✅ Selamat Membaca — Artha-News Media Berita Independen & Terpercaya 🔥
⏳ Memuat berita terbaru...

📰 5 BERITA TERBARU

  • ⏳ Memuat...

🔥 5 BERITA POPULER

  • ⏳ Memuat...

Kapolres Banjar Buka Diklatsar Saka Bhayangkara Angkatan XIX

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Sebanyak kurang lebih 150 peserta mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Saka Bhayangkara Angkatan XIX Tahun 2026 tingkat Polres Banjar. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., pada Jumat (25/9/2026) di Lapangan Apel Polres Banjar.
 
Pembukaan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 09.00 WIB dihadiri jajaran pejabat utama Polres Banjar, Pamong Saka Bhayangkara, instruktur, panitia, serta para peserta Diklatsar.
 
Kegiatan ini menjadi awal rangkaian pembinaan selama dua hari, yaitu 25–26 September 2026, yang selanjutnya dipusatkan di Wanawisata Situ Mustika. Para peserta akan mendapatkan berbagai materi dan pengalaman lapangan yang berkaitan dengan keterampilan kebhayangkaraan.
 
Tujuan Diklatsar Saka Bhayangkara Polres Banjar
 
Melalui Kasat Binmas Polres Banjar IPTU Yudi Asmara, S.Sos., CPHR., Kapolres menyampaikan bahwa Saka Bhayangkara menjadi salah satu wadah pembinaan generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
 

"Melalui Saka Bhayangkara, adik-adik mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kebhayangkaraan. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda agar memiliki karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta mampu berperan positif di tengah masyarakat," ujar IPTU Yudi Asmara.
 
Pembekalan Empat Krida Kebhayangkaraan
 
Dalam Diklatsar tersebut, peserta akan mendapatkan pembekalan empat krida Saka Bhayangkara, yakni Krida Ketertiban Masyarakat (Tibmas), Krida Lalu Lintas, Krida Pengetahuan Tempat Kejadian Perkara (PTKP), serta Krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana.
 
Selain materi utama, rangkaian kegiatan juga dirancang untuk membangun kemandirian, kekompakan, dan keberanian peserta melalui sejumlah aktivitas, di antaranya long march, pendirian tenda, ice breaking, pentas seni, lingkaran Saka Bhayangkara, sesi tanya jawab, pengembaraan, dan pelatihan.
 
Para peserta juga akan mendapatkan pembekalan mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba serta pengenalan deteksi dini sebagai bagian dari upaya memperkuat pengetahuan dan kewaspadaan generasi muda terhadap berbagai potensi gangguan di lingkungan sekitar.
 
"Setiap materi yang diberikan diharapkan tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi menjadi pengalaman yang membentuk sikap disiplin, mandiri, mampu bekerja sama, dan peduli terhadap sesama. Jadikan kegiatan ini sebagai bekal untuk kehidupan sehari-hari," katanya.
 
Penekanan Aspek Keselamatan Peserta
 
Kepada seluruh panitia, Pamong Saka, dan instruktur, Kapolres juga berpesan agar seluruh rangkaian kegiatan tetap memperhatikan keamanan, keselamatan, dan kesehatan peserta.
 
"Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Bangun kebersamaan, jaga kedisiplinan, dan manfaatkan setiap materi yang diberikan. Semoga kegiatan ini berjalan lancar serta memberikan pengalaman positif bagi adik-adik Saka Bhayangkara," pungkasnya.
 
Rangkaian Diklatsar Saka Bhayangkara Angkatan XIX Tahun 2026 tingkat Polres Banjar dijadwalkan ditutup pada Sabtu (26/9/2026) melalui upacara penutupan setelah seluruh materi dan kegiatan pelatihan selesai dilaksanakan.
 
(Rena Yusnita — Kabiro Banjar / Artha-News)
 
 
 

Pematokan Pondasi Monumen Toga Gultom Dimulai, Bupati Samosir: Siap Dukung Penataan Kawasan

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Harapan besar seluruh keturunan (pomparan) Toga Gultom untuk memiliki sebuah simbol sejarah yang representatif akhirnya mulai direalisasikan. Langkah awal ini ditandai dengan pematokan pondasi pertama pembangunan Monumen Toga Gultom di Desa Huta Hotang, Kecamatan Onan Runggu, yang dihadiri langsung oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Ketua Parsadaan Toga Gultom Samosir (PTGS) Padot M. Gultom, Jumat (25/9/2026).
 
Pematokan struktur pondasi tersebut menjadi tonggak sejarah dimulainya proyek kebudayaan ini. Keberadaan tugu ini didesain bukan sekadar sebagai bangunan fisik belahan batu semata, melainkan dirancang menjadi ikon persatuan, identitas, dan perekat ikatan emosional seluruh pomparan Toga Gultom yang kini tersebar di berbagai wilayah Nusantara hingga belahan dunia.
 
Prosesi budaya dan peletakan batu ini berlangsung penuh dengan nuansa kekeluargaan. Tampak hadir menyaksikan momen bersejarah ini di antaranya para pemuka agama, panitia pelaksana, penasihat, serta jajaran fungsionaris DPP PTGS bersama masyarakat setempat. Di pihak eksekutif, tampak mendampingi Bupati antara lain Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Sekretaris Dinas Kominfo Agustianto Sitinjak, serta unsur pimpinan OPD dan Camat Onan Runggu.
 
Pemkab Samosir Beri Lampu Hijau untuk Penataan Infrastruktur Kawasan
 
Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, dalam sambutannya menyatakan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya gerakan kebudayaan ini. Ia menilai, berdirinya monumen ini merupakan wujud dari buah penantian panjang yang kini dapat diwujudkan lewat semangat kebersamaan.
 
"Atas nama jajaran pemerintah daerah dan pribadi, saya sangat mengapresiasi atas dimulainya kembali pembangunan fisik Monumen Toga Gultom. Melalui doa bersama hari ini, kita semua berharap tugu yang didambakan ini bisa segera berdiri kokoh tanpa hambatan," tutur Vandiko.
 
Sebagai bentuk komitmen, orang nomor satu di Samosir ini menegaskan bahwa Pemkab Samosir siap pasang badan untuk memfasilitasi penataan kawasan di sekitar tugu. Intervensi yang disiapkan meliputi bantuan pematangan kontur lahan hingga pembukaan akses jalan raya utama menuju lokasi. Kendati demikian, aspek administratif tetap menjadi catatan penting.
 
"Kami siap memberikan dukungan penuh, baik untuk akses jalan maupun pematangan lahan di sekitar objek. Namun, satu hal yang krusial adalah kejelasan status hukum dalam proses serah terima asetnya kepada daerah," tegas Vandiko mengingatkan.
 
Ia menambahkan, tertib administrasi sangat dibutuhkan agar pemanfaatan fasilitas publik ini nantinya berjalan sesuai koridor hukum, rapi, serta mampu membawa dampak positif yang luas bagi warga sekitar maupun para wisatawan dan peziarah yang datang.
 
Target Peresmian April 2027: Seruan Gotong Royong bagi Seluruh Keturunan
 
Di tempat yang sama, Ketua PTGS Padot M. Gultom menerangkan bahwa monumen ini mengemban makna filosofis yang sangat mendalam bagi silsilah marga. Tugu ini akan menjadi jejak sejarah visual bagi generasi muda agar tidak kehilangan akar budaya mereka.
 
"Ini adalah penanda peradaban bagi anak cucu kita agar selalu mengingat asal-usul dan leluhurnya. Semoga tugu ini memperkokoh tali persaudaraan kita semua," sebut Padot.
 
Manajemen kepanitiaan memasang target tinggi agar pengerjaan struktur utama tugu dapat rampung total pada Maret 2027, disusul dengan perhelatan peresmian akbar yang dijadwalkan pada April 2027. Untuk menggapai target waktu tersebut, Padot mengetuk hati seluruh pomparan Toga Gultom di mana pun berada untuk saling bahu-membahu.
 
"Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh pomparan untuk ikut ambil bagian memberikan kontribusi terbaiknya melalui sistem donasi sukarela. Apa yang kita tanamkan hari ini merupakan wujud cinta kasih kepada leluhur sekaligus warisan abadi yang akan terus dikenang oleh anak cucu kita kelak," tutup Padot.
 
