Tampilkan postingan dengan label samosir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label samosir. Tampilkan semua postingan

Kamis, Oktober 01, 2026

Bupati Vandiko Gultom Pimpin Peringatan Harkitnas ke-118 di Samosir

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026. Upacara khidmat ini dipusatkan langsung di Tanah Lapang Pangururan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.
 
Agenda tahunan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Sekretaris Daerah Marudut Tua Sitinjak, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, personel TNI/Polri, ASN, serta ratusan pelajar lintas generasi tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat.
 
Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, beliau membacakan amanat resmi dari Menteri Komunikasi dan Digital RI yang menekankan pentingnya memaknai perjuangan intelektual di era transformasi teknologi.

Transformasi Perjuangan Fisik Menuju Era Digital
 
Dalam amanat yang dibacakannya, Bupati Vandiko menyampaikan bahwa esensi dari lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 merupakan tonggak awal transformasi perjuangan bangsa, yang semula mengandalkan kekuatan fisik beralih ke perjuangan diplomasi dan intelektual.
 
"Semangat tahun 1908 adalah simbol kebangkitan kesadaran nasional. Di era modern tahun 2026 ini, tantangan kita telah bergeser. Perjuangan generasi muda saat ini adalah menguasai literasi digital, memperkuat sumber daya manusia, dan menjaga kedaulatan informasi," ujar Vandiko.
 
Beliau juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen penuh menyelaraskan program daerah dengan visi nasional, mulai dari pemenuhan gizi anak sekolah, pemerataan akses pendidikan, hingga penguatan ekonomi berbasis desa melalui koperasi.
 
Generasi Muda Samosir Harus Menjadi Pelaku Perubahan
 
Di hadapan para pelajar dan peserta upacara, Bupati Samosir menegaskan bahwa peringatan kebangkitan nasional tidak boleh sekadar menjadi rutinitas seremoni tahunan. Generasi muda di Samosir dituntut terampil memanfaatkan ruang digital secara sehat, aman, dan produktif.
 
"Masa depan daerah ini berada di tangan adik-adik sekalian. Kita ingin generasi muda Samosir tumbuh menjadi tunas bangsa yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan identitas budaya lokal," tegas Vandiko menutup arahannya.
 
Rangkaian upacara ditutup dengan penayangan lagu-lagu perjuangan nasional yang diikuti secara antusias oleh seluruh peserta, menandakan warisan semangat nasionalisme yang tetap hidup lintas generasi di Bumi Sakti Samosir.
 
Catatan Redaksi: Artikel ini diperbaharui guna disesuaikan dengan standar SEO Google serta dilakukan perbaikan pada label menu navigasi demi kenyamanan dan kemudahan pembaca dalam mengakses informasi.

(NR. Sitohang)



Selasa, Juli 21, 2026

Kapolres Samosir Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Tegaskan Perang terhadap Narkoba dan Illegal Logging

Artha-News.com I SAMOSIR, 21 Juli 2026 – Untuk membangun sinergitas dan berkomitmen membangun komunikasi yang terbuka dengan media sekaligus memperkuat penegakan hukum ditegaskan Kapolres Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., saat menggelar Coffee Morning bersama insan pers Kabupaten Samosir di Ruang Pelayanan Terpadu Polres Samosir, Selasa (21/7/2026).
 
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu menjadi momentum mempererat kemitraan antara Polri dan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif.
 
Hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Ops Kompol Eduar, S.H., Kabag Log AKP Radiaman Simarmata, Kasat Narkoba AKP Ferry Ariandy, S.H., M.H., Kasat Lantas AKP Robertus Gultom, Ps. Kasat Intelkam Iptu Donal P. Sitanggang, S.H., M.H., Kasat Binmas Iptu Priston Simbolon, Kasat Samapta Iptu Williamson Saragih, Kasat Pam Obvit Iptu Tangio H. Sitanggang, para perwira Polres Samosir, Ketua PWI Kabupaten Samosir Tumpal Sijabat, Sekretaris PWI Herbin Sinaga, serta sekitar 20 wartawan dari berbagai media.
 
Dalam sambutannya, AKBP Rina menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang selama ini telah menjadi mitra Polres Samosir dalam menyampaikan berbagai informasi kepada publik.
 
Menurutnya, Coffee Morning tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang dialog untuk menerima kritik, masukan, dan membangun komunikasi yang konstruktif.
"Media memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat. Karena itu, sinergi antara Polres Samosir dan insan pers harus terus diperkuat demi pelayanan publik yang semakin baik," ujar Kapolres.
 
Pada kesempatan itu, Kapolres juga memperkenalkan pejabat baru Kasat Reskrim Polres Samosir kepada para wartawan. Ia turut menyambut positif usulan agar Polres Samosir secara rutin menggelar press release setiap akhir bulan guna menyampaikan capaian kinerja serta perkembangan penanganan berbagai kasus.
 
Selain membahas kemitraan dengan media, AKBP Rina menegaskan komitmen Polres Samosir dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Ia menginstruksikan seluruh jajaran agar menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara profesional sesuai ketentuan hukum.
Tak hanya itu, perhatian serius juga diberikan terhadap maraknya dugaan praktik illegal logging di wilayah Kabupaten Samosir. Kapolres menegaskan telah memerintahkan Satreskrim untuk melakukan penyelidikan dan penindakan tegas terhadap setiap dugaan pembalakan liar sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
 
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Samosir, Tumpal Sijabat, mengapresiasi terselenggaranya Coffee Morning sebagai langkah positif dalam mempererat hubungan antara Polri dan insan pers.
Ia berharap Polres Samosir dapat secara konsisten menyampaikan press release setiap kali mengungkap suatu perkara agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
 
Dalam sesi dialog, para wartawan juga menyampaikan sejumlah masukan, di antaranya usulan penyediaan Press Room di lingkungan Mako Polres Samosir, pelibatan media dalam pengungkapan kasus maupun kegiatan sosial kemasyarakatan, serta pemberian apresiasi kepada insan pers yang aktif mendukung publikasi kegiatan positif kepolisian.
 
Para jurnalis yang hadir menilai keterbukaan Kapolres Samosir menjadi langkah penting dalam membangun hubungan yang profesional antara Polri dan media. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat penyampaian informasi yang objektif sekaligus menangkal penyebaran hoaks di tengah masyarakat.
 
Kegiatan Coffee Morning yang berakhir sekitar pukul 10.35 WIB itu ditutup dengan komitmen bersama antara Polres Samosir dan insan pers untuk terus menjaga komunikasi yang terbuka, meningkatkan kolaborasi, serta menghadirkan informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Samosir.
 
