Jumat, Oktober 02, 2026

SPPG Sukaresik Siap Salurkan Makan Bergizi Gratis di Tasikmalaya

SUKARESIK, KABUPATEN TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Kehadiran Unit Sentra Penyediaan Pangan atau SPPG Tasikmalaya Sukaresik Margamulya 1 yang dikelola Yayasan Faiz Putra Abdilah membawa angin segar sekaligus harapan baru bagi dunia pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.
 
Gedung megah berlantai dua dengan dominasi warna putih-biru ini berdiri kokoh di kawasan Gapura bertuliskan "WILUJENG SUMPING" Sukaresik. Kini, fasilitas tersebut telah resmi siap beroperasi sepenuhnya untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis, program unggulan pemerintah nasional.
 
Fasilitas SPPG Margamulya 1 Jamin Higienitas Pangan Sekolah
 
Gedung SPPG yang dikelola Yayasan Faiz Putra Abdilah ini dinilai memiliki infrastruktur yang representatif. Bangunannya tertata rapi serta dilengkapi fasilitas penunjang yang memadai untuk menjamin standar kebersihan dan keamanan pangan.
 
Dengan beroperasinya SPPG Sukaresik Margamulya 1, penyaluran makanan bergizi bagi siswa-siswi SMP Negeri Sukaresik serta sekolah-sekolah lain di sekitarnya dipastikan berjalan lebih lancar, higienis, dan tepat waktu. Fasilitas ini siap menjadi garda terdepan dalam pemenuhan gizi anak-anak sekolah di wilayah Sukaresik.
 
Orang Tua Siswa SMP Negeri Sukaresik Sambut Sangat Baik
 
Kehadiran program ini disambut dengan rasa syukur dan antusiasme tinggi oleh para wali murid. Bagi warga yang memiliki anak bersekolah di SMP Negeri Sukaresik, adanya jaminan asupan gizi harian ini sangat meringankan beban kebutuhan pangan keluarga.
 
"Alhamdulillah, kami merasa sangat terbantu dengan adanya Makan Bergizi Gratis untuk anak-anak kami di SMP Negeri Sukaresik. Semoga program ini terus berjalan lancar, bermanfaat, dan membawa kesehatan serta kecerdasan bagi putra-putri kami," ujar salah satu wali murid kepada Artha-News.
 
Melalui sinergi yayasan, sekolah, dan masyarakat, program ini diharapkan mendorong semangat belajar siswa demi melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.
 
(Yana)

681 KPM di Desa Sukamantri Sumringah Terima Bantuan Beras 30 Kg di GOR Desa Sukamantri


CIAWI, KABUPATEN TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — 28 SEPTEMBER 2026 — Sebanyak 681 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Sukamantri, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, tampak sumringah menerima bantuan beras.
 
Penyaluran bantuan beras bertempat di GOR Desa Sukamantri pada Senin, 28 September 2026, berlangsung tertib, lancar, dan penuh antusias. Setiap KPM menerima bantuan beras seberat 30 kilogram atau setara dengan tiga karung.
 
Pantauan langsung Artha-News di lokasi GOR Desa Sukamantri menunjukkan ratusan warga penerima sudah hadir sejak pagi dan mengantri dengan rapi. Petugas desa serta panitia tampak sigap menata jalur antrean agar tetap tertib, sehingga proses pembagian beras berjalan cepat dan tidak menumpuk. Suasana terasa hangat, warga saling menyapa sambil menunggu giliran menerima hak bantuan masing-masing.
 
Sekretaris Desa Sukamantri, Iwan Setiawan, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran kegiatan tersebut. “Alhamdulillah penyaluran beras hari ini berjalan lancar. Kami berharap bantuan ini benar-benar meringankan beban warga, apalagi saat ini sedang musim kemarau dan banyak warga yang mengalami gagal panen,” ujarnya.
 
Kepala Desa Sukamantri, Munir Rustendi, turut hadir dan memantau langsung proses penyaluran. Ia menegaskan bahwa bantuan ini disalurkan tepat sasaran dan menjadi bentuk perhatian bagi warga yang terdampak kondisi cuaca. “Semoga beras ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga kita di desa,” kata Munir.
 
Salah satu warga penerima mengungkapkan kebahagiaannya, “Syukur, beras bantuan 30 kg sudah bisa diterima lagi. Sangat membantu kebutuhan makan keluarga.”
 
Kegiatan penyaluran bantuan beras di GOR Desa Sukamantri berakhir dengan tertib, aman, dan penuh rasa syukur. Warga pulang membawa karung beras dengan wajah sumringah.

(Yana)

Siswa SDN 4 Pakemitan Semangat Belajar Berkat Makan Bergizi Gratis

CIAWI, KABUPATEN TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Kehadiran Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) Yayasan Calakan Sehat Sejahtera melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tasikmalaya Ciawi Pakemitan Kidul membawa angin segar bagi dunia pendidikan di Kecamatan Ciawi.
 
SDN 4 Pakemitan yang sebelumnya sudah beberapa kali mengalami perpindahan dapur melalui program pemerataan, kini merasakan perbedaan yang sangat signifikan.
 
Kepala SDN 4 Pakemitan, Wawan, S.Pd.SD, saat dikonfirmasi Artha-News menyampaikan apresiasinya secara terbuka.
 
“Kami sudah beberapa kali pindah dapur melalui apa yang disebut ‘pemerataan’. Setelah kami rasakan kehadiran Makan Bergizi Gratis dari SPPG Pakemitan Kidul — Yayasan Calakan Sehat Sejahtera, siswa menerima menunya dengan antusias. Sehingga semangat belajar siswa meningkat drastis,” tegas Wawan, S.Pd.SD.
 
Pernyataan Kepala Sekolah tersebut bukan tanpa alasan. Di lapangan, siswa-siswi SDN 4 Pakemitan terlihat sangat antusias dan lahap menyantap Makan Bergizi Gratis yang disalurkan setiap harinya.
 
Salah satu siswa bahkan dengan polos mengatakan, “Menunya enak, tidak membosankan.”
 
Menu yang disiapkan oleh SPPG Tasikmalaya Ciawi Pakemitan Kidul dinilai variatif, bergizi seimbang, higienis, dan sesuai selera anak usia Sekolah Dasar. Tidak heran jika program ini langsung berdampak nyata pada peningkatan semangat belajar para siswa.
 
Wawan, S.Pd.SD berharap, kolaborasi antara SDN 4 Pakemitan dengan Yayasan Calakan Sehat Sejahtera melalui SPPG Pakemitan Kidul ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bahwa pemerataan harus berorientasi pada kualitas serta kepuasan penerima manfaat, yaitu para siswa.
 
SEHAT — KUAT — CERDAS — SIAP BELAJAR!

(Yana)

Gandeng TNI dan Kementan, Pemkab Samosir Bangun Jembatan & Irigasi untuk 680 Hektar Lahan Sawah

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — 2 Oktober 2026 — Pemerintah Kabupaten Samosir terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian yang membutuhkan ketersediaan infrastruktur dan jaringan irigasi. Melalui sinergitas anggaran dengan TNI dan Kementerian Pertanian, Kabupaten Samosir memperoleh dukungan pembangunan irigasi perpipaan sepanjang sekitar 15 kilometer untuk mengairi 680 hektare lahan persawahan, pembangunan dan rehabilitasi 20 unit jembatan, serta kegiatan konservasi lingkungan melalui penanaman pohon.
 
Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Danrem 023 Kawal Samudera Iwan Budiarso, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, dan Dandim 0210 TU Kiky Hardian di Tambok Bupati, Desa Sideak, Kecamatan Palipi, Kamis (01/10/2026).
 
Turut hadir Wakapolres Samosir Manumpak Sitorus, Pabung Samosir T. Siringo Ringo, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah lainnya, Pelaksana Tugas Camat Palipi Haider Sitinjak, masyarakat, dan kelompok tani penerima manfaat.
 
Pembangunan irigasi perpipaan diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan air bagi lahan persawahan di Desa Sideak, Desa Urat II, dan Desa Huta Dame, Kecamatan Palipi, sehingga petani tidak sepenuhnya bergantung pada curah hujan. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas persawahan dan indeks pertanaman untuk mendukung ketahanan pangan. Sementara itu, pembangunan dan rehabilitasi 20 unit jembatan dari 22 unit yang diusulkan Pemkab Samosir akan memperkuat konektivitas antarwilayah serta memperlancar mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
 
Di bidang lingkungan, kegiatan konservasi dilakukan melalui penanaman 350 batang pohon, termasuk tanaman endemik kawasan Danau Toba dan sengon, sebagai bagian dari upaya memulihkan fungsi hutan dan lahan serta menjaga kelestarian lingkungan.
 
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan bahwa dimulainya pembangunan jembatan, saluran perpipaan, dan konservasi lingkungan merupakan wujud nyata sinergitas Pemerintah Kabupaten Samosir bersama TNI di bawah komando Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak serta Kementerian Pertanian.
 
Vandiko mengatakan, pembangunan di Kabupaten Samosir harus terus berjalan meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. Karena itu, Pemkab Samosir menerapkan berbagai skema pembiayaan, mulai dari APBD Kabupaten Samosir, sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, hingga kolaborasi dengan pemerintah pusat, kementerian atau lembaga, dan TNI.
 
“Keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan pembangunan di Kabupaten Samosir. Berbagai cara terus kami upayakan, salah satunya melalui sinergitas anggaran seperti yang kita lakukan bersama TNI dan Kementerian Pertanian. Ini merupakan inovasi yang kami terapkan untuk mencari sumber-sumber anggaran agar pembangunan di Kabupaten Samosir tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat tercukupi,” ujar Vandiko.
 
Menurut Vandiko, dukungan TNI terhadap pembangunan di Samosir juga telah dirasakan masyarakat melalui pembangunan 31 unit sumur bor untuk mendukung ketersediaan air bersih.
 
“Luar biasa perhatian Bapak Kasad kepada Kabupaten Samosir. Setelah sumur bor, kini kita mendapatkan dukungan untuk irigasi perpipaan, jembatan, dan konservasi lingkungan. Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat luar biasa untuk mendukung kesejahteraan masyarakat,” katanya.
 
Vandiko juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan irigasi perpipaan, khususnya apabila jaringan pipa nantinya melintasi lahan masyarakat.
 
“Program ini merupakan harapan dan keinginan kita bersama. Karena itu, saya berharap masyarakat, kepala desa, dan camat sama-sama mendukung. Jangan sampai kita berupaya mendapatkan program ini, tetapi ketika pelaksanaannya melewati lahan masyarakat justru ada penolakan. Mari kita dukung bersama karena manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” tegasnya.
 
Atas dukungan tersebut, Vandiko menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak serta Kementerian Pertanian atas perhatian dan dukungan terhadap pembangunan di Kabupaten Samosir.
 
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Kami berharap pada saat pembangunan ini selesai dan diresmikan, Bapak Kasad dapat hadir di Kabupaten Samosir sehingga kami bersama masyarakat dapat menyampaikan terima kasih secara langsung atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Samosir,” pungkasnya.
 
Danrem 023/Kawal Samudera Iwan Budiarso menegaskan bahwa kehadiran TNI melalui kegiatan Karya Bakti merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Samosir. Ia menyebut bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) untuk membantu pembangunan wilayah melalui sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
 
“Program ini membutuhkan perjuangan dan sinergi untuk mendapatkan anggaran, termasuk melalui koordinasi langsung dengan kementerian. Ini merupakan bentuk perhatian khusus Bapak Kasad terhadap pembangunan di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Samosir. Kami berharap seluruh kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat,” ungkap Danrem.
 
Ia menjelaskan, pembangunan yang dilaksanakan meliputi jembatan penghubung antarwilayah, pipanisasi irigasi untuk mengairi lahan persawahan seluas 680 hektare di tiga desa dengan panjang jaringan sekitar 15 kilometer, serta konservasi lingkungan.
 
Selain itu, penyediaan air bersih melalui sumur bor juga akan dilanjutkan pada tahap kedua sebanyak 40 titik, setelah tahap pertama terealisasi sebanyak 31 titik, sehingga totalnya mencapai 71 titik di Kabupaten Samosir.
 
Danrem mengharapkan dukungan penuh pemerintah daerah dan masyarakat, terutama dalam menjaga semangat gotong royong serta memberikan dukungan terhadap pemasangan jaringan pipa yang melintasi lahan warga.
 
“Kami memohon dukungan masyarakat agar pembangunan ini dapat berjalan lancar. Pipanisasi ini sangat penting untuk mendukung kebutuhan pengairan persawahan dan meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kita berharap seluruh program ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. TNI akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Samosir,” tegas Danrem Iwan Budiarso.
 
Kepala Desa Sideak Buntu Situmorang menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Pemerintah Kabupaten Samosir yang telah peduli dengan kebutuhan masyarakat di desanya.
 
“Pembangunan ini membawa manfaat yang banyak untuk kehidupan masyarakat di tiga desa di Kecamatan Palipi. Terima kasih kepada Bapak Kasad beserta seluruh jajaran dan Bapak Bupati Samosir yang telah memberikan perhatian. Kami akan mendukung pembangunan ini,” kata Buntu Situmorang.
 
Sinergitas Pemerintah Kabupaten Samosir, TNI, dan Kementerian Pertanian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur dasar, mendukung produktivitas pertanian, memperlancar konektivitas wilayah, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Samosir berharap seluruh program dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Samosir.
 
(NR. Sitohang)
 
 
 

Kamis, Oktober 01, 2026

Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Kapolres Banjar Tekankan Pelayanan Humanis

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Jajaran Polres Banjar menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026. Kegiatan khidmat ini berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Banjar pada Kamis pagi (1/10/2026), sebagai momentum memperkuat soliditas dan semangat persatuan dalam korps kepolisian.
 
Upacara yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini dipimpin oleh Kompol Djoko Susilo, S.T. selaku Inspektur Upacara. Agenda ini diikuti oleh seluruh pejabat utama, mulai dari para Kabag, Kasat Fungsi, perwira, hingga jajaran personel dan ASN di lingkungan Polres Banjar.
 
Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa
 
Pada peringatan tahun ini, tema yang diusung adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur." Nilai-nilai dalam tema tersebut diharapkan menjadi kompas bagi seluruh personel dalam menjaga kebersamaan sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
 
Kekompakan institusi terlihat dari hadirnya berbagai satuan fungsi dalam upacara ini. Mulai dari Sat Lantas, Sat Intelkam, gabungan Sat Reskrim dan Sat Narkoba, hingga staf penunjang dan ASN Polres Banjar melebur dalam satu kesatuan barisan.
 

Pesan Kapolres Banjar: Wujudkan Nilai Nyata dalam Pelayanan
 
Di tempat terpisah, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR menyampaikan bahwa Hari Kesaktian Pancasila tidak boleh sekadar menjadi seremonial tahunan. Ia menegaskan pentingnya mengimplementasikan nilai Pancasila ke dalam tugas sehari-hari.
 
"Pancasila harus hidup dalam setiap tindakan kita di lapangan. Persatuan itu kita wujudkan lewat pelayanan yang profesional, humanis, dan tanpa tebang pilih. Dengan begitu, masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung dan pengayom," tegas AKBP Didi Dewantoro.
 
Lebih lanjut, Kapolres menambahkan bahwa indikator keberhasilan tugas kepolisian diukur dari seberapa besar manfaat dan rasa aman yang dirasakan oleh warga. Personel dituntut untuk bergerak cepat, responsif, dan selalu mengutamakan kepentingan publik.
 
Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila 2026 ini, Polres Banjar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kehadiran mereka di tengah masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.
 
Laporan: Rena Yusnita (Kabiru Banjar)
 
 
 

Bupati Samosir Usul Jalur Penyeberangan Samosir–Tongging ke Menhub


SAMOSIR (5/3/2026) — Bupati Samosir Vandiko T. Gultom resmi mengusulkan pembukaan konektivitas jalur penyeberangan Danau Samosir–Tongging. Usulan ini disampaikan saat bertemu Menteri Perhubungan RI Dudi Purwagandhi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
 
Dalam pertemuan strategis tersebut, Vandiko hadir bersama Bupati Karo dengan didampingi Kepala Dinas Perhubungan Samosir, Laspayer Sipayung. Rombongan diterima langsung oleh Menhub beserta jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Darat.


Dorong Akses Wisata Danau Toba dan Transportasi Efisien

Vandiko menjelaskan bahwa pembukaan jalur penyeberangan yang menghubungkan Kabupaten Samosir dengan Tongging (Kabupaten Karo) sangat strategis. Jalur ini dinilai efektif memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendongkrak akses pariwisata.

"Konektivitas jalur danau ini sangat efektif untuk membuka akses yang lebih luas menuju Samosir maupun sebaliknya. Ini bukan hanya untuk masyarakat, tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan Danau Toba," ujar Vandiko.

Menurutnya, jalur penyeberangan baru ini akan menjadi alternatif transportasi yang aman dan efisien. Langkah ini sekaligus memperkuat sinergi pengembangan kawasan wisata antara Samosir dan Tanah Karo.

Pemkab Samosir Serahkan Proposal Sarana Prasarana

Selain mengusulkan rute penyeberangan baru, Vandiko juga menyerahkan proposal dukungan sarana dan prasarana transportasi kepada Menhub.

Adapun poin-poin penting dalam proposal tersebut meliputi:

- Pengadaan alat pengujian kendaraan bermotor


- Pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU)


- Pemasangan Rambu Petunjuk Pendahulu Jalan (RPPJ), rambu larangan, dan rambu peringatan


- Pengadaan bus perintis dan alat keselamatan danau


- Pembangunan dermaga di sejumlah objek wisata Samosir



"Kami berharap dukungan Kementerian Perhubungan untuk memperkuat aspek keselamatan dan pelayanan transportasi di Samosir. Dengan infrastruktur yang memadai, kenyamanan dan keamanan masyarakat serta wisatawan dapat lebih terjamin," pungkas Vandiko.

Ia menambahkan, penguatan sektor transportasi menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah destinasi pariwisata prioritas Danau Toba.

Pemerintah Kabupaten Samosir berharap usulan ini dapat segera ditindaklanjuti guna mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan konektivitas antarwilayah.

Catatan Redaksi: Artikel ini diperbaharui guna disesuaikan dengan standar SEO Google serta dilakukan perbaikan pada label menu navigasi demi kenyamanan dan kemudahan pembaca dalam mengakses informasi.


(NR. Sitohang)



Polres Pangandaran Bedah Regulasi Anti-Korupsi di Hadapan 420 Pengelola Keuangan Kemenag

ARTHA-NEWS PANGANDARAN
 
Upaya memperkuat tata kelola anggaran yang transparan dan akuntabel terus digelorakan di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran. Sebanyak 420 peserta memadati Gedung Islamic Centre, Kecamatan Cijulang, dalam agenda Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Negara pada Rabu (30/9/2026).
 
Kegiatan strategis ini mengusung tema "Terwujudnya Zona Integritas Melalui Peningkatan Kinerja Pengelolaan Keuangan Negara" guna membekali seluruh elemen pimpinan dan pengelola anggaran di tingkat satuan kerja.
 
Instruksi Kakankemenag: Anggaran Harus Berdampak Nyata
 
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran, Dr. H. Asep Barhia, S.Ag., M.Pd.I., dalam arahannya menekankan bahwa pengelolaan keuangan negara bukan sekadar pemenuhan administrasi formal, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
 
"Setiap anggaran yang digunakan harus memberikan manfaat dan dampak nyata bagi pelaksanaan tugas serta pelayanan publik," tegas Dr. H. Asep Barhia saat membuka acara secara resmi.
 
Komitmen Kapolres Pangandaran: Kawal Pengelolaan Dana Publik
 
Secara terpisah, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K. mengapresiasi langkah proaktif Kemenag Pangandaran dalam membangun sinergi pencegahan korupsi sejak dini. Pihaknya menegaskan komitmen Kepolisian dalam mendukung penuh terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih di wilayah Pangandaran.
 
"Penegakan hukum dan pencegahan tindak pidana korupsi harus berjalan beriringan. Kami di Polres Pangandaran berkomitmen untuk mengawal setiap rupiah anggaran negara agar benar-benar terserap secara tepat sasaran demi kemaslahatan masyarakat dan terhindar dari praktik penyimpangan," tegas AKBP Ikrar.
 
Beliau juga menambahkan bahwa sosialisasi dan edukasi hukum seperti ini sangat vital sebagai langkah preventif sebelum terjadinya pelanggaran. "Integritas harus menjadi fondasi utama. Kami berharap seluruh pengelola keuangan memiliki pemahaman hukum yang kuat sehingga dapat bekerja dengan tenang, transparan, dan akuntabel," lanjutnya.
 
Pelibatan Unsur Lintas Instansi dan Lintas Lini
 
Sosialisasi ini menghadirkan tiga pemateri kompeten di bidangnya. Sesi pertama dibuka oleh Kasubbag TU Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, dilanjutkan oleh H. Subhan Halili, S.E. (PPK Pembangunan Gedung Negara Kanwil Kemenag Jawa Barat), dan dipungkasi oleh Ipda Fathul Alim, S.I.P., M.H. (Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Pangandaran).
 
Adapun 420 peserta yang hadir mencakup seluruh pemangku kepentingan pengelolaan anggaran dan pendidikan di lingkungan Kemenag Pangandaran, yaitu:
 
- Kasubbag TU dan para Kepala Seksi
- Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI
- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA)
- Penghulu dan Penyuluh ASN (PNS & PPPK)
- Kepala RA serta Kepala Madrasah Negeri dan Swasta (MI, MTs, MA)
- Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) MTsN dan MAN
- Bendahara RA, MI, MTs, dan MA (Negeri & Swasta)
 
Kanit Tipidkor Paparkan Regulasi dan 7 Bentuk Korupsi
 
Hadir memberikan pembekalan teknis hukum, Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Pangandaran, Ipda Fathul Alim, S.I.P., M.H., menggarisbawahi pentingnya pemahaman regulasi guna mengantisipasi potensi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana publik.
 
Ipda Fathul Alim menjelaskan landasan hukum utama pemberantasan korupsi di Indonesia, yakni UU No. 31 Tahun 1999, UU No. 20 Tahun 2001, serta penyesuaian aturan dalam UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP). Secara yuridis, ia memaparkan bahwa korupsi adalah tindakan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, maupun korporasi yang merugikan keuangan atau perekonomian negara, serta bertentangan dengan nilai-nilai keadilan masyarakat.
 
Dalam kesempatan tersebut, Ipda Fathul Alim membedah 7 bentuk tindak pidana korupsi yang wajib dihindari oleh seluruh pengelola keuangan:
 
- Merugikan Keuangan Negara
- Suap-Menyuap
- Penggelapan dalam Jabatan
- Pemerasan
- Perbuatan Curang
- Benturan Kepentingan dalam Pengadaan Barang/Jasa (PBJ)
- Gratifikasi
 
(UG)

Bupati Vandiko Gultom Pimpin Peringatan Harkitnas ke-118 di Samosir

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026. Upacara khidmat ini dipusatkan langsung di Tanah Lapang Pangururan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.
 
Agenda tahunan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Sekretaris Daerah Marudut Tua Sitinjak, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, personel TNI/Polri, ASN, serta ratusan pelajar lintas generasi tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat.
 
Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, beliau membacakan amanat resmi dari Menteri Komunikasi dan Digital RI yang menekankan pentingnya memaknai perjuangan intelektual di era transformasi teknologi.

Transformasi Perjuangan Fisik Menuju Era Digital
 
Dalam amanat yang dibacakannya, Bupati Vandiko menyampaikan bahwa esensi dari lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 merupakan tonggak awal transformasi perjuangan bangsa, yang semula mengandalkan kekuatan fisik beralih ke perjuangan diplomasi dan intelektual.
 
"Semangat tahun 1908 adalah simbol kebangkitan kesadaran nasional. Di era modern tahun 2026 ini, tantangan kita telah bergeser. Perjuangan generasi muda saat ini adalah menguasai literasi digital, memperkuat sumber daya manusia, dan menjaga kedaulatan informasi," ujar Vandiko.
 
Beliau juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen penuh menyelaraskan program daerah dengan visi nasional, mulai dari pemenuhan gizi anak sekolah, pemerataan akses pendidikan, hingga penguatan ekonomi berbasis desa melalui koperasi.
 
Generasi Muda Samosir Harus Menjadi Pelaku Perubahan
 
Di hadapan para pelajar dan peserta upacara, Bupati Samosir menegaskan bahwa peringatan kebangkitan nasional tidak boleh sekadar menjadi rutinitas seremoni tahunan. Generasi muda di Samosir dituntut terampil memanfaatkan ruang digital secara sehat, aman, dan produktif.
 
"Masa depan daerah ini berada di tangan adik-adik sekalian. Kita ingin generasi muda Samosir tumbuh menjadi tunas bangsa yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan identitas budaya lokal," tegas Vandiko menutup arahannya.
 
Rangkaian upacara ditutup dengan penayangan lagu-lagu perjuangan nasional yang diikuti secara antusias oleh seluruh peserta, menandakan warisan semangat nasionalisme yang tetap hidup lintas generasi di Bumi Sakti Samosir.
 
Catatan Redaksi: Artikel ini diperbaharui guna disesuaikan dengan standar SEO Google serta dilakukan perbaikan pada label menu navigasi demi kenyamanan dan kemudahan pembaca dalam mengakses informasi.

(NR. Sitohang)



Sabet Banyak Penghargaan, Gapoktan Sukajaya Meriahkan Hari Tani di Tasikmalaya


TASIKMALAYA, Artha-News.com — Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, ikut ambil bagian dalam memeriahkan Peringatan Hari Tani Nasional Tingkat Kota Tasikmalaya Tahun 2025. Perwakilan dari wilayah ini tampil memukau dan sukses memboyong sejumlah penghargaan dalam berbagai kategori perlombaan yang digelar antarkecamatan.
 
Acara tahunan yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya tersebut berlangsung meriah selama dua hari, yakni dari Rabu hingga Kamis (24–25 September 2025). Seluruh rangkaian kegiatan kompetisi dan pameran dipusatkan di Kompleks Gedung Pusat Pengembangan Industri dan Kerajinan (PPIK), Jalan Letjen Mashudi, Gunung Kalong, Kota Tasikmalaya.

Lurah Sukajaya, Agus Fauzi, saat dihubungi awak media menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas partisipasi aktif dan antusiasme tinggi dari tim perwakilan wilayahnya. Menurutnya, momentum ini menjadi ajang pembuktian kapasitas dan inovasi para insan pertanian lokal.
 
Daftar Juara yang Diraih Perwakilan Purbaratu
 
Dalam perayaan Hari Tani Nasional tersebut, utusan dari Kecamatan Purbaratu yang dimotori oleh kader Gapoktan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Sukajaya berhasil mengukir prestasi gemilang di beberapa cabang perlombaan, antara lain:
 
1. Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Pertanian (diraih oleh KWT Gapoktan)
2. Juara 2 Lomba Okulasi Tanaman (diraih oleh Gapoktan)
3. Juara 2 Lomba Menaksir Bobot Domba
4. Juara Harapan Lomba Menghias Tumpeng KWT
 
"Kami mengutus perwakilan terbaik dari Purbaratu untuk mengikuti beberapa perlombaan penting. Bersyukur, berkat kerja keras bersama, tim kami bisa membawa pulang sejumlah peringkat juara," ujar Agus Fauzi memberikan keterangan resmi kepada media.
 
Peringatan Hari Tani Nasional tingkat daerah ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengapresiasi kontribusi nyata para petani, peternak, serta pelaku agribisnis lokal. Keberhasilan Gapoktan Sukajaya diharapkan mampu memotivasi para pelaku sektor pertanian di Kota Tasikmalaya agar terus berinovasi dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan pangan berkelanjutan.
 
(Jay Kucir)
 



Proyek SD Negeri 20 Sipira Samosir Disorot Terkait Semen dan K3

SAMOSIR, Artha-News.com — Pembangunan gedung SD Negeri 20 Sipira, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir, yang dilaksanakan secara swakelola mendapat sorotan tajam dari warga setempat. Pengerjaan fasilitas pendidikan ini dipertanyakan terkait spesifikasi material semen yang digunakan serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) para pekerja.
 
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi dan informasi dari masyarakat, ditemukan penggunaan merek semen yang berbeda dari spesifikasi awal yang seharusnya menggunakan Semen Padang.
 
Selain masalah material, sejumlah pekerja di lokasi juga terlihat memahat dan mendirikan bangunan tanpa dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Kondisi ini memicu pertanyaan publik mengenai keseriusan pihak sekolah dalam menerapkan regulasi K3 pada proyek yang didanai anggaran pemerintah tersebut.
 
Penjelasan Kepala Sekolah dan Pihak Supplier
 
Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Kamis (1/10/2026), Kepala SD Negeri 20 Sipira membenarkan bahwa para pekerja di lokasi proyek memang belum menerapkan perlengkapan keselamatan kerja sebagaimana mestinya.
 
Terkait persoalan material, pihak sekolah berdalih bahwa Semen Padang tetap akan digunakan pada sisa proyek. Penggunaan merek lain pada struktur sebelumnya diklaim terjadi karena faktor ketersediaan barang dari pihak rekanan.
 
"Semen akan kami gunakan Semen Padang, namun sudah terlanjur memakai semen sebelumnya karena supplier kami UD Palentino memfasilitasi bahan untuk kami," ujar Kepala Sekolah saat memberikan klarifikasi.
 
Warga Desak Pemkab Samosir Lakukan Audit Fisik
 
Pernyataan kepala sekolah tersebut dinilai warga justru menimbulkan tanda tanya baru mengenai komitmen kepatuhan terhadap rencana anggaran biaya (RAB) dan standar teknis yang telah ditetapkan sejak awal perencanaan.
 
Warga mengkhawatirkan perubahan material secara sepihak dapat mempertaruhkan kualitas dan daya tahan jangka panjang bangunan sekolah tersebut. Karena itu, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Samosir melalui instansi teknis terkait untuk segera turun ke lapangan guna melakukan audit fisik.
 
Masyarakat berharap instansi terkait tidak hanya memeriksa laporan administrasi di atas meja, melainkan memastikan kesesuaian anggaran dengan volume fisik di lapangan demi keamanan para siswa dan tenaga pendidik yang kelak menggunakan fasilitas tersebut.
 
(NR.Sitohang)