(NR.Sitohang Artha-News)
-Analisis-Referensi-Tajam-Handal-akurat-

SMAN 2 Tasikmalaya Ukir Prestasi Ganda di IRI Fair BRIN 2026

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Tiga siswa berprestasi dari SMAN 2 Tasikmalaya sukses menorehkan pencapaian membanggakan di panggung nasional. Mereka berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi Indonesia Research and Innovation Fair (IRI Fair) 2026 yang diselenggarakan langsung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
 
Tim berbakat yang saat ini duduk di Kelas XI B tersebut terdiri dari Dzaki Ceyda Tsalis Hilmiawan, Aisya Dewi Humaira, dan Bernadette Feodora Brigitta Sendjaja.
 
Kategori Penghargaan yang Diraih SMAN 2 Tasikmalaya
 
Kerja keras dan dedikasi ketiga siswa ini membuahkan hasil yang luar biasa dengan menyabet prestasi ganda, yaitu:
 
- Juara 5 Nasional — kategori Poster Favorit pada Bootcamp Research Ability and Visionary Exploration (B-BRAVE)
- Juara Poster Favorit — Klaster Sains IRI Fair BRIN 2026
 
Karya ilmiah yang mereka buat tampil memukau di hadapan dewan juri serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ketiga siswa ini tampil penuh percaya diri saat menerima penghargaan, mendokumentasikan momen bersama finalis lain, serta mempresentasikan hasil riset mereka di ruang pameran utama. Layar presentasi yang menampilkan rincian riset menjadi bukti nyata atas keseriusan dan kedalaman kajian ilmiah yang mereka lakukan.
 

Panggung Riset Pelajar Terbesar di Indonesia
 
Prestasi ganda ini terasa semakin istimewa lantaran IRI Fair merupakan ajang berskala nasional yang mempertemukan pelajar-pelajar paling berbakat se-Indonesia. Dalam kompetisi ini, karya yang dinilai tidak hanya berfokus pada aspek kreativitas visual semata, melainkan juga gagasan orisinal yang memiliki dasar ilmiah kuat serta potensi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
 
Apresiasi setinggi-tingginya langsung datang dari pihak manajemen sekolah serta Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah XII. Keberhasilan gemilang ini diharapkan mampu memantik motivasi dan menginspirasi seluruh warga sekolah beserta pelajar lain di Kota Tasikmalaya untuk terus aktif berkarya, berinovasi, dan berani bersaing di kancah nasional.
 
(Redaksi Artha-News)
 
 
 

Jurnalis Soroti Kasus Simanindo: Pemerasan atau Suap?

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Kasus diamankannya empat orang asal Kabupaten Simalungun terkait dugaan pemerasan di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, terus menuai sorotan dari sejumlah jurnalis.
 
Perdebatan kini melebar bukan hanya soal pihak yang diamankan, melainkan pada konstruksi perkara. Sejumlah jurnalis mempertanyakan apakah peristiwa tersebut murni dugaan pemerasan, atau justru masuk ke ranah tindak pidana suap akibat adanya aliran dana dari pihak pemberi.
 
Beda Pemerasan dan Suap dalam Kasus Simanindo
 
Jurnalis senior Parlindungan Tinambunan menjelaskan, secara umum pemerasan identik dengan tindakan yang memaksa seseorang menyerahkan uang di bawah ancaman atau tekanan. Namun kasus di Simanindo dinilai memiliki konteks berbeda.
 
"Kalau dalam kasus Simanindo mereka mempertanyakan pekerjaan yang menggunakan uang negara, kemudian terjadi pemberian uang, harus dilihat secara utuh. Jangan hanya pihak yang menerima yang diproses, sementara pihak yang memberikan uang tidak diperiksa," ujar Parlindungan pada Jumat (25/9/2026).
 
Menurutnya, jika transaksi tersebut memenuhi unsur suap, aparat penegak hukum wajib memeriksa pemberi maupun penerima berdasarkan peran dan alat bukti masing-masing.
 
Hal senada disampaikan Juan Simarmata. Ia mempertanyakan dasar penyebutan perkara ini sebagai pemerasan jika dalam prosesnya terdapat kesepakatan pemberian uang secara sadar.
 
"Kalau disebut suap, tentu harus dilihat siapa yang memberi dan siapa yang menerima. Jangan sampai konstruksi perkaranya hanya berhenti pada orang yang diduga menerima uang," kata Juan.
 
Desak Polres Samosir Buka Transparansi Kasus
 
Para jurnalis menilai aparat penegak hukum perlu berhati-hati dalam menentukan pasal pidana. Sebab, pemerasan dan suap merupakan dua hal yang bertolak belakang, baik dari sisi perbuatan maupun unsur pembuktiannya.
 