(NR.Sitohang)
(Redaksi Artha‑News)
Artha‑News: Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

Senin, Juli 20, 2026

Jalan Kolonel Maludin Simbolon Segera Diresmikan, Penghormatan atas Jasa Putra Terbaik Samosir

Artha-News.com I Samosir, 20 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Samosir bersama keluarga besar Kolonel Maludin Simbolon dan tokoh masyarakat menyepakati penamaan ruas jalan mulai dari Kelurahan Pintu Sona hingga Desa Simbolon Purba sebagai Jalan Kolonel Maludin Simbolon. Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam rapat yang digelar pada Senin (20/7/2026).
 
Rapat dihadiri oleh keluarga besar Kolonel Maludin Simbolon, tokoh adat, tokoh masyarakat, Camat Palipi, Camat Pangururan, sejumlah kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan Bupati Samosir yang diwakili Asisten I, Tunggul Sinaga.
 
Suasana rapat berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta menyampaikan dukungan terhadap penamaan jalan tersebut sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa Kolonel Maludin Simbolon yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi bangsa dan negara.
 
Dalam pemaparannya, tokoh masyarakat mengingatkan kembali perjalanan perjuangan Kolonel Maludin Simbolon sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai pejuang yang memiliki peran dalam perjalanan bangsa, termasuk dalam semangat otonomi daerah yang kini dinikmati berbagai wilayah di Indonesia.
 
Sebagai bentuk penghormatan negara, beliau juga dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.
 
Atas dasar itulah, seluruh peserta rapat menyatakan persetujuan agar nama Kolonel Maludin Simbolon diabadikan menjadi nama jalan yang membentang dari Kelurahan Pintu Sona hingga Desa Simbolon Purba.
 
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Samosir, para camat, kepala desa, BPD, serta tokoh adat menyatakan bahwa penamaan jalan ini bukan sekadar mengganti nama ruas jalan, melainkan menjadi simbol penghormatan kepada tokoh yang telah berjasa bagi bangsa sekaligus menjadi pengingat sejarah bagi generasi muda.
 
Keluarga besar Kolonel Maludin Simbolon berharap pengabdian dan perjuangan beliau dapat terus dikenang. Mereka juga berharap kehadiran Jalan Kolonel Maludin Simbolon mampu menginspirasi putra-putri Samosir untuk terus berprestasi, mencintai daerah, dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.
 
Peresmian nama jalan tersebut dijadwalkan akan segera dilaksanakan setelah seluruh tahapan administrasi dan persiapan selesai dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Samosir. Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya melestarikan sejarah sekaligus menghormati jasa para tokoh yang telah mengharumkan nama Samosir di tingkat nasional.
 
(NR.Sitohang)
(Redaksi Artha‑News)

Sabtu, Juli 18, 2026

Freddy Lamhot P. Situmorang, S.H., M.H. Terpilih Pimpin DPC Hanura Samosir, Siap Perkuat Konsolidasi Partai

Samosir | Artha‑News – 5 Juli 2026 – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Samosir secara resmi dan aklamasi menetapkan Freddy Lamhot P. Situmorang, S.H., M.H. sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Samosir untuk periode kepemimpinan lima tahun ke depan.
 
Proses penetapan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh semangat di Hotel Sitio‑Tio Hot Spring, Kelurahan Siogung‑ogung, Kecamatan Pangururan, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus DPD Partai Hanura Provinsi Sumatera Utara, utusan dari DPP, serta perwakilan kader terbaik dari sembilan kecamatan se‑Kabupaten Samosir.
 
Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Utara, El Adrianshah, S.E., M.I.P., secara resmi menyerahkan mandat kepemimpinan kepada Freddy Lamhot P. Situmorang sebagai bentuk pengukuhan dan kepercayaan penuh untuk membesarkan partai di daerah yang kaya potensi wisata dan budaya ini.
 
Dalam sambutan pertamanya, Freddy menyampaikan rasa syukur mendalam dan terima kasih yang sebesar‑besarnya atas kepercayaan luar biasa yang diberikan oleh seluruh kader. Ia berjanji akan menjalankan amanah mulia ini dengan penuh tanggung jawab, dimulai dari memperkuat konsolidasi internal, merapikan struktur organisasi, hingga meningkatkan peran nyata Hanura dalam pembangunan Kabupaten Samosir.
 
“Saya menerima amanah ini dengan hati yang lapang dan tanggung jawab besar. Ke depan, kami akan bekerja keras, kompak, dan berintegritas membesarkan Partai Hanura di Samosir, sekaligus berkontribusi nyata mendorong kemajuan daerah demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujar Freddy dengan tegas.
 
Ia juga mengajak seluruh kader, simpatisan, dan elemen masyarakat untuk bersatu meninggalkan perbedaan, serta mendukung berbagai program kerja yang akan disusun demi kemajuan bersama.
 
“Saya sangat serius ingin membawa perubahan positif bagi Samosir. Mari kita bergerak bersama, menjadikan Hanura sebagai rumah yang melayani aspirasi rakyat, dan siap berjuang menghadirkan perubahan yang lebih baik,” tambahnya.
 
Muscab ini menjadi pijakan kuat untuk memperkuat struktur hingga ke tingkat desa, menjaring kader baru yang berkualitas, serta mempersiapkan langkah strategis menghadapi agenda politik dan pembangunan mendatang di Kabupaten Samosir.
 
(NR.Sitohang / Tim Redaksi Artha‑News)

Selasa, Juli 14, 2026

Wabup Samosir Hadiri Penutupan Jamdasu XI 2026, Beri Apresiasi dan Motivasi Kontingen Samosir

SAMOSIR – Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menghadiri acara penutupan Jambore Daerah Sumatera Utara (Jamdasu) XI Gerakan Pramuka di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (12/7/2026).
 
Acara ditutup secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, didampingi Wabup Ariston serta kepala daerah lainnya se-Sumatera Utara. Ajang yang berlangsung 8–12 Juli 2026 ini diikuti 5.575 peserta Pramuka Penggalang dan unsur Kwartir dari 32 Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara.
 
Selama lima hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif: pembinaan keagamaan, keterampilan, wawasan kebangsaan, literasi digital, pelestarian budaya dan lingkungan, edukasi tanggap bencana, hingga puncak api unggun persaudaraan.
 
Dalam kesempatan itu, Gubernur Bobby Nasution sekaligus Ketua Kamabida Sumut memberikan penghargaan khusus kepada 19 petugas upacara, dengan membiayai keberangkatan mereka ke Jambore Nasional 2026 di Cibubur. “Permintaan adik-adik petugas upacara akan kami penuhi, biaya ditanggung Kwarda Sumatera Utara,” ujarnya.
 
Gubernur juga memuji kesiapan panitia, relawan, dan seluruh pihak yang menyukseskan acara secara tertib dan aman. Nantinya sebanyak 1.039 peserta terbaik akan mewakili Sumut ke Jambore Nasional 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur.
 
Upacara ditutup dengan pelepasan tanda peserta dan penyematan Tanda Ikut Serta Kegiatan (Tiska). Berikut hasil perlombaan:
 
- Juara Umum Kontingen: Deliserdang (I), Asahan (II), Simalungun (III)
​
- Lomba Desain Maskot & Logo: Fabian Vito dan Rizky Azwar (Deliserdang)
​
- E‑Sport Mobile Legends: Deliserdang (I), Dairi (II), Binjai (III)
 
Usai acara, Wabup Ariston didampingi Sekretaris Daerah Marudut Tua Sitinjak berbaur dan berfoto bersama Kontingen Samosir. Ia menyampaikan kebanggaan dan apresiasi atas semangat serta dedikasi dalam membawa nama baik daerah.
 
“Menang atau tidak bukan tujuan utama. Pengalaman, persaudaraan, disiplin, dan karakter yang kalian bangun adalah bekal berharga. Teruslah bersemangat tumbuh menjadi Pramuka yang tangguh dan berprestasi,” tegasnya.
 
(Tim Artha‑News)
(NR.Sitohang / Jeremia Pasaribu)

Sabtu, Juli 04, 2026

Hanura Samosir Usung Semangat “Bangkit‑Jaya‑Menang”, Muscab 2026 Jadi Awal Peraih Kembali Kepercayaan Rakyat

SAMOSIR — ARTHA‑NEWS | 4 JULI 2026 - Semangat kebangkitan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) bergema dari Kabupaten Samosir. Melalui Musyawarah Cabang (Muscab) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Sitiotio, Aek Rangat, Pangururan, Sabtu (4/7/2026), Hanura menegaskan komitmennya untuk kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di kawasan Danau Toba.
 
Mengusung tema besar “Bangkit – Jaya – Menang”, kegiatan ini menjadi momentum penting guna memperkuat pemantapan organisasi, mempererat persatuan kader, sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi persaingan politik mendatang.
 
Dihadiri Pimpinan Wilayah dan Berbagai Unsur Masyarakat
 
Acara ini dihadiri langsung Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sumatera Utara, El Adrian Shah, S.E., beserta jajaran pengurus DPD Hanura Sumut. Turut hadir Plt. Ketua DPC Hanura Kabupaten Samosir Roy Nainggolan Lumbanraja, S.P., Plt. Sekretaris DPC Nardi Simamora, S.TP., serta Plt. Bendahara Freddy Lamhot P. Situmorang, S.H., M.H.
 
Hadir pula pengurus PAC dari sembilan kecamatan se‑Kabupaten Samosir, para kader dan simpatisan, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai daerah.
 
Dihiasi Prosesi Adat Sebagai Landasan Perjuangan
 
Suasana Muscab kian semarak dengan penyambutan bernuansa budaya Batak. Rombongan pimpinan provinsi disambut tarian tradisional dari Sanggar Angel Elkanean binaan Bunda Marlita Simbolon, dilanjutkan prosesi mangulosi oleh tokoh adat Pangururan. Prosesi ini bermakna penghormatan, ikatan persaudaraan, sekaligus doa restu; menjadi pengingat bahwa setiap langkah politik harus tetap berpijak pada nilai luhur budaya dan kearifan lokal.
 
Pesan Kebangkitan dari Para Pemimpin
 
Ketua Panitia Penyelenggara, Nardi Simamora, mengajak seluruh unsur partai menjadikan Muscab ini sebagai titik tolak kebangkitan.
“Mari berjalan seiring dan seirama. Saatnya kita menjemput kembali kesempatan yang sempat hilang. Biarlah bendera Hanura kembali berkibar megah di kawasan Danau Toba,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
 
Sementara itu, Plt. Ketua DPC Hanura Samosir Roy Nainggolan Lumbanraja menegaskan kekuatan organisasi tumbuh dari kebersamaan.
“Semoga komunikasi kita makin erat, makin bermakna, dan menjadi kekuatan bersama dalam membesarkan Hanura di Kabupaten Samosir,” ucapnya.
 
Ketua DPD Hanura Sumatera Utara El Adrian Shah menjelaskan Muscab ini merupakan bagian dari pemantapan organisasi yang berjalan di 28 kabupaten/kota se‑Sumut. Ia menyoroti catatan sejarah bahwa pada Pemilu 2019 Hanura masih menguasai satu kursi di DPRD Samosir yang kini kosong — menjadi tugas bersama untuk dikembalikan.
“Saya yakin dengan kebersamaan dan kerja keras, Hanura akan kembali bangkit,” tegasnya.
 
Ia juga menyambut baik bergabungnya Freddy Lamhot P. Situmorang dalam jajaran kepengurusan; kehadiran tokoh muda dinilai akan membawa energi baru guna membangun kembali kepercayaan masyarakat.
 
Dalam arahannya, El Adrian Shah mengingatkan bahwa perjuangan politik memerlukan ketekunan dan semangat pantang menyerah.
“Hasil yang belum memuaskan bukan alasan berhenti berjuang. Dari setiap proses lahir pengalaman, kedewasaan, dan peluang baru untuk terus mengabdi kepada masyarakat,” tuturnya.
 
Titik Awal Langkah Baru
 
Muscab Hanura Kabupaten Samosir bukan sekadar pertemuan organisasi, melainkan awal menata arah kebijakan, memperkokoh persatuan kader, memperluas dukungan masyarakat, serta membangun optimisme menyongsong pemilihan umum mendatang.
 
Dengan semangat persatuan “Bangkit – Jaya – Menang”, Hanura bertekad kembali meraih kepercayaan rakyat dan berperan aktif dalam pembangunan Kabupaten Samosir.
 
Penulis: NR. Sitohang
Wartawan Artha‑News

Selasa, Juni 30, 2026

Pemkab Samosir Perkuat Strategi Percepatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)

Artha-News.com I Samosir, 30 Juni 2026 - Untuk mempercepat pencapaian sasaran Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Kesehatan menggelar Rapat Evaluasi dan Penyusunan Strategi Peningkatan Capaian PKG. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Bupati Samosir, Selasa (30/06/2026).
 
Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, SE, MM, menegaskan bahwa PKG merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) — prioritas nasional sekaligus unggulan daerah. Program ini bertujuan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Samosir.
 
Target capaian PKG tahun 2026 ditetapkan sebesar 65 persen. Menurut Ariston, sasaran tersebut harus dipenuhi lewat pelayanan yang berkualitas dan merata.
 
“Seluruh warga berhak mendapatkan layanan ini. Diperlukan strategi terpadu dan kerja sama lintas pihak — mulai tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga kecamatan. Tim kesehatan diminta menyusun jadwal pelayanan yang menjangkau hingga ke tingkat dusun, agar tidak ada warga yang terlewat,” tegasnya.
 
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Baperida) Samosir, Rajoki Simarmata, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas kesehatan menjadi salah satu pilar utama menuju Indonesia Emas. Samosir telah mencapai cakupan semesta jaminan kesehatan atau Universal Health Coverage (UHC), sehingga penguatan layanan pencegahan seperti PKG menjadi langkah yang sangat tepat dan selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
 
“Puskesmas dan bidan desa adalah garda terdepan. Keberhasilan program ini butuh kebijakan yang disokong anggaran tepat sasaran serta komitmen bersama di semua jenjang pemerintahan. Mari ajak masyarakat memeriksakan diri demi mewujudkan warga yang lebih sehat,” tambahnya.
 
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Dina Hutapea, memaparkan data perkembangan program: per 22 Juni 2026, tercatat 36.162 warga telah mengikuti pemeriksaan dari total sasaran 142.062 jiwa — atau baru mencapai 28,42 persen.
 
Program ini disusun sebagai upaya deteksi dini penyakit. Selama ini, anggaran kesehatan banyak terserap untuk pengobatan penyakit berat akibat keterlambatan penanganan. Melalui pemeriksaan dini, penyakit seperti kanker, tumor, atau gangguan ginjal dapat diketahui dan ditangani lebih cepat — kualitas hidup masyarakat meningkat sekaligus biaya pengobatan dapat ditekan. Anggaran yang dihemat nantinya bisa dialihkan untuk pembangunan sektor lain.
 
Guna mempercepat capaian, Dinas Kesehatan meluncurkan inovasi JEMPOL PKG atau Jemput Bola Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Tim kesehatan akan mendatangi wilayah terpencil, serta membuka layanan pemeriksaan di tengah kegiatan masyarakat — mulai pesta adat hingga pertemuan warga desa.
 
Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, Pemkab Samosir optimis target 65 persen pada akhir tahun dapat tercapai bahkan terlampaui, demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
 
Turut hadir dalam kegiatan: Asisten I Sekretariat Daerah Tunggul Sinaga, para camat, kepala desa, kepala puskesmas, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
 
Peliput: NR. Sitohang

Sabtu, Juni 27, 2026

Wakil Bupati Samosir Lantik 9 Pejabat Tinggi Pratama, Tekankan Sinergi, Integritas, dan Prestasi

Samosir, Artha‑News.com – Wakil Bupati Samosir melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) di Aula Kantor Bupati Samosir, pada Jumat, 26 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah guna memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, berintegritas tinggi, serta berorientasi pada peningkatan pelayanan publik dan percepatan pencapaian visi misi pembangunan Kabupaten Samosir.
 
Pelantikan dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Samosir Nomor 146 Tahun 2026 tertanggal 23 Juni 2026, tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir.
 
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pengangkatan tersebut merupakan sebuah amanah besar yang wajib dijalankan dengan penuh semangat pengabdian, kejujuran, keikhlasan, dedikasi, serta rasa tanggung jawab dan loyalitas yang tinggi.
 
“Jabatan ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan sebaik‑baiknya. Dedikasi nyata harus ditunjukkan melalui pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya bagi seluruh masyarakat Kabupaten Samosir. Demikian pula loyalitas terhadap tugas, fungsi, dan kebijakan pemerintahan harus terus ditingkatkan,” tegas Wakil Bupati.
 
Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa kesembilan pejabat yang dilantik telah melewati rangkaian proses seleksi yang panjang, terbuka, transparan, serta objektif. Oleh sebab itu, kepercayaan besar yang telah diberikan harus dibalas dengan kinerja terbaik dan capaian hasil kerja yang nyata.
 
“Tugas dan tanggung jawab yang diemban sangatlah besar. Kami menantikan prestasi nyata dari Bapak‑Ibu sekalian lewat kerja yang sungguh‑sungguh. Beranilah mengambil keputusan yang tepat, namun tetap bertanggung jawab atas setiap kebijakan yang diambil demi kepentingan bersama,” ujarnya.
 
Wakil Bupati juga mengingatkan agar seluruh pejabat senantiasa berpedoman pada norma, standar, prosedur, serta peraturan perundang‑undangan yang berlaku, sehingga setiap program pembangunan dapat diselenggarakan secara tertib, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah diminta menyatukan persepsi dan langkah guna mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati, serta mengesampingkan kepentingan atau pandangan yang bersifat sektoral.
 
“Hilangkan sifat ego sektoral. Jangan merasa paling pandai, paling tahu, paling mampu, atau paling berkuasa. Yang paling utama adalah prestasi dan hasil kerja yang bermanfaat bagi masyarakat. Tidak ada instansi yang kuat jika bekerja sendiri‑sendiri. Maka dari itu, bangunlah kerja sama dan tim kerja yang kokoh di setiap satuan kerja,” pesannya.
 
Poin penting lainnya yang ditekankan adalah kemampuan memimpin, membina, membimbing, serta memotivasi seluruh jajaran di bawahnya. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut menguasai kemampuan teknis bidang tugasnya, melainkan juga memiliki kemampuan manajerial guna membangun organisasi yang kompak, bersih, berwibawa, dan produktif.
 
“Bimbinglah bawahan dengan sebaik‑baiknya, tetapkan standar kerja yang jelas, pelihara semangat integritas dan loyalitas, serta ciptakan kerja sama tim yang kuat agar seluruh rencana program kerja dapat terlaksana sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Samosir,” imbuhnya.
 
Di akhir penyampaian, Wakil Bupati mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, berharap amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat luas.
 
Adapun kesembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik beserta jabatan barunya adalah:
• Manthun I.P. Sinaga, S.E. — Inspektur Daerah;
• Rudimantho Limbong, S.Hut., M.M. — Kepala Dinas Pekerjaan Umum;
• Goldfried H. Harianja, S.P., M.Si. — Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Tata Ruang;
• Hans Rikardo Sidabutar, S.STP. — Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa;
• Dermawan Sinaga, S.Si. — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan;
• Elman Silalahi, S.P. — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, serta Tenaga Kerja;
• Advent Sitindaon, S.Sos. — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan;
• Besron Sitanggang, S.Si. — Kepala Badan Pendapatan Daerah;
• Masryn Repin Renilda Simbolon, S.T. — Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
 
Turut menyaksikan pelantikan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekretaris Daerah, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir.
 
(NR. Sitohang)

Rabu, Juni 24, 2026

Kasus Laka Maut Siswi SMP di Pangururan Terus Disidik, Polisi Targetkan Penetapan Tersangka

Artha-News.com I SAMOSIR, 24 Juni 2026 – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Samosir menegaskan penyidikan kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang siswi SMP di Pangururan masih berjalan aktif.
 
Kecelakaan terjadi sekitar sembilan Bulan Berlalu di ruas jalan depan Kantor KPU Samosir, melibatkan dua sepeda motor yang masing-masing berpenumpang dua orang. Dalam peristiwa itu, seorang siswi SMP Budi Mulia Pangururan meninggal dunia, sementara penumpang lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis.
 
Penyidik Satlantas Polres Samosir, Bona, menjelaskan timnya masih memeriksa saksi maupun korban selamat berinisial P guna melengkapi alat bukti dan memastikan kronologi utuh tanpa ada bagian yang terlewat.
 
“Proses penyidikan tidak mandek. Hari ini kami masih memeriksa pihak korban guna memperoleh keterangan lengkap. Sejak kami bertugas di Lantas pada Maret lalu, seluruh tunggakan perkara kami buka kembali dan ditangani secara aktif serta terukur,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
 
Polisi menargetkan penetapan tersangka dapat dilakukan dua hingga tiga hari setelah rangkaian Hari Bhayangkara selesai, asalkan alat bukti sudah cukup dan memenuhi syarat hukum.
 
Bona juga membantah adanya anggapan penanganan terhenti atau lambat. Sementara itu, keluarga korban berharap proses hukum berjalan transparan, terbuka, dan memberikan kepastian hukum yang adil atas peristiwa yang merenggut nyawa anggota keluarga mereka.
 
Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, melainkan memberi ruang bagi penyidik bekerja sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. Kasus ini menjadi perhatian luas warga Samosir karena melibatkan pelajar dan terjadi di kawasan padat aktivitas Pangururan.
 
(NR.Sitohang)

Rabu, Juni 17, 2026

Misteri Kematian Pekerja Kafe di Samosir Kian Jadi Sorotan, Publik Menanti Penjelasan Resmi Polisi


📌 KATEGORI: HUKUM & KRIMINAL

Misteri Kematian Pekerja Kafe di Samosir Kian Jadi Sorotan, Publik Menanti Penjelasan Resmi Polisi

ARTHA-NEWS.COM | SAMOSIR, 18 JUNI 2026

Kasus kematian seorang perempuan bernama Diana Lince Hutahayan (24 tahun), yang bekerja di salah satu kafe di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, masih menjadi perhatian masyarakat luas.

Hingga Rabu (17/6/2026), berbagai pertanyaan masih berkembang di tengah warga. Hal ini terjadi karena pihak kepolisian belum menyampaikan keterangan resmi maupun hasil penyelidikan serta pemeriksaan forensik terkait penyebab kematian korban.

Diana sebelumnya dibawa ke RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan dalam kondisi kritis. Direktur RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan, dr. Iwan Hartono Sihaloho, menjelaskan korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Selasa malam dalam kondisi kejang-kejang dan membutuhkan penanganan segera.

Tim medis telah melakukan upaya penyelamatan sesuai prosedur, namun kondisi korban terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Pihak rumah sakit menegaskan tidak memberikan kesimpulan mengenai penyebab kematian dan menyerahkan penentuan penyebab pastinya kepada pemeriksaan pihak berwenang.

Setelah dinyatakan meninggal, jenazah awalnya akan dibawa menuju Kota Pematangsiantar, namun rencana tersebut tidak terlaksana dan jenazah kembali ke wilayah Samosir. Selanjutnya, jenazah ditangani pihak kepolisian untuk keperluan penyelidikan, kemudian diberangkatkan ke Medan guna menjalani pemeriksaan forensik.

Sejumlah informasi beredar di masyarakat menyebutkan bahwa setelah proses pemeriksaan forensik selesai, jenazah dibawa menuju Pematangsiantar. Namun informasi tersebut **belum dikonfirmasi secara resmi** oleh pihak keluarga maupun aparat penegak hukum, sehingga belum dapat dipastikan kebenarannya.

Di tengah minimnya informasi resmi, kasus ini terus menjadi perbincangan warga. Masyarakat berharap proses penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis bukti agar berbagai spekulasi yang berkembang dapat segera dijawab.

Saat dikonfirmasi, Kanit Pidum Polres Samosir, Ipda Widodo Kaban, menyatakan belum dapat memberikan keterangan terkait perkara tersebut. “Saya tidak bisa menyampaikan, tanya saja ke Kasi Humas,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Samosir juga menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan forensik atau autopsi belum diterbitkan secara tertulis.

**Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Samosir mengenai hasil penyelidikan, hasil pemeriksaan forensik, maupun kesimpulan sementara penyebab kematian Diana Lince Hutahayan.**

Publik kini menantikan penjelasan resmi yang berdasar fakta dan bukti ilmiah, agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diketahui secara jelas dan tidak menimbulkan dugaan-dugaan yang tidak berdasar.

**Sumber:** Pantauan lapangan dan konfirmasi ke pihak terkait
*(NR. Sitohang)*

Selasa, April 28, 2026

Diduga Halangi Wartawan, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Samosir T. Hutabalian Tuai Sorotan

Artha-News.com | Samosir, 28 April 2026 - Sikap tertutup Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Samosir, Trianto Hutabalian, menuai sorotan setelah ia menghalangi sejumlah wartawan yang hendak meliput pertemuan antara Satpol PP dan warga Parbaba di Kantor Satpol PP Samosir.

Pertemuan itu digelar untuk menindaklanjuti surat teguran terkait rumah warga di sekitar Dermaga Pasir Putih Parbaba. Rumah-rumah tersebut disebut berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Samosir. Namun, alih-alih berjalan terbuka, akses informasi justru dibatasi.

Sejumlah jurnalis yang hadir mengaku tidak diizinkan masuk ke ruangan saat proses klarifikasi berlangsung.Mereka mempertanyakan alasan pelarangan tersebut, mengingat kegiatan itu menyangkut kepentingan publik.  
“Kami hanya ingin meliput. Kenapa harus dilarang? Apakah ada yang ditutup-tutupi?” ujar salah satu wartawan, H. Naibaho.

Menanggapi pertanyaan itu, Trianto Hutabalian justru bersikap defensif. Ia menegaskan bahwa pihaknya berhak mengatur jalannya kegiatan dan meminta wartawan melayangkan surat resmi jika ingin melakukan peliputan.  

“Kenapa kalian yang mengatur kami? Surati kami,” ucapnya dengan nada menantang, menurut keterangan sejumlah jurnalis di lokasi.

Meski didesak, Trianto tetap bersikeras tidak memberi akses kepada media. Ia hanya berjanji akan membagikan dokumentasi setelah kegiatan selesai.

Sikap tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan wartawan. Mereka menilai ada upaya pembatasan informasi dalam proses yang seharusnya transparan. Padahal, pertemuan itu menyangkut nasib warga Parbaba, Desa Huta Bolon, Kecamatan Pangururan, yang sedang menghadapi persoalan status lahan tempat tinggal mereka. Isu ini tidak hanya menyentuh aspek hukum, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Tindakan pelarangan terhadap wartawan dinilai bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik dan menghambat fungsi pers sebagai kontrol sosial. Dalam negara demokrasi, media memiliki hak untuk memperoleh dan menyebarluaskan informasi, terutama pada isu yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Para jurnalis berharap pemerintah daerah maupun pusat mengevaluasi sikap pejabat yang tidak kooperatif terhadap media.Mereka menegaskan bahwa transparansi adalah kunci menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah. Jika pola pembatasan seperti ini terus terjadi, kepercayaan masyarakat bisa tergerus dan ruang gelap dalam pengambilan kebijakan akan semakin melebar.

(NR. Sitohang)

Senin, April 27, 2026

RDP Ranperda Persampahan Samosir Menghangat: Sanksi Diperdebatkan, Fasilitas Dinilai Masih Minim

Artha-News.com I Samosir, 27 April 2026 -  Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Persampahan di Kabupaten Samosir memanas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Samosir, Senin (27/4/2026). Sejumlah pasal krusial menjadi sorotan tajam, terutama terkait sanksi pidana dan denda yang dinilai berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

RDP yang dihadiri unsur DPRD, Pemerintah Kabupaten, serta Perkumpulan Warkop Jurnalis Samosir itu tidak hanya membahas norma hukum, tetapi juga menguliti realitas di lapangan. Fakta mencolok terungkap: ratusan desa dan kelurahan di Samosir disebut belum didukung fasilitas tong sampah yang memadai.

Ketimpangan antara rencana penegakan aturan dan kesiapan infrastruktur ini menjadi titik kritik utama.

 Sejumlah peserta rapat menilai, penerapan sanksi tanpa dukungan sarana hanya akan membebani masyarakat.Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon, menegaskan bahwa pembahasan Ranperda Persampahan tidak boleh sekadar formalitas. Ia menekankan pentingnya menghadirkan regulasi yang benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Perda ini harus berpihak pada warga. Jangan sampai hanya jadi aturan di atas kertas, tapi sulit diterapkan di lapangan,” ujarnya.
Senada, anggota Bapemperda DPRD Samosir, Marco Simbolon, membuka ruang selebar-lebarnya bagi partisipasi publik. Ia menyebut, legitimasi perda akan kuat jika lahir dari proses yang transparan dan melibatkan masyarakat.
Namun, titik paling panas dalam pembahasan muncul saat membahas ketentuan sanksi.

 Anggota DPRD Magdalena Sitinjak secara tegas mempertanyakan efektivitas sanksi pidana dalam persoalan persampahan.
Menurutnya, pendekatan kriminalisasi tidak tepat untuk persoalan yang lebih bersifat sosial dan edukatif. Ia mendorong agar sanksi difokuskan pada denda yang proporsional dan pembinaan.
“Jangan sampai masyarakat justru takut. Yang kita butuhkan itu kesadaran, bukan tekanan,” tegasnya.
Kekhawatiran serupa datang dari kalangan jurnalis.

 Ketua Perkumpulan Warkop Jurnalis Samosir, Hotdon Naibaho, mengingatkan agar perda tidak menjadi alat yang justru merugikan masyarakat.
Ia menyoroti pentingnya asas keadilan dan transparansi dalam setiap tahapan pembahasan. “Masyarakat harus tahu isi aturan sebelum disahkan. Jangan ada kesan dibuat diam-diam,” katanya.
Bahkan, Hayun Gultom mengingatkan potensi dampak sosial dari pasal pidana. Ia menilai, aturan yang terlalu represif bisa memicu konflik horizontal, termasuk praktik saling melapor antarwarga.

“Kalau terlalu keras, ini bisa jadi momok. Harusnya pemerintah lebih dulu hadir dengan solusi,” ujarnya.
Sorotan juga diarahkan pada Pasal 43 hingga 45 yang mengatur sanksi. Robin Nainggolan menilai pasal-pasal tersebut perlu dikaji ulang secara mendalam agar tidak memicu resistensi publik.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Asisten II Hotraja Sitanggang menegaskan bahwa Ranperda Persampahan disusun mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Ia menyebut regulasi ini sebagai bentuk tanggung jawab daerah dalam menjaga lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Edison Pasaribu, menambahkan bahwa aturan ini penting mengingat Samosir merupakan daerah tujuan wisata. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik menjadi kunci menjaga citra daerah.

“Ini bukan untuk menyulitkan masyarakat, tapi untuk kepentingan bersama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pelaku usaha seperti hotel dan penginapan akan menjadi salah satu fokus pengaturan, mengingat kontribusi sampah yang lebih besar.
Meski demikian, benang merah dari RDP tersebut jelas: publik tidak menolak regulasi, tetapi menuntut keadilan dan kesiapan. Tanpa fasilitas memadai dan pendekatan edukatif, perda berpotensi kehilangan legitimasi sejak awal.

Kini, DPRD Samosir dihadapkan pada pilihan krusial—melahirkan aturan yang tegas namun manusiawi, atau justru menuai penolakan karena dianggap terlalu jauh dari realitas masyarakat.

(NR.Sitohang)

Selasa, April 21, 2026

Warga Pertanyakan Dilema Penertiban Dermaga Parbaba: Ketika Aturan Berhadapan dengan Kenyataan

Artha-News com I Samosir, 21 April 2026 -  Langkah penertiban di kawasan Dermaga Pasir Putih Parbaba kembali memantik polemik.
 Senin sore, Dinas Perhubungan bersama Satpol PP dan Dinas Perkim Kabupaten Samosir turun langsung melakukan pengukuran terhadap bangunan milik warga yang dinilai melanggar aturan dan estetika kawasan.

Bangunan yang menjadi sasaran adalah milik Hotmaida Rumahorbo (69) dan putrinya, Intan Sipangkar (42). Pemerintah beralasan, keberadaan bangunan tersebut tidak sesuai dengan peruntukan kawasan strategis pariwisata.

Namun, penertiban ini membuka pertanyaan yang lebih dalam: apakah benar sumber masalah ada pada bangunan warga, atau justru pada kegagalan fungsi kawasan itu sendiri?

Fakta di lapangan menunjukkan kondisi dermaga jauh dari kata layak. Fasilitas yang seharusnya menjadi pintu masuk wisata justru tampak terbengkalai. Struktur pelabuhan mengalami kerusakan, landasan berlubang, dan tiang-tiang yang bahkan tidak menyentuh air.

 Aktivitas pelabuhan nyaris tidak terlihat.Dalam situasi tersebut, ruang kosong yang tidak termanfaatkan justru diisi oleh aktivitas masyarakat. Kehadiran homestay kecil milik Hotmaida dan kedai sederhana milik Intan menjadi bentuk adaptasi ekonomi warga terhadap kondisi kawasan yang tidak berfungsi optimal.

Ironisnya, ketika pelabuhan gagal menjalankan perannya, justru usaha kecil masyarakat yang dipersoalkan atas nama estetika.
“Kami tidak pernah mengklaim lahan ini milik pribadi. Kalau pelabuhan ini benar-benar difungsikan, kami siap bongkar,” ungkap keluarga tersebut.

Pernyataan itu mempertegas bahwa warga bukan pihak yang membangkang, melainkan berusaha bertahan hidup di tengah ketidakpastian fungsi ruang publik.
Penertiban tanpa solusi berpotensi melahirkan ketidakadilan baru.

Pemerintah dinilai terlalu fokus pada pelanggaran administratif, tanpa melihat realitas sosial di lapangan. Padahal, jika dikelola dengan pendekatan yang tepat, kawasan ini bisa tetap tertib sekaligus produktif.
Pengamat menilai, pendekatan yang lebih bijak seharusnya dilakukan.

 Alih-alih penggusuran, pemerintah bisa menempuh langkah pembinaan, penataan, hingga skema legalisasi terbatas seperti sistem sewa atau zonasi usaha. Dengan demikian, estetika kawasan tetap terjaga, sementara ekonomi warga tidak dimatikan.
Lebih jauh, isu ini juga menyentuh soal konsistensi penegakan aturan.

 Di sepanjang pesisir Danau Toba, masih banyak bangunan yang diduga melanggar sempadan. Jika penertiban hanya menyasar titik tertentu, maka publik berhak mempertanyakan keadilan kebijakan tersebut.

Persoalan Dermaga Parbaba sejatinya bukan sekadar soal bangunan liar. Ini adalah cerminan dari problem tata kelola: ketika infrastruktur tidak berfungsi, ruang menjadi liar, dan masyarakat dipaksa beradaptasi.

Kini sorotan tertuju pada Pemerintah Kabupaten Samosir. Akankah kebijakan dijalankan secara kaku, ataukah ada ruang untuk kebijaksanaan yang lebih manusiawi?
Peran kepala daerah dan DPRD menjadi krusial.

 Bukan hanya dalam menegakkan aturan, tetapi juga memastikan bahwa setiap kebijakan berpijak pada keadilan dan akal sehat.
Karena pada akhirnya, pembangunan bukan sekadar soal merapikan ruang, tetapi tentang menjaga keberlangsungan hidup masyarakat yang ada di dalamnya.

(NR.Sitohang)

Selasa, Maret 31, 2026

Kemiskinan Diduga Jadi Pemicu, Siswa Kelas 1 SMA di Samosir Pilih Akhiri Hidup Gantung Diri

Artha-News.com I  Samosir (31/03-2026) I Suasana pagi di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, berubah menjadi duka setelah seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar mandi rumahnya, Senin pagi (30/3/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. 

Dugaan sementara, persoalan kemiskinan dan tekanan ekonomi keluarga menjadi pemicu korban nekat mengakhiri hidup.
Peristiwa tragis itu terjadi di rumah korban di Huta Ginjang Dusun 1, Desa Huta Ginjang. 

Korban diketahui bernama PJS, warga Huta Ginjang Dusun 1 Desa Dosroha, Simanindo, Kabupaten Samosir.

Informasi yang dihimpun, keluarga korban selama ini merupakan penerima bantuan sosial pemerintah dan tergolong keluarga tidak mampu setelah sang ayah kehilangan sumber mata pencaharian. Kondisi ekonomi yang sulit disebut menjadi tekanan tersendiri di dalam keluarga.

"Keluarga ini memang berasal dari keluarga tidak mampu dan selama ini adalah keluarga miskin penerima bantuan dari pemerintah," ujar Kepala Desa Hutaginjang Raisan Situmorang.

Ia menjelaskan, keadaan keluarga semakin sulit setelah ayah korban pensiun dari perusahaan keramba jaring apung di Samosir. "Sang ibu juga tidak mempunyai pekerjaan selama suami bekerja dan keluarga sering bertengkar," jelas Kades Raisan ketika dikonfirmasi wartawan usai penguburan korban, Senin (30/1/2026).

Kapolsek Simanindo IPTU Ramadan Siregar membenarkan peristiwa tersebut. 

"Pada hari Senin Tanggal 30 Maret 2026 sekira Pukul 05.30 wib di temukan 1 Orang Mayat laki-laki Remaja dengan Posisi Gantung diri di dalam Kamar mandi di Rumahnya yang beralamat di Huta Ginjang Dusun 1 Desa Huta Ginjang Kecamatan Simanindo," ujar Iptu Ramadan.

Dari hasil keterangan awal, polisi menduga korban tertekan karena kebutuhan sekolah yang beberapa kali tidak dapat dipenuhi orang tua akibat kondisi ekonomi keluarga.

"Kemungkinan motifnya karena faktor ekonomi, ada beberapa kali korban meminta sesuatu kebutuhan sekolah kepada orang tuanya tapi tidak bisa memenuhi sehingga kemungkinan korban stres dan labil akhir nya memicunya untuk nekat melakukan itu," jelas Iptu Ramadan kepada wartawan pada Senin, (30/3/2026).

Korban pertama kali ditemukan oleh ayah kandungnya, TS (63), saat mencari keberadaan anaknya yang biasanya sudah berada di kamar mandi pada jam tersebut.

"Kebiasaan korban pada pukul 05.30 Wib telah berada di dalam kamar mandi, kemudian saya menuju kamar mandi dan menemukan korban dalam posisi tergantung di dalam kamar mandi dalam rumah, melihat itu saya berteriak histeris sambil menurunkan jasad korban, kemudian mamanya BAS dan adik perempuannya PAS terbangun dan juga berteriak menangis," ujar ayah korban TS kepada polisi.

Laporan kejadian kemudian diterima perangkat desa Erik Sinaga dan diteruskan kepada Bhabinkamtibmas serta Babinsa Desa Huta Ginjang. Saat ditemukan di tempat kejadian perkara, korban masih dalam posisi tergantung dengan kedua kaki masih menyentuh lantai kamar mandi.
Kepala Sekolah SMAN 1 Ambarita T Jauhari Rumahorbo membenarkan korban merupakan siswanya di kelas 1 SMA.

"Benar, dia adalah murid kami kelas 1 SMA, pribadinya memang pendiam dan penyendiri selama ini," ujar Jauhari Rumahorbo usai bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah VIII bersama para guru menemui keluarga korban pada Selasa, 31 Maret 2026.

(NR.Sitohang)

Tepat Waktu, Bupati Samosir Sampaikan LKPD 2025 ke BPK Sumut

Artha-News.com I Samosir, ( 30/03/2026) - Pemerintah Kabupaten Samosir menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 Unaudited kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara, Senin (30/3/2026).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, bersamaan dengan beberapa kepala daerah termasuk juga Provinsi Sumatera Utara yang disampaikan langsung oleh Gubsu Bobby Nasution.

Dokumen LKPD diterima Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Paula Henry Simatupang, yang ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima.
Vandiko mengatakan, penyampaian LKPD Pemkab. Samosir dilakukan tepat waktu, yakni tiga bulan setelah berakhirnya tahun anggaran 2025, sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.
“LKPD bukan sekadar laporan rutin. Kami berharap melalui audit yang dilakukan BPK, Kabupaten Samosir dapat kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ujar Vandiko.

Ia menambahkan, proses penyusunan hingga penyerahan laporan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab. Samosir dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, serta efisien.

Dengan capaian delapan kali opini WTP secara berturut-turut, Vandiko berharap pendampingan dari BPK tetap berlanjut guna meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan yang lebih baik di masa mendatang.
“Harapan kami, capaian WTP ke depan dapat menjadi dasar untuk mewujudkan Samosir yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Sumatera Utara, Paula Henry Simatupang, menjelaskan bahwa penyampaian LKPD merupakan kewajiban setiap pemerintah daerah sesuai amanat undang-undang.
Setelah laporan diterima, BPK memiliki waktu maksimal dua bulan untuk melakukan pemeriksaan dan menyampaikan hasil audit. Menurutnya, penyampaian LKPD dengan tepat waktu sangat memengaruhi hasil akhir pemeriksaan yang dilakukan BPK.
“Pemeriksaan tidak hanya menilai kepatuhan administratif, tetapi juga efektivitas sistem pengendalian internal serta kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan,” ujar Paula. Ia menegaskan bahwa BPK akan bekerja dengan profesional dan tidak ada intervensi dari pihak manapun.  

Lebih lanjut Paula Henry Simatupang, menekankan pentingnya respons cepat dari pemerintah daerah terhadap hasil pemeriksaan serta menindaklanjuti bila ditemukan adanya indikasi permasalahan.
“Pemerintah daerah harus responsif untuk mencegah kendala yang lebih sistematis sehingga laporan keuangan dapat disajikan secara akuntabel,” ujarnya.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, turut memberikan dorongan kepada seluruh kepala daerah di Sumatera Utara untuk dapat mempertahankan serta meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebagai standar tertinggi dalam pengelolaan keuangan daerah.

Turut hadir Sekdakab. Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Melva Siboro, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang

(NR.Sitohang)

Selasa, Juli 08, 2025

Samosir:Dibuka oleh Wapres RI,Wakil Bupati Samosir Turut Hadiri Pembukaan Rakernas PSBI 2025.

Artha-News.com-Samosir-.(7/7).
Wapres RI Gibran Rakabuming membuka Rakernas Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) Tahun 2025 yang diselenggarakan di The Ballroom, Pondok Indah Golf Course,Jakarta Selatan,Senin (07/07/2025).

Acara pembukaan Rakernas PSBI juga dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana,Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, SE,MM serta para tokoh nasional dan daerah dari keluarga besar Simbolon di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan tersebut,Wapres mengapresiasi peran PSBI dalam menjaga budaya leluhur dan mempererat persatuan bangsa,serta mendorong agar Rakernas menghasilkan program-program yang selaras dengan agenda pembangunan nasional.

Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif dan berakar pada kearifan lokal, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat budaya dan ekonomi kerakyatan.

Gibran mengatakan Pemerintah dalam waktu dekat akan meluncurkan sejumlah program strategis seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat perekonomian rakyat.

“Jadi saya mohon nanti di dalam acara rakernas dalam dua hari ini, saya mohon Pak Ketua,beserta seluruh keluarga besar Simbolon untuk terus mengawal,untuk terus mendukung visi,misi,dan program dari Pak Presiden,” ucapnya.

Wapres juga menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam organisasi seperti PSBI agar tetap relevan dan adaptif terhadap kemajuan teknologi dan zaman.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, menyampaikan selamat atas pelaksanaan Rakernas PSBI ini, semoga acara berjalan lancar dan sukses serta kami berharap seluruh anggota PSBI dan keluarga tetap mendukung Pembangunan di Kabupaten Samosir.

Rakernas PSBI 2025 yang berlangsung selama dua hari,7–8 Juli 2025, sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-18 PSBI.

 (NR.Sitohang)

Jumat, Juni 13, 2025

WABUP ARISTON TUA SIDAURUK TERIMA PENGELOLAAN SEMENTARA IPLT

Artha-News Samosir (13/06),Kementrian Pekerjaan Umum (PU)  resmi menyerahkan pengelolaan sementara Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) kepada  Pemkab.Samosir. Pengelolaan sementara diserahkan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara Deva Kurniawan Rahmadi kepada Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk dalam acara seremoni yang digelar di Lobby Lantai 2 Kantor Bupati Samosir,13/06.

Turut hadir Kasubbag Umum dan Tata Usaha Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara Marlina Rumiris,Kadis PUTR Rudimanto Limbong, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, Kabid Aset Ondy P. Limbong.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyambut baik serah terima pengelolaan sementara IPLT. Dengan pengelolaan sementara yang diberikan kepada Pemkab. Samosir, Ariston menyampaikan pemanfaatannya akan dioptimalkan memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kami dari Pemkab.Samosir sangat berterima kasih dengan penyerahan pengelolaan sementara IPLT.Akan kami manfaatkan seoptimal mungkin memenuhi kebutuhan masyarakat, terlebih dengan keberadaan mobil tinja yang memang dibutuhkan masyarakat" kata Ariston 

Ditambahkan Ariston,selama pengelolaan sementara, Pemkab. Samosir akan menjaga dan merawat fasilitas dan infrastruktur yang ada karena sebagai daerah pariwisata IPLT sangat dibutuhkan untuk penataan lingkungan yang lebih baik. IPLT Samosir yang diserahterimakan senilai Rp.11,7 M terdiri dari Bangunan gedung instalasi,sarpras pendukung dan 1 unit mobil tinja. 

Melihat luas wilayah dan kebutuhan masyarakat yang tersebar ditiap Kecamatan,Wakil Bupati Samosir meminta perhatian dan bantuan kementerian PU melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara untuk penambahan 2 unit mobil pengangkut tinja agar semua masyarakat dapat terlayani dengan baik. 

" Mobil pengangkut tinja sangat kami  butuhkan,kami butuh 2 atau minimal satu unit lagi agar semua masyarakat terlayani dengan baik, sehingga kenyamanan lingkungan terjamin di masyarakat" ucap Ariston.

Kepala Balai  Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara Deva Kurniawan Rahmadi meminta fungsi IPLT dimanfaatkan dengan baik, memastikan pengelolaan air limbah domestik dengan memperhatikan kualitas lingkungan. Dalam pengelolaannya diminta agar Pemkab.Samosir dapat memastikan BOP dan SDM yang handal.
"Butuh kerjasama kita dalam pengelolaan IPLT ini.Kami akan tetap meninjau pemanfaatan secara berkala dan akan dievaluasi kedepan" kata Deva

Kadis PUTR Rudimanto Limbong menjelaskan unit pelaksana teknis IPLT sudah dibentuk dan sudah menempatkan personil pengelola dari masyarakat sekitar."Operasional IPLT sudah dianggarkan sebesar 500 juta rupiah.Pemkab.Samosir juga menganggarkan 1 Milyar untuk melanjutkan peningkatan infrastruktur jalan yang sudah ada" terang Rudimanto.


(NR.Sitohang)