara penutupan Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak beserta keluarga, Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu, Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta, serta sejumlah pejabat instansi terkait, perwakilan perbankan, dan pimpinan perangkat daerah.
 
 
 
(NR. Sitohang)
Artha-News — Analisis, Referensi, Tajam, Handal, Akurat

Festival Tao Toba 2026 Terselenggara Berkat Kerja Sama dengan Bank Indonesia

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Memasuki hari kedua pelaksanaan Festival Tao Toba Joujou 2026, suasana di kawasan Waterfront City Pangururan, Jumat (7/8/2026), terpantau belum seramai yang diharapkan.
 
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi hingga siang hari, arus pengunjung masih relatif lengang. Sejumlah stan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah tampak telah membuka lapak dan menawarkan berbagai produk unggulan, namun jumlah pengunjung yang datang masih terbatas.
 
Beberapa pelaku UMKM berharap jumlah pengunjung akan meningkat pada sore hingga malam hari, terutama menjelang rangkaian hiburan dan agenda utama festival.
 
Selain di lokasi festival, kondisi serupa juga terlihat pada aktivitas penyeberangan menuju kawasan Sibea-bea. Pengamatan di lapangan menunjukkan jumlah penumpang belum mengalami peningkatan yang signifikan pada waktu pemantauan.
 
Festival Tao Toba Joujou 2026 yang digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Samosir dan Bank Indonesia mengusung penguatan ekonomi daerah melalui promosi UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, pengembangan sektor pariwisata, serta pelestarian budaya.
 
Selama penyelenggaraan festival, berbagai kegiatan telah dijadwalkan, antara lain pameran UMKM, edukasi transaksi digital, kesepakatan kemitraan bisnis, pertunjukan seni budaya, festival kuliner, layanan pembayaran digital, hingga penampilan artis nasional.
 
Pantauan pada siang hari belum tentu menggambarkan keseluruhan pelaksanaan festival. Mengingat masih terdapat sejumlah agenda hingga malam hari dan rangkaian acara akan berlangsung hingga penutupan, perkembangan jumlah pengunjung masih berpotensi berubah.
 
Masyarakat dan pelaku usaha berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal, meningkatkan nilai transaksi, serta semakin memperkuat posisi Kabupaten Samosir sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata di kawasan Danau Toba.
 
Apabila nantinya tersedia data resmi jumlah pengunjung maupun nilai transaksi dari panitia penyelenggara, berita ini akan dilengkapi dengan perbandingan data agar tetap memenuhi prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.
 
(NR. Sitohang)
 
Artha-News — Analisis – Referensi – Tajam – Handal – Akurat

Gelar Acara Rajut Budaya dan Perkuat Ekonomi Masyarakat Festival Tao Toba Joujou 2026

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Kamis, 6 Agustus 2026, Festival Tao Toba Joujou 2026 resmi dibuka untuk keempat kalinya di Kabupaten Samosir. Pembukaan ditandai dengan petikan benang pada kain tenun ulos di Segmen V Waterfront City Pangururan, yang dilakukan oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera.
 
Petikan benang tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan selama empat hari ke depan, yang merajut kolaborasi antara pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, penguatan UMKM, dan peningkatan sektor pertanian. Proses penenunan ulos akan berlangsung sepanjang festival hingga benang terakhir dipotong pada acara penutupan. Ulos bukan sekadar warisan leluhur, melainkan identitas budaya yang memiliki nilai ekonomi dan menjadi sumber penghidupan masyarakat di kawasan Danau Toba.
 
Pembukaan semakin semarak dengan Parade Budaya dan Agro yang melibatkan sembilan kecamatan se-Kabupaten Samosir. Berbagai potensi daerah ditampilkan, mulai dari miniatur khas, busana tradisional, pertunjukan seni, hingga hasil pertanian unggulan. Parade ini menjadi wujud dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan festival.
 
Mengusung tema "Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi: Sinergi Penguatan Potensi Daerah untuk Akselerasi Pariwisata Danau Toba", Festival Tao Toba Joujou menjadi bukti nyata kolaborasi antara pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi dalam memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
Pada kesempatan itu, Bupati Samosir bersama Kepala Kantor Perwakilan BI Sibolga juga menandatangani komitmen pembentukan Tim Percepatan Ekspor Kabupaten Samosir. Langkah ini menjadi upaya bersama untuk memperluas pasar produk unggulan daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
 
Turut hadir Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah, Deputi Direktur OJK Regional 5 Sumatera Sapriandi, Kepala Divisi Edukasi, Humas, dan Hubungan Kelembagaan LPS I Pramuji Novri Haryanto, Deputi Direktur Bank Indonesia Sumatera Utara Darius Tirtosuharto, jajaran perbankan, BPODT, Forkopimda, Ketua PKK Kennauli A. Sidauruk beserta jajaran, Asisten Sekretariat Daerah, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Samosir.

 
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera menyampaikan bahwa festival ini merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor dalam memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM, digitalisasi, dan pariwisata.
 
"Bank Indonesia memiliki tugas mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kami sangat senang ketika peran tersebut disambut pemerintah daerah melalui kolaborasi yang kuat," ujar Riza.
 
Menurutnya, Festival Tao Toba Joujou tahun ini hadir dengan konsep yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain pameran UMKM, festival budaya, dan kesepakatan kemitraan bisnis, tahun ini juga digelar Samosir Run yang ditargetkan menjadi agenda tahunan berskala nasional.
 
Riza menambahkan bahwa festival ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Karya Kreatif Indonesia yang akan berlangsung di Jakarta pada Agustus mendatang. Produk unggulan dari wilayah kerja Bank Indonesia Sibolga akan dipajang di panggung nasional. Selama pelaksanaan festival, Bank Indonesia menargetkan sekitar 55.000 pengunjung akan hadir.
 
Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang kembali mempercayakan Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah untuk keempat kalinya.
 
"Selamat datang di Samosir, negeri indah kepingan surga. Terima kasih kepada Bank Indonesia yang kembali membawa festival ini ke Kabupaten Samosir," ujar Vandiko.
 
Bupati menegaskan bahwa Festival Tao Toba Joujou bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang pertemuan budaya, pariwisata, UMKM, dan pertanian dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
 
"Di sini kita melihat bagaimana budaya, UMKM, dan sektor pertanian bertemu. Tidak hanya menampilkan potensi, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan pelatihan agar mampu naik kelas hingga menembus pasar internasional," katanya.
 
Lebih lanjut, Vandiko menyampaikan festival ini memberikan dampak nyata peningkatan perekonomian masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk bernilai jual tinggi. Oleh karena itu, ia berharap penyelenggaraan berikutnya tetap berlangsung di Samosir.
 
"Dengan dukungan yang baik, Tao Toba Joujou kembali ke Samosir. Nama festival ini sudah melekat erat dengan daerah kami. Mudah-mudahan kegiatan ini kembali hadir tahun depan karena dampaknya sangat nyata meningkatkan perekonomian masyarakat," ungkap Vandiko.
 
Bupati juga mencatat peningkatan transaksi digital selama festival terus bergerak naik. Pada tahun 2024, transaksi elektronik tercatat Rp1,9 miliar, dan meningkat menjadi sekitar Rp2,5 miliar pada tahun 2025.
 
Sebagai bentuk komitmen mendukung pelaku usaha, Pemerintah Kabupaten Samosir akan menaikkan plafon pembiayaan UMKM hingga Rp100 juta dengan bunga nol persen yang ditanggung pemerintah daerah. Dalam acara tersebut juga diserahkan penyaluran pembiayaan kemitraan usaha: Bank Sumut Rp500 juta, BNI Rp300 juta, Bank Mandiri Rp200 juta, dan BRI Rp170 juta.
 
Festival Tao Toba Joujou 2026 menghadirkan beragam kegiatan: Festival Ulos Boruni Raja, Festival Kopi Para Raja, kuliner khas Batak, pertunjukan seni budaya, kompetisi lokal, diskusi publik, layanan pembayaran digital, pasar murah pengendalian inflasi, hingga penampilan artis lokal dan grup musik nasional Cokelat.
 
Lebih dari sekadar agenda tahunan, Festival Tao Toba Joujou kini telah berkembang menjadi simbol bahwa warisan budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi yang nyata. Festival ini menjembatani nilai luhur leluhur dengan peluang masa depan, sekaligus mempertegas posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata unggulan yang bertumpu pada identitas budaya dan kesejahteraan masyarakat.
 
(NR. Sitohang)
 
Artha-News — Analisis – Referensi – Tajam – Handal – Akurat

Pagelaran Seni dan Budaya Pemkab Samosir Sukses Memukau Ribuan Pengunjung di PRSU ke-50

ARTHA-NEWS.COM – KABUPATEN SAMOSIR - Dipublikasikan: Jumat, 24 Juli 2026 I SAMOSIR – Pagelaran seni dan budaya Pemerintah Kabupaten Samosir sukses memukau ribuan pengunjung pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 di Gedung Pertunjukan PRSU, Medan, Jumat (24/7/2026).
 
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Dandim 0210/TU Kiky Hardian, Waasrendam I/ Bukit Barisan Ronald Tampubolon, Kapolres Samosir AKBP Rina SN. Tarigan, Konjen India di Medan Ravi Shanker Goel, Sekdakab. Samosir Marudut Tua Sitinjak, para SAB, para Asisten, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang dan para pimpinan OPD lainnya, Ketua PKK Ny. Kennauli Ariston Tua Sidauruk, Ketua DWP Ny Asti M Sitinjak serta sejumlah tamu undangan lainnya.
 
Pagelaran budaya yang mengangkat tema "The Heart of Toba Civilization (Jantung Peradaban Toba)" mempertunjukkan keunikan proses pembentukan pulau Samosir sebagai pulau megah yang terletak di tengah Danau Toba, tempat kelahiran dan pusat kebudayaan spiritual suku Batak Toba yang memadukan keajaiban geologis dari letusan supervolcano purba dengan warisan tradisi Nusantara yang sangat kaya. Berbagai atraksi seni dan budaya turut ditampilkan, mulai dari Tortor Pangurason, Tortor Mangalahat, Tortor Marsiadapari, atraksi Taganing, Martumba yang dibawakan TP PKK Kabupaten Samosir, hingga lagu opera Batak yang mengangkat nilai-nilai kehidupan masyarakat Batak. Suasana semakin semarak saat Konjen India menampilkan tarian tradisional India dan tarian Bollywood yang mengundang antusiasme penonton. Penampilan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan persahabatan Indonesia dan India melalui pertukaran budaya. Di acara puncak penampilan Marsada Band membuat suasana semakin hidup, semakin heboh, penonton pun terhipnotis mengikuti setiap lagu dan irama musik khas akustik yang dibawakan. Antusiasme pengunjung yang memenuhi gedung pertunjukan menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap kekayaan budaya Samosir. Penampilan para seniman mendapat apresiasi dan tepuk tangan meriah dari penonton sepanjang pertunjukan berlangsung.
 
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wabup dan jajaran Forkopimda Samosir turut menghibur pengunjung melalui lantunan lagu yang diiringi Marsada Band.
Vandiko mengapresiasi kehadiran ribuan pengunjung yang memadati paviliun. "Acaranya sukses, terima kasih atas antusiasme seluruh pengunjung hadir" ungkap Vandiko.
 
Melalui pagelaran tersebut, masyarakat diajak untuk semakin mencintai budaya sekaligus mengenal potensi Kabupaten Samosir. "Samosir memiliki kekayaan budaya, keindahan alam Danau Toba, serta keramahan masyarakat yang menjadi daya tarik tersendiri. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang dan menikmati langsung pesona Kabupaten Samosir," ujar Vandiko.
 
Sementara itu, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk mengatakan penyelenggaraan PRSU ke-50 menjadi tonggak penting sebagai pameran terbesar di Sumatera Utara.
"Lima puluh tahun perjalanan PRSU menjadi tonggak bersejarah yang mencerminkan semangat kebersamaan, kemajuan, dan sinergi seluruh kabupaten dan kota dalam membangun Sumatera Utara," ujar Ariston.
 
Semangat tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan UMKM, pelestarian seni budaya, sertapeningkatan sektor pariwisata. Ariston menegaskan, keikutsertaan Kabupaten Samosir di PRSU tidak hanya menjadi ajang promosi daerah, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan budaya Batak, keindahan Danau Toba, serta berbagai produk unggulan UMKM kepada masyarakat luas. "Kabupaten Samosir hadir dengan membawa kekayaan budaya Batak, keindahan alam Danau Toba, dan berbagai produk unggulan UMKM yang menjadi kebanggaan masyarakat. Kami berharap keikutsertaan ini semakin memperkenalkan Samosir sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional sekaligus membuka peluang investasi dan kerja sama yang lebih luas," katanya.
 
Ia menambahkan, seni dan budaya merupakan kekuatan yang mampu mempererat persaudaraan, memperkokoh identitas daerah, sekaligus menjadi penggerak ekonomi kreatif. Karena itu, masyarakat diajak terus mencintai, melestarikan, dan mempromosikan budaya daerah sebagai kekayaan bangsa Indonesia.
 
Pujian terhadap budaya, keramahan masyarakat dan keindahan alam Samosir diungkapkan Konjen India di Medan Ravi Shanker Goel. Ia mengaku terkesan dapat hadir dalam pagelaran budaya tersebut. Keindahan Danau Toba menurutnya merupakan salah satu destinasi wisata terbaik yang pernah dikunjunginya.
"Saya sudah mengunjungi berbagai negara di Eropa, termasuk Swiss. Namun ketika saya datang ke Danau Toba, saya melihat keindahan yang luar biasa. Danau Toba itu Swissnya Sumatera Utara. Saya merekomendasikan kepada semua orang yang hadir disini untuk datang mengunjungi Danau Toba dan Pulau Samosir," ujarnya.
 
Ravi juga mengajak masyarakat untuk semakin mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan India melalui pertukaran budaya dan pariwisata.
 
Antusiasme masyarakat terhadap Paviliun Kabupaten Samosir di PRSU juga terus meningkat. Hingga 24 Juli 2026, tercatat sekitar 1.500 pengunjung telah mengunjungi paviliun tersebut. Berbagai produk UMKM menjadi favorit pengunjung, di antaranya aksesoris, aneka makanan olahan, kopi, ukiran, kain tenun, serta hasil pertanian seperti bawang, beras, alpukat, jeruk, dan berbagai produk unggulan lainnya.
 
Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Karo mengaku terkesan dengan perkembangan Samosir. Bahkan dalam satu pekan ia mengaku telah tiga kali berkunjung ke Pulau Samosir.
"Saya kagum melihat Samosir. Keamanannya sangat baik, pariwisatanya berkembang, dan masyarakatnya ramah. Tiket masuk ke objek wisata relatif murah, saya tidak bosan datang ke Samosir," ungkapnya.
 
Melalui partisipasi dalam PRSU, Pemerintah Kabupaten Samosir terus berkomitmen mempromosikan potensi daerah, melestarikan budaya, serta memperkuat posisi Samosir sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Danau Toba.

— Analisis - Referensi - Tajam - Handal - Akurat —
(NR.Sitohang)