Sorotan ini semakin mengemuka karena perkara berkaitan dengan pengawasan proyek yang menggunakan uang negara. Jika terdapat dugaan penyimpangan, persoalan itu semestinya dibuka secara terang kepada publik.
 
Masyarakat mendesak Polres Samosir memberikan kejelasan mengenai kronologi perkara, peran masing-masing pihak, serta dasar hukum utama yang digunakan.
 
Hingga berita ini dimuat, media masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Polres Samosir terkait perkembangan perkara. Semua pihak yang terlibat tetap berhak atas asas praduga tak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
 
(NR. Sitohang)

Resmi Dibuka, SATIR / SATRE Coffee Shop Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Kota Banjar

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Dunia usaha kuliner di Kota Banjar kembali bergeliat dengan hadirnya tempat nongkrong baru berkonsep modern. SATIR / SATRE Coffee Shop yang berlokasi di Jalan R. Dewi Sartika, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, resmi dibuka pada Selasa (22/9/2026).
 
Peresmian kafe baru ini ditandai dengan sambutan resmi dari pejabat Pemerintah Kota Banjar yang hadir mengenakan seragam dinas khaki. Acara yang berlangsung khidmat sekaligus santai ini digelar di dalam area kafe dengan latar belakang dinding bata ikonik bertuliskan SATIR / SATRE.
 
Turut hadir Walikota dan Wakil Walikota Banjar, perwakilan Kodim, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta para pelaku usaha setempat.
 
Dukungan Walikota Banjar untuk Ekonomi Kreatif
 
Dalam sambutannya, Walikota Banjar menyampaikan apresiasi tinggi kepada berbagai elemen masyarakat yang terus mendukung pertumbuhan sektor perdagangan dan ekonomi kreatif di Kota Banjar.
 
"Alhamdulillah, keluarga besar bisa hadir di sini. Kehadiran usaha ini tidak hanya berkaitan dengan kemajuan perdagangan melalui kedai kopi dan sektor lainnya, termasuk dukungan di bidang olahraga," ujar Walikota.
 
Beliau kemudian meresmikan pembukaan tempat usaha tersebut secara simbolis dan berharap kehadiran kafe ini membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi warga sekitar.
 
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, SATIR / SATRE Coffee Shop Kota Banjar ini secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga usaha ini selalu berkembang, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta berkontribusi nyata terhadap perekonomian daerah," lanjutnya disambut tepuk tangan meriah.
 
Wadah Baru bagi UMKM dan Industri Kreatif
 
Suasana peresmian berlangsung hangat. Sejumlah meja ditata rapi dengan hidangan jamuan ringan untuk para tamu undangan.
 
Muhammad Riski Budiman, pemilik SATIR / SATRE Coffee Shop, mengungkapkan kehadiran kafenya di jalur strategis ini tidak hanya sebagai tempat bersantai. Lebih dari itu, kafe ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk menumbuhkan industri kreatif serta memajukan pelaku UMKM di Kota Banjar.
 
(Kabiro Banjar: Rena Yusnita)
 

Wujudkan Kota Sehat, Kelurahan Sumelap Tasikmalaya Gencarkan Pembinaan Tatanan Kelurahan Sehat 2026

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Kelurahan Sumelap, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, secara resmi menggelar agenda Pembinaan Tatanan Kelurahan Sehat Tahun 2026 pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan strategis ini berlangsung tertib di Aula Kelurahan Sumelap.
 
Acara rutin tahunan ini diselenggarakan dengan tujuan utama memperkuat kesadaran serta kemandirian warga lokal. Fokus pembinaan diarahkan pada pemantapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta pelestarian sanitasi lingkungan, guna mendukung pencapaian Kota Tasikmalaya sebagai Kota Sehat.
 
Berdasarkan pantauan langsung Artha-News di lokasi, acara dihadiri oleh Lurah Sumelap, jajaran Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan tokoh masyarakat. Hadir pula para penggerak dari Kader PKK, Kader Posyandu, Karang Taruna, dan seluruh Ketua RW serta RT setempat.
 
Aksi Nyata Pemberdayaan di Sembilan Tatanan
 
Dalam sesi pengarahan, Lurah Sumelap menegaskan pentingnya implementasi konkret di lapangan. Program Kelurahan Sehat ini bukan sekadar seremonial, melainkan kerja nyata yang menyentuh sembilan tatanan utama kemasyarakatan.
 
Sembilan tatanan tersebut meliputi pemukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar, perkantoran, pariwisata, sektor transportasi, perlindungan sosial, serta pola kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri.
 
"Kami terus mendorong agar Kelurahan Sumelap dapat menjadi teladan Kelurahan Sehat di wilayah Kecamatan Tamansari. Kunci utamanya berada pada konsistensi pemberdayaan masyarakat setiap hari," ujar Lurah Sumelap.
 
Keberhasilan terlihat nyata ketika warga memiliki kesadaran tinggi dalam pengelolaan sampah mandiri, penggunaan jamban sehat, keaktifan di Posyandu, serta komitmen bersama menekan angka stunting.
 
Dorong Gerakan Jumat Bersih dan Pengelolaan Sampah
 
Melalui pembinaan ini, pihak kelurahan berharap seluruh elemen masyarakat dapat saling berkolaborasi. Aksi nyata terdekat adalah pengaktifan kembali gerakan Jumat Bersih serta pembersihan saluran drainase guna mencegah sarang penyakit.
 
Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi terbuka bersama para kader untuk merumuskan program kerja teknis di lingkungan masing-masing.
 
(Reporter: Jay Kuncir — Staf Redaksi / Arya Siloka — Korwilnas)

Samosir International Choir Competition 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Peserta Padati Danau Toba

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Alunan musik tradisional tagading bergema di Waterfront City Pangururan, menandai dibukanya gelaran bergengsi Toba Caldera Culture Festival 2026 pada Kamis (24/9/2026). Perhelatan budaya akbar ini dirangkai bersamaan dengan ajang paduan suara internasional, Samosir International Choir Competition 2026.
 
Pembukaan festival berlangsung meriah dengan atraksi air menari yang menjadi ikon pariwisata Samosir. Sebagai bentuk penghormatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir, Marudut Tua Sitinjak, bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Dewi Susantri Ujung, menyematkan kain ulos kepada jajaran dewan juri nasional maupun mancanegara.
 
Diikuti Lebih dari 2.000 Peserta Internasional
 
Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, 24–27 September 2026, berpusat di Hotel Marianna, Kabupaten Samosir. Ajang perdana ini diproyeksikan menarik kehadiran lebih dari 2.000 peserta beserta kru resmi dari berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri.
 
Saat membacakan sambutan tertulis Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Sekdakab Marudut Tua Sitinjak menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kepercayaan menjadikan Samosir sebagai tuan rumah.
 
"Kami sangat bangga dipercaya menjadi tuan rumah acara paduan suara internasional ini untuk pertama kalinya. Langkah ini sangat mendukung visi memantapkan kemandirian ekonomi kerakyatan berbasis pariwisata berkelanjutan," ujar Marudut.
 
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Penjabat Gubernur Sumatera Utara demi kesuksesan acara berskala internasional tersebut.
 
Danau Toba sebagai Pusat Kebudayaan Dunia
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, Dewi Susantri Ujung, menyampaikan festival ini menjadi momentum emas mengenalkan kekayaan adat Batak ke panggung dunia.
 
"Danau Toba bukan hanya menyajikan keindahan alam vulkanik yang megah, melainkan juga menyimpan warisan tradisi hidup yang sarat makna spiritual dan identitas daerah," ujar Dewi.
 
"Lewat sinergi pariwisata dan pelestarian budaya ini, generasi muda diharapkan tumbuh dengan kebanggaan jati diri, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi pelaku usaha lokal di kawasan Danau Toba," tambahnya.
 
Skala Kompetisi SICC 2026
 
Art Director SICC, Ondy Yohan Tambunan, menjelaskan persaingan tahun ini akan berlangsung ketat. Tercatat 33 kelompok peserta siap menyuguhkan 58 sesi penampilan, ditambah 70 peserta kategori vokal solo.
 
Dewan juri internasional: Marcus Lee (Singapura), Jurgis Cabulis (Latvia), Susanna Saw (Malaysia), Prof. Mark Anthony Carpio (Filipina). Juri nasional: Roni Sugiarto, Mangara Simanjuntak, dan penyanyi Maria Calista.
 
Acara pembukaan dihadiri jajaran Forkopimda Samosir, pimpinan OPD, perwakilan DPRD Samosir Renaldi Naibaho, serta Presiden Direktur SICC Rios Sabar Andriano Tampubolon.
 
(Reporter: NR. Sitohang)

Humanis! Penertiban Kios di Menara Pandang Tele Samosir Berakhir Kondusif Tanpa Alat Berat

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Penertiban bangunan liar di kawasan Menara Pandang Tele, Desa Sosor Dolok, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, berakhir kondusif pada Kamis (24/9/2026). Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Samosir, TNI, dan Polri berhasil meratakan kios-kios tak berizin tersebut dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta humanis.
 
Berbeda dengan perkiraan awal yang berpotensi memicu ketegangan, proses eksekusi justru berjalan sangat tertib. Banyak pemilik kios yang memilih membongkar sendiri bangunan mereka. Petugas Satpol PP kemudian membantu membersihkan sisa material yang belum tuntas dibongkar oleh warga.
 
Pembongkaran ini dilakukan secara manual tanpa alat berat, guna menjaga agar material bangunan milik masyarakat tidak rusak dan dapat digunakan kembali di lokasi lain.
 
Sebelumnya, Asisten I Setdakab Samosir, Tunggul Sinaga, mengingatkan seluruh personel untuk menjaga emosi dan tidak terpancing provokasi di lapangan. Hal senada ditegaskan oleh Pelaksana Tugas Kasat Pol PP Samosir, Rikardo Sidabutar.
 
"Tujuan kita bukan bentrok dengan masyarakat. Jangan ada yang menggunakan kekerasan. Jika ada personel yang melanggar dan tidak bisa menahan diri, akan saya tindak tegas sendiri," ujar Rikardo usai membacakan berita acara pembongkaran.
 
Alasan Hukum Penertiban
 
Langkah tegas ini merupakan hasil kesepakatan Tim Terpadu Pengawasan berdasarkan Keputusan Bupati Samosir Nomor 123 Tahun 2026. Dari hasil pemeriksaan, seluruh bangunan tersebut terbukti tidak mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung serta izin lingkungan.
 
Selain menyalahi peruntukan ruang publik dan merusak estetika objek wisata Menara Pandang Tele, keberadaan kios ini juga melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Samosir Nomor 5 Tahun 2021 tentang Ketertiban Umum serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, akibat penggunaan bahu jalan.
 
Kepala Dinas Perhubungan Samosir, Laspayer Sipayung, bersama Kepala Bagian Operasional Polres Samosir, Kompol Eduard, memastikan kehadiran personel TNI–Polri murni untuk pengamanan preventif sebagai pendukung, agar tidak terjadi kontak fisik antara petugas penegak peraturan daerah dan masyarakat.
 
Pemasangan Spanduk Larangan
 
Sebagai penutup proses sterilisasi kawasan, tim gabungan memasang spanduk larangan mendirikan bangunan dan berjualan di area tersebut. Pemerintah Kabupaten Samosir memberikan tenggat waktu tiga hari bagi warga untuk mengangkut sisa material mereka.
 
"Jika ada yang mencoba membangun kembali, kami akan langsung bongkar. Sisa material diberi waktu tiga hari untuk diangkut. Lewat dari itu, akan dibersihkan oleh Satpol PP," tegas Rikardo menutup keterangannya.
 
(NR. Sitohang)
 
 
 

 

 
 

Guna Cegah Karhutla di Samosir, Pemkab dan PT Inalum Bentuk Masyarakat Peduli Api

SAMOSIR — Langkah strategis diambil Pemerintah Kabupaten Samosir bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk meminimalisasi risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kolaborasi ini diwujudkan melalui pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) berbasis komunitas di lima desa yang rawan kebakaran pada Selasa hingga Rabu (22–23/09/2026).
 
Program penguatan kapasitas ini menyasar wilayah krusial, di antaranya Desa Turpuk Limbong, Siparmahan, dan Dolok Raja di Kecamatan Harian. Selain itu, pembentukan MPA juga dilakukan di Desa Aek Sipitudai dan Siboro yang terletak di Kecamatan Sianjur Mula Mula.
 
Sebagai wujud nyata dukungan di lapangan, PT Inalum menyalurkan bantuan sarana pemadam kebakaran. Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Departemen Keberlangsungan Lingkungan PT Inalum, Arfan I. Harahap, kepada Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, di Aula Kantor Bupati Samosir.
 
Dorong Kesiapsiagaan Warga Menjelang Musim Kemarau
 
Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian PT Inalum. Menurutnya, benteng utama pencegahan karhutla berada di tangan masyarakat itu sendiri. Keberadaan MPA diharapkan mampu menjadi tim respons cepat saat mendeteksi titik api awal.
 
"Upaya mitigasi karhutla mutlak membutuhkan kesadaran kolektif dari masyarakat. Melalui kelompok Masyarakat Peduli Api ini, kita semua berharap potensi titik api dapat ditangani sejak dini sebelum meluas," tutur Ariston.
 
Ariston menambahkan, kelestarian ekosistem hutan Samosir wajib dijaga karena menjadi pilar penting bagi sektor pariwisata, ekonomi, dan ekologi kawasan strategis Danau Toba. Ia juga menginstruksikan jajaran camat hingga kepala desa untuk memperketat koordinasi guna mengevaluasi penanganan musim kemarau sebelumnya.
 
Apresiasi senada datang dari Kepala BPBD Kabupaten Samosir, Sarimpol Simanihuruk. Namun, ia mengingatkan pentingnya skema keberlanjutan bagi kelompok relawan ini.
 
"Kami berharap gerakan ini tidak berhenti pada seremonial pembentukan saja. Perlu ada pemberdayaan berkelanjutan serta stimulus insentif agar anggota MPA memiliki rasa tanggung jawab jangka panjang," kata Sarimpol.
 
Rincian Bantuan Alat Pemadam Karhutla PT Inalum
 
Untuk menunjang aksi tanggap darurat di lapangan, PT Inalum membekali kelima desa dengan perlengkapan pemadaman yang memadai. Setiap desa menerima paket logistik berupa:
 
- 5 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
- 5 unit gepyok (alat pemukul api tradisional)
- 5 unit garpu tanah
- 5 pasang sepatu boot keselamatan
 
Secara keseluruhan, PT Inalum juga mendistribusikan 75 set pakaian standar pemadam kebakaran beserta perangkat pendukung keselamatan kerja lainnya.
 
Arfan I. Harahap menjelaskan bahwa Danau Toba sebagai salah satu destinasi warisan dunia harus diproteksi dari ancaman kerusakan lingkungan. Karhutla dinilai membawa dampak domino negatif yang nyata bagi ekonomi masyarakat lokal dan industri pariwisata.
 
"MPA memegang peran vital, mulai dari edukasi pencegahan hingga aksi pemadaman mula. Kami memfasilitasi kebutuhan perlengkapan dan pelatihan ini sebagai komitmen bersama menjaga masa depan Danau Toba," terang Arfan.
 
Pelatihan Fisik Bersama Manggala Agni
 
Rangkaian acara yang berlangsung selama dua hari ini turut melibatkan berbagai pihak. Materi sosialisasi hukum dan teknis disampaikan oleh perwakilan UPT KPH XIII Dolok Sanggul Janly F. Bancin, Kada Ops Manggala Agni Sumatera II Maralo Tambunan, serta jajaran TNI–Polri setempat.
 
Wakapolres Samosir, Manumpak Hatorangan Sitorus, serta Pabung Samosir, T. Siringo-ringo, secara bergantian mengimbau warga agar meninggalkan kebiasaan lama membuka lahan pertanian dengan metode membakar, mengingat ada konsekuensi hukum pidana yang mengintai.
 
Pada hari kedua, seluruh anggota MPA terpilih langsung diterjunkan dalam simulasi fisik. Mereka dilatih menggunakan seluruh peralatan pemadam di bawah panduan instruktur Manggala Agni agar terampil dan tidak gagap saat menghadapi situasi darurat di lapangan.
 
Menutup kegiatan, Kepala BPBD Samosir kembali mengingatkan agar seluruh bantuan alat dirawat dengan baik. "Prinsip utamanya adalah mencegah lebih baik daripada memadamkan. Mari kita jaga ruang hidup Samosir ini bersama-sama," pungkas Sarimpol.
 
 
 
(NR.Sitohang)
ARTHA-NEWS - Analisis Referensi Tajam Handal Akurat -

Bukti Surat Cacat Kronologi, AJGT Desak Transparansi Proyek Lingkar Utara Tasikmalaya Rp12 Miliar

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — 24 September 2026 — Polemik proyek pemeliharaan berkala jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya pada ruas Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Jl. Jaksa Agung R. Suprapto memasuki babak baru. Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Jurnalis Galunggung Tasikmalaya (DPP AJGT) secara resmi mengungkap bukti fisik dokumen surat yang menunjukkan adanya kejanggalan administrasi fatal di tubuh UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat.
 
Sorotan tajam tertuju pada aspek penanggalan surat resmi nomor 505/HM.03.04/PPK.PJMS yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yudi Ahmad Sudrajat, S.T. Berdasarkan kronologi penyerahan berkas, pihak DPP AJGT diketahui baru mengirimkan surat permohonan informasi resmi pada tanggal 18 September 2026. Namun anehnya, surat balasan yang dikeluarkan pihak UPTD V justru dibubuhi tanggal 16 September 2026 pada pojok kanan atas surat.
 
Kontradiksi kronologis semakin nyata pada paragraf pertama isi surat. PPK secara eksplisit menuliskan kalimat: "Menindaklanjuti surat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Jurnalis Galunggung Tasikmalaya (AJGT) tertanggal 18 September 2026 perihal permohonan informasi proyek..." Kesalahan klerikal di mana instansi pemerintah mampu menjawab surat yang belum resmi dibuat dua hari setelahnya ini memicu tanda tanya besar dari kontrol sosial terkait ketelitian dan profesionalisme tata kelola administrasi publik di lingkungan DBMPR Jawa Barat.
 
Regulasi dan Aturan Mengenai Direksikit
 
Di tengah desakan transparansi ini, keberadaan kantor lapangan atau direksikit ikut dipertanyakan. Direksikit (atau sering ditulis Direksi Keet) adalah bangunan kantor lapangan sementara yang wajib didirikan di lokasi proyek sebelum pekerjaan konstruksi utama dimulai. Aturan mengenai penyediaan direksikit sangat ketat dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah, termasuk proyek infrastruktur yang didanai APBD maupun APBN. Keberadaan kantor lapangan ini diatur dalam regulasi teknis Kementerian PUPR serta dokumen kontrak proyek.
 
Secara garis besar, berikut ringkasan aturan, fungsi, dan dasar hukum direksikit:
 
1. Dasar Hukum & Aturan Pembiayaan
 
Masuk dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB): Direksikit bukan fasilitas sukarela dari kontraktor. Biaya pembuatannya sudah dianggarkan sejak awal di dalam dokumen kontrak pada bab Pekerjaan Persiapan. Jika tidak dibuat, kontraktor dapat dinyatakan melanggar kontrak.
 
Standar Spesifikasi Umum: Aturan teknis Bina Marga/PUPR mewajibkan kontraktor menyediakan ruang kerja yang representatif bagi tim pengawas dinas.
 
2. Fungsi Utama Direksikit
 
Pusat Data & Transparansi: Menyimpan Gambar Kerja, RAB, jadwal kurva S, hingga buku direksi pencatatan harian.
 
Ruang Rapat & Koordinasi: Tempat rapat berkala serta wadah kontrol sosial melakukan audiensi.
 
Pusat Monitoring: Pengawas dinas memeriksa kualitas material dan progres pekerjaan di sini.
 
3. Syarat Teknis Bangunan
 
Lokasi strategis, dekat area proyek.
 
Bersifat sementara, mudah dibongkar pasang.
 
Ukuran minimal 4 × 6 meter (24 meter persegi), dilengkapi meja rapat, kursi, penerangan, serta toilet standar.
 
Tuntutan Profesionalisme dan Keselamatan Kerja
 
Atas dasar data-data tersebut, AJGT mendesak agar Dinas Bina Marga dan CV. Multi Daya konsisten menerapkan amanat UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selain itu, pelaksana proyek dituntut bekerja lebih profesional, terutama terkait penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), manajemen lalu lintas, serta penanganan dampak pembongkaran median jalan agar tidak membahayakan para pengguna jalan yang melintas di jalur Lingkar Utara tersebut.
 
Hingga berita ini diturunkan, redaksi Artha News masih terus berupaya melakukan konfirmasi ulang serta membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak UPTD V Ciamis dan manajemen CV. Multi Daya untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut secara berimbang. Pihak DPP AJGT menyatakan, jika tidak ada kejelasan atau itikad baik dalam waktu dekat, mereka mempertimbangkan untuk membawa persoalan ini ke Komisi Informasi Jawa Barat serta Inspektorat Provinsi.
 
Tim Redaksi / Artha News