BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Selasa, 29 September 2026 — Sebuah rekaman video berdurasi 31 detik viral di media sosial, memperlihatkan satu unit armada Pemadam Kebakaran Kota Banjar mogok di tengah jalan saat hendak menuju lokasi kebakaran warga di wilayah Rejasari. Kejadian ini memicu keluhan warga soal kondisi kendaraan yang dinilai sudah tidak layak.
Dalam rekaman yang diterima Artha-News, terlihat mobil Damkar berwarna merah bertuliskan "PEMADAM KEBAKARAN KOTA BANJAR" terhenti di pinggir jalan. Beberapa petugas tampak berusaha keras memperbaiki kendaraan tersebut. Dua petugas berbaju biru berjongkok di bagian bawah mobil, sementara dua rekan lainnya berada di atas bak kendaraan.
Dari suara yang terekam, terdengar keluhan mendalam dari warga terkait lambannya penanganan akibat kendaraan yang rusak.
"Mobilna kalah mogok. Kaburu beak atuh ieu mah kahuruanna teh, Guys. Pak Dedi minta mobil ceunah, ieu karunya damkarna teh dicarikan warga. Damkar lama, damkar lambat, mobilna tah mogok bae. Mobil butut, mobil butut. Ampun disalahkeun weh damkarna lila."
Terjemahan:
"Mobilnya malah mogok. Keburu habis ini kebakaran sebelum dipadamkan. Pak Dedi dimintakan mobil, kasihan petugas damkarnya dimarahi warga. Damkar lambat datang, mobilnya mogok terus. Mobil tua banget. Jangan disalahkan petugasnya kalau terlambat."
Ironisnya, insiden mogoknya armada darurat ini terjadi di tengah gelombang kritik masyarakat terkait kebijakan fiskal daerah. Publik menyoroti langkah Pemerintah Kota Banjar yang tetap memprioritaskan anggaran sebesar Rp1,3 miliar untuk pengadaan mobil dinas baru bagi pejabat daerah, sementara fasilitas vital penunjang keselamatan warga seperti mobil pemadam kebakaran justru dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan.
Warga maupun petugas Damkar menaruh harapan agar tokoh masyarakat Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memperhatikan kondisi ini dan membantu pengadaan armada baru yang lebih layak untuk Dinas Pemadam Kebakaran Kota Banjar.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pada bodi mobil yang mogok tersebut tercantum nomor layanan resmi: Telepon (0265) 2730804 / Nomor Darurat 113, serta WhatsApp 0812-9218-9579.
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius dari publik terkait kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana di Kota Banjar. Keterlambatan penanganan akibat kerusakan kendaraan operasional dikhawatirkan dapat memperbesar risiko kerugian material maupun korban jiwa saat kebakaran terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kota Banjar belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab mogoknya armada tersebut maupun penanganan lanjutan di lokasi kebakaran Rejasari.
(Rena Yusnita Kabiro Banjar)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar