Jumat, Oktober 02, 2026

Gandeng TNI dan Kementan, Pemkab Samosir Bangun Jembatan & Irigasi untuk 680 Hektar Lahan Sawah

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — 2 Oktober 2026 — Pemerintah Kabupaten Samosir terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian yang membutuhkan ketersediaan infrastruktur dan jaringan irigasi. Melalui sinergitas anggaran dengan TNI dan Kementerian Pertanian, Kabupaten Samosir memperoleh dukungan pembangunan irigasi perpipaan sepanjang sekitar 15 kilometer untuk mengairi 680 hektare lahan persawahan, pembangunan dan rehabilitasi 20 unit jembatan, serta kegiatan konservasi lingkungan melalui penanaman pohon.
 
Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Danrem 023 Kawal Samudera Iwan Budiarso, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, dan Dandim 0210 TU Kiky Hardian di Tambok Bupati, Desa Sideak, Kecamatan Palipi, Kamis (01/10/2026).
 
Turut hadir Wakapolres Samosir Manumpak Sitorus, Pabung Samosir T. Siringo Ringo, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah lainnya, Pelaksana Tugas Camat Palipi Haider Sitinjak, masyarakat, dan kelompok tani penerima manfaat.
 
Pembangunan irigasi perpipaan diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan air bagi lahan persawahan di Desa Sideak, Desa Urat II, dan Desa Huta Dame, Kecamatan Palipi, sehingga petani tidak sepenuhnya bergantung pada curah hujan. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas persawahan dan indeks pertanaman untuk mendukung ketahanan pangan. Sementara itu, pembangunan dan rehabilitasi 20 unit jembatan dari 22 unit yang diusulkan Pemkab Samosir akan memperkuat konektivitas antarwilayah serta memperlancar mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
 
Di bidang lingkungan, kegiatan konservasi dilakukan melalui penanaman 350 batang pohon, termasuk tanaman endemik kawasan Danau Toba dan sengon, sebagai bagian dari upaya memulihkan fungsi hutan dan lahan serta menjaga kelestarian lingkungan.
 
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan bahwa dimulainya pembangunan jembatan, saluran perpipaan, dan konservasi lingkungan merupakan wujud nyata sinergitas Pemerintah Kabupaten Samosir bersama TNI di bawah komando Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak serta Kementerian Pertanian.
 
Vandiko mengatakan, pembangunan di Kabupaten Samosir harus terus berjalan meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. Karena itu, Pemkab Samosir menerapkan berbagai skema pembiayaan, mulai dari APBD Kabupaten Samosir, sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, hingga kolaborasi dengan pemerintah pusat, kementerian atau lembaga, dan TNI.
 
“Keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan pembangunan di Kabupaten Samosir. Berbagai cara terus kami upayakan, salah satunya melalui sinergitas anggaran seperti yang kita lakukan bersama TNI dan Kementerian Pertanian. Ini merupakan inovasi yang kami terapkan untuk mencari sumber-sumber anggaran agar pembangunan di Kabupaten Samosir tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat tercukupi,” ujar Vandiko.
 
Menurut Vandiko, dukungan TNI terhadap pembangunan di Samosir juga telah dirasakan masyarakat melalui pembangunan 31 unit sumur bor untuk mendukung ketersediaan air bersih.
 
“Luar biasa perhatian Bapak Kasad kepada Kabupaten Samosir. Setelah sumur bor, kini kita mendapatkan dukungan untuk irigasi perpipaan, jembatan, dan konservasi lingkungan. Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat luar biasa untuk mendukung kesejahteraan masyarakat,” katanya.
 
Vandiko juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan irigasi perpipaan, khususnya apabila jaringan pipa nantinya melintasi lahan masyarakat.
 
“Program ini merupakan harapan dan keinginan kita bersama. Karena itu, saya berharap masyarakat, kepala desa, dan camat sama-sama mendukung. Jangan sampai kita berupaya mendapatkan program ini, tetapi ketika pelaksanaannya melewati lahan masyarakat justru ada penolakan. Mari kita dukung bersama karena manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” tegasnya.
 
Atas dukungan tersebut, Vandiko menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak serta Kementerian Pertanian atas perhatian dan dukungan terhadap pembangunan di Kabupaten Samosir.
 
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Kami berharap pada saat pembangunan ini selesai dan diresmikan, Bapak Kasad dapat hadir di Kabupaten Samosir sehingga kami bersama masyarakat dapat menyampaikan terima kasih secara langsung atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Samosir,” pungkasnya.
 
Danrem 023/Kawal Samudera Iwan Budiarso menegaskan bahwa kehadiran TNI melalui kegiatan Karya Bakti merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Samosir. Ia menyebut bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) untuk membantu pembangunan wilayah melalui sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
 
“Program ini membutuhkan perjuangan dan sinergi untuk mendapatkan anggaran, termasuk melalui koordinasi langsung dengan kementerian. Ini merupakan bentuk perhatian khusus Bapak Kasad terhadap pembangunan di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Samosir. Kami berharap seluruh kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat,” ungkap Danrem.
 
Ia menjelaskan, pembangunan yang dilaksanakan meliputi jembatan penghubung antarwilayah, pipanisasi irigasi untuk mengairi lahan persawahan seluas 680 hektare di tiga desa dengan panjang jaringan sekitar 15 kilometer, serta konservasi lingkungan.
 
Selain itu, penyediaan air bersih melalui sumur bor juga akan dilanjutkan pada tahap kedua sebanyak 40 titik, setelah tahap pertama terealisasi sebanyak 31 titik, sehingga totalnya mencapai 71 titik di Kabupaten Samosir.
 
Danrem mengharapkan dukungan penuh pemerintah daerah dan masyarakat, terutama dalam menjaga semangat gotong royong serta memberikan dukungan terhadap pemasangan jaringan pipa yang melintasi lahan warga.
 
“Kami memohon dukungan masyarakat agar pembangunan ini dapat berjalan lancar. Pipanisasi ini sangat penting untuk mendukung kebutuhan pengairan persawahan dan meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kita berharap seluruh program ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. TNI akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Samosir,” tegas Danrem Iwan Budiarso.
 
Kepala Desa Sideak Buntu Situmorang menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Pemerintah Kabupaten Samosir yang telah peduli dengan kebutuhan masyarakat di desanya.
 
“Pembangunan ini membawa manfaat yang banyak untuk kehidupan masyarakat di tiga desa di Kecamatan Palipi. Terima kasih kepada Bapak Kasad beserta seluruh jajaran dan Bapak Bupati Samosir yang telah memberikan perhatian. Kami akan mendukung pembangunan ini,” kata Buntu Situmorang.
 
Sinergitas Pemerintah Kabupaten Samosir, TNI, dan Kementerian Pertanian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur dasar, mendukung produktivitas pertanian, memperlancar konektivitas wilayah, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Samosir berharap seluruh program dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Samosir.
 
(NR. Sitohang)
 
 
 

Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Bupati Vandiko Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Jaga Keutuhan NKRI


SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — 1 Oktober 2026 — Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026. Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bertindak sebagai Inspektur Upacara yang digelar di Tanah Lapang Pangururan, pada Kamis (01/10/2026).

Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Peringatan tersebut menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen bersama dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Turut hadir dalam upacara tersebut Dandim 0210/TU Kiky Hardian, Ketua DPRD Kabupaten Samosir Nasip Simbolon, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Wakapolres Samosir Manumpak Sitorus, perwakilan Kajari Samosir, para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Samosir, jajaran Aparatur Sipil Negara, TNI dan Polri, serta para pelajar.

Dalam rangkaian upacara, Ketua DPRD Kabupaten Samosir Nasip Simbolon membacakan Naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila. Pembacaan ikrar menjadi bentuk peneguhan tekad seluruh elemen bangsa untuk tetap setia mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ikrar tersebut juga bertujuan mengingatkan seluruh masyarakat akan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memperkuat persatuan di tengah keberagaman, serta membangun ketahanan bersama terhadap berbagai bentuk ancaman dan upaya yang dapat melemahkan ideologi Pancasila maupun persatuan bangsa — baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan bahwa Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk kembali mengingat dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, saya mengucapkan Selamat Hari Kesaktian Pancasila kepada seluruh masyarakat Kabupaten Samosir. Mari kita jadikan momentum ini untuk semakin memperkuat semangat persatuan, menjaga kebersamaan, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita,” ujar Bupati Vandiko.

Menurutnya, keberagaman yang ada di Kabupaten Samosir maupun di seluruh Indonesia merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama. Perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang hendaknya tidak menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun daerah dan bangsa.

Bupati Vandiko juga mengajak seluruh masyarakat Samosir, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak, serta terus menjaga toleransi, semangat gotong royong, dan kebersamaan.

“Saya berharap seluruh masyarakat Samosir dapat terus menjaga persatuan dan kesatuan, menghargai perbedaan, serta bersama-sama menjaga keutuhan NKRI. Mari kita wariskan semangat Pancasila kepada generasi penerus agar nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup dan menjadi landasan dalam membangun Samosir yang maju dan sejahtera,” tambahnya.

Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Seluruh kegiatan berlangsung tertib dan khidmat, sebagai wujud penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa sekaligus penguatan komitmen untuk terus menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI.

 

Laporan: NR. Sitohang

 

 

 

Kamis, Oktober 01, 2026

Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Kapolres Banjar Tekankan Pelayanan Humanis

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Jajaran Polres Banjar menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026. Kegiatan khidmat ini berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Banjar pada Kamis pagi (1/10/2026), sebagai momentum memperkuat soliditas dan semangat persatuan dalam korps kepolisian.
 
Upacara yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini dipimpin oleh Kompol Djoko Susilo, S.T. selaku Inspektur Upacara. Agenda ini diikuti oleh seluruh pejabat utama, mulai dari para Kabag, Kasat Fungsi, perwira, hingga jajaran personel dan ASN di lingkungan Polres Banjar.
 
Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa
 
Pada peringatan tahun ini, tema yang diusung adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur." Nilai-nilai dalam tema tersebut diharapkan menjadi kompas bagi seluruh personel dalam menjaga kebersamaan sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
 
Kekompakan institusi terlihat dari hadirnya berbagai satuan fungsi dalam upacara ini. Mulai dari Sat Lantas, Sat Intelkam, gabungan Sat Reskrim dan Sat Narkoba, hingga staf penunjang dan ASN Polres Banjar melebur dalam satu kesatuan barisan.
 

Pesan Kapolres Banjar: Wujudkan Nilai Nyata dalam Pelayanan
 
Di tempat terpisah, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR menyampaikan bahwa Hari Kesaktian Pancasila tidak boleh sekadar menjadi seremonial tahunan. Ia menegaskan pentingnya mengimplementasikan nilai Pancasila ke dalam tugas sehari-hari.
 
"Pancasila harus hidup dalam setiap tindakan kita di lapangan. Persatuan itu kita wujudkan lewat pelayanan yang profesional, humanis, dan tanpa tebang pilih. Dengan begitu, masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung dan pengayom," tegas AKBP Didi Dewantoro.
 
Lebih lanjut, Kapolres menambahkan bahwa indikator keberhasilan tugas kepolisian diukur dari seberapa besar manfaat dan rasa aman yang dirasakan oleh warga. Personel dituntut untuk bergerak cepat, responsif, dan selalu mengutamakan kepentingan publik.
 
Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila 2026 ini, Polres Banjar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kehadiran mereka di tengah masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.
 
Laporan: Rena Yusnita (Kabiru Banjar)
 
 
 

Bupati Samosir Usul Jalur Penyeberangan Samosir–Tongging ke Menhub


SAMOSIR (5/3/2026) — Bupati Samosir Vandiko T. Gultom resmi mengusulkan pembukaan konektivitas jalur penyeberangan Danau Samosir–Tongging. Usulan ini disampaikan saat bertemu Menteri Perhubungan RI Dudi Purwagandhi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
 
Dalam pertemuan strategis tersebut, Vandiko hadir bersama Bupati Karo dengan didampingi Kepala Dinas Perhubungan Samosir, Laspayer Sipayung. Rombongan diterima langsung oleh Menhub beserta jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Darat.


Dorong Akses Wisata Danau Toba dan Transportasi Efisien

Vandiko menjelaskan bahwa pembukaan jalur penyeberangan yang menghubungkan Kabupaten Samosir dengan Tongging (Kabupaten Karo) sangat strategis. Jalur ini dinilai efektif memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendongkrak akses pariwisata.

"Konektivitas jalur danau ini sangat efektif untuk membuka akses yang lebih luas menuju Samosir maupun sebaliknya. Ini bukan hanya untuk masyarakat, tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan Danau Toba," ujar Vandiko.

Menurutnya, jalur penyeberangan baru ini akan menjadi alternatif transportasi yang aman dan efisien. Langkah ini sekaligus memperkuat sinergi pengembangan kawasan wisata antara Samosir dan Tanah Karo.

Pemkab Samosir Serahkan Proposal Sarana Prasarana

Selain mengusulkan rute penyeberangan baru, Vandiko juga menyerahkan proposal dukungan sarana dan prasarana transportasi kepada Menhub.

Adapun poin-poin penting dalam proposal tersebut meliputi:

- Pengadaan alat pengujian kendaraan bermotor


- Pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU)


- Pemasangan Rambu Petunjuk Pendahulu Jalan (RPPJ), rambu larangan, dan rambu peringatan


- Pengadaan bus perintis dan alat keselamatan danau


- Pembangunan dermaga di sejumlah objek wisata Samosir



"Kami berharap dukungan Kementerian Perhubungan untuk memperkuat aspek keselamatan dan pelayanan transportasi di Samosir. Dengan infrastruktur yang memadai, kenyamanan dan keamanan masyarakat serta wisatawan dapat lebih terjamin," pungkas Vandiko.

Ia menambahkan, penguatan sektor transportasi menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah destinasi pariwisata prioritas Danau Toba.

Pemerintah Kabupaten Samosir berharap usulan ini dapat segera ditindaklanjuti guna mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan konektivitas antarwilayah.

Catatan Redaksi: Artikel ini diperbaharui guna disesuaikan dengan standar SEO Google serta dilakukan perbaikan pada label menu navigasi demi kenyamanan dan kemudahan pembaca dalam mengakses informasi.


(NR. Sitohang)



Polres Pangandaran Bedah Regulasi Anti-Korupsi di Hadapan 420 Pengelola Keuangan Kemenag

ARTHA-NEWS PANGANDARAN
 
Upaya memperkuat tata kelola anggaran yang transparan dan akuntabel terus digelorakan di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran. Sebanyak 420 peserta memadati Gedung Islamic Centre, Kecamatan Cijulang, dalam agenda Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Negara pada Rabu (30/9/2026).
 
Kegiatan strategis ini mengusung tema "Terwujudnya Zona Integritas Melalui Peningkatan Kinerja Pengelolaan Keuangan Negara" guna membekali seluruh elemen pimpinan dan pengelola anggaran di tingkat satuan kerja.
 
Instruksi Kakankemenag: Anggaran Harus Berdampak Nyata
 
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran, Dr. H. Asep Barhia, S.Ag., M.Pd.I., dalam arahannya menekankan bahwa pengelolaan keuangan negara bukan sekadar pemenuhan administrasi formal, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
 
"Setiap anggaran yang digunakan harus memberikan manfaat dan dampak nyata bagi pelaksanaan tugas serta pelayanan publik," tegas Dr. H. Asep Barhia saat membuka acara secara resmi.
 
Komitmen Kapolres Pangandaran: Kawal Pengelolaan Dana Publik
 
Secara terpisah, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K. mengapresiasi langkah proaktif Kemenag Pangandaran dalam membangun sinergi pencegahan korupsi sejak dini. Pihaknya menegaskan komitmen Kepolisian dalam mendukung penuh terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih di wilayah Pangandaran.
 
"Penegakan hukum dan pencegahan tindak pidana korupsi harus berjalan beriringan. Kami di Polres Pangandaran berkomitmen untuk mengawal setiap rupiah anggaran negara agar benar-benar terserap secara tepat sasaran demi kemaslahatan masyarakat dan terhindar dari praktik penyimpangan," tegas AKBP Ikrar.
 
Beliau juga menambahkan bahwa sosialisasi dan edukasi hukum seperti ini sangat vital sebagai langkah preventif sebelum terjadinya pelanggaran. "Integritas harus menjadi fondasi utama. Kami berharap seluruh pengelola keuangan memiliki pemahaman hukum yang kuat sehingga dapat bekerja dengan tenang, transparan, dan akuntabel," lanjutnya.
 
Pelibatan Unsur Lintas Instansi dan Lintas Lini
 
Sosialisasi ini menghadirkan tiga pemateri kompeten di bidangnya. Sesi pertama dibuka oleh Kasubbag TU Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, dilanjutkan oleh H. Subhan Halili, S.E. (PPK Pembangunan Gedung Negara Kanwil Kemenag Jawa Barat), dan dipungkasi oleh Ipda Fathul Alim, S.I.P., M.H. (Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Pangandaran).
 
Adapun 420 peserta yang hadir mencakup seluruh pemangku kepentingan pengelolaan anggaran dan pendidikan di lingkungan Kemenag Pangandaran, yaitu:
 
- Kasubbag TU dan para Kepala Seksi
- Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI
- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA)
- Penghulu dan Penyuluh ASN (PNS & PPPK)
- Kepala RA serta Kepala Madrasah Negeri dan Swasta (MI, MTs, MA)
- Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) MTsN dan MAN
- Bendahara RA, MI, MTs, dan MA (Negeri & Swasta)
 
Kanit Tipidkor Paparkan Regulasi dan 7 Bentuk Korupsi
 
Hadir memberikan pembekalan teknis hukum, Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Pangandaran, Ipda Fathul Alim, S.I.P., M.H., menggarisbawahi pentingnya pemahaman regulasi guna mengantisipasi potensi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana publik.
 
Ipda Fathul Alim menjelaskan landasan hukum utama pemberantasan korupsi di Indonesia, yakni UU No. 31 Tahun 1999, UU No. 20 Tahun 2001, serta penyesuaian aturan dalam UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP). Secara yuridis, ia memaparkan bahwa korupsi adalah tindakan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, maupun korporasi yang merugikan keuangan atau perekonomian negara, serta bertentangan dengan nilai-nilai keadilan masyarakat.
 
Dalam kesempatan tersebut, Ipda Fathul Alim membedah 7 bentuk tindak pidana korupsi yang wajib dihindari oleh seluruh pengelola keuangan:
 
- Merugikan Keuangan Negara
- Suap-Menyuap
- Penggelapan dalam Jabatan
- Pemerasan
- Perbuatan Curang
- Benturan Kepentingan dalam Pengadaan Barang/Jasa (PBJ)
- Gratifikasi
 
(UG)

Bupati Vandiko Gultom Pimpin Peringatan Harkitnas ke-118 di Samosir

SAMOSIR, ARTHA-NEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026. Upacara khidmat ini dipusatkan langsung di Tanah Lapang Pangururan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.
 
Agenda tahunan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Sekretaris Daerah Marudut Tua Sitinjak, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, personel TNI/Polri, ASN, serta ratusan pelajar lintas generasi tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat.
 
Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, beliau membacakan amanat resmi dari Menteri Komunikasi dan Digital RI yang menekankan pentingnya memaknai perjuangan intelektual di era transformasi teknologi.

Transformasi Perjuangan Fisik Menuju Era Digital
 
Dalam amanat yang dibacakannya, Bupati Vandiko menyampaikan bahwa esensi dari lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 merupakan tonggak awal transformasi perjuangan bangsa, yang semula mengandalkan kekuatan fisik beralih ke perjuangan diplomasi dan intelektual.
 
"Semangat tahun 1908 adalah simbol kebangkitan kesadaran nasional. Di era modern tahun 2026 ini, tantangan kita telah bergeser. Perjuangan generasi muda saat ini adalah menguasai literasi digital, memperkuat sumber daya manusia, dan menjaga kedaulatan informasi," ujar Vandiko.
 
Beliau juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen penuh menyelaraskan program daerah dengan visi nasional, mulai dari pemenuhan gizi anak sekolah, pemerataan akses pendidikan, hingga penguatan ekonomi berbasis desa melalui koperasi.
 
Generasi Muda Samosir Harus Menjadi Pelaku Perubahan
 
Di hadapan para pelajar dan peserta upacara, Bupati Samosir menegaskan bahwa peringatan kebangkitan nasional tidak boleh sekadar menjadi rutinitas seremoni tahunan. Generasi muda di Samosir dituntut terampil memanfaatkan ruang digital secara sehat, aman, dan produktif.
 
"Masa depan daerah ini berada di tangan adik-adik sekalian. Kita ingin generasi muda Samosir tumbuh menjadi tunas bangsa yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan identitas budaya lokal," tegas Vandiko menutup arahannya.
 
Rangkaian upacara ditutup dengan penayangan lagu-lagu perjuangan nasional yang diikuti secara antusias oleh seluruh peserta, menandakan warisan semangat nasionalisme yang tetap hidup lintas generasi di Bumi Sakti Samosir.
 
Catatan Redaksi: Artikel ini diperbaharui guna disesuaikan dengan standar SEO Google serta dilakukan perbaikan pada label menu navigasi demi kenyamanan dan kemudahan pembaca dalam mengakses informasi.

(NR. Sitohang)



Sabet Banyak Penghargaan, Gapoktan Sukajaya Meriahkan Hari Tani di Tasikmalaya


TASIKMALAYA, Artha-News.com — Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, ikut ambil bagian dalam memeriahkan Peringatan Hari Tani Nasional Tingkat Kota Tasikmalaya Tahun 2025. Perwakilan dari wilayah ini tampil memukau dan sukses memboyong sejumlah penghargaan dalam berbagai kategori perlombaan yang digelar antarkecamatan.
 
Acara tahunan yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya tersebut berlangsung meriah selama dua hari, yakni dari Rabu hingga Kamis (24–25 September 2025). Seluruh rangkaian kegiatan kompetisi dan pameran dipusatkan di Kompleks Gedung Pusat Pengembangan Industri dan Kerajinan (PPIK), Jalan Letjen Mashudi, Gunung Kalong, Kota Tasikmalaya.

Lurah Sukajaya, Agus Fauzi, saat dihubungi awak media menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas partisipasi aktif dan antusiasme tinggi dari tim perwakilan wilayahnya. Menurutnya, momentum ini menjadi ajang pembuktian kapasitas dan inovasi para insan pertanian lokal.
 
Daftar Juara yang Diraih Perwakilan Purbaratu
 
Dalam perayaan Hari Tani Nasional tersebut, utusan dari Kecamatan Purbaratu yang dimotori oleh kader Gapoktan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Sukajaya berhasil mengukir prestasi gemilang di beberapa cabang perlombaan, antara lain:
 
1. Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Pertanian (diraih oleh KWT Gapoktan)
2. Juara 2 Lomba Okulasi Tanaman (diraih oleh Gapoktan)
3. Juara 2 Lomba Menaksir Bobot Domba
4. Juara Harapan Lomba Menghias Tumpeng KWT
 
"Kami mengutus perwakilan terbaik dari Purbaratu untuk mengikuti beberapa perlombaan penting. Bersyukur, berkat kerja keras bersama, tim kami bisa membawa pulang sejumlah peringkat juara," ujar Agus Fauzi memberikan keterangan resmi kepada media.
 
Peringatan Hari Tani Nasional tingkat daerah ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengapresiasi kontribusi nyata para petani, peternak, serta pelaku agribisnis lokal. Keberhasilan Gapoktan Sukajaya diharapkan mampu memotivasi para pelaku sektor pertanian di Kota Tasikmalaya agar terus berinovasi dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan pangan berkelanjutan.
 
(Jay Kucir)
 



Proyek SD Negeri 20 Sipira Samosir Disorot Terkait Semen dan K3

SAMOSIR, Artha-News.com — Pembangunan gedung SD Negeri 20 Sipira, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir, yang dilaksanakan secara swakelola mendapat sorotan tajam dari warga setempat. Pengerjaan fasilitas pendidikan ini dipertanyakan terkait spesifikasi material semen yang digunakan serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) para pekerja.
 
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi dan informasi dari masyarakat, ditemukan penggunaan merek semen yang berbeda dari spesifikasi awal yang seharusnya menggunakan Semen Padang.
 
Selain masalah material, sejumlah pekerja di lokasi juga terlihat memahat dan mendirikan bangunan tanpa dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Kondisi ini memicu pertanyaan publik mengenai keseriusan pihak sekolah dalam menerapkan regulasi K3 pada proyek yang didanai anggaran pemerintah tersebut.
 
Penjelasan Kepala Sekolah dan Pihak Supplier
 
Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Kamis (1/10/2026), Kepala SD Negeri 20 Sipira membenarkan bahwa para pekerja di lokasi proyek memang belum menerapkan perlengkapan keselamatan kerja sebagaimana mestinya.
 
Terkait persoalan material, pihak sekolah berdalih bahwa Semen Padang tetap akan digunakan pada sisa proyek. Penggunaan merek lain pada struktur sebelumnya diklaim terjadi karena faktor ketersediaan barang dari pihak rekanan.
 
"Semen akan kami gunakan Semen Padang, namun sudah terlanjur memakai semen sebelumnya karena supplier kami UD Palentino memfasilitasi bahan untuk kami," ujar Kepala Sekolah saat memberikan klarifikasi.
 
Warga Desak Pemkab Samosir Lakukan Audit Fisik
 
Pernyataan kepala sekolah tersebut dinilai warga justru menimbulkan tanda tanya baru mengenai komitmen kepatuhan terhadap rencana anggaran biaya (RAB) dan standar teknis yang telah ditetapkan sejak awal perencanaan.
 
Warga mengkhawatirkan perubahan material secara sepihak dapat mempertaruhkan kualitas dan daya tahan jangka panjang bangunan sekolah tersebut. Karena itu, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Samosir melalui instansi teknis terkait untuk segera turun ke lapangan guna melakukan audit fisik.
 
Masyarakat berharap instansi terkait tidak hanya memeriksa laporan administrasi di atas meja, melainkan memastikan kesesuaian anggaran dengan volume fisik di lapangan demi keamanan para siswa dan tenaga pendidik yang kelak menggunakan fasilitas tersebut.
 
(NR.Sitohang)
 
 

NKRI Harga Mati! Pekik Lantang DPP AJGT di Hari Kesaktian Pancasila 2026

Tasikmalaya, Artha-News.co"Jika Pancasila tergores, maka Tasikmalaya yang pertama berdiri. Jika NKRI dirongrong, maka AJGT yang pertama melawan!" Pekik lantang tersebut menggema dari Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Jurnalis Galunggung Tasikmalaya (DPP AJGT) bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis, 1 Oktober 2026.
 
Sumpah sakral ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wujud nyata komitmen anak bangsa dalam menjaga ideologi negara.
 
Filosofi 1 Oktober: Kematian Pengkhianat dan Kebangkitan Pahlawan
 
Ketua Umum DPP AJGT, Ari Arya Siloka, menegaskan bahwa esensi dari tanggal 1 Oktober adalah mengenang perjuangan yang tak boleh padam.
 
"1 Oktober adalah momen bersejarah di mana kita mengingat kembali gugurnya 7 Pahlawan Revolusi yang diculik dan dibantai secara keji dalam peristiwa G30S/PKI. Mereka mencoba membunuh Pancasila. Namun mereka lupa, Pancasila itu sakti dan tidak akan pernah mati," ujar Ari Arya Siloka dengan nada berapi-api.
 
Beliau juga menambahkan bahwa generasi saat ini berdiri di atas fondasi perjuangan para pahlawan yang merebut kemerdekaan dengan bambu runcing serta mempertahankan NKRI dari pengkhianatan ideologi.
 
"Tugas kita sebagai generasi penerus hanya satu: Jaga! Jangan biarkan sejengkal pun tanah ini diinjak lagi oleh ideologi sesat," tegasnya.
 
Dari Galunggung untuk Indonesia, AJGT Berikrar
 
Di bawah kibaran bendera Merah Putih dan lambang Garuda Pancasila, seluruh jajaran DPP AJGT Tasikmalaya mengikrarkan sumpah karismatik mereka:
 
Kami Aliansi Jurnalis Galunggung Tasikmalaya, sebagai anak kandung Ibu Pertiwi, berikrar: Selagi matahari masih terbit dari timur, selagi Gunung Galunggung masih berdiri kokoh, kami akan tetap memperjuangkan tanah air ini. Bagi kami, NKRI bukan sekadar tulisan, melainkan napas dan harga mati sampai titik darah penghabisan! Darah kami merah, tulang kami putih, jiwa kami Pancasila!
 
Ikrar emosional tersebut membakar semangat dan memicu rasa bangga publik Tasikmalaya. Di tengah era modern di mana sebagian orang mulai melupakan sejarah, sekelompok jurnalis ini justru tampil konsisten menjaga nalar kebangsaan tetap menyala.
 
Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat
 
Menyelaraskan dengan tema nasional tahun ini, yaitu "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", AJGT mengajak seluruh elemen masyarakat Tasikmalaya untuk memperkuat persatuan dan tidak mudah diadu domba.
 
"Jangan mau dipecah belah oleh isu SARA, berita bohong (hoaks), maupun politik kotor. Kita ini satu, kita Indonesia. Pancasila yang mempersatukan kita semua untuk bisa duduk, makan, dan berjuang bersama-sama," pungkas Ari.
 
Selamat Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026. Hidup Pancasila! Hidup NKRI! Merdeka!
 
Tim Reporter Artha-News: Jey Panjaitan
 

Sukses Digitalisasi Desa, Bandung Barat Raih Juara 1 Nasional SIDEKA-NG 2026


Bandung Barat, Artha-News.com — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet penghargaan Juara 1 dalam ajang Kabupaten dengan Akselerasi SIDEKA-NG Terbaik 2026. KBB dinilai paling unggul dan progresif dalam kategori Pemanfaatan Website serta Layanan SIDEKA-NG.

Apresiasi berskala nasional ini diserahkan langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan nyata atas konsistensi pemerintah daerah dalam memacu percepatan ekosistem digital di lingkup pemerintahan desa.

Dalam kompetisi ketat tahun ini, Kabupaten Bandung Barat sukses menempati podium utama. Sementara itu, posisi kedua diraih oleh Kabupaten Karawang, dan disusul oleh Kabupaten Karangasem di peringkat ketiga.

Mengenal Apa itu SIDEKA-NG dan Indikator Penilaiannya

Sebagai informasi, SIDEKA-NG (Sistem Informasi Desa dan Kawasan New Generation) adalah platform digital resmi terintegrasi yang digagas oleh Komdigi. Sistem ini dirancang untuk memodernisasi tata kelola desa, mulai dari optimalisasi situs web resmi desa hingga penyediaan layanan administrasi berbasis daring.

Tim penilai dari Komdigi menegaskan bahwa penilaian penghargaan ini tidak sekadar menghitung berapa banyak desa yang telah memasang aplikasi tersebut. Ada beberapa indikator krusial lain yang membuat KBB terpilih menjadi pemenang:

- Pemanfaatan Aktif & Produktif: Konsistensi desa dalam memperbarui informasi di situs web resmi.


- Dampak Layanan: Efektivitas sistem administrasi digital dalam melayani kebutuhan warga sehari-hari.


- Sinergi Lintas Sektor: Kuatnya kolaborasi dan komitmen antara pemerintah pusat, Pemkab KBB, hingga jajaran pemerintah desa.



Menuju Tata Kelola Pemerintahan Desa yang Adaptif dan Mandiri

Pencapaian besar dalam Akselerasi SIDEKA-NG 2026 ini diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi seluruh perangkat desa di wilayah KBB. Inovasi teknologi ini didorong agar tidak berhenti pada formalitas kepemilikan aplikasi atau situs web semata.

Muara dari transformasi digital ini adalah memberikan kemudahan konkret bagi masyarakat luas. Warga desa kini dapat mengakses informasi publik secara transparan serta menikmati urusan birokrasi dan administrasi yang jauh lebih ringkas.

Melalui penghargaan ini, Pemkab Bandung Barat berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan implementasi SIDEKA-NG di seluruh wilayah. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun pondasi pemerintahan yang modern, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dan inklusif.



(Ari.M)