Rabu, Oktober 08, 2025

Ibu Kandung Dari Alm A.Siregar Tuntut Keadilan Atas Kematian Anaknya di Lapas Pangururan: “Jangan Ada yang Ditutup-tutupi!”

Artha-News Com I samosir - 08 /10/2025 - Tragedi kematian A. Siregar, seorang tahanan di Lapas Pangururan,Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatra Utara, meninggalkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi keluarga dan masyarakat.Di balik jeruji besi, nyawa A.Siregar melayang dengan penuh misteri menyisakan pertanyaan tentang lemahnya pengawasan dan tanggung jawab aparat pemasyarakatan.

Tiga hari setelah peristiwa tersebut, ibu kandung korban, yang bernama Eli angkat bicara dengan nada pilu sekaligus tegas. Ia menuntut keadilan penuh kepada pihak Polres Samosir, Polda Sumut,hingga Gubernur Sumatera Utara, agar kematian anaknya diusut secara transparan dan tuntas,tanpa ada upaya menutup-nutupi.

> “Ibu korban tidak terima,anak saya meninggal begitu saja di dalam penjara. Saya minta keadilan yang benar, jangan ada yang dilindungi. Anak saya itu tahanan binaan pemerintah,maka pemerintah juga harus bertanggung jawab atas nyawanya,”ujarnya.

Pertanyaan Publik: Di Mana Pengawasan Lapas?
Kematian A.Siregar memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan perkelahian antar-tahanan sebelum korban ditemukan tidak bernyawa. Namun,hingga kini belum ada kejelasan resmi dari pihak Lapas Pangururan mengenai penyebab pasti kematian tersebut.

Publik pun mempertanyakan fungsi pengawasan dan tanggung jawab KALAPAS serta jajarannya. Bagaimana mungkin terjadi perkelahian yang berujung maut di area yang seharusnya diawasi ketat oleh petugas?

“Apakah tidak ada penjagaan di dalam? Atau justru ada pembiaran?” tanya salah satu warga yang mengikuti perkembangan kasus ini.

Desakan Transparansi dan Penegakan Hukum: Pihak keluarga berharap agar penegak hukum bertindak objektif dan profesional, tanpa pandang bulu. Mereka meminta agar setiap pihak yang lalai, baik dari unsur tahanan maupun aparat,diperiksa dan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Kasus ini menjadi cermin buram bagi sistem pembinaan di lembaga pemasyarakatan.Tragedi di balik jeruji besi ini bukan hanya soal nyawa seorang tahanan,tetapi juga ujian moral bagi pemerintah dan aparat hukum dalam menegakkan prinsip keadilan dan kemanusiaan.


(NR.Sitohang